Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Planning


__ADS_3

Mobil membelah jalanan yang padat oleh kemacetan. Sudah hampir satu setengah jam Jaxton menyetir mobilnya, namun dia belum sampai juga mengantarkan Grizella ke apartemennya. Jaxton pun menoleh ke arah Grizella.


"Apa ada tamu penting hari ini? Maafkan aku karena membuat kamu pulang larut. " seru Jaxton merasa bersalah.


"Emm. Tunanganku akan datang hari ini. Dia mau ngajak jalan-jalan. Kamu santai saja. Dia orang yang baik, kok. " balas Grizella tersenyum.


Jaxton tiba-tiba merasa kesal mendengar ucapan Grizella. Sia-sia dirinya khawatir dan ternyata yang di khawatirkannya adalah tentang pria busuk itu. Jaxton pun mulai menyantaikan dirinya. Memilih untuk istirahat sebentar karena macet hari ini membuat mobilnya tidak bisa bergerak sedikit pun. Grizella pun membiarkannya dan memilih mengeluarkan ponselnya. Grizella mendapat pesan dari calon suaminya.


Isi pesan dari Smith :


'Aku sudah dari tadi menunggumu. Kenapa kamu lama sekali. Kalau kamu tidak datang juga, maka aku akan pergi sekarang juga dari apartemen jelekmu ini. '


Grizella terlihat menghela napasnya. Dari dulu Grizella memang tidak menyukai Smith, namun perjodohan mereka yang sudah di atur dari kecil membuat Grizella terpaksa menerimanya. Dia tidak mau keluarganya malu karena sudah menolak perjodohan tersebut. Namun, lama kelamaan dirinya juga tidak tahan dengan sifat egois Smith. Smith memang baik menurutnya, tapi itu hanya karena keuntungan sepihak saja. Grizella tidak tahu, apa yang akan terjadi kedepannya bila ia menikahi Smith kedepannya.


Jaxton melihat raut sedih di wajah Grizella. Jaxton pun memperbaiki posisi duduknya. Menatap lekat wajah gadis di sampingnya. Jaxton ragu-ragu untuk bertanya. Tapi, melihat wajah sedih gadis itu membuat Jaxton tidak suka. Jaxton pun menyentuh tangan Grizella.


"Apa ada masalah? Kamu bisa bilang sama aku.  Aku akan mencoba menjadi pendengar yang setia untukmu. " seru Jaxton meyakinkan Grizella. Grizella pun menoleh ke sampingnya. Dia tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak apa-apa kok. " balas Grizella.


Meski begitu, Jaxton yakin ada sesuatu yang di pikirkan oleh gadis di sampingnya. Setelah 1 jam lamanya Jaxton pun berhasil mengantar Grizella dengan selamat sampai ke apartemennya. Di dalam perjalanan tadi, Jaxton juga telah memperlambat laju mobilnya.  Dia sampai beralasan untuk ke kamar mandi sehingga mereka singgah sebentar di sebuah restoran. Dan saat setelah tiba Jaxton menghela napasnya lega, ternyata Smith tidak ada di apartemen Grizella. Grizella sendiri di dalam hatinya berkata 'Syukurlah dia sudah pergi dari  sini. Kalau tidak, aku akan terus menahan mulutku untun berbicara karena pria menyebalkan itu tidak mau mendengarkan keluhanku sama sekali, lalu apa kedepannya kami akan bahagia kalau dalam hubungan salah satu dari mereka tidak mau mendengarkan suka duka kita, bahkan untuk mendengarkan kabar bahagia pun dia tidak mempedulikannya.


Beberapa menit kemudian, Jaxton akhirnya bisa mengantarkan Grizella ke apartemennya. Jaxton mengikutinya hingga gadis itu masuk ke dalam. Jaxton terlihat menghela napasnya lega karena Smith sudah tidak ada lagi.


Di dalam hatinya Jaxton berkata "Huh. Pria itu tidak cocok untuk Grizella. Baik dari mananya coba. "


Jaxton kembali ke mansion nya karena sepertinya Grizella butuh waktu untuk sendiri. Terlihat sekali bahwa Grizella tidak mau ada orang mengganggunya. Jaxton paham. Dia pun memutuskan untuk segera pulang.


Dalam perjalanan pulang Jaxton terus mengingat Grizella. Dia pun memutuskan untuk menelpon Grizella.

__ADS_1


"Jika sesuatu terjadi padamu. Kamu harus bilang sama aku, oke. " seru Jaxton. Grizella tersenyum di seberang sana. Baru kali ini ada orang yang begitu mengkhawatirkan dirinya.


"Baiklah. Aku mau mandi dulu. Dan langsung tidur. Terima kasih karena sudah mengkhawatirkan aku. " balas Grizella lembut. Jaxton pun tersenyum ketika mendengar tawa dari bibir Grizella. Jaxton merasa lebih baik setelah itu.


"Baiklah. Aku tidak akan mengganggu kamu lagi. Habis itu istirahatlah. Jika ada masalah kamu bisa mengandalkan aku untuk menyelesaikannya. " seru Jaxton. Grizella tersenyum lalu segera mematikan ponselnya. Entah kenapa Grizella merasa lebih baik mendengar ucapan Jaxton. Biasanya Grizella akan lebih baik bila dia berbicara dengan neneknya, namun kali ini berbeda. Grizella sudah menemukan hal yang baru. Dimana dirinya juga bisa lebih tenang apabila Jaxton menghiburnya.


Pagi harinya, si kembar sudah bersiap-siap untuk berangkat menemani Daddy mereka ke kantor. Kali ini si kembar ingin menemani Daddynya.


