Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
A Pounding Hug


__ADS_3

Jaxton memegang tangan Grizella. Menatapnya dengan wajah memelas. "Tunggulah anak-anak. Dan mari kita makan kue ini bersama-sama. "Ajak Jaxton ketika gadis itu hendak bergegas pergi dari mansion.


"Tapi.... " seru Grizella menggantung karena Jaxton sudah duluan bicara.


"Anak-anak sudah sampai. Jika mereka melihat kamu pulang pasti mereka akan sedih. "  seru Jaxton setelah ia mendengar mobil jeputan  kedua keponakannya. Grizella tidak bisa menolak karena dirinya juga sedang merindukan dua anak kembar itu.


"Baiklah. Tapi, sebelum gelap aku harus sudah berada di apartemen. " seru Grizella. Jaxton pun menganggukkan kepalanya, paham.


"Mommy. Mommy di sini! Kenapa tidak bilang-bilang. Kami pasti pulang cepat jika tahu Mommy datang. " seru Zoe. Si kembar pun menghambur ke pelukan Grizella. Grizella pun mensejajarkan tingginya dengan si kembar lalu memeluknya.


"Bagaimana dengan latihannya. Apa kalian memperhatikan coachnya? " tanya Grizella mengusap kepala si kembar.


"Emm. Ada beberapa gerakan hari ini yang kami  pelajari. Apa Mommy mau melihatnya?  " tanya si kembar. Grizella dengan cepat menganggukkan kepalanya, antusias.


Si kembar menarik tangan Grizella ke sebuah ruangan. Grizella hanya diam mengikuti tarikan si kembar di pergelangan tangannya.


Si kembar membawa Grizella ke sebuah ruangan luas. Ruangan yang terlihat kosong namun bukan dalam artian tidak ada sesuatu di sana. Yah, itu adalah tempat si kembar berlatih balet. Jadi, ruangan itu sengaja di dekor luas. Dengan kaca full screen di dinding ruangan tersebut. Sofa panjang juga ada di sana. Dan ada beberapa keperluan seperti pakaian balet dan sepatu ganti. Ruangan itu mendominasi warna kesukaan si kembar yaitu pink dan biru langit. Ada beberapa foto mereka di sana. Menunjukkan bahwa ruangan itu adalah milik mereka.


Grizella tersenyum kepada si kembar. "Perlihatkanlah apa yang telah kalian pelajari tadi. " seru Grizella. Menggoyangkan alisnya lalu duduk manis di sofa yang ada di sana. Si kembar pun antusias untuk menunjukkan bakatnya. Mereka mengambil posisi menyamping lalu menghadap ke arah Grizella. Jaxton pun ikut masuk kedalam lalu duduk di samping Grizella. Dia memberikan senyumannya ketika dia hendak duduk. Grizella membalasnya dengan hal yang sama. Lalu mereka berlanjut melihat atraksi si kembar.


Beberapa gerakan si kembar perlihatkan. Dari berdiri, memutar lalu melompat.


Si kembar tidak lelah sedikit pun meski habis pulang berlatih. Namun, Grizella yakin bahwa si kembar sudah kelelahan. Grizella pun mendekatinya.


"Sudah. Kalian bersih-bersihlah. Pasti kalian sudah lelah dari tadi.  " seru Grizella yang sudah berada di hadapan si kembar. Chloe dan Zoe pun menatap Grizella dengan wajah putus asa.


"Apa Mommy tidak menikmati penampilan kami? " tanya si kembar beriba hati. Grizella membulatkan matanya. Si kembar menyalah artikan ucapannya. Grizella memegang bahu si kembar.


"Bukan begitu, sayang. Mommy hanya tidak mau kalian kelelahan. Kalian habis saja latihan  lalu melakukannya juga di rumah. Mommy tidak mau kalian sakit nanti dan itu akan membuat Daddy kalian sedih. " ucap Grizella menatap lembut Jaxton. Jaxton pun menganggukkan kepalanya.


