
...Happy Reading readers ๐ผ๐ผ๐ผ...
...Jangan lupa like dan komentarnya ya๐ป๐ป๐ป...
...Terima kasih ๐ธ๐ธ๐ธ...
...โขโขโขโข...
Jaxton sudah memberikan kabar kepada Mommynya untuk segera pulang dengan alasan bahwa si kembar harus sekolah besok. Jaxton juga berpesan agar mengizinkan Grizella nanti untuk bisa tinggal di mansionnya. Hal itu tentu di dukung oleh Jenny. Karena dia sudah dari dulu menginginkan Grizella tinggal bersama dengan Jaxton.
Jaxton juga mengatakan bahwa dia sudah pacaran dengan Grizella. Membuat Jenny turut bahagia. Hanya tinggal satu langkah lagi bagi dirinya agar Grizella bisa menjadi milik Jaxton seutuhnya. Terlihat senyuman licik di wajah Jenny ketika mendengar kabar bahagia tersebut.
"Baiklah. Sore nanti Mommy pulang. Sekarang bersenang-senanglah dengan kekasihmu itu. " ucap Jenny. Jaxton pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, Jaxton tutup dulu ya Mom. " ucap Jaxton.
Saat ini mereka sudah berada di sebuah toko alat tulis di Mall terkenal. Jaxton mengatakan bahwa dia yang akan mensponsori Grizella kali ini. Awalnya Grizella menolak namun kita tahu Jaxton tidak pernah menerima kata tolakan. Apalagi itu untuk gadisnya. Jaxton selalu punya cara untuk membuat gadisnya itu menerima pemberiannya.
"Eh Merci. Tunggu sebentar ya. Aku mau nyamperin temanku dulu. " ucap Grizella pergi meninggalkan Jaxton sendirian dan pergi menemui Merci yang ada di ujung pandangannya.
"Eh. Aku akan menemanimu. " Jaxton ikut menyamperin Grizella. Grizella sendiri sudah melangkah duluan tanpa mengubrisnya.
"Mer. Dengan siapa kesini? " tanya Grizella ketika sudah berdiri tepat di samping temannya itu.
"Emm... itu, aku pergi dengan temanku. " jawab Merci.
"Siapa? " tanya Grizella.
"Yank. Apa yang ini? " tiba-tiba suara seorang pria mendekati mereka berdua. Grizella terperanjak dengan panggilan pria itu. Grizella pun menoleh ke arah Merci. Merci hanya tersenyum canggung. Sembari mengusap tengkuknya yang tidak gatal.
"Sejak kapan kalian.... " Grizella Ragu-ragu melanjutkan ucapannya karena pria itu sudah berada di depannya.
"Eh. Grizella ya. Sendirian saja? " tanya Maxim .
"Emm. Aku dengan temanku. " jawab Grizella menoleh ke belakangnya. Mencoba mencari Jaxton dan ternyata pria itu sedang berjalan ke arahnya.
"Ada apa? Kenapa kamu canggung begitu? " tanya Jaxton yang sudah berdiri di samping Grizella. Meletakkan satu tangannya di pinggang Grizella. Merci dan Maxim tersenyum melihat mereka berdua. Membuat Grizella gelagapan.
"Kamu Apa-apaan sih. Lepaskan tanganmu. " ucap Grizella mendorong tubuh Jaxton.
__ADS_1
"Emang kenapa! Kamu pacarku. Aku berhak melakukannya. " ucap Jaxton tanpa mempedulikan 2 umat manusia di depannya.
"Sudahlah. " Grizella menoleh ke arah Maxim dan Merci. "Kita makan siang dulu yuk. " Grizella mengandeng tangan Merci. Meninggalkan 2 pria di belakangnya.
"Hei. Kamu ninggalin aku sendirian. " teriak Jaxton melihat kekasihnya yang sudah berada jauh di depannya.
"Sudahlah brother. Dia tidak akan kemana-mana. Lagian dia sama pacarku kok. Tidak ada yang akan terjadi. " jawab Maxim. Membuat Jaxton mengernyitkan keningnya.
"Siapa pacarmu? " tanya Jaxton. Maxim pun menoleh ke arah 2 gadis di depannya.
"Temannya Ella! " ucap Jaxton. Maxim pun tersenyum. Mengaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ada semu merah di pipinya.
"Aku jatuh cinta pada pandangan pertama padanya. Bagaimana denganmu? Apa sudah ada perubahan? " tanya Maxim. Jaxton pun melipat tangannya di dada.
"Kemarin! Kita jadian kemarin. " jawab Jaxton tersenyum.
Kedua laki-laki itupun tersenyum. Lalu mengikuti langkah kekasihnya.
...โขโขโขโขโข...
