Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Surprise


__ADS_3

...Happy Reading readers 🌼🌼🌼...


...Jangan lupa like dan komentarnya ya🌻🌻🌻...


...Terima kasih atas semua dukungannya 🌸🌸🌸...


...β€’β€’β€’β€’...


Hari demi hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Manusia di tuntut untuk menjalani kehidupan yang seharusnya mesti di jalankan. Si kembar sudah mulai nyaman dengan suasana di sekolah barunya. Banyak anak-anak ingin berteman dengannya. Banyak juga temannya iri karena kecerdasannya. Tapi mereka anggap angin lalu saja. Toh, tidak sampai mengusik kehidupannya. Berbeda lagi jika sudah lewat batas.


Semua waktu yang dialami setiap harinya terus menerus berjalan sampai akhirnya sudah menuju H-2 Ulang tahun Oma mereka. Siapa lagi kalau bukan Jenny Davinchi.


Si kembar terlihat antusias untuk merayakan ulang tahun sang Oma. Mereka sibuk memilih hadiah yang cocok untuk sang Oma. Jenny sendiri tidak memaksa mereka asal mereka ada di acara ulang tahunnya tersebut. Jenny malah sibuk memikirkan cara untuk mengikat Grizella bersama putranya, Jaxton. Tanpa di pikirkan sebenarnya Jaxton dan Grizella sudah saling mencintai. Hanya saja, Jenny tidak mengetahui hal itu. Sehingga, ia memiliki rencana agar Jaxton dan Grizella bersama kedepannya.


"Sayangnya Oma. Apa kalian melihat dimana mommy kalian? " tanya Jenny pada si kembar.


"Emm. Mommy masih ada urusan di sekolah, Oma. Apa Oma butuh sesuatu? " tanya Chloe memalingkan wajahnya dari tablet atau Ipad yang ia pegang sekarang. Karena saat ini Chloe dan Zoe sibuk memilih hadiah untuk Omanya.


Terlihat Jenny menganggukkan kepalanya sembari melihat ke arah luar.


"Apa kalian mau Mommy jadi orang tua kalian?Β Β  " tanya Jenny iseng. Si kembar pun tersenyum dengan penuh binar-binar di wajahnya.


"Apa Oma mengizinkannya. Apa kami benar-benar akan memiliki mommy kedepannya? " tanya Zoe mendekati Jenny. Duduk di samping wanita paruh baya itu. Akan tetapi, wajahnya masih cantik meski ada sedikit keriput di dekat bibir dan matanya.


"Tentu saja, sayang. Jika kalian mau, Oma akan menyiapkan semua yang di perlukan nantinya. Kalian tunggu sebentar lagi ya. " ucap Jenny mengusap lembut kepala si kembar yang sudah berada di kedua sisinya.


"Yaudah. Kalian pergi ke kamar. Segera mandi dan selesaikan PRnya. " Jenny menuntun si kembar untuk berdiri dari duduknya dan mendorong pelan punggung si kembar ke kamar mereka.


Di tempat Grizella. Gadis itu sedang melakukan rapat MGMP di sekolah tetangga. Grizella dengan beberapa rekannya pergi melakukan rapat mingguan. Di sana terlihat ada Buk Chris bersamanya sebagai senior. Grizella berjalan beriringan dengan Buk Chris. Mereka masuk ke ruang rapat. Di dalam ruangan sudah ada beberapa guru dari beberapa sekolahmu mereka duduk di tempat yang sudah ia tentukan oleh pihak penyelenggara. Grizella pun duduk di samping Buk Chris. Terlihat Grizella memeriksa persiapan yang dia bawa dari sekolahnya.

__ADS_1


Beberapa menit setelah itu. Rapat pun di mulai. Semua guru terlihat fokus dengan rapat yang di adakan karena ini adalah rapat pertama yang dilakukan semenjak PBM di mulai pada tahun ajaran baru ini. Grizella sesekali bertanya pelan kepada Buk Chris karena ingin sedikit pencerahan dari seniornya tersebut. Terlihat Grizella manggut-manggut dengan mata ikut fokus ke depannya.


"Baiklah, Buk. Terima kasih atas penjelasannya. " ucap Grizella kepada Buk Chris. Buk Chris pun tersenyum dan kembali fokus ke depannya.


