
...Happy Reading readers πΌπΌπΌ...
...Jangan lupa like dan komentarnya yaπ»π»π»...
...Terima kasih πΈπΈπΈ...
...β’β’β’β’...
Beberapa hari setelah itu. Jenny terus menerus mendesak Jaxton untuk membawa Grizella ke mansionnya. Jenny sangat ingin menemui gadis itu. Dirinya terlalu bosan dan kesepian karena selalu di temani oleh sosok pria di sampingnya. Seperti Jaxton dan sang suami. Dunianya tidak lepas oleh 2 pria itu.
Hal itu membuat Jenny merindukan sosok perempuan yang bisa ia ajak bicara. Berbincang sesama perempuan. Pergi berbelanja dan merawat diri di spa.
Jenny sangat menginginkan hal itu. Meskipun, si kembar adalah anak perempuan hal itu tidak bisa membuat dirinya lebih terbuka tentang masalah perempuan. Karena si kembar terlalu kecil untuk membahas hal itu.
"Mommy tidak mau tahu. Pokoknya kamu harus membawanya ke sini besok. Atau Mommy akan marah padamu. " Jenny memalingkan wajahnya dari Jaxton.
"Oma..." panggil si kembar, Chloe dan Zoe.Β Jenny pun menoleh ke arah Chloe dan Zoe. Memberikan senyumannya.
"Cucu Oma. Ada apa hem? " tanya Jenny.
"Temanin kita ke apartemennya mommy. " ucap Chloe. Jenny seketika berbinar matanya.
"Apartemen mommy? " Jenny merasa sedikit bodoh karena terlalu senang akan menemui Grizella. Si kembar pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah. Oma akan bersiap-siap dulu. " ucap Jenny.
Jaxton yang ada di sana. Menatap memelas ke arah keponakannya.
"Ada apa dengan Daddy? " tanya Zoe. Jaxton pun mendudukkan Zoe di pangkuannya.
"Apa kalian tidak mengajak Daddy? " tanya Jaxton. Si kembar pun tersenyum dan mengelengkan kepalanya.
"Kenapa! Oma saja ikut? " Jaxton tidak terima.
"Karena ini urusan perempuan. Daddy tidak boleh ikut campur apalagi bergabung dengan kami. " Chloe menimpali. Mengambil kotak keju yang ada di depannya lalu menyantap nya.
"Tapi Daddy tidak ada kerjaan sekarang. Daddy ikut yah. " Zoe pun menoleh ke arah Chloe. Mereka menganggukkan kepalanya.
Zoe turun dari pangkuan Jaxton lalu mendekati Chloe.
"Tidak boleh. Daddy harus berusaha sendiri untuk bisa menemui Mommy. " jawab Chloe membawa Zoe ke kamar. Terlihat Jaxton mengerucutkan bibirnya.
...β’β’β’β’β’...
Di sinilah mereka sekarang. Duduk di sebuah sofa yang berukuran sedang. Yang hanya bisa menampung 2-3 orang saja. Jenny duduk di sana. Si kembar terlihat fokus menuliskan harapan mereka di tempat kotak harapan milik Grizella.
Grizella tersenyum canggung di depan Jenny. Bingung harus berbuat apa.
"Emm. Akan saya buatkan Nyonya kopi dulu. Nyonya suka kopi manis apa kopi pahit? " tanya Grizella.
"Panggil saya Mommy. " tersenyum, "Emm, saya suka keduanya. " jawab Jenny.
"Maaf, Nyonya. Akan lebih baik saya panggil seperti itu. Kalau begitu, saya pamit ke dapur dulu. " Grizella bicara dengan sangat sopan agar tidak melukai perasaan Jenny.
__ADS_1
Jenny menatap kepergian Grizella.
"Pantesan anak tengik itu lama mendapatkannya. Dia saja tak tersentuh sama sekali. Aku harus berbuat sesuatu agar hubungan di antara mereka lebih maju lagi. " lirih Jenny.
