
2 pasang mata itu hanya membalasnya dengan tatapan polosnya. Jaxton tidak habis pikir dengan kedua keponakan kembarnya. Bisa-bisanya mereka tidak mau berbagi hanya karena kue tart.
Disaat pikirannya sedang menginterogasi si kembar dalam diam. Lamunan Jaxton tiba-tiba di buyarkan oleh Chloe yang memberikan Jaxton sepotong kue tart yang di letakkan di piring kue. Jaxton enggan meliriknya. Pasalnya pria tersebut tidak menyukai makanan yang berbau manis. Seperti makanan yang di depannya sekarang.
"Tidak perlu. Kalian makanlah. Habiskan semuanya. Daddy tidak mau memakannya. " ucap Jaxton berpaling dari kue tart tersebut. Lalu memilih memainkan ponselnya.
"Yaudah. Kami akan memakannya. " Melirik Jaxton dengan ekor matanya. Pria itu terlihat sibuk main ponselnya. "Ini adalah makanan pertama yang di buat mommy untuk kita. Kita tidak boleh menyia-nyiakannya. " seru Chloe tersenyum jahil. Dilihatnya pria itu menoleh langsung ke arahnya.
"Apa! Kenapa kalian tidak bilang tadi. " seru Jaxton yang hendak mengambil jatah kue tartnya. Namun, Chloe malah memukul tangan Jaxton.
"Tadi, Daddy bilang tidak perlu. Jadi, Daddy tidak boleh menyentuhnya. " seru Chloe melindungi kue tart dari Jaxton.
"Itu beda lagi. Karena mommy kalian yang membuatnya. Sini, Sekarang berikan jatah Daddy. " seru Jaxton yang sudah mau menarik piring di depan Chloe. Namun, dengan cepat Si kembar memasukkan kue tersebut ke mulutnya. Membuat Jaxton tidak kebagian kue tart tersebut. Wajah Jaxton seketika memelas. Mengerucutkan bibirnya.
Di tempat lain Grizella sedang berduan dengan calon tunangannya, Smith. Mereka tengah berada di sebuah restoran terdekat di apartemen Grizella. Grizella merasa malas meladeni pria itu yang selalu membanggakan dirinya sendiri. Grizella tidak bisa berbuat apa-apa. Grizella menopang pipinya dengan satu tangannya. Menunggu pesanan mereka datang. Sesekali dia tersenyum paksa ketika Smith berbicara dengannya.
Huh. Kenapa lama sekali makanannya tiba. Sudah malas berduaan dengannya. Selalu saja menjelaskan tentang dirinya. Saat aku mau bicara dia malah menyuruhku diam. Cih, Menyebalkan. Menatap kesal Smith. Tapi masih menyetel senyuman di bibirnya agar tidak di curigai oleh Smith.
"Kamu tahu.... " seru Smith menggantung karena pelayan restoran membawa pesanan mereka.
Di dalam hatinya Grizella berkata.Syukurlah makanannya datang. Aku malas meladeninya. Maunya selalu di ladenin. Dan nggak mau meladeninya orang.
Disaat pasangan itu menyantap makanannya tiba-tiba seseorang menghampiri mereka.
"Hei Gi. Hei Mit. " sapa orang itu. Grizella dan Smith pun menoleh ke suara tersebut.
"Eh, Catty. Dengan siapa kesini? " tanya Grizella.
"Hehe. Iya nih. Pacar ku lagi sama orang lain. " Tersenyum. Lalu menoleh ke arah Smith.
"Iya kah. Kalau gitu kamu gabung dengan kita aja. Nggak apa-apakan Smith? " tanya Grizella menoleh ke arah Smith. Smith tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Nggak gangguin kan? Kalau begitu, terima kasih. " seru Catty duduk di samping Grizella.
__ADS_1
"Santai aja. Dari pada kamu makan sendirian. Mending bareng kita. Kan jadi rame. " seru Grizella.
Di saat mereka sedang menikmati makanannya. Smith dan Catty saling menatap. Kaki mereka yang ada di bawah meja saling bersentuhan. Kaki panjang Smith menyentuh paha Catty. Catty sedikit menegang ketika kaki Smith hampir menyentuh area sensitifnya. Namun, dia menahannya dengan berusaha tersenyum kepada Grizella. Grizella merasa aneh ketika Catty tersenyum canggung kepadanya. Namun, dia tidak ambil pusing dan melanjutkan makanannya.
"Kenyangnya. " seru Grizella mengusap perutnya yang kekenyangan. Grizella pun menoleh ke arah Catty. "Oh iya Cat, kamu dengan apa pulangnya? Apa kamu bawa mobil? " tanya Grizella.
"Karena itu aku bisa sampe di sini. Mobilku mogok dan lagi di perbaiki di seberang sana. " menujuk ke luar dengan ekor matanya. " Kata mereka baru besok bisa di ambil. " seru Catty tersenyum. Lalu dia menoleh ke arah Smith.
"Kalau begitu, biar Smith mengantarmu pulang. Nggak apa-apakan Smith? " tanya Grizella. Smith diam. Namun, di hatinya dia merasa senang.
"Nggak usah. Rumah jauh dari sini. Nanti ganggu Smith yang mungkin sudah kelelahan. " tolak Catty.
