Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Morning Kiss


__ADS_3

Malam harinya. Jaxton sudah mengatur semuanya hal yang menyangkut honeymoon nya bersama Grizella. Mulai dari jadwal, penginapan, dll. Semuanya di atur Jaxton jauh-jauh hari. Hal itu dilakukannya agar ia dan sang istri tidak terdesak saat akan berangkat.


Saat ini Jaxton sedang berada di ruang kerjanya. Jaxton mengabarkan kepada Maxim untuk menjaga kedua keponakan kembarnya. Selain itu, Jaxton teringat bahwa urusannya dengan Bianca belum bisa ia selesaikan. Lebih baik ia bersenang-senang dulu baru mengurus orang naif itu. Akan tetapi, Jaxton sudah mengantongi hadiah untuk Bianca. Kita lihat saja nanti.


Tiba-tiba pintu ruang kerjanya di ketuk dari luar. Dan muncullah 2 keponakannya. Si kembar terlihat memelas. Jaxton pun tersenyum lalu berjalan mendekati kedua keponakannya. Jaxton berjongkok di depan mereka. Memegang bahunya.


"Ada apa? Bukannya Mommy dan Daddy sudah mengantongi izin dari kalian? Ada apa lagi, hem? " tanya Jaxton mengusap kepala si kembar.


"Emm, kata paman Daddy akan membawakan adik untuk kami. Benarkah itu, Dad? " tanya Zoe mewakili. Jaxton pun membulatkan matanya.


Astaga, apa yang telah ajarkan Maxim terhadap anak-anak. Mana mungkin aku memberikan kepastian untuk mereka. Jaxton membatin. Mencoba menahan emosinya karena ulah ajaran Maxim terhadap kedua keponakannya.


"Sayang. Kalian tahu Daddy sangat ingin memberikan adik untuk kalian. Jadi, doain ya semoga di perut Mommy ada dedeknya nanti saat Daddy dan Mommy pulang, hem? " tanya Jaxton. Si kembar pun tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


"Daddy tenang saja. Kami akan mendoakan Daddy setiap detiknya. Karena itu Daddy harus membuat adik setiap detiknya pula, ya. Agar ada adik di perutnya Mommy. " balas Chloe polosnya. Jaxton pun tersenyum mendengarnya. 


Jika Daddy buat adek setiap detiknya maka Mommy kalian tidak akan bisa berjalan oleh Daddy tapi sepertinya itu ide yang bagus juga. Daddy akan mencobanya nanti. Batin Jaxton.


"Yasudah, sekarang kembali ke kamar. Kalian sekolah besok, kan? " tanya Jaxton yang di anggukan oleh si kembar. Jaxton pun memberikan kecupan lembut di kening si kembar. Setelah itu membiarkan si kembar ke kamarnya.

__ADS_1


Jaxton pun kembali ke kursinya. Jaxton saat ini sedang menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sempat tertinggal. Dan tiba-tiba Grizella datang mengetuk pintu. Grizella tidak masuk. Dia hanya berdiri di bingkai pintu.


"Emm. Itu, kemana tujuan kita? Apakah aku perlu membawa pakaian hangat atau sebaliknya? " tanya Grizella yang masih berdiri di bingkai pintu. Jaxton pun tersenyum lalu mengerakkan tangannya agar Grizella mendekatinya.


"Sinilah. Ngapain bicara sejauh itu? " tanya Jaxton. Grizella pun berjalan mendekati Jaxton. Dan kini ia sudah berada di samping kursi Jaxton. Menunggu respon Jaxton selanjutnya. Karena merasa jengah dengan posisi berdiri Grizella. Jaxton pun menarik tangan Grizella hingga istrinya itu terduduk di pangkuannya. Grizella pun melingkarkan tangannya di leher Jaxton.


"Kamu tenang saja. Semuanya sudah hubby siapkan. Kamu tidak perlu menyiapkan apapun. Cukup jaga kesehatanmu dan bawa tubuhmu bersama hubby besok. " ucap Jaxton memberikan kecupan di bibir mungil Grizella. Karena merasa gemes dengan sang istri. Jaxton pun meluma* bibir istrinya. Jaxton meletakkan satu tangannya di leher Grizella. Menahan tengkuk sang istri. Memperdalam cumbuannya. Kini tangan Jaxton yang satunya lagi sudah tidak tahan untuk bergeriliya di tubuh Jaxton. Bahkan, giwang atas piyama Grizella sudah lepas oleh Jaxton. Pria itu sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya. Jaxton pun mengangkat tubuh kecil Grizella ke meja kerjanya. Jaxton mulai merasai leher sang istri. Bermain-main di sana. Bibirnya juga sudah mulai turun ke bawah. Bermain di area yang terbilang terlarang untuk setiap wanita kecuali sudah menjadi mukhrim kita sendiri.


