
Langkah kaki kecilnya membuat Jaxton Menerka-nerka apa yang terjadi kepada gadis di sampingnya itu. Sedari tadi Grizella hanya diam dan banyak murung nya.
Jaxton mengingat-ingat ucapannya namun dia tidak menemukan kesalahan apapun. Membuat pusing kepala Jaxton ketika mengingatnya. Terlihat Jaxton memijit kepalanya.
"Aahhh. Kenapa kepala ku pusing sekali. " lirih Jaxton. Masih terdengar oleh Grizella. Grizella pun menoleh ke sampingnya.
"Apa kamu sakit? " tanya Grizella. Jaxton pun tersenyum dan mengelengkan kepalanya.
"Aku tidak apa-apa. Kamu istirahatlah, jika ada masalah jangan sungkan untuk mengabariku. " balas Jaxton.
"Tapi sepertinya kamu tidak baik-baik saja. Tunggulah di sini. Aku buatkan teh hangat untukmu. " seru Grizella. Jaxton tidak menolak, dia bahkan senang. Sebenarnya yang di pusingkan Jaxton bukanlah masalah besar. Dia hanya heran saja kenapa Grizella mendadak merubah pikirannya. Tapi tidak apa-apa, toh dia mendapatkan keuntungan karena itu.
"Duduklah dulu. Kamu pasti kelelahan. Aku mau ganti pakaian dulu, kamu tunggu sebentar yah. " seru Grizella mengantar Jaxton duduk di sofa. Setelah itu, Grizella pergi ke kamarnya. Grizella menganti pakaian rumahnya. Memakai daster arabic selutut. Motif Piramida dengan corak pohon kurma di bawahnya.
"Maaf membuatmu menunggu. Teh hangatnya akan jadi. " seru Grizella. Grizella pun melangkahkan kakinya ke dapur dan membuatkan teh hangat untuk Jaxton.
Setelah selesai Grizella mengantarkannya kepada Jaxton.
"Apa kamu sudah baikkan? " tanya Jaxton.
"Ini bukan apa-apa. Hanya pusing sesaat. Aku sudah terbiasa dengan semua ini. Jika minum obat maka akan segera baikkan. " jelas Grizella.
"Lain kali jangan ulangi lagi hal ini. Kau harus bisa menghadapinya. Usahakan agar tidak bergantung dengan obat yang kau minum. Itu
tidak sehat untuk tubuhmu nantinya. " seru Jaxton. Grizella pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Jaxton menengadahkan pandangannya ke sekelilingnya. Jaxton menyadari bahwa banyak sekali yang perlu di renovasi di apartemen Grizella ini.
"Emm. Di sini tidak AC. Mesin pendingin nya sudah ketinggalan jaman. Dan sofa ini terlalu kecil. Apa kamu tidak berniat untuk menganti yang baru? " tanya Jaxton menatap tanpa dosa ke arah Grizella. Grizella yang awalnya sudah mulai tersenyum kembali memasang wajah datarnya.
"Kenapa! Aku nyaman di sini. Jika kamu tidak betah kamu boleh tidak mampir di sini. " seru Grizella yang secara tidak halus mengusir Jaxton. Jaxton paham, seketika ia tersenyum kikuk.
"Aku tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya berpikir bahwa kamu butuh alat-alat yang menjamin keamanan mu dan tentunya lagi demi kebaikan mu. Lihatlah, pagar jendela mu ada yang hilang. Jika ada yang masuk secara diam-diam, bagaimana? Itu tidak bisa menjamin keselamatan mu dan lihatlah ini. Meja ini sudah patah. Bagaimana kalau kamu tersandung, kamu pasti akan terluka di buat nya. " jelas Jaxton yang berhasil membuat Grizella terdiam sejenak.
Kenyataannya, apa yang di katakan oleh Jaxton ada benarnya juga. Awalnya, Grizella sudah berniat untuk mengganti semua itu. Hanya saja, Grizella mempunyai kebiasaan untuk beramal. Jadi, setiap gajinya sebagai guru ia sumbangkan ke panti asuhan tempat ia sering berkunjung tiap bulannya. Grizella bahkan lupa dengan dirinya sendiri. Dia bahkan tidak menyadari bahwa dia juga harus merenovasi apartemennya.
__ADS_1
Kebiasaannya yang mulia sudah ia tanamkan semenjak ia berada di sekolah menengah. Dari hal kecil ia bantu untuk mencukupi kebutuhan anak-anak panti asuhan. Meski tidak seberapa namun ada kepuasan tersendiri untuknya dan juga anak-anak yang mendapatkannya.
Grizella termenung dalam pikirannya. Gadis itu tersenyum ketika mengingat tawa anak-anak yang sudah ia bantu.
"Tidak apa-apa. Aku nyaman seperti ini. Jika aku ada lebih aku akan menganti nya. " balas Grizella tersenyum.
"Emm. Jika itu keputusan mu. Kalau aku boleh tahu, kenapa kamu mendadak ingin pulang ke sini? Perasaan kamu baik-baik saja tadi dan sudah memutuskan untuk istirahat di mansion ku! " seru Jaxton. Grizella hendak menjawab namun tiba-tiba ponsel yang ia cas sebelum membuat teh hangat tadi tiba-tiba berbunyi. Grizella pun menoleh dan melihat ponselnya.
