Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Offended


__ADS_3

...Happy Reading readers 🌼🌼🌼...


...Jangan lupa like dan komentarnya ya🌻🌻🌻...


...Terima kasih atas semua dukungannya 🌸🌸🌸...


...β€’β€’β€’β€’...


Di dalam mobil. Jaxton terus mengenggam tangan Grizella dengan tangan kirinya. Sesekali ia menoleh ke arah Grizella. Memberikan senyumannya dengan penuh kehangatan.


"Sayang, aku ingin mendengar kamu memanggilku seperti tadi. " ucap Jaxton mencium punggung tangan Grizella dengan pandangannya masih lurus ke depan.


"Fokuslah menyetirnya. Aku tidak ingin pergi dulu dari dunia ini. Kalau kamu mau duluan silahkan. Turunkan saja aku di sini. " balas Grizella yang membuat Jaxton mengerucutkan bibirnya. Tapi, juga ada senyuman di bibirnya.


"Setelah kita menikah, aku tidak akan memberikan peluang sedikit pun untukmu melupakanku. " seru Jaxton menoleh ke arah Grizella sekilas. Memberikan tatapan hangatnya.


"Jangan pikirkan soal pernikahan dulu. Kamu saja belum melamar ku dengan baik. Kalau sekedar ucapan orang lain bisa saja. Aku tidak terpengaruh dengan ucapanmu. " ujar Grizella. Menunjukkan ketegasannya dalam berumah tangga.


"Baiklah kalau itu keinginanmu. Nanti malam aku akan melamarmu. Bersiap-siaplah, sayang. " balas Jaxton.


"Tidak boleh. Besok aku ngajar. Cari waktu saat aku senggang. " ucap Grizella.


"Berarti lusa dong. Lusa kan ultah Mommy. " ucap Jaxton. Grizella pun terlihat berpikir.


"Kalau begitu minggu setelah itu. " balas Grizella.


"Baiklah. Apapun itu asal kamu senang. " ucap Jaxton. Grizella pun tersenyum. Akan tetapi ada angin apakah sehingga Grizella berani bersandar di bahu Jaxton saat ini. Jaxton pun terkejut. Bola matanya membulat sempurna. Jaxton pun melambatkan laju mobilnya dan agak menepi. Lalu menoleh ke arah Grizella.


"Aku hanya ingin seperti ini sebentar. Aku lelah karena seharian waktuku habis mengajar dan rapat hingga sore. " ucap Grizella yang tahu bahwa Jaxton seolah meminta penjelasan padanya.


"Kalau begitu istirahatlah. Aku di sini menjagamu, sayang. " ucap Jaxton mengusap lembut kepala Grizella. Grizella pun merasakan kenyamanan dari elusan tangan Jaxton. Grizella pun mencari posisi nyamannya dan akhirnya ia tertidur di bahu Jaxton.

__ADS_1


Di tempat lain. Seorang anak laki-laki 2 bersaudara tengah berbaring di pangkuan Mommynya. Dua kepala anak kecil berada di masing-masing paha wanita itu. Wanita itu mengusap sayang kepala anak-anaknya.


"Bagaimana di sekolah tadi? Apa ada sesuatu yang bisa mommy dengar dari kalian? " tanya wanita itu kepada anak-anaknya.


"Seperti biasa, Mom. Para wanita mengirimkan surat cintanya kepada kami. Di letakkannya di dalam loker hingga tidak ada tempat untuk kami meletakkan buku. Sehingga kami membuang surat-surat itu ke tong sampah dan anak-anak itu terlihat sedih hari ini. " Arion tersenyum geli ketika mengingat para anak perempuan yang tergila-gila kepada mereka. Sedangkan Aksa hanya bisa tersenyum mendengarkan.


"Kalian tidak boleh seperti itu. Jika nanti kalian di posisi mereka bagaimana? Yaudah, Mommy mau siapkan makanan dulu. Sebentar lagi Daddy kalian akan pulang. " ucap wanita yang sudah berdiri ketika kedua anaknya sudah duduk.


"Kapan Daddy pulang, Mom? " tanya Aksa menatap Mommynya. Wanita itu tersenyum lalu mengusap lembut kepala Aksa.


"Sebentar lagi Daddy pulang kok. Jika Daddynya pulang segera beri tahu Mommy di dapur ya. " ucap wanita itu. Arion dan Aksa pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


...β€’β€’β€’β€’β€’...


