Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Go Home


__ADS_3

Jaxton dan Grizella sudah berada di dalam mobil. Si kembar pun beriang gembira di kursi belakang yang di bawa oleh Jaxton. Seperti keluarga bahagia pada umumnya. Namun, itu tidak seperti kenyataannya. Mereka hanya orang asing yang baru saling merajut persahabatan.


Meski begitu, Jaxton berusaha merajut persahabatan itu dengan cara mengenal keluarga besar Grizella. Dengan begitu, ia pelan-pelan akan menyelesaikan rajutannya dan memiliki gadis itu seutuhnya.


Sesekali, Jaxton menoleh ke arah Grizella dan anak-anak di belakangnya. Senyumnya terbit ketika membayangkan kalau mereka akan menjadi keluarga yang bahagia.


Membayangkan semua itu membuat hati Jaxton bahagia. Sudah lama sekali dia menginginkan hal itu. Berharap keinginan kecilnya itu dapat terwujud. Satu keinginannya sejak dulu ia mengenal apa artinya hidup. Awal dimana sang kakak mengenalkan kepada dirinya bagaimana rasanya di cintai dan mencintai.


Dulunya Jaxton tidak mengerti apa itu artinya cinta. Sampai saatnya sang kakak yang terobsesi terhadap seorang pria membuat dirinya membenci satu kata indah menurut banyak orang tersebut kata apalagi kalau bukan kata 'CINTA'. Namun, dia mendapat pelajaran dari situ. Dimana cinta tidak memandang kaya ataupun miskin, ganteng ataupun jelek, tinggi ataupun pendek. Asalkan kita percaya bahwa cinta akan membawa perubahan kepada kita. Maka, yakinlah bahwa cinta itu adalah hal berharga yang kita butuhkan di dunia ini. Yang mana tidak akan cukup meski kita sudah merasakannya. Ingin selalu bersama cinta kita dan tidak mau jauh-jauh darinya. Karena rasa rindu akan selalu ada bila kita berjauhan.


"Jax, Jax, Jaxton. " panggil Grizella ketika pria itu tidak mendengar panggilannya. Jaxton pun tersadar lalu menoleh ke arah Grizella. Yang Jaxton kejutkan adalah ketika gadis itu memanggil namanya. Baru kali ini gadis itu memanggil namanya. Dirinya merasa malu sendiri, terlihat sekali dari raut wajahnya yang memerah.


Jaxton pun tersenyum sembari menahan rona di wajahnya. Dia mencoba menghilangkan rona di wajahnya dengan senyum di bibirnya. "Kenapa? " tanya Jaxton.


"Rumah nenek hampir tiba. Pas di perkelokan nanti, kita berhenti di supermarket ya. Aku mau membelikan anak-anak makanan. " jawab Grizella. Jaxton pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Setelah sampai di supermarket, Grizella langsung memilih beberapa cemilan dan makanan kesukaan keponakannya. Grizella juga melebihkan untuk si kembar. Setelah selesai, Grizella kembali dan meletakkan belanjaannya di tempat duduk belakang mobil.


Sesampainya di rumah neneknya Grizella langsung di sambut gembira oleh kedua keponakannya. Mereka memeluk Grizella lalu meninggalkan kecupan di pipi Grizella ketika gadis itu berjongkok di depan mereka.

__ADS_1


"Apa kalian merindukan Bibi. Bibi membawa makanan untuk kalian, loh ? " tanya Grizella tersenyum merayu keponakannya. Si kembar dan Jaxton hanya menatap mereka dengan senyuman di bibirnya. Menunggu Grizella memperkenalkan diri mereka kepada 2 anak yang sedang memeluknya itu.


"Benarkah. Bibi memang Bibi terbaik untuk kita. " seru Adellia bahagia mendapatkan makanan dari Bibinya.


"Oh iya, Bibi bawa teman loh. Kenalkan, mereka si kembar Chloe dan Zoe. " seru Grizella memegang bahu Chloe dan Zoe bergantian. Grizella tersenyum menatap Jaxton. "Dan paman tampan ini namanya paman Jaxton. " lanjut Grizella. Jaxton tersenyum mendengar ucapan Grizella yang mengatakan dirinya tampan. Jaxton pun tersenyum dan berjongkok di hadapan Jacky dan Adellia. Jaxton mengusap kepala Jacky dan Adellia dengan lembut.


"Apa paman boleh berteman dengan kalian? " tanya Jaxton. Kedua anak itu tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Jaxton pun tersenyum melihatnya.


"Yaudah. Kita masuk ke dalam rumah, yuk. Kasihan tamunya berdiri lama di luar. " ucap Grizella.


Grizella mempersilahkan Jaxton dan si kembar masuk ke dalam rumah. Sebelum memasuki rumahnya. Mereka di suguhkan oleh taman hijau dengan bunga-bunga yang indah. Beberapa mainan anak-anak berserakan di sebuah tikar persegi. Mungkin di sana tempat bermain Jacky dan Adellia. Jaxton di kagumkan oleh bentuk rumah sederhana namun kehangatan terasa sangat di sana. Rumah kayu berukir dengan lantai yang tidak di marmer. Di depan rumah itu ada kolam ikan mas berukuran 3×4 m. Ada tempat untuk duduk di samping kolom tersebut.


Grizella mengandeng kedua tangan si kembar. Jaxton hanya mengikutinya dari belakang.  Grizella masuk ke dalam dan mereka di sambut oleh sang nenek yang sudah duduk di kursi goyangnya.


"Aku lebih sangat merindukanmu, nenek. " balas Grizella tersenyum di dalam pelukan neneknya.


Acara rinduan pun berakhir. Grizella berakhir di sebuah dapur. Si kembar sedang bermain dengan Jacky dan Adellia. Sedangkan, Jaxton tengah berbincang dengan Daddy Adellia yang bernama Bryan. Bryan terlihat terkejut karena kehadiran Jaxton di sana. Bryan tahun siapa Jaxton sebenarnya. Jaxton adalah seorang CEO  di perusahaan tempat ia bekerja. Dengan berusaha menahan ketakutannya kalau sampai adiknya Grizella berbuat masalah dengan Jaxton. Maka, karirnya yang sudah di capai bersusah payah akan hilang begitu saja 5


"Maaf, Tuan. Bagaimana tuan bisa kenal dengan adik saya. Saya bahkan. Sudah membuatnya tidak punya waktu untuk berkenalan dengan orang lain. " ucap Bryan. Jaxton mengernyitkan keningnya setelah mendengar ucapan Bryan.

__ADS_1


"Jadi, kamu yang menjodohkan Grizella dengan pria itu. " tanya Jaxton. Bryan terlihat menganggukkan kepalanya.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙

__ADS_1


By : Nadila Sizy


#Grizella&Jaxton_LFR


__ADS_2