Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Couldn't Answer


__ADS_3

Di depan pintu kamar Jaxton. Clara terlihat jengkel dengan keberadaan Grizella di kamar utama tempat ia bekerja. Clara sudah dari dulu mengincar Jaxton untuk dekat dengannya. Menjadikannya suami masa depannya.


Mula-mula Clara mendekati si kembar, namun si kembar seperti tidak peduli dengan kehadirannya. Clara bahkan sudah melakukan berbagai cara agar si kembar menyukainya.


Membujuk rayu si kembar dengan mainan dan makanan kesukaan mereka sudah sering Clara lakukan. Tapi, dua anak itu seperti biasa saja.


Seolah berkata 'Kami tidak memintamu untuk membelikannya ' begitulah kira-kira. Yah, begitulah mereka, paling bisa memanfaatkan kesempatan untuk kepentingan mereka sendiri. Yang terpenting mereka senang dan tidak ada niatan merugikan orang lain. Justru orang Lain lah yang mencoba manfaatkan mereka agar bisa mendekati daddynya.


Clara termasuk orang yang berada di kotanya. Papanya seorang pengusaha yang sukses di kota S. Dirinya pergi ke kota A hanya untuk bisa mendekati Jaxton. Menyamar menjadi orang sederhana di depan Jaxton agar ia bisa masuk ke mansion Jaxton sebagai pelayan sekaligus pengasuh si kembar.


"Hei, apa kamu tuli! Tuan memanggil tuh. Cepat masuk ke dalam. " perintah salah satu pelayan senior di mansion Jaxton. Clara menatap kesal pelayan itu. Tapi, dia tidak melawan dan menganggukkan kepalanya. Clara masuk ke dalam kamar Jaxton. Clara melihat Jaxton yang begitu memperhatikan Grizella membuat wanita itu mengepal tangannya kuat-kuat.


Jala** . Jika bukan tuan Jaxton yang menyuruh aku malas sekali melayaninya. Gumam Clara. Grizella yang melihat Clara masuk dia pun tersenyum kepada Clara. Namun, wanita itu hanya menatap sinis dirinya dan memalingkan wajahnya menatap ke arah Jaxton.


Grizella paham dengan situasi bahwa Clara tidak menyukainya. Grizella pun merendah.


"Aku tidak apa-apa. Aku bisa melakukannya sendiri. Biarkan dia melakukan hal yang biasa ia lakukan di sini. " seru Grizella menatap Jaxton sebentar.


"Kenapa! Bukannya kamu ingin ke kamar mandi, tadi? " tanya Jaxton. Grizella tidak menjawab dan memilih untuk diam sembari menundukkan kepalanya.


Jaxton menghela napasnya lalu kembali menoleh ke arah Clara. "Kau boleh keluar. Aku bisa mengurusnya sendiri. " ucap Jaxton menatap Clara dengan ekor matanya. Clara pun keluar dengan tatapan membenci Grizella.


Dasar jala**. Hanya bisa memanfaatkan keadaan untuk dirinya sendiri. Bilang saja kamu ingin berduaan dengan Tuan. Gumam Clara sebelum hendak keluar. Clara menatap dingin ke arah Grizella. Grizella melihat tatapan tersebut dan hanya bisa menghela napasnya.


Kenapa dia seperti tidak suka denganku. Apa aku berbuat salah dengannya! Tapi apa? Aku bahkan baru dua kali bertemu dengannya!. Gumam Grizella merasa bingung dengan tingkah laku Clara terhadap dirinya.


Jaxton menatap Grizella. Menatap hangat wajah gadis itu. "Bukannya kamu ingin ke kamar mandi? Kenapa kamu mengubah pikiran!   " tanya Jaxton bingung.


"Aku bisa sendiri. Kamu bisa keluar jika kamu ada pekerjaan lain yang lebih penting. " seru Grizella bangun dari duduknya. Tiba-tiba tubuh Grizella sempoyongan. Dengan cepat Jaxton menangkap tangan Grizella agar gadis itu tidak terjatuh membentur lantai.