"Tunggu sebentar, aku mau lihat ponselku dulu. " seru Grizella. Grizella pun menghampiri ponselnya. Dilihatnya id Merci sedang menelpon nya. Grizella pun mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan masuk dari Merci.
"Hallo. Ada apa Merci? Kenapa menelpon ku ? " tanya Grizella.
"Iya Gi. Jadi begini. Kemarin itu aku kan singgah di toko buku dan aku ada membeli buku pelajaran. Tapi, aku tidak menemukan buku yang aku beli itu. Kamu temani lagi aku ke sana besok ya. " ajak Merci.
"Apa kamu sudah mencarinya sekali lagi? " Tanya Grizella.
"Sudah, tapi aku tidak menemukannya. " balas Merci.
"Baiklah, oh iya soal kelas yang sudah aku susun bagaimana? Apakah ada yang perlu di rubah? " tanya Grizella.
"Sepertinya tidak Gi. Bapak kepsek sudah setuju dengan pemikiran mu, katanya. Kalau tidak ada masalah sepertinya kelas yang kamu tentukan akan di tetapkan saat PBM kelas. " balas Merci.
"Siapa? " tanya Merci.
"Bukan siapa-siapa. " balas Grizella.
"Ihh kamu ini. Aku nanya orang nya. Bukan statusnya. " seru Merci. Namun, Grizella tidak menjawab dan malah tertawa. Membuat Merci mengerucutkan bibirnya, kesal.
Di tempat lain, terlihat seorang pria tengah berenang di kolam renang pribadinya. Dia terlihat serius mengerakkan badannya di atas permukaan air. Dan 2 orang pengawal terlihat setia memegang handuk dan juga jus di tangannya. Menanti tuannya selesai berenang. Pria itu pun menghentikan aktivitasnya dan pergi ke daratan. Satu pengawal menghampirinya dan memberikan kimono berwarna abu-abu kepadanya dan langsung memakainya ke tubuh pria itu.
Pria itu duduk di sebuah kursi santai dan ia pun menjentikkan jarinya. Membuat satu pengawal lagi memberikan jus kepada pria itu.
"Bagaimana? Apa kamu mendapatkan informasi tentang keluarga itu? " tanya pria itu kepada asistennya.
"Begini, Tuan Mario. Menurut informasi yang saya dapatkan bahwasanya mereka tidak terikat satu sama lain. Mereka hanyalah orang asing yang tidak sengaja bertemu beberapa hari yang lalu. Tuan Davinchi hanyalah perwakilan orang tua dari dua anak kembar itu dan wanita yang bersamanya adalah guru di sekolah anak-anak tersebut. Ini hanyalah sebuah ikatan sebatas anak murid dan guru. Tidak ada yang di anggap serius di antara mereka. " jelas Gio, asisten Mario.
__ADS_1
"Emm, jadi begitu. Tapi, kenapa mereka sedekat itu. Bahkan 2 anak kembar itu memanggil wanita itu dengan sebutan 'mommy'! " seru Mario. Gio tidak bisa menjawab karena dia kurang jelas juga dengan itu. Gio memilih diam dari pada memberikan kabar yang tidak pasti.
"Bagaimana dengan wanita yang aku selamatkan itu! Apa yang ia lakukan sehari-hari? " tanya Mario.
"Tidak banyak, Tuan. Hanya mengajar les privat untuk anak-anak SD dan SMP dan tiap minggunya pergi menemui nenek dan kakaknya di daerah B. Di tiap bulannya ia juga akan bermain ke sebuah panti asuhan di kota B. Dia juga terlibat dalam pemberian sumbangan di sana. " jelas Gio. Mario terlihat menyungingkan bibirnya. Lalu meneguk jusnya.
"Tetap kabari aku tentang wanita itu. Aku harus tahu informasi tentang dia setiap harinya. Aku akan melipat gandakan gajimu jika aku puas dengan pekerjaanmu. " seru Mario yang langsung berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan mereka dan berlenggang pergi ke kamarnya.
Di dalam kamarnya pria itu terlihat memperhatikan sebuah bingkai foto berukuran besar. Dia menatap foto tersebut dan mengusapnya dengan lembut.
"Aku sudah menemukannya, sayang. Aku juga sudah sangat merindukanmu, Issabela ku tersayang. " seru Mario tersenyum melihat bingkai foto di depannya.
Di tempat Grizella. Gadis itu terlihat mengantar Jaxton keluar dari apartemennya. Jaxton sudah melarangnya akan tetapi Grizella tetap kukuh bahwa ia akan tetap mengantar Jaxton keluar. Jaxton pun tidak bisa menolak dan membiarkan Grizella mengantarkannya sampai ke pintu keluar di apartemen di gedung tersebut.
"Terima kasih karena sudah merepotkanmu. Aku akan membalasmu saat aku ada waktu luang nanti. " seru Grizella.
"Aku akan menantikannya. Kalau begitu, kamu masuklah dulu. Aku akan pergi jika kamu sudah masuk ke dalam. " ucap Jaxton. Grizella pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
IG : gx_shi7
Terima kasih 😊😊
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙
__ADS_1
By : Nadila Sizy
#Grizella&Jaxton_LFR