Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Go on honeymoon tomorrow


__ADS_3

Beberapa hari kemudian. Jaxton akhirnya sudah menemukan siapa dalang di balik kecelakaan yang di alami oleh Grizella beberapa hari yang lalu. Saat ini Jaxton sudah berada di sebuah tempat yang mana biasa dia gunakan untuk menyekap orang-orang yang berlaku jahat kepadanya. Lebih tepatnya, mereka ada di tempat tim keamanan Davinchi Group. Terlihat dari pakaian yang mereka kenakan.


Jaxton dengan berwibawanya masuk dan di sambut oleh beberapa tim keamanan Davinchi Group.


"Sepertinya Tuan muda sangat marah sekali. " ucap salah satu tim keamanan yang ada di sana. Mereka berbisik saat melihat wajah dingin Jaxton yang tidak berubah sedikit pun. Sampai akhirnya Gior menyambut kedatangan Tuan mudanya itu. Gior menyibakkan rambut panjangnya. Merapikan rambutnya agar bisa di pandang enak oleh Tuannya itu.


"Apakah kamu sudah mendapatkan informasi terbarunya? " tanya Jaxton. Gior pun terdiam. Gior mengaruk tengkuknya yang tidak gatal. Mau bicara tapi takut tidak di terima oleh Jaxton namun dia juga tidak punya daya dan terpaksa mengungkapkannya.


"Maaf,  Tuan. Sesuai dengan pertemuan kami. Pelakunya adalah Nona Bianca. Tuan bisa lihat dari hasil transaksi ini. " ucap Gior memberikan kepada Jaxton transaksi uang Bianca dengan orang suruhan yang telah mencoba menyiram Grizella dengan air keras. Transaksi tersebut terjadi sehari sebelum terjadinya kecelakaan. Dan bukti juga di dukung oleh salinan pesan dan panggilan masuk yang di dapatkan oleh Gior beserta anak buahnya.


Jaxton menerima bukti yang diberikan oleh Gior. Tangannya meremas hasil bukti itu. Ingin rasanya dia membalaskan kejahatan yang telah dilakukan oleh Bianca. Tapi dia tidak bisa. Bianca adalah seorang wanita. Bianca adalah sahabatnya. Dan Bianca adalah wanita yang harus di lindunginya.


Jaxton menguatkan hatinya. Menarik napas lalu membuangnya. Jaxton pun sadar. Dia tidak boleh lemah. Ini demi kebaikan keluarganya. Ini demi cintanya kepada Grizella. Jaxton berjanji tidak akan membiarkan orang lain menyakiti kekasih hatinya. Meski Bianca adalah orang yang harus di lindunginya, dia tetap harus bersikap tegas. Agar keselamatan Grizella tidak terancam lagi.


Jaxton pun berdiri. Merapikan jasnya. Para tim keamanan Davinchi Group pun berdiri memberi hormat kepadanya.


Jaxton melangkahkan kakinya ke arah pintu luar. Supirnya sudah membukakan pintu mobil untuknya.


"Kita ke RS Davinchi sekarang, Pak. " ucap Jaxton.


"Baik, Tuan. " balas supir Jaxton.


Di dalam mobil. Jaxton terlihat menahan emosinya. Tangannya terkepal dan tiba-tiba ia di bayarkan oleh suara deringan telepon. Jaxton bahagia karena tahu bahwa ini adalah deringan telepon kesukaannya. Dengan bahagia  Jaxton menerima panggilan masuk tersebut. Rasa kesalnya terlupakan karena panggilan masuk tersebut.


"Sayang, Ella sayangku. Ada apa, hem? " tanya Jaxton menunggu suara di seberang. Senyuman tidak lepas di bibirnya. Supir yang melihat dari kaca spion hanya bisa mengelengkan kepalanya. Baru saja tadi kelihatan kesal sekarang kekesalannya itu hilang karena istrinya menelpon gumam supir Jaxton.


📞 : Hubby di mana? Aku mau izin ke pasar. Boleh, ya? "


"Tidak boleh. Tunggu hubby di rumah. Hubby akan datang segera. " balas Jaxton tegas. Tidak mau membiarkan Grizella keluar tanpa ada dirinya. Grizella di seberang sana hanya bisa mengerucutkan bibirnya lalu langsung mematikan teleponnya.

__ADS_1


Jaxton pun hanya bisa terheran-heran menatap ponselnya.


"Malah di matikan. Aku kan masih ingin mendengar suaranya. " gumam Jaxton. Tapi ada senyuman di bibirnya. Tahu istrinya memang seperti itu. Wanita yang membuat dirinya merindukan sang istri terus-menerus. Inilah yang membuat dirinya semakin merindukan sang istri. Tarik ulur yang dilakukan oleh istrinya membuat Jaxton bersemangat.


"Kita putar balik, Pak. Istri saya mau ke pasar. " ucap Jaxton.


"Baiklah, Tuan. " balas sang supir.