"Kamu tidak apa-apakan? " tanya Jaxton khawatir.


"Huh, oh. " ucap Grizella tidak percaya. Jika saja Jaxton tidak menangkapnya tadi pasti wajahnya akan membentur meja kaca yang ada di depannya. Dan itu akan membuat hal yang lebih rumit lagi, "Terima kasih, jika tidak ada kamu pasti aku sudah membentur meja itu. " seru Grizella menatap meja di depannya.


"Bolehkah aku minta tolong. Antarkan aku ke kamar mandi. Sampai di pintu masuk saja. " pinta Grizella. Jaxton tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


"Tanpa kamu minta aku sudah berniat membawamu ke sana. " ucap Jaxton mengendong Grizella seperti tadi. Membuat gadis itu membulatkan matanya lebar-lebar.


"Aku hanya ingin kamu memapahku. Tidak memintamu untuk mengendong ku sampai ke sana. " seru Grizella.

__ADS_1


"Sudah terlanjur. Kamu nurut saja. Aku tidak pernah loh mengendong orang lain kecuali anak-anak. " seru Jaxton tersenyum nakal.


"Tapi ini tidak seharusnya kamu lakukan. Kamu hanya orang lain dan kita harus jaga jarak untuk itu. " seru Grizella.


"Aku bahkan sudah beberapa kali melakukannya. Untuk apa juga kamu memusingkan nya.  " seru Jaxton yang terus berlenggang ke kamar mandi. Jaxton tidak menghentikan Grizella di depan pintu. Jaxton malah langsung membawa Grizella ke dalam.


"Hei! Aku hanya minta sampah di depan saja. Kamu bisa menurunkan aku sekarang. " seru Grizella memukul bahu Jaxton. Namun Jaxton tidak mengubrisnya dan terus berjalan ke dalam.


Di tempat lain di waktu yang sama seorang pria dengan pakaian formalnya tengah memandang keramaian kota dari gedung 7 lantai.


"Maaf tuan Gleen. Tuan besar meminta saya untuk membawa tuan ke ruangannya. " seru seorang pria yang memakai jas formal juga.


"Emm. Saya akan segera ke sana. Saya ingin merenung di sini sebentar. " balasannya. Yah, dia adalah Gleen.  Pria perawakan China blasteran tersebut. Gleen saat ini tengah merenungkan dirinya untuk menemui daddynya. Dirinya harus mempersiapkan diri dulu sebelum benar-benar menemui daddynya. Sudah cukup lama ia menatap keramaian kota metropolitan tersebut. Gleen pun segera memutuskan untuk menemui orang tuanya yang sudah menunggu di sebuah ruangan khusus gedung tersebut.


"Kenapa kamu membuatku menunggu lama disini. Apa kamu tidak kasihan dengan orang tuamu? " tanya George Daddy Gleen.


"Maaf, Dad. Aku hanya mencoba untuk berpikir saja. Aku butuh waktu untuk semua ini. Aku tidak ingin cita-citaku hilang begitu saja. Daddy tahu itu. " seru Gleen melihat George yang sudah duduk di kursi kebesarannya. Sedangkan dirinya masih berdiri di depan George dengan menundukkan kepalanya memberi hormat.


"Daddy tahu, Nak. Tapi, apa kamu tidak kasihan dengan Daddymu. Daddy sudah terlalu tua untuk melakukan semau ini. Inilah saatnya kamu berperan penting untuk perusahaan ini. Kamu adalah penerusku dan kamu harus memukul semua ini di pundakmu. Kepergian Mommy mu membuat Daddy tidak semangat lagi. Daddy ingin menghabiskan hari tua ini dengan terus memikirkan Mommymu. Menjenguk nya di tempat peristirahat terakhirnya dan mengenang masa indah kami bersama. " seru George memelas. Membayangkan wajah cantik istrinya. Gleen tidak tega mendengar suara sedih Daddynya. Gleen menghela napasnya dengan kasar.


