Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Uncle Maxim


__ADS_3

Di sebuah taman yang diteduhi oleh pohon buah markisa, Grizella duduk bersantai dengan Jaxton duduk di sampingnya. Grizella seolah menghirup udara segar di sana. Jaxton tersenyum melihatnya. Gadis itu seolah-olah terbebas dari kesibukannya. Jaxton pun membuka pembicaraan dengan Grizella ketika melihat gadis itu sudah terlihat lebih tenang.


"Emm, aku dengar kamu di jodohkan dengan pria itu. " seru Jaxton menatap Grizella. Menerka-nerka reaksi gadis itu. Dilihatnya Grizella hanya diam. Seperti tidak tersinggung dengan ucapan Jaxton. Jaxton pun melancarkan provokasinya.


"Apa kamu mencintainya. Meski kalian hanya dipersatukan oleh yang namanya tali perjodohan ini? " tanya Jaxton kembali melihat reaksi Grizella tapi gadis itu terlihat biasa saja. Jaxton pun tersenyum. Sepertinya apa yang dia pikirkan tepat sasarannya. Jaxton pun kembali memprovokasi Grizella.


"Aku akan memban.... " seru Jaxton menggantung karena Grizella menoleh ke arahnya dengan tatapan tidak suka.


"Emm. Aku hanya ingin yang terbaik untukmu. Kita teman, kan? Dan aku akan membuatnya berjalan dengan lancar untukmu tanpa ada masalah sedikit pun. " seru Jaxton tersenyum kikuk. Mengetahui provokasinya mulai gagal.


Tatapan tidak suka Grizella perlahan berubah datar. Lalu kembali menikmati keindahan rumah neneknya yang masih asri. Terlihat dari senyumannya yang mengembang di bibirnya. Membuat Jaxton ikut tersenyum melihatnya.


"Apa yang akan aku jalani selanjutnya untuk hidupku itu akan terjadi juga pada akhir nya. Biarkan semuanya berjalan dengan semestinya. Aku tidak akan membuat gelombang di antara hubungan kami. Aku menghormati keinginan kedua orang tua kami. Jika, tuhan menginginkannya maka aku akan melakukannya. Jika tidak, maka dia bukanlah jodohku. Dan aku harus mundur agar tidak ada yang tersakiti ataupun di sakiti nantinya. " jelas Grizella yang membuat Jaxton tersenyum. Hatinya tersentuh oleh ketaatan Grizella terhadap keinginan orang tuanya.


Tenanglah Grizella. Aku tidak akan membuat kamu bersama pria bejad itu. Aku akan membantumu lepas darinya. janji Jaxton melirih di dalam hatinya.


Di tempat lain di waktu yang sama Smith tengah berkumpul bersama keluarga besarnya. Mereka terlihat membicarakan perihal yang serius. Ada kedua orang tua Smith di sana. Namun, mommy Smith terlihat tidak suka dengan obrolan yang mereka lakukan.


"Aku mohon. Jangan lakukan hal ini kepada anak gadis itu. Dia tidak punya siapa-siapa lagi. Apa kalian tidak punya perasaan sedikit pun, huh. " ucap Mommy Smith. Smith dan Daddynya hanya bisa memutar bola matanya ke kanan. Malas mendengarkan ucapan Mommynya.


"Kalian akan menyesal dan mendapatkan karma jika terus melakukan upaya ini. " lanjutnya lagi.


"Ayolah Mom. Mommy tenang saja, dia akan tetap menjadi bagian dari keluarga kita. Tapi, aku tentu tidak bisa jika hanya memiliki satu istri saja. Apalagi, aku juga tidak menyukainya. Aku akan mencari pacar dan menikah lagi nantinya dengan orang yang aku sayangi. " jawab Smith. Daddy Smith hanya tersenyum. Setuju dengan pendapat anaknya.