"Tidak apa-apa. Nggak baik perempuan sendirian di malam hari. Kamu akan aman jika Smith mengantarmu. " seru Grizella menoleh ke arah Smith. Grizella tersenyum melihat Smith. Smith pun ikut tersenyum melihat Grizella.
"Tapi.... " seru Catty pura-pura canggung dengan situasi.
"Tidak boleh nolak. Ayuk kita pulang. " seru Grizella menarik tangan Catty keluar. Mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil. Grizella duduk di depan. Tepatnya di sebelah Smith. Sedangkan, Catty duduk di kursi tengah.
Beberapa menit kemudian, Smith akhirnya selesai mengantarkan Grizella. Mobilnya berhenti tepat di depan apartemen Grizella.
"Kalau begitu aku berangkat dulu ya. Kamu masuklah dulu. Aku akan melihat dari sini sampai kamu tidak terlihat lagi. " seru Smith pura-pura perhatian. Grizella pun menurut dan pergi meninggalkan Catty dan Smith berduaan.
Mobil Smith pun kembali melaju setelah Grizella tak terlihat lagi. Awalnya Catty hanya diam. Sesaat setelah jauh dari apartemen Grizella dia pun berpindah duduk di samping Smith. Catty tengah bermanja dengan Smith. Dia menyandarkan kepalanya di bahu Smith.
"Kita ke apartemenmu. Aku akan membuatmu menikmati malam minggu ini. " seru Smith tersenyum melihat wajah Catty lalu dia mencumbu bibir Catty. Setiba di dalam kamar Catty, Smith langsung menyambar bibir Catty. Satu tangannya mengunci pintu kamar Catty. Bibirnya tidak lepas dari wajah Catty. Dia terus mencumbunya hingga wanita itu gelagapan dengan keganasan Smith. Tangan Smith menyentuh **** ***** Catty. Dia memasukkan tangannya ke dalam celana Catty. Satu persatu giwang baju Catty ia lepaskan.
Perlahan-lahan Smith mengantarkan Catty di sofa. Smith mendorong tubuh Catty hingga wanita itu terjerambah ke sofa. Perlahan Smith membuka kemejanya. Lalu tidak lupa celananya juga ikut ia lepaskan. Setelah semua pakaiannya terlepas dan tidak ada lagi sehelai benang pun di tubuhnya Smith pun kembali mencumbui Catty. Bibirnya terus merasai seluruh wajah Catty. Lidahnya berpindah ke leher Catty. Smith pun menelan ludah ketika ia berhasil melepaskan b*a Catty. Dia pun mencium dad* Catty. Merasai putik payudara Catty seperti seorang bayi yang sedang menyusui dengan ibunya.
Bibir Smith pun turun ke pinggang Catty. Menciumnya dengan ganas. Tiap titik dia rasakan. Hingga akhirnya kepala Smith berhenti di area yang paling sensitif yang di miliki oleh Catty. Smith menciumnya dan merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa menurutnya. Setelah puas melakukan pemanasan Smith pun memasukkan juniornya di milik kewanitaan Catty. Menggoyangkan pinggul nya yang perlahan-lahan semakin kencang ritmenya.
"Ahhh. Mit. Mit. " desah Catty memegang kepala Smith yang ada di dadanya. Pria itu mengoyang juniornya sambil merasai putik dada Catty. Bibirnya tidak lepas di dua gunung kembar itu.
"Teruslah mendesah, sayang. Membuatku tidak tahan untuk melakukan hal lebih lagi. " seru Smith yang terus mencium payuda** Catty.
__ADS_1
"Ahhh. Pelan-pelan Mit. Aku tidak akan kemana-mana. Kita bisa menikmatinya sampai kamu puas. " seru Catty. Smith pun tersenyum dan memperdalam lubang agar juniornya bisa masuk ke dalam rumahnya.
Di tempat lain. Grizella merasa gelisah. Dia selalu saja memikirkan Smith. Entah apa yang terjadi padanya. Namun, tiap malam dia selalu menghawatirkan Smith. Pria yang akan menjadi suaminya tersebut. Meski Grizella belum menyukai Smith tapi karena kepastian bahwa Smith akan menjadi suaminya membuat dia terus menghawatirkan pria itu.
Apa aku menelpon dia saja. Tapi, bagaimana kalau dia sudah di rumah dan sedang istirahat saat ini. Ahh, mending kirim pesan saja. Agar aku bisa tenang sedikit. Grizella.
# Sungguh malang dirimu Grizella. Pria yang tega mengkhianati perjanjian antara 2 keluarga. Dirimu sendiri tengah mengkhawatirkannya namun dia malah bersenang-senang dengan wanita lain di atas ranjang. Kekhawatiranmu tidak berguna sama sekali. Semoga kamu bisa menikmati kebahagian mu juga nantinya.
Smith menerima pesan Grizella. Namun, dia tidak membalasnya. Smith memilih melanjutkan percintaannya dengan Catty. Wanita yang menjadi teman ranjang tersebut.
"Siapa, yank? " tanya Catty.
"Kamu jangan memikirkannya. Mending kita melanjutkan kenikmatan yang tertunda. " lirih Smith yang kembali melahap gunung kembar Catty.
.
.
.
.
.
Bersambung.
IG : gx_shi7
Terima kasih 😊😊
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙
By : Nadila Sizy
__ADS_1
#Grizella&Jaxton_LFR