Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Visi to the apartment


__ADS_3

Tampak uapan air panas di balik terangnya sinar matahari. Gadis itu masih di sibukkan dengan meracik bubuk kopi buatannya yang sudah turun menurun dari nenek moyangnya. Gadis itu menoleh ke sampingnya. Dia pun mematikan kompor dan mengangkat air hangat itu. Dia pun mengambil gelas dan meletakkan bubuk kopi yang ia racik tadi gelas. Setelah itu dia pun mencampur air hangat ke dalam gelas yang sudah ada bubuk kopi tadi. Setelah selesai dia pun menghirup kopi bikinannya sendiri.


"Ummm. Tidak salah aku belajar susah payah dari nenek. " Grizella membanggakan dirinya sendiri karena bisa meniru bakat neneknya. Dia pun meletakkan kopi yang sudah dia buat ke gelas kopi kesayangannya. Dia melangkahkan kakinya ke balkon kamar yang ada di lantai dua gedung itu. Grizella pergi ke dalam sebentar untuk mengambil teman kopi buatannya.


Terlihat ia menikmati suasana santainya selagi jam siang nanti. Dia menatap pemandangan dari balkon itu dengan memejamkan matanya ke atas. Senyuman kebebasan terlihat di bibirnya. Sesekali ia menyeruput kopi yang ada di tangannya. Grizella tersenyum ketika habis menyeruput kopi buatannya itu.


"Jadi rindu nenek. Apa besok aku ke rumah nenek yah. Mumpung sekolah masih libur. " lirih Grizella.


Tidak lama menikmati hari nganggurnya tiba-tiba ponselnya berbunyi. Grizella pun menoleh ke belakang dimana ia meletakkan ponselnya di sofa yang ada di ruang tamu. Grizella pun mengambil ponselnya. Dia melihat ID tidak di kenal sedang menghubunginya. Grizella tidak mengangkatnya karena dia pikir mungkin itu orang yang sengaja mengerjainya atau salah nomor ke ponselnya. Grizella pun membiarkannya dan kembali ke balkon.


Di tempat lain.


"Bagaimana? Apa mommy mengangkatnya? " tanya Zoe mendesak Chloe yang terlihat kesal. Hal itu terlihat dari wajahnya yang di tekuk kesal.


"Ihh. Bisa diam nggak sih. Dari tadi nanya terus. " memutur bola matanya ke kanan. "Udah dari tadi di telpon tapi mommy tidak mengangkatnya sama sekali. Kamu lihat sendiri kan? " kesal Chloe karena Grizella tidak mengangkat teleponnya.


"Terus, kenapa mommy tidak mengangkat teleponnya! Apa mungkin sesuatu terjadi pada mommy ?" seru Zoe. Berpikir apa yang mungkin sedang terjadi pada calon mommynya itu.


"Hei. " menyentil kening Zoe. "Jangan mikir yang buruk begitu. Mending kita ke kamar daddy. Biar daddy yang mengurusnya. " seru Chloe yang hendak menarik tangan Zoe keluar untuk menyusul Jaxton ke kamarnya. Namun , Zoe menahannya.


"Hei. Kita tidak perlu menemui daddy. Mending kita pergi menyusul mommy ke rumahnya. " seru  Zoe tersenyum licik. Begitu juga dengan Chloe yang mendadak ikut tersenyum seperti senyuman yang dilakukan oleh bibir adiknya.


°°°°


Di depan sebuah gedung bertingkat lima. Bernuansa putih ke abu-abuan. Dengan ukiran-ukiran dinding yang klise. Pohon-pohon yang berdaunnan hijau bergerak oleh sentuhan angin. Genangan air hujan di bumi membuat tempat itu terlihat lebih segar.


Dua anak kecil tengah menatap pintu apartemen di depannya. Mereka menatap ke dalam apartemen di depannya. Mereka mengepal tangannya hingga dada mereka. Bersiap-siap untuk pergi melangkah ke dalam apartemen tersebut.


"Ayuk. " seru mereka kompak.


Kedua anak ini masuk ke dalam. Karena tidak melihat adanya lift di sana. Mereka pun memutuskan untuk menaiki tangga yang ada di samping dinding apartemen itu. Dengan langkah kecilnya, mereka melangkah satu persatu sampai akhirnya mereka tiba di lantai dua apartemen tersebut. Mereka melihat ke kertas yang ada di tangan salah satu dari mereka.


"Kamar mawar nomor 9 . " seru salah satu dari mereka.


"Di sana. " jawab anak yang lainnya. Ia menunjuk ke ujung apartemen yang ada di lantai tersebut.

__ADS_1


Mereka pun mengangguk tersenyum. Mereka menyematkan jemari mereka berdua satu sama lain. Kemudian melangkahkan kaki kecil mereka ke ujung apartemen yang ada di lantai itu.


"Biar aku yang mengetuk nya. " seru salah satu dari mereka.


Tok. Tok. Tok


"Mommy. Ini kami. " teriak mereka dari luar pintu.


"Mommy Grizella. Mommy, apa mommy di dalam ? " teriak anak itu.


Selang tidak lama pintu kamar itu terbuka. Seorang gadis dengan pakaian santainya melotot tidak percaya terhadap apa yang dia lihat. Dia pun menyamakan tinggi anak kecil di depannya dengan menjadikan lututnya sebagai tumpuannya berdiri. Dia memegang bahu anak kecil di depannya dengan wajah khawatir yang terlihat oleh kedua anak itu.


Dia menoleh ke samping kiri apartemennya. Dia tidak melihat siapapun di sana. Gadis itu pun menatap kedua anak kembar di depannya.


"Dengan siapa kalian ke sini? Di mana daddy kalian, hem ? " tanya Grizella kepada Chloe dan Zoe yang sedang berdiri di depan apartemennya. Si kembar pun tersenyum kepada Grizella.


"Kami cuman berdua saja Mommy. Sopir ada di bawah. Dan, Daddy tidak bisa datang karena dia lagi sibuk di kantornya. " jelas Chloe tersenyum kepada Grizella. Grizella pun bangun. Mempercayai apa yang di ucapkan oleh putri kembar di depannya. 


"Baiklah. Kita ke dalam, yuk. " ajak Grizella tersenyum. Mengandeng kedua anak kembar di depannya. Si kembar tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Mereka melihat pajangan tua berbentuk bunga mawar terpajang di dinding kamar itu. Si kembar pun mendekat ke pajangan itu. Mereka terlihat antusias. Si kembar pun meraba dengan telunjuknya.


"Mommy. Ini apa? Kenapa kami belum pernah melihatnya sebelumnya? " seru Zoe kagum. Grizella pun menatap pajangan itu dan tersenyum pada si kembar.


"Oh itu. Itu adalah box harapan milik Mommy. Kalian tahu, jika Mommy mempunyai sebuah harapan. Maka, Mommy akan menaruhnya di sana. Berharap apa yang Mommy inginkan dapat terwujud. "  balas Grizella. Menatap si kembar dengan senyuman di bibirnya.


"Wah. Kami juga mau melakukannya. Menulis harapan kami di dalamnya. " seru si kembar antusias. Menampung tangan mereka di depan Grizella. Seolah meminta kertas dan pulpen kepada Grizella agar mereka bisa menuliskan keinginan mereka dan memasukkannya ke dalam box itu. Grizella pun melangkahkan kakinya ke samping box harapan dan mengambil kertas serta pena yang di minta oleh si kembar.


"Nih, Ngomong-ngomong kalian mengharapkan apa? Apa Mommy boleh mendengarnya. " seru Grizella. Si kembar pun mengelengkan kepalanya yang membuat gadis itu cemberut. Namun, Grizella tersenyum ketika melihat si kembar yang sudah fokus menulis harapan mereka di kertas putih itu. Dia pun membiarkan si kembar dan menunggu mereka selesai.


Setelah beberapa saat si kembar pun selesai memasukkan harapan mereka ke dalam box mawar itu. Si kembar terlihat bahagia setelah memasukkan harapan mereka ke dalam box itu.


"Yaudah, kenapa kalian kesini? Kenapa juga tidak kabarin Mommy kalau kalian akan datang. Mommy kan nggak tahu harus buatkan kalian apa sekarang. " seru Grizella pura-pura merasa bersalah. Melirik si kembar dengan ekor matanya.


"Kami sudah menghubungi Mommy. Tapi, Mommy tidak mengangkatnya. " seru Chloe cemberut.

__ADS_1


"Benarkah! Maaf ya, karena Mommy jarang mengangkat nomor yang tidak Mommy kenal. Maafkan Mommy yah, sayang. " Grizella berjongkok di depan Chloe dan Zoe. Memegang bahu kedua putri kembar itu.


"Tidak apa-apa Mommy. Yang penting adalah sekarang kami sudah ada di sini. " seru si kembar serentak.


"Emm, sebenarnya kami merindukan Mommy. " Menatap Grizella dengan mata kucingnya. Grizella tersenyum melihat si kembar. "Yaudah, Kami sudah menyiapkan semuanya. Kami akan menyuruh pak Zen untuk mengantar bahan makanan ke sini.  Emang Mommy mau bikin apa? " tanya Zoe dengan wajah imutnya. Grizella tersenyum.


"Ikut Mommy yuk. " ajak Grizella. Menarik tangan anak kembar itu.


Beberapa jam kemudian. Grizella tersenyum. Dia senang karena sudah menyelesaikan pekerjaannya. Hari ini Grizella membuatkan si kembar kue tart dengan rasa nanas dan juga strowberry. Dia meletakkannya di depan si kembar yang sudah duduk di meja makan berbentuk segi empat itu. Si kembar terlihat bahagia melihat makanan pertama yang di buatkan Grizella untuk mereka. Mereka sudah memegang tusuk kue yang sudah di berikan oleh Grizella kepadanya.


"Nah. Sekarang cobalah. Semoga kalian menyukainya. " seru Grizella yang sudah duduk di samping si kembar. Ia menopang pipinya dengan kedua tangannya. Menatap si kembar dengan harapan mereka menyukai makanan yang sudah ia buat. Terlihat si kembar sudah tergiur. Mereka sudah menelan air ludahnya dari dalam lalu menganggukkan kepalanya untuk menjawab ajakan Grizella.


"Emm. Ini enak sekali Mommy. " seru si kembar serentak. Grizella tersenyum bahagia mendengarnya.


"Kalau begitu ayo di habiskan. Jangan malu untuk meminta lagi. " balas Grizella. si kembar menganggukkan kepalanya dengan cepat.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙


By : Nadila Sizy


#Grizella&Jaxton_LFR

__ADS_1


__ADS_2