"Daddy tidak boleh meninggalkan kita. Kalau tidak Daddy akan menderita karena kami akan kabur dari sini, bila Daddy tidak membawa kami ikut dengan Daddy ke kantor. " ancam si kembar yang membuat Jaxton menghela napasnya dengan kasar. Dia pun menyetujui permintaan kedua keponakannya. Dalam hatinya Jaxton berkata ' Apa yang telah kalian rencanakan. Daddy harap itu tidak membuat Daddy pusing nantinya. ' Menatap si kembar dengan tatapan yang mencurigakan. Si kembar hanya membalasnya dengan senyuman polos yang ada pada diri mereka.


Beberapa menit kemudian, mobil Jaxton sudah berada di depan kantornya. Jaxton turun dengan mengandeng kedua keponakannya. Si kembar tidak mau di gendong karena itulah Jaxton memegang kedua tangan si kembar. Semua mata karyawan melihat keluarga itu. Si tampan dan dua anak kembarnya yang imut. Jaxton berhasil membuat para wanita memanggilnya dengan sebutan HOT DADDY Jaxton tidak membantah semua itu. Toh, dirinya juga tidak merugi sedikit pun. Asal keponakannya aman dan baik-baik saja sudah membuat Jaxton senang.


Setiba di ruangannya si kembar langsung duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Jaxton memesankan 2 gelas besar susu putih dengan beberapa buah-buahan kepada asistennya. Setelah beberapa menit Albert datang membawa pesanan tuannya. Dia meletakkannya di depan si kembar setelah melihat 2 anak kecil tersebut. Albert pun mendekati Jaxton.


"Apa ada hal lagi yang harus saya lakukan, tuan ? " tanya Albert sopan. Jaxton menggelengkan kepalanya. Dia pun menyuruh Albert segera keluar. Di mejanya Jaxton sudah langsung di sambut oleh berkas-berkas yang harus segera di tandatangani. Jaxton terlihat sibuk sehingga tidak menyadari apa yang dilakukan oleh kedua keponakannya. Si kembar saat ini sudah berada di depan ruang resepsionis. Sembari menunggu seseorang tiba.  Si kembar segera berlari ketika seorang gadis datang menghampirinya.


Pintu di buka. Grizella melihat Jaxton yang terlihat tampan dengan setelan jasnya. Jaxton terlihat fokus membaca setiap berkas yang ada di depannya. Membuat Jaxton terlihat sempurna di hadapan Grizella. Tidak hanya baik, Jaxton ternyata tampan dan berkharisma bila serius dalam bekerja. Pikir Grizella di dalam hatinya. Lamunan Grizella membuyar ketika pria itu angkat suara dan melangkah ke arahnya.


"Apa yang membuatmu bisa ada di sini? " tanya Jaxton. Grizella pun melihat ke bawahnya yang mana si kembar sudah menghilang dan meninggalkan dirinya seorang diri bersama Jaxton. Grizella terlihat menghela napasnya lalu menatap Jaxton.


"Heh. Sepertinya aku sudah di jebak oleh kedua putri kembarmu. Kalau begitu aku akan pulang dulu. " seru Grizella yang membalikkan badannya namun, tiba-tiba Jaxton menahannya.


"Tunggulah di sini sebentar. Bagaimana kalau anak-anak mencarikan keberadaanmu nantinya? " tanya Jaxton beralasan. Padahal dirinya hanya mau agar Grizella menemaninya. Grizella pun terlihat setuju dengan pendapat Jaxton. Jaxton pun membawanya masuk ke dalam dan menyuruh Grizella duduk di sebuah sofa yang ada di sana.


"Tunggulah di sini. Anak-anak sebentar lagi akan datang. " seru Jaxton. Dalam hatinya Jaxton berkata 'Apa ini yang telah kalian rencanakan itu. Dasar anak nakal. Tapi, Daddy menyukainya. " gelak Jaxton di hatinya.


Jaxton pun kembali fokus ke pekerjaannya. Sesekali dia melihat ke arah Grizella. Dirinya benar-benar lebih semangat ketika Grizella ada di depannya. Itu membuat dirinya lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya. Sampai akhirnya si kembar telah kembali dengan membawakan beberapa permainannya yang ia minta kepada Albert.


"Dari mana saja kalian? Meninggalkan Mommy sendiri tanpa melakukan apapun di sini. Sebenarnya kalian mau apa, manis?  " tanya Grizella mencubit hidung si kembar. Si kembar tersenyum lalu duduk di samping Grizella.

__ADS_1


"Tidak ada. Kami hanya mau Daddy cepat menyelesaikan pekerjaannya dan kita bisa jalan-jalan bersama lagi. Beberapa hari lagi adalah hari sekolah kami karena itu kami mau berbelanja dengan Mommy. " seru si kembar. Grizella terlihat paham. Dia pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya bahwa dia setuju untuk menemani si kembar, tapi dia juga teringat janjinya kepada sang nenek.


"Tapi, siang nanti Mommy mau ke rumah nenek. Bagaimana kalau kita perginya lain kali aja. Mommy janji akan menemani kalian. " balas Grizella. Si kembar menatap Grizella dengan wajah yang berbinar - binar. Jaxton menatap ketiga perempuan yang ada di depannya. Jaxton tersenyum ketika melihat kedekatan mereka bertiga.


"Baiklah. Tapi, kami ingin ikut dengan Mommy ke rumah nenek. Tidak apa-apakan? " tanya si kembar. Grizella terlihat berpikir sejenak lalu menganggukkan kepalanya.


"Horeee. " teriak si kembar yang membuat Jaxton berpaling dari berkas di depannya.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙


By : Nadila Sizy


#Grizella&Jaxton_LFR

__ADS_1


__ADS_2