Di tempat lain. Terlihat Smith sedang menatap tajam kepada Daddynya. Semenjak mengetahui perselingkuhan Daddynya itu Smith mulai kehilangan rasa bangganya terhadap sang Daddy. Tapi, semua itu juga menjadi pelajaran terhadap dirinya sendiri. Jika dia sadar mungkin Smith tidak melakukan semua itu. Mengkhianati gadis yang tidak seharusnya dia khianati.


"Maafkan, Daddy. Daddy janji tidak akan mengulanginya lagi. " ucap Edison serius sembari menatap lembut dan hangat sang istri. Seila pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Biar Mommy yang urus begitu tatapan Seila kepada Edison.


"Sayang. Kita tidak bisa menghakimi seseorang seenaknya. Ada kalanya mereka berbuat salah. Dan kita sebagai pendampingnya hendaknya membawa mereka ke jalan yang benar. Ajarkan kepada mereka bahwa kita harus berubah.


Hidup ini tidak akan lengkap bila terus berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Ada kalanya kita membutuhkan sosok orang lain di keluarga kita agar sebuah rumah tangga akan berjalan dengan indah di akhir hidupnya. Kamu paham maksud Mommy kan? " Seila menatap hangat putranya.


"Iya, Mom. Berjanjilah. Jangan sampai terluka karena Daddy lagi. Atau pria manapun. " Smith mengenggam erat kedua tangan Mommynya. Seila pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Makasih ya karena sudah peduli terhadap Mommy. " Seila memeluk anaknya. Edison pun tersenyum melihat 2 orang tersayangnya itu. Edison pun ikut memeluk istri dan anaknya.


Di tempat Jaxton. Pria itu terlihat sudah bersiap-siap untuk pulang ke mansion. Jaxton memutuskan untuk menyiapkan semua kebutuhan untuk ulang tahun Mommynya. Jaxton ingin pesta kali ini berjalan dengan lancar. Dan menjadi hari yang tidak terlupakan oleh Mommynya.


"Baik, Tuan. Kalau begitu saya pamit undur diri. " Albert memberikan hormat sebelum pergi meninggalkan Albert surang. Jaxton pun menganggukkan kepalanya dan berdiri dari duduknya. Memakai lagi jasnya.


"Emm. Aku ingin memberikan kejutan untuknya. Sepertinya aku harus turun tangan sendiri dan memilihkan hadiah terbaik untuk Ella-ku. " lirih Jaxton .


Setelah memilih beberapa hadiah yang di butuhkannya. Jaxton pun memilih untuk kembali ke mansionnya. Jaxton berharap saat pulang nanti akan di sambut oleh sang kekasih. Sampai akhirnya mobilnya sudah berada di depan mansion. Jaxton dengan antusiasnya turun dari mobil. melangkahkan kakinya dengan lebar. Dari dalam ia langsung di sambut oleh kedua keponakannya. Sang Mommy terlihat sedang duduk di sofa. Sibuk dengan dirinya sendiri. Jaxton pun gelisah karena tidak melihat keberadaan sang kekasih di sana. Jaxton pun menoleh kepada kedua keponakannya.


"Sayang! Apa kalian tahu dimana Mommy kalian saat ini? " tanya Jaxton lembut sembari mengusap lembut kepala si kembar.


"Mommy masih berada di sekolah, Dad. katanya ada rapat mingguan di sekolah tetangga. " jawab Zoe polos.


Jaxton pun terlihat sedang melihat jam di tangannya.

__ADS_1


"Baiklah. Kalian pergilah temui Oma. Daddy mau keluar sebentar. " jawab Jaxton berdiri lalu pergi melangkahkan kakinya ke arah mobilnya lagi.


"Jalan Pak. Kita pergi ke sekolah anak-anak. " ucap Jaxton.


"Baiklah, Tuan. " jawab sopir Jaxton.


.


.


.


.


.


Bersambung.


...INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME 😊...


IG : gx_shi7


Ikuti IG ku yah. Akan ada tampilan visual dari para pameran utama dan pendukung novel ku.


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘


By : Nadila Sizy

__ADS_1


#Grizella&Jaxton_LFR


__ADS_2