Berbuat sesuatu yang mungkin akan mempercepat kedekatan Jaxton dan juga Grizella. Dia sendiri tidak tahu bahwa Johan sudah merencanakannya terlebih dahulu. Bener-bener keluarga yang unik. Cucu dan nenek sama-sama punya tipu muslihat untuk mendapatkan Jaxton mate yang baik hati di jaman sekarang.
"Silahkan, Nyonya. Semoga Nyonya cocok dengan kopi buatan saya. " Grizella meletakkan kopi yang dia seduh di depan Jenny.
"Apa ini buatan kamu? " Jenny mengambil kopi itu.
"Iya, Nyonya. Silahkan di coba dan jika ada yang kurang pas, saya akan menambahkan racikan nya. " ucap Grizella.
"Emm. Kopinya enak sekali. Apa saya boleh belajar denganmu? " Jenny antusias. Grizella ingin menjawab tapi Zoe memanggilnya .
"Mom. Temani kami. Kami mau beli ice cream. " ucap Zoe.
"Tapi.... " Grizella menghentikan ucapannya.
"Ayuk. Oma mau membeli gaun untuk ulang tahun Oma nanti. " berdiri dari duduknya, " Oh iya, kamu datang ya ke pesta ulang tahun saya. Saya akan sangat menantikan kehadiranmu di ulang tahun saya kali ini.Β " Jenny menatap hangat Grizella. Grizella hanya bisa terpaku.
...β’β’β’β’β’...
Di tempat lain. Seila terlihat memanung di balkon kamarnya. Hari sudah menunjukkan pukul 5 sore. Tiba-tiba pelukan hangat mendarat di pinggangnya.
"Jangan seperti ini, yank. Kamu boleh marah padaku. Kamu boleh menampar ku. Aku siap bila kamu ingin nyawaku. Tapi, jangan seperti ini. Aku tidak tahan melihatmu yang tidak seperti dulu lagi. " Edison membenamkan kepalanya di leher Seila. Seila pun berbalik dan melepaskan pelukan Edison.
"Aku akan menyiapkan air mandi. " Seila melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi tapi langkahnya di hentikan oleh Edison. Edison memegang tangan Seila.
"Aku tidak ingin kamu seperti ini. " Edison melirih, menatap sendu mata Seila. Seila hanya diam. Berusaha membalikkan badannya.
"Kamu ingin aku seperti dulu lagi? " menatap Edison. Edison terlihat menganggukkan kepalanya. Seila kembali menarik napasnya, pelan. "Lepaskan aku dari ikatan pernikahan ini. Aku tidak akan seperti ini lagi kedepannya. Dan mari kita jalani hidup ini masing-masing. " ucap Seila di dalam isak tangisnya. Edison pun mengelengkan kepalanya berkali-kali.
"Tidak akan pernah. Aku tidak akan pernah melepaskanmu. Aku tidak bisa melakukan hal itu. Tidak akan pernah. Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu, Seila. " Edison kembali memeluk erat Seila.
"Kalau begitu, jangan pedulikan aku lagi karena dari dulu kamu tidak pernah peduli padaku. " Seila mendorong tubuh Edison. "Aku akan menyiapkan air mandimu. " ucap Seila yang langsung pergi ke kamar mandi.
Edison menatap kepergian Seila. Tidak tahu bagaimana lagi dia harus menyelesaikan masalah ini. Dirinya tidak tahu harus berbuat apa. Tapi, yang jelas dia tidak mau Seila pergi dari dirinya. Dia tidak bisa melepaskan wanita itu. Dia membutuhkan sosok Seila di sampingnya.
Di tempat lain, Smith terlihat bersenang-senangΒ di sebuah bar. Meneguk alkohol dengan di temani oleh wanita-wanita cantik di sampingnya.
Terlihat Smith mengusap kasar wajah gadis di sampingnya. Menatap tajam gadis itu.
"Kenapa! Kenapa hal ini terjadi padaku. Kau telah mengkhianati ku dan sekarang Daddy ku telah menyakiti Mommy ku. Aku benar-benar membencimu. " mendorong tubuh wanita itu ke sofa. Menindih nya dengan sangat kuat.