Beberapa hari kemudian. Si kembar di sibukkan dengan persiapan mereka berangkat ke sekolah.ย Hari ini adalah hari dimana mereka memulai belajar. Belajar menjadi anak yang lebih terdidik lagi. Ilmu pengetahuan sudah mereka alami 2 tahun sebelumnya. Ya, mereka terlahir cerdas. Sudah menguasai pelajaran sekolah dasar. Bisa berbicara 4 bahasa asing termasuk bahan ibu mereka. Memilih IQ dia EQ di atas rata-rata.
"Ingat! Tidak boleh meremehkan teman dan carilah teman sebanyak-banyaknya. Belajarlah jadi orang yang lebih baik lagi. Daddy tidak mau mendengar keluhan dari guru kalian. Selama itu, kalian tidak boleh membuat kesalahan atau Daddy akan mengantarkan kalian ke asrama. " seru Jaxton yang duduk di antara si kembar. Si kembar terlihat jengah dengan ucapan Jaxton. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti permintaan Jaxton. Dari pada ke asrama mending bersabar mendengarkan ucapan Daddynya.
"Baiklah. Apa kita berangkat sekarang? " tanya Grizella yang berdiri di depan mereka. Jaxton pun mendongakkan kepalanya dan tersenyum kepada kekasihnya itu.
"Kalian keluarlah dulu. Ada yang ingin Daddy katakan dengan Mommy kalian. " ucap Jaxton menyuruh si kembar keluar terlebih dahulu. Si kembar pun menurut. Mengambil tas mereka dia meletakkan di punggung mereka.
Grizella pun menatap bingung ke arah Jaxton. Namun, ada kewaspadaan. Tahu arah jalan pikir Jaxton.
"Emm. Aku akan keluar dengan mereka. " ucap Grizella berbalik badan. Namun, dengan cepat Jaxton menahan tangan Grizella. Menarik kekasihnya ke pelukannya.
"Mau kemana? " tanya Jaxton.
"Sudah saatnya berangkat. Takut waktunya tidak tepat nanti. Aku tidak mau terlambat di hari pertama masuk. " jawab Grizella memalingkan wajahnya dari Jaxton. Jaxton pun tersenyum dan menundukkan kepalanya. Berbisik ke telinga gadis itu.
"Baiklah. Berikan dulu aku sebuah ciuman. Aku akan melepaskanmu. " bisik Jaxton yang membuat Grizella bergidik. Tubuhnya menegang dan hal itu di rasakan oleh Jaxton. Jaxton pun tersenyum lalu memberikan kecupan di pipi Grizella. Grizella pun menoleh ke arah Jaxton dengan tatapan yang tidak bisa di baca. Dan hal itu sangat mengemaskan bagi Jaxton. Membuat Jaxton memberikan kecupan lembut di bibir mungil Grizella. Grizella pun membulatkan matanya. Tidak bisa menolak. Sontak menerima kecupan lembut itu.
"Sampai kapan kamu akan berdiri di sana? " tanya Jaxton yang sudah berada di ambang pintu. Grizella tidak sadar bahwa Jaxton sudah pergi dari hadapannya. Grizella jadi malu sendiri. Grizella pun berjalan dengan menundukkan kepalanya. Meninggalkan Jaxton yang tersenyum ke arahnya. Jaxton pun mengelengkan kepalanya dan mengikuti langkah Grizella.
__ADS_1
"Apa Mommy akan mengajarkan kami nanti? " tanya Zoe yang ada di kursi belakang. Berada di antara si kembar.
"Tentunya. Tapi, hanya saat belajar mata pelajaran Matematika. Setelah itu kalian akan belajar dengan guru yang berbeda nantinya. Ingat! Dengarkan apa yang gurunya ucapkan. Patuh dan menyimak. Paham! " ucap Grizella. Si kembar tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Memeluk Grizella yang ada di sampingnya.
Jaxton yang duduk di kursi depan, tersenyum melihat 3 perempuan yang membuatnya bahagia. Melihat dari lampu spion.
"Nanti saat pulang akanย Daddy ajak jalan-jalan. Bagaimana?ย " tanya Jaxton. Si kembar pun antusias dan menganggukkan kepalanya.
"Daddy yang terbaik. " ucap si kembar. Grizella pun tersenyum melihat senyuman si kembar. Tidak menyangka bahwa dia ikut bahagia melihat kebahagiaan kedua anak di sampingnya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
...INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME ๐...
IG : gx_shi7
Ikuti IG ku yah. Akan ada tampilan visual dari para pameran utama dan pendukung novel ku.
Terima kasih ๐๐
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan ๐๐
By : Nadila Sizy
__ADS_1
#Grizella&Jaxton_LFR