Si kembar menatap wajah Jaxton. Pria itu terlihat menganggukkan kepalanya. Setuju dengan pendapat Grizella. "Baiklah. Kami akan segera mandi. Lain kali, akan kami tunjukkan penampilan yang lebih baik dari ini agar Mommy tidak bosan melihatnya. " ucap Chloe mewakili.

__ADS_1


Grizella tersenyum mendengar ucapan Chloe. "Penampilan kalian udah bagus. Sekarang, biar Mommy bantu kalian mandi. " Grizella berusaha menghibur si kembar. Seketika wajah si kembar berbinar.


"Yeyyy. Asyik. Mommy mau memandikan kami. " teriak si kembar bahagia. Jaxton yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat kebahagiaan kedua keponakannya.


Si kembar menarik tangan Grizella ke kamarnya. Di dalam kamar Clara sudah bersiap-siap untuk memandikan si kembar. Clara hendak membukakan pakaian si kembar. Namun, tangannya tertahan karena Chloe dan Zoe menghentikannya.


"Mommy mau memandikan kami. Siapkan saja makan malam di dapur. Buatkan makanan terenak malam ini. Kami akan bermanja dengan Mommy seharian  " ucap si kembar yang memeluk pinggang Grizella. Grizella tersenyum lalu mengusap kepala si kembar. Clara menatap tidak suka Grizella. Grizella menyadari kalau Clara tidak menyukainya, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Jika dia membatalkan rencana untuk memandikan si kembar maka 2 anak kecil itu pasti akan sedih.


"Ayuk Mom. " seru Chloe menarik tangan Grizella ke kamar mandi. Grizella pun mengikutinya.


Saat ini Jaxton berada di ruang kerjanya. Ada Thomas juga di sana. Thomas menundukkan kepalanya ketika Jaxton tidak berkata apa-apa. Setelah beberapa saat akhirnya Jaxton angkat suara. Setelah ia selesai membaca berkas di mejanya.


"Bawa pelayan para nona kemari. " seru Jaxton  datar. Thomas paham. Pelayan para nona maksudnya adalah Clara. Clara adalah satu-satunya pelayan yang lumayan dekat dengan si kembar.


"Baik, Tuan. " balas Thomas menundukkan kepalanya sebelum pergi keluar.


Beberapa saat setelah itu Clara datang dengan wajah yang berbinar -binar. Pasalnya Jaxton jarang sekali mengajaknya masuk ke ruangan itu, karena Jaxton tidak mau barang-barang nya berpindah tempat, apalagi barang itu sangat penting untuknya. Dan hari ini setelah mendapat perintah dari Thomas membuatnya cepat-cepat  pergi ke kamarnya lalu memperbaiki dandananya. Clara memakai lipstiknya lagi, lalu memakai minyak wangi banyak-banyak agar tercium oleh Jaxton. Sehingga Jaxton melirik ke arahnya.


Beberapa saat setelah itu, Jaxton mengangkat kepalanya. Melepaskan kaca mata anti radiasi yang berada di matanya. Jaxton pun menatap dingin Clara. Clara yang mendapatkan tatapan dingin itu hanya bisa menunduk.


"Kenapa kamu tidak menyukai nona Grizella. Apa dia punya masalah denganmu?  " tanya Jaxton menopang dagu dengan kedua tangannya. Clara tidak menjawab. Dia membisu di ruangan Jaxton.


"Apa kamu masih ingin kerja di sini. " teriak Jaxton dingin.


"Tidak begitu, Tuan. Maafkan saya. Saya tidak akan melakukannya lagi. " balas Clara cepat.


"Saya tidak butuh pelayan yang pemalas. Masih banyak yang ingin kerja di sini. Kamu bisa meminta gajimu pada Thomas. Dan jangan pernah kembali lagi.  " ucap Jaxton akhirnya. Clara menggelengkan kepalanya. Tidak mau keluar dari mansion Jaxton.