Jaxton sudah membuka semua giwang di pakaian piyama Grizella dan saat tangannya sudah berada di bagian sensitif milik sang istri. Jaxton pun teringat jika besok mereka akan berlibur. Jaxton tidak ingin rencananya gagal. Dan ia tidak mau berangkat jika keadaan Grizella yang sulit bila berjalan. Itu tidak lucu kan. Jaxton pun tersenyum jika hal itu bakalan terjadi. Jaxton pun menegakkan kepalanya. Jaxton memberikan kecupan di bibir mungil Grizella.


"Simpan dulu permainannya. Besok kamu harus bugar dan fresh saat kita berangkat. Sekarang kembalilah ke kamar. Hubby ada beberapa pekerjaan yang harus hubby selesaikan malam ini. Hubby akan menyusul ke kamar nanti, saat pekerjaannya selesai. " ucap Jaxton kembali memasangkan giwang piyama Grizella. Grizella pun tersenyum lalu memberikan kecupan lembut di pipi kanan Jaxton. Sungguh hal yang dilakukan Grizella membuat Jaxton menegang. Tapi, pria itu berusaha tenang. Jangan sampai ia menerkam istrinya malam ini. Jika tidak rencananya akan gagal besok.


Jaxton melihat kepergian istrinya. Dirinya mendesah karena tidak sabar menerkam istrinya itu. Karena tidak mau mati gaya. Jaxton pun memfokuskan dirinya ke pekerjaannya. Dan tiba-tiba Jaxton menerima panggilan masuk dari seseorang.


Jaxton meminta melakukannya besok karena dia tidak ingin mendengar apapun sekarang. Sampai nanti ia dan Grizella pulang dari honeymoon mereka. Jaxton juga sengaja menukar ponselnya dengan nomor baru yang hanya orang-orang tertentu yang tahu agar ia tidak ketinggalan informasi mengenai Bianca Sreet. Tujuan Jaxton menukar ponsel agar keluarga Sreet tidak protes untuk beberapa waktu dan tidak ada yang bertanya tentang pemboikotan keluarga Sreet. Dan tentunya tidak ada yang menganggu honeymoon nya bersama Grizella.


Pukul 11 malam. Jaxton baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Jaxton pun merengangkan tubuhnya. Jaxton bahkan sesekali menguap karena sudah mulai mengantuk.


Jaxton pun pergi melangkahkan kakinya ke kamarnya. Di bukannya pintu kamar pelan-pelan agar tidak menganggau tidur sang istri. Jaxton langsung saja ke kamar ganti pakaian. Mengganti pakaiannya dengan pakaian piyama tidur. Dilihatnya Grizella sudah terlelap dengan damainya. Jaxton meninggalkan kecupan lembut di kening Grizella. Jaxton pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Grizella. Menghadapkan badannya ke arah Grizella. Jaxton mengulas senyum. Beberapa saat Jaxton memperhatikan wajah sang istri. Lalu, ia pun ikut tertidur dengan tangannya melingkar di pinggang ramping Grizella. Mencari tempat ternyaman hingga kepalanya berada di dekat leher Grizella.

__ADS_1


Pagi harinya. Grizella terbangun terlebih dahulu dari Jaxton. Grizella mendapati suaminya yang memeluknya dengan erat. Ia bahkan kesusahan untuk beranjak. Saat sudah mulai terlepas tiba-tiba Jaxton malah mempererat pelukannya.


"Ishhh. Ini sudah pagi, By. Anak-anak akan bersiap-siap berangkat sekolah. " ucap Grizella. Ya, Grizella beberapa hari ini memang membantu si kembar Bersiap-siaplah ke sekolah. Karena dia juga tidak ada pekerjaan yang akan dilakukannya.


"Kamu tenang saja. Mereka sudah besar. Lagian banyak pelayan yang akan membantu mereka. " ucap Jaxton membenamkan wajahnya di dada Grizella. Menghadapkan badan Grizella ke arahnya.


"Lalu, kapan kita berangkat honeymoon nya? " tanya Grizella. Jaxton pun membuka kelopak matanya. Jaxton tersenyum lalu memberikan kecupan lembut di bibir mungil Grizella.


"Morning kiss, sayangku. " ucap Jaxton yang hanya di balas senyuman oleh Grizella. Grizella sendiri tidak percaya diri bila memberikan kecupan kepada Jaxton. Grizella merasa dia kotor karena belum mandi. Berbeda dengan Jaxton yang santai saja.


"Kamu tenang saja. Kita akan berangkat dengan jet pribadi. Jadi jangan cemas kita ketinggalan pesawat. " ucap Jaxton dengan banganya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


TO BE CONTINUED


__ADS_2