"Aku tidak akan pernah melepaskanmu. Aku akan membalaskan semua sakit hati ini. Aku tidak akan membuat hidupmu tenang di luar sana. " Smith mulai mencumbui wanita itu dengan beja*nya. Tidak mendengarkan kesakitan yang di alami oleh wanita itu. Saat ini dirinya hanya ingin membalaskan rasa dendamnya pada wanita di depannya.
Tidak puas dengan wanita itu. Smith pun mendorong wanita yang satu lagi. Menikmati tubuhnya dengan penuh kerakusan. Entah kenapa, Smith tidak pernah merasa puas. Hanya Catty lah yang bisa memberikan kenikmatan padanya. Mungkin karena Catty adalah cinta pertamanya. Sehingga, wanita lain tidak memberikan dirinya kenikmatan sedikit pun.
Tiba-tiba wajah Grizella ada di depannya. Smith pun menghentikan kegiatannya. Mencoba menyadarkan dirinya dari kemabukan. Samar - Samar Smith melihat wanita lain di depannya.
"Ternyata hanya hayalanku saja. Kenapa aku bisa memikirkan gadis itu. Apa yang terjadi sebenarnya. " lirih Smith.
Smith pun memutuskan untuk pergi dari sana. Smith saat ini teringat dengan Mommynya. Mommynya butuh kehadirannya saat ini.
__ADS_1
Beberapa menit setelah itu, Smith memarkirkan mobilnya di depan rumahnya. Smith langsung menemui Mommynya itu. Smith tidak melihat sosok wanita berharganya itu. Dia pun mendapati Edison yang baru masuk dari samping rumah. Smith tidak mempedulikannya. Dan membiarkan Edison menatap kepergiannya.
"Maafkan, Daddy mu ini, Nak. " lirih Edison.
Smith menemukan Mommynya yang sedang membawa selimut dan juga bantal.
"Mommy mau kemana? " tanya Smith.
"Mommy tidak mau tidur dengannya. " lirih Seila.
"Mommy tidak boleh pergi dari kamar. Biarkan dia yang pergi. " ucap Smith. Edison pun datang dari belakang.
"Kamu mau kemana, yank? " tanya Edison. Smith pun menoleh.
"Kamu tidak boleh tidur dengan Mommy. Mommy akan tidur dengan kamar yang terpisah denganmu. " ucap Smith dingin.
"Tapi, Nak. Daddy tidak bisa melakukan hal itu. Daddy tidak bisa tidur jauh-jauh dari Mommymu. " ucap Edison.
"Itu bukanlah alasan. Selama ini kamu kemana saja? Apa kamu tidak memikirkan perasaan Mommy. Memikirkan perasaan Mommy kedepannya. " ucap Smith. Smith pun menarik tangan Seila untuk masuk ke kamarnya. Meninggalkan Edison sendirian di luar.
Edison pun terjatuh ke lantai. Mengerutuki dirinya yang sangat bodoh selama ini. Edison memukul kepalanya. Ada air mata yang mengenai pipinya. Tidak peduli jika ada orang yang akan melihat keterpurukannya. Yang ia pikiran sekarang adalah bagaimana caranya agar Seila tidak marah lagi padanya.
"Maaf, Tuan. Apa Tuan baik-baik saja? " tanya salah seorang pelayan di sana. Edison tidak menjawab. Dia hanya mengelengkan kepalanya. Menunjukkan bahwa dirinya dalam keadaan tidak baik sekarang.
"Aku yang bodoh. Aku sudah menyia-nyiakan wanita yang selalu ada untukku. Aahhh, bodoh. Bodoh. " kembali memukul kepalanya.
Β ----
R : Kenapa upnya nggak pernah doble sih Thor?
Author : Karena kalian kurang kenceng kasih votenya.
R : kami nggak ada poin thor.
Author : Kalau begitu, bersabarlah menunggu update selanjutnya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
IG : gx_shi7
Terima kasih ππ
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan πππ
__ADS_1
By : Nadila Sizy
#Grizella&Jaxton_LFR