"Maafkan saya, Tuan. Saya tidak mau di pecat, Tuan. Bagaimana saya harus membayar obat adik saya jika saya berhenti kerja di sini. " ucap Clara beralasan. Padahal Clara bekerja di sana hanya untuk mendapatkan cinta pria itu. Jaxton yang mendengarkan perkataan Clara, dia pun tidak tega. Jaxton menghela napasnya dengan kasar. Lalu berdiri ke jendela yang ada di ruangan itu.


"Baiklah. Tapi, jika kamu melakukan hal yang sama lagi. Maka, saya tidak akan mentoleransinya. Kamu harus keluar saat itu juga dan di larang memasuki kawasan ini. " perintah Jaxton yang tidak bisa di bantah. Clara menganggukkan kepalanya. Jaxton pun mengibaskan tangannya. Menyuruh Clara keluar dari ruangannya. Ruangan Jaxton adalah ruangan yang kedap suara. Sehingga apa yang mereka bicarakan tidak akan terdengar oleh orang-orang yang ada di luar.

__ADS_1


Jaxton pun melangkahkan kakinya ke kamar si kembar. Jaxton melihat si kembar tengah menyisir rambut Grizella. Dilihatnya gadis itu memakai baju sang kakak. Grizella terlihat cocok dengan pakaian tersebut. Jaxton pun mendekat. Grizella yang menyadari kehadiran seseorang dia pun membalikkan badannya.


"Eh. Maafkan aku. Tadi aku terkena air mandi anak-anak. Jadi, anak-anak memberikan aku pakaian ini agar aku tidak kedinginan. Tidak apa-apakan aku memakainya? " tanya Grizella takut Jaxton salah paham dengannya. Jaxton yang mendengar ucapan Grizella, dia pun tersenyum sambil menaikkan satu tangannya agar Grizella tidak berenak hati dengannya. Jaxton pun berjalan ke sofa yang ada di kamar itu. "Pakai saja apa yang di berikan oleh anak-anak untukmu. Aku akan senang jika mereka juga senang. " jawab Jaxton.


"Kalau begitu terima kasih. Jika ada waktu aku akan segera mengembalikannya. " ucap Grizella. Jaxton kembali mengangkat tangannya. Tidak setuju dengan permintaan Grizella.


"Kamu boleh memilikinya. Lagian itu tidak pernah di sentuh sama sekali oleh kakakku. Dia berencana akan memakainya saat si kembar sudah keluar dari perutnya tapi takdir berkata lain. " ucap Jaxton menundukkan kepalanya. Si kembar yang melihat Daddy nya bersedih, mereka pun memeluk Jaxton. Mencium pipi Jaxton. Chloe dan Zoe mendapatkan satu jatah masing-masing di pipi Jaxton. Jaxton yang mendapatkan itu dari kedua keponakannya, dia pun tersenyum. Lalu Jaxton menciumi kedua keponakannya. Grizella yang melihatnya hanya bisa tersenyum melihat kedekatan anak dan paman itu.


"Mommy dilupakan, nih. " goda Grizella menatap si kembar. Namun, dengan cepat Jaxton menarik tangan Grizella hingga gadis itu ikut memeluk Jaxton. Jaxton merasa bahagia karena ketiga wanita yang ia cintai ada di pelukannya. Grizella ingin berdiri namun Jaxton malah mempererat pelukannya. Membuat Grizella tidak bisa melawan karena saat ini ada 2 anak kecil yang mengemaskan di kedua sisinya. Karena Grizella saat ini tepat berada di tengah-tengah mereka. Jaxton bahkan bisa merasakan detak jantung Grizella yang berdebar. Pria itu merasakannya tapi dia tidak mau melepaskan pelukannya. Takut Grizella akan lari dari pelukannya tersebut.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙


By : Nadila Sizy


#Grizella&Jaxton_LFR

__ADS_1


__ADS_2