
Sudah hampir 2 minggu lamanya pasangan pengantin itu pergi berbulan madu. Dan hampir 2 minggu ini mereka habiskan waktu mereka untuk bersenang-senang dan tentunya memadu kasih bersama.
Hari ini Grizella terlihat sendirian di dalam