"Apa Daddy juga menyetujuinya. Sebenarnya ada apa dengan isi kepala kalian! Mommy tidak menyangka kalian tega melakukan hal ini semua kepada seorang gadis yang polos itu. " ucap Mommy Smith.


"Ayolah, honey. Anak kita bebas menentukan pilihannya. Kita tidak bisa melarangnya. " ucap Edison, Daddy Smith. Edison tersenyum nakal kepada istrinya.


"Tidak boleh. Aku akan menggagalkan pertunangan ini jika kalian terus seperti ini kedepannya. " jawab Seila, Mommy Smith.


"Huh, Mom. Aku tidak mencintainya. Tapi, aku juga tidak bisa membatalkan pertunangan ini. Bukannya ini permintaan kalian para orang tua kami. Aku hanya mengikuti permintaan kalian. " seru Smith yang membuat Seila terdiam.


Benar, ini adalah perjanjian dirinya dan juga mommy Grizella waktu gadis itu dan Smith masih kecil. Mereka sudah berencana menjodohkan anak-anak mereka agar hubungan pertemanan mereka tidak putus sampai ke keturunannya. Seila tidak bisa menjawab ucapan anaknya. Tapi, dia juga tidak bisa menghentikannya karena belum ada penolakan dari masing-masing pihak.

__ADS_1


Seila hanya berharap Grizella menolak perjodohan ini sehingga tidak ada yang tersakiti ataupun menyakiti di antara anak-anak mereka. Seila tahu, anaknya tidak mencintai Grizella tapi dia juga tidak tahu wanita seperti apa yang di cintai anaknya itu. Seila pun menatap Smith.


"Kenapa kamu tidak menyukainya? Bukankah Grizella gadis baik-baik. Grizella juga seorang guru. Tentunya, dia sangat sayang dengan anak-anak. Gadis seperti inilah yang di inginkan oleh seorang mertua. Kenapa kamu tidak menyukainya?  Berikan Mommy alasan atau bawakan wanita yang kamu sukai itu. Pertemukan kami berdua. Agar Mommy bisa menyetujui hubungan di antara kalian. " seru Seila menatap Smith dengan penuh perhatian agar anaknya berada di jalan yang sama dengannya. Smith pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Besok akan aku minta dia untuk datang. Dia adalah wanita cantik yang pernah aku temui. " balas Smith.


"Apa gunanya cantik kalau dia hanya mencintaimu. " Mommy menyilangkan tangannya di dada. Smith hanya tersenyum. Meladeni kekesalan Mommynya. Tiba-tiba ponsel Edison berdering. Dia pun berjalan keluar dan mengangkat panggilan masuk itu.


"Hallo. Aku sedang di rumah. Jangan ganggu aku sekarang. Besok aku akan kesana menemanimu dan anak-anak. " jelas Edison melirih agar tidak terdengar oleh Seila dan juga Smith. Smith yang melihat Daddynya yang seolah-olah berbisik begitu, membuatnya curiga. Smith pun mendekati Daddynya.


"Siapa Dad? Kenapa Daddy berbisik seperti tadi? " tanya Smith menatap curiga Daddynya. Edison pun terkejut dan dengan cepat tersenyum canggung di depan anaknya.


"Ehh Smith. Bukan siapa-siapa. Daddy ke dalam dulu.  " jawab Edison kembali mendekati Seila di tempat duduknya.


Di tempat lain seorang pemuda baru saja turun dari dalam pesawat. Ia tengah menarik koper nya. Pria tampan perawakan pria latin dengan sedikit brewok di dagunya. Kaca mata hitam melekat sempurna di matanya. Tubuh tinggi dengan setelah jas membawa kesan sempurna di dirinya. Seorang pria yang sama mudanya dengannya menghampiri pria tampan itu.


"Maaf Tuan. Tuan Davinchi sedang berada di luar. Beliau tidak bisa menjemput, Tuan. Tuan Davinchi meminta saya untuk menjemput Tuan ke sini. " jawab Albert, asisten Jaxton Davinchi.