Di kediaman Davinchi. Grizella terlihat mengerutu tak jelas. Terlihat lucu. Jika ada Jaxton pasti pria itu sudah mencubit gemes pipi istrinya saat ini. Grizella pun berjalan ke ruang ganti pakaian. Grizella memilih untuk bersiap-siap karena Jaxton akan datang dan menemaninya ke pasar. Baju yang akan di kenakan Grizella sudah di tangannya. Grizella pun memutuskan untuk menggantinya. Grizella pun melepaskan pakaian di tubuhnya. Menyisakan celana kolor dan bra saja. Saat akan memakai baju ganti tiba-tiba ada tangan yang melingkar di pinggangnya. Membuat Grizella terlonjak kaget. Dengan cepat Grizella membalikkan badannya dan Grizella pun membentur dada kekar di depannya. Tubuh mereka saling melekat. Dada Grizella menempel di perut sixpack seseorang. Awalnya Grizella khawatir tapi ia langsung memukul lengan pria itu. Pria itu pun langsung terbahak-bahak karena pukulan Grizella tidak berasa sama sekali.


"Iih hubby. Bikin jantungan tahu. Aku pikir siapa yang memeluk aku tadi. " ucap Grizella yang terus-menerus memukul lengan panjang Jaxton.


"Iya, iya. Maafkan hubby, ya. " ucap Jaxton memberikan kecupan di bibir mungil Grizella. Grizella pun mengerucutkan bibirnya. Jaxton pun tersenyum nakal. Memperhatikan Grizella dari atas atas sampai ke bawah. Jaxton meneguk salivanya.


"Kamu tahu. Kamu itu sangat seksi, sayang. " ucap Jaxton. Grizella pun mulai waspada. Grizella menyilangkan tangannya di dada. Berjalan menjauh dari Jaxton. Jika tidak maka rencana ke pasarnya akan batal. Grizella pun tersenyum kikuk. Mencoba mencari ruang agar bisa jauh dari Jaxton dan dengan cepat mengganti pakaiannya. Dengan langkah seribu Grizella kembali masuk ke ruang ganti pakaian. Lalu, cepat-cepat mengunci pintu. Membuat Jaxton membulatkan matanya. Tidak percaya dengan apa yang telah dilakukan oleh istrinya.


"Sayang. Kenapa pintunya di kunci? " tanya Jaxton memelas. Mengedor pintu agar Grizella membukakan nya.  Tapi, nihil. Grizella tuli. Tidak mau Jaxton mengambil kesempatan. Dirinya sudah cukup kesal karena beberapa hari ini sudah di kurung oleh Jaxton di rumah. Bahkan, saat akan ke pasar saja harus di temani pula. Emang dia anak kecil pakai di awasi segala pikir Grizella.


Pintu ruang ganti pakaian sudah di buka Grizella. Jaxton pun mendapati istrinya sudah berpakaian lengkap. Seketika tubuh Jaxton terasa lesu. Jaxton pun mengerucutkan bibirnya.


"Baru pagi tadi hubby membuatku terkapar. Aku tidak mau. Aku harus ke pasar sekarang. " ucap Grizella berjalan meninggalkan Jaxton sendirian. Tapi, bukan Jaxton namanya jika tidak berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya. Jaxton pun menarik tubuh Grizella kepelukkannya. Membawa Grizella berbaring di kasur kingsizenya.


"Tidak ada yang bisa menolak keinginan hubby. Kamu pasti tahu itu. Itu sudah hubby buktikan beberapa hari ini. " ucap Jaxton tersenyum nakal. Jaxton pun mulai menyerang Grizella. Mencumbu bibir sang istri. Meninggalkan beberapa jejak kepemilikan di leher Grizella.


"Kapan tamunya pulang? Apa boleh hubby memesan tiketnya lagi? Hubby sudah tidak sabar menantikan bulan madu kita. Semuanya sudah hubby atur lho. " ucap Jaxton. Grizella pun terdiam. Hari ini adalah hari dimana ia bisa berhubungan dengan suaminya itu. Pagi tadi adalah terakhir kalinya ia datang bulan. Grizella pun menelan susah air liurnya. Dan hal itu membuat Jaxton curiga. Jaxton memicingkan matanya.


"Ada apa? Apa kamu sudah selesai datang bulannya? " tanya Jaxton curiga. Karena tidak mendapat jawaban dari sang istri membuat Jaxton menyibakkan pakaian Grizella ke atas. Dan Jaxton melihat sendiri kecurigaannya. Dan benar saja. Istrinya itu sudah selesai datang bulan. Grizella sampai malu sendiri karena Jaxton menyibakkan pakaiannya. Jaxton pun tersenyum bahagia.


"Besok kita akan pergi bulan madu. Kamu tenang saja. Hubby akan membuat kamu bahagia di sana. " Jaxton pun langsung menyerang istrinya. Tidak memberikan kesempatan untuk Grizella lepas dari kukungannya. Jaxton memberikan hisapan di setiap lekuk tubuh sang istri. Menjilattinya dan meninggal tanda kepemilikannya dimana-mana. Hingga tidak terasa sudah hampir 1 jam lebih ia mengukung istrinya itu.

__ADS_1











Ehem, ada yang nungguin honeymoon nya Jaxton dan Grizella nggak nih😆😆


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2