"Huh. Baiklah, Dad. Aku akan meneruskan perusahaan ini. Tapi aku punya syarat. " ucap Gleen.


"Aku akan mengurus perusahaan tapi aku tetap akan mengajar di sekolah. " jawab Gleen. George menghela napasnya, melepaskan Kecamatan ya. 


"Baiklah. Setelah itu kamu harus segera ke perusahaan. Minta Alex mengatur semua jadwalmu. Daddy tidak bisa berbuat lebih lagi. " seru George yang membuat Gleen tersenyum bahagia.


"Makasih, Dad. Aku tidak akan mengecewakan Daddy. Serahkan semuanya pada anakmu ini. " ucap Gleen bersimpuh di hadapan George. George tersenyum dan mengusap kepala anak semata wayangnya.


Di sisi lain Merci yang merupakan sahabat Grizella menelpon temannya itu. Namun, tidak mendapat balasan dari temannya. Membuat Merci khawatir.


"Dimana sih anak ini. Dari tadi di panggil tidak di angkatnya. " seru Merci sibuk menelpon Grizella.


Grizella sendiri baru selesai dengan urusannya di kamar mandi. Jaxton dengan telaten membantu Grizella untuk kembali ke tempat tidurnya.


"Kenapa kamu membawaku ke kamarmu. Kamu kan bisa membawaku ke kamar tamu. " seru Grizella tidak habis pikir dengan Jaxton.


"Aku refleks aja membawamu ke sini. Kamu beruntung loh karena hanya kamu yang pernah tidur di sini. Bahkan sudah dua kali pula. " jawab Jaxton tersenyum hangat. Grizella tidak menjawab lagi. Dia menatap datar Jaxton. Grizella pun tersadar bahwa tidak seharusnya dia berada di mansion Jaxton.


"Antarkan aku ke apartemenku. Aku tidak seharusnya ada di sini. Apa kata orang-orang di sini nanti. " seru Grizella.

__ADS_1


"Tidak bisa. Kamu sendiri di apartemenmu. Siapa yang akan merawatmu nanti. Kamu akan aman di sini. Di sini banyak pelayan dan dokter yang siaga merawatmu jika hal yang tidak diinginkan terjadi. " seru Jaxton.


"Huh. " desah Grizella yang membuat Jaxton mengernyitkan keningnya.


"Kenapa! Apa kamu tidak nyaman di sini? " tanya Jaxton.


"Aku tidak apa-apa. Hanya saja sepertinya ada yang tidak menyukai kehadiran ku di sini. " seru Grizella yang membuat Jaxton bertanya-tanya.


"Siapa yang tidak menyukai kehadiran mu? Dia akan berurusan dengan ku. Kamu bilang saja sama aku. Aku akan mengurusnya untukmu. " seru Jaxton.


"Biarkan saja. Toh aku hanya orang luar. Tidak di inginkan kehadirannya. Lebih baik aku pergi dari sini. Tidak ada juga yang menginginkan kehadiran ku di sini. " seru Grizella yang mencoba bangun. Namun, Jaxton menahannya.


"Tidak boleh. Kamu istirahatlah. Aku akan mengantarmu pulang jika kamu sudah baikkan. " seru Jaxton, "jika kamu pergi dari sini. Anak-anak akan sedih. " seru Jaxton lagi untuk menghilangkan niatan Grizella pergi dari mansionnya.


"Aku akan meminta izin kepada mereka. " seru Grizella tidak mau kalah.


"Dan kamu akan mengganggu mereka yang sedang istirahat sekarang. " jawab Jaxton beralasan. Grizella tidak bisa menjawab lagi. Hanya desahan di mulutnya yang terdengar oleh telinga Jaxton.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙


By : Nadila Sizy


#Grizella&Jaxton_LFR

__ADS_1


__ADS_2