"Baiklah. Sudah lama sekali aku tidak menemui adikku itu. Aku sangat merindukannya. Apa dia juga merindukanku. " Menatap langit-langit yang sedikit mendung di hamparan landasan tempat ia berdiri. " Keponakanku juga pergi bersamanya? " tanya Maxim, kakak sepupu Jaxton yang lebih tua 3 tahun dari Jaxton. Menatap Albert dengan senyum jenakanya.


"Huh, apa mereka selalu mencarikan Jaxton seorang gadis yang akan menjadi adik iparku. " tanya Maxim lagi. Albert hanya tersenyum kecil lalu menganggukkan kepalanya.


"Huh. Sudah aku tebak itu. Tapi, aku juga berharap adikku itu segera punya pasangan. Kasihan dia, selalu sibuk memperhatikan kedua keponakannya. " seru Maxim. "Yaudah, sekarang mari kita ke rumahnya. " lanjut Maxim menarik koper nya dan berjalan meninggalkan Albert di belakangnya. Albert memberi hormat ketika Maxim melaluinya.


Jam pun terus berjalan, Grizella memutuskan untuk pulang ke apartemennya. Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul setengah enam. Dilihatnya si kembar sudah mulai kelelahan bermain dengan Jacky dan juga Adellia. Grizella pun menoleh ke arah Jaxton. Jaxton pun ikut menatapnya dengan senyuman di bibirnya.


"Kenapa? " tanya Jaxton.


"Kita pulang, yuk. Anak-anak juga sudah mulai bosan. " seru Grizella. Jaxton pun menoleh ke arah si kembar dan tersenyum melihat wajah imut keponakannya.


"Yaudah, ayuk. " Jaxton berdiri dan berpamitan kepada nenek dan kakak Grizella. Setelah berpamitan Jaxton pun menghampiri si kembar.


"Sudah. Waktunya kita pulang, girls. Kapan-kapan kita akan datang lagi. " ucap Jaxton berusaha menghibur kedua keponakannya yang seperti tidak mau pulang.

__ADS_1


"Yahhh. Kenapa cepat sekali, Dad? Sebentar lagi, ya. " balas Chloe.


"Tidak bisa. Paman Maxim juga akan datang. Apa kalian tidak akan menyambutnya?  " tanya Jaxton yang membuat si kembar mengerucutkan bibirnya. Jaxton pun tersenyum melihatnya. Grizella yang melihat itu ikut tersenyum melihat wajah tidak rela si kembar.


"Yaudah, Kapan-kapan Mommy akan membawa kalian ke sini lagi. Kalau begitu, pamitan dulu sama kak Jacky dan juga Adellia nya. " ucap Grizella menatap Jacky dan Adellia. Si kembar pun menghampiri Adellia. Memeluknya dengan erat. Kemudian, memeluk Jacky dengan erat nya seperti memeluk Adellia. Jacky terkejut, dia pun tersenyum dan mengusap kepala adik kembarnya.


"Sampai jumpa di sekolah nanti. " seru Jacky. Grizella tersenyum melihat Jacky yang perhatian kepada si kembar.


"Yaudah, ayuk. Dari pada keburu gelap. " seru Grizella. Jaxton yang memperhatikan dari tadi, tersenyum melihat kedekatan Grizella dengan anak-anak. Gadis itu terlihat sangat perhatian dengan anak-anak.


Dengan anak orang saja sangat sayang. Apalagi anak sendiri. Gumam Jaxton dalam hatinya.


"Ayuk. " ajak Grizella kepada Jaxton ketika melihat pria itu termenung.


"Eh, iya. Ayuk. " balas Jaxton tersadar dari lamunannya.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙

__ADS_1


By : Nadila Sizy


#Grizella&Jaxton_LFR


__ADS_2