Malam harinya. Grizella terlihat sedang membantu beberapa pelayan menyiapkan hidangan untuk makan malam. Meskipun Jaxton sudah melarangnya tapi gadis itu tidak mempedulikannya. Grizella tetap ingin membantu pelayan di sana menghidangkan makanan. Grizella ingin belajar bagaimana cara menjadi seorang ibu rumah tangga. Apalagi berapa di rumah yang sebesar ini. Bukan rumah, lebih tepatnya mansion orang kaya pikir Grizella.


"Makan yang banyak anak-anak. Setelah itu persiapkan keperluan untuk ke sekolah besok. " ucap Grizella kepada si kembar. Chloe dan Zoe pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Mendengar ucapan Jaxton barusan membuat dirinya merasa bahwa pekerjaan yang dilakukannya tidak berarti apa-apa bagi pria itu. Grizella merasa tidak mengenal Jaxton. Grizella pun memutuskan untuk pergi ke dapur. Mencoba menenangkan dirinya. Tiba-tiba saja nafsu makannya tidak ada. Si kembar pun memperhatikan raut wajah gadis itu. Lalu menatap kesal kepada Jaxton. Mereka mengeluarkan unek-uneknya setelah Grizella pergi ke dapur. Sedangkan Jaxton memperhatikan kepergian Grizella. Memanggilnya.


"Ella. Kamu mau kemana? " tanya Jaxton.


"Kalian makanlah. Aku sudah kenyang. " jawab Grizella tanpa menoleh ke arah Jaxton. Lalu pergi ke dapur.


"Ini semua gara-gara Daddy. Menjadi seorang guru adalah cita-cita Mommy. Daddy tidak boleh menganggap remeh hal itu. Mommy pasti marah dan sedih sekarang. Daddy harus menyusul Mommy ke dapur. Atau Mommy akan jauh dari Daddy. " ucap Chloe menatap kesal Jaxton begitu juga dengan Zoe.


"Jika Mommy sedih kami juga akan sedih. " Zoe menimpali. Si kembar terlihat menyilangkan kedua tangannya di dada. Mereka juga sudah kehilangan nafsu makanya.


Jaxton pun tersadar. Ia pun menyusul Grizella ke dapur. Meninggalkan nasinya yang baru beberapa sendok masuk ke perutnya.


Setibanya di dapur Jaxton melihat gadis itu terdiam sembari menundukkan kepalanya. Menatap kaca yang ada di meja dapur karena saat ini posisi Grizella sedang duduk di meja yang ada di dapur. Jaxton merasa bersalah dengan ucapannya. Menampar bibirnya yang tidak punya perasaan sama sekali.

__ADS_1


"Sayang, Ella sayang. Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud menyakiti perasaanmu. " Jaxton ikut duduk di samping Grizella. Grizella tidak bergeming. Masih menundukkan kepalanya. Membuat Jaxton makin di rulung rasa bersalahΒ  karena menyakiti perasaan gadisnya. Jaxton pun berinisiatif memeluk Grizella. Membenamkan wajah Grizella di dadanya.


"Aku tidak bermaksud menghina profesimu. Aku hanya tidak ingin kamu kelelahan. Aku bisa memberikan semua yang aku miliki padamu. Semua yang aku miliki adalah milikmu juga kedepannya. " menjeda ucapannya. "Maafkan aku ya. Aku tidak akan melarang apapun yang ingin kamu lakukan lagi. Apapun yang kamu lakukan maka lakukanlah. Aku akan menyetujui semua yang kamu inginkan. Tapi, semua itu sesuai dengan situasinya juga. Kamu memaafkan aku kan? " tanya Jaxton menundukkan kepalanya karena Grizella berada di dadanya. Grizella tidak menjawab. Tapi terlihat ia menganggukkan kepalanya. Tiba-tiba perut Grizella tidak bisa di ajak kompromi. Membuat Jaxton tersenyum.


" Kita makan dulu yuk. Aku juga lapar nih. " ucap Jaxton tersenyum. Grizella pun mendongakkan kepalanya. Menatap wajah Jaxton. Grizella pun tersenyum hangat kepada Jaxton. Membuat Jaxton memberikan kecupan hangatnya di bibir mungil Grizella.


.


.


.


.


.


Bersambung.


...INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME 😊...


IG : gx_shi7


Ikuti IG ku yah. Akan ada tampilan visual dari para pameran utama dan pendukung novel ku.


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘


By : Nadila Sizy


#Grizella&Jaxton_LFR

__ADS_1


__ADS_2