Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Jenny's Party


__ADS_3

...Happy Reading readers 🌼🌼🌼...


...Jangan lupa like dan komentarnya ya🌻🌻🌻...


...Terima kasih atas semua dukungannya 🌸🌸🌸...


...β€’β€’β€’β€’β€’...


Hari ini adalah hari dimana Nyonya besar keluarga Davinchi akan berulang tahun. Di ulang tahun yang ke 50 ini tidak membuat wanita itu menghilangkan jiwa mudanya. Seakan-akan baru kemarin rasanya ia merayakan sweet seventeennya bersama teman-temannya. Jenny tergelak sendiri mengingat masa dimana ia baru kenal dengan suaminya itu. Senior yang mempunyai perangai sombong dan dingin. Sulit di dekati bahkan hanya tegur sapa.


Malam ini mereka tengah berduaan di dalam kamar. Menikmati waktu berduaan sebelum acara malam ini di mulai. Johan sendiri memilih untuk bermanja-manja dengan istrinya tercinta.


Terlihat Johan menyandarkan kepalanya di ceruk leher Jenny. Mencium dan menghirup wangi sang istri. Melingkarkan tangannya di pinggang Jenny dengan posesif.


"Iih hubby lepas. Sudah banyak tamu yang datang. Tapi, pemilik acara malah bermalasan di dalam kamar. " ucap Jenny kesal.


"Kenapa memilih acara yang seperti ini! Hubby tidak mau ada yang melirik kamu nanti. Hanya hubby yang boleh menikmati kamu. Hanya hubby seorang. " ucap Johan dengan posesifnya. Mempererat pelukannya. Mencium leher Jenny lama.


"Malam ini diriku milik hubby seutuhnya. Terserah hubby mau sampai kapan. Aku akan pasrah menerimanya nanti. " ucap Jenny yang berhasil membuat Johan menegakkan kepalanya. Menatap lekat sang istri. Mencoba memastikan ucapan istrinya tersebut.


"Aku serius. " Jenny meyakinkan. Johan pun tersenyum senang.


"Baiklah. Jangan sampai di ingkari janjinya. Kamu tunggu sebentar di sini. " ucap Johan berdiri lalu pergi ke ruang ganti pakaian.


Jenny mengernyitkan keningnya. Heran kenapa suaminya kembali ke sana. Suaminya itu bahkan sudah siap dengan setelan tuxedo putihnya. Begitu juga dengan dirinya. Lalu, apa yang akan dilakukan suaminya itu kali ini.


Jenny pun malas memikirkannya. Memilih beranjak dari tempat duduknya. Meraih sesuatu yang ada di dalam laci samping tempat tidurnya. Lalu ia memasukkan ke dalam tas genggamnya. (Apakah itu? Silahkan pikir sendiri ^^)


Beberapa saat setelah itu. Johan datang membawa sebuah coat korea dengan warna yang senada dengan pakaian Jenny sekarang. Johan pun langsung memakaikannya kepada Jenny. Membuat wanita itu bingung dan hendak melepaskannya.


"Jangan di lepas. Atau kamu tetap di kamar bersama hubby. " ancam Johan yang membuat Jenny mengerucutkan bibirnya. Johan pun mulai gemes. Dengan cepat Johan meraih bibir Jenny lalu ********** membuat Jenny gelagapan. Di rasa Jenny sudah mulai kehabisan nafas, Johan pun melepaskan pagutannya.


"Sudah kan? Kalau begitu kita keluar sekarang. " ucap Jenny melingkarkan tangannya di lengan Johan. Johan pun tersenyum dan mereka pun berjalan keluar dengan senyuman di bibir mereka.


Di tempat si kembar. Terlihat anak-anak itu sibuk mencari keberadaan Mommynya. Sedari tadi mereka tidak menemukan keberadaan Grizella. Apa Mommynya belum balik dari sekolah? Begitulah pikiran mereka.


"Coba telepon mommy saja. " saran Chloe yang sedang duduk di samping Zoe.


"Sudah. Tapi tidak di angkat. " jawab Zoe. Si kembar pun teringat daddy mereka.

__ADS_1


"Hubungi daddy Jaxton. " ucap Chloe.


"Emm. " balas Zoe menganggukkan kepalanya.


Beberapa saat setelah itu. Jaxton pun datang dengan penampilannya yang sudah bak pangeran. Konsep malam ini adalah cahaya. Sehingga keluarga Davinchi memilih gaun atau tuxedo berwarna putih.


Si kembar pun langsung mendekati Jaxton. Saat si kembar mendekati Jaxton tiba-tiba Jenny dan Johan ikut menghampiri si kembar.


Si kembar pun menghampiri Jenny.


"Omaaa. Mommy belum hadir. Mungkin mommy akan terlambat hadirnya. " ucap Zoe memeluk pinggang Jenny. Jenny pun menatap ke arah Jaxton. Jaxton pun ikut bingung. Jaxton pikir Grizella sudah tiba duluan. Karena sore tadi dia sibuk rapat di ruang kerjanya. Selesai rapat dia langsung menyiapkan dirinya di acara tersebut.


"Aku akan segera mencarinya, Mom. " ucap Jaxton tidak mau di marahi oleh Mommynya. Jenny pun tersenyum penuh kemuslihatan.


Jaxton menelepon Grizella. 5 kali panggilan di lewatkan. Jaxton sampai khawatir. Sampai akhirnya Grizella datang masih dengan pakaian dinasnya. Jaxton pun mendekatinya.


"Sayang. Kenapa pulangnya larut malam ? " tanya Jaxton khawatir.


"Ada beberapa urusan tadi. Maaf ya. Aku akan segera bersiap-siap. " balas Grizella. Jenny pun mendekatinya.


"Sayang. Mommy sudah menyiapkan pakaian untukmu. Kita ke kamar yuk. " ajak Jenny. Grizella tidak menolak dan menerima Jenny yang terus membawanya berjalan ke kamarnya.


"Ini untukmu. Semoga kamu suka ya. " ucap Jenny ketika sudah berada di kamar Grizella.


"Nyonya lagi. Tapi tidak apa-apa. Mommy pergi dulu. Jangan sampai tidak di pakai gaunnya. Itu khusus untukmu, sayang. " ucap Jenny yang segera keluar dari kamar Grizella. Grizella pun tersenyum melihat kebaikan Jenny. Grizella pun langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Setelah itu, Grizella meraih paper bag yang di berikan oleh Jenny. Mengeluarkan isi paper bag itu. Betapa terkejutnya Grizella melihat pakaian yang disediakan oleh Jenny untuknya. Gaun pesta yang terlihat mewah. Di dominasi oleh warna maroon kehitaman. Dengan bentuk V di lehernya. Dan lengan se -siku.


Grizella langsung memakaikannya. Dan iya, gaun itu pas di tubuhnya yang tidak terlalu kecil ataupun besar.


Setelah selesai berdandan. Grizella pun keluar dari kamarnya. Grizella menuruni anak tangga satu persatu. Jaxton yang kebetulan sedang melayani tamu dan posisinya yang ada di ujung tangga membuat Jaxton bisa melihat kehadiran kekasihnya itu. Jaxton sampai melongo penuh kagum dengan sosok kekasihnya itu.


"Cantiknya. " ucap Jaxton tanpa di sadari oleh dirinya sendiri. Grizella sampai malu melihat Jaxton yang tidak berpaling darinya.


"Apa aku cocok dengan gaun ini. " gumam Grizella tidak yakin dengan dirinya sendiri.


"Sayang. " ucap Jaxton mendadak dingin. Grizella pun bingung di buatnya. Karena Jaxton mendadak merubah tatap hangat menjadi tatapan dingin.


"Kenapa? " tanya Grizella.

__ADS_1


"Kenapa kamu memakai pakaian seperti ini? " tanya Jaxton kesal.


"Pakaian yang bagaimana! Ini kan cantik. " balas Grizella.


"Kamu tetap cantik memakai pakaian apapun. Tapi aku tidak mau berbagi dengan pria lain. Pakailah ini. " Jaxton melepaskan jas putihnya. Memakaikan kepada Grizella.


"Tapi aku gerah di buatnya. " ucap Grizella.


"Perhatikan mommy. " ucap Jaxton. Grizella pun menoleh ke arah Jenny.


"Kenapa mommy berpakaian seperti itu? " tanya Jaxton.


"Karena itu kamu harus memakai jas itu juga. Aku tidak mau tubuhmu di liat oleh mata gatel pria lain yang ada di sini. " ucap Jaxton. Grizella pun tersenyum melihat ke posesifan Jaxton. Grizella sadar bahwa saat ini pria itu sedang cemas jika kekasihnya di lirik oleh lelaki lain.


"Baiklah. Aku ingin menghampiri mommymu dulu. " ucap Grizella.


"Biar aku temani. " ucap Jaxton. Grizella pun membiarkan Jaxton mengikuti. Bukan mengikuti. Lebih tepatnya Jaxton melingkarkan tangannya di pinggang Grizella yang langsing.


.


.


.


.


.


Bersambung.


...INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME 😊...


IG : gx_shi7


Ikuti IG ku yah. Akan ada tampilan visual dari para pameran utama dan pendukung novel ku.


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘

__ADS_1


By : Nadila Sizy


#Grizella&Jaxton_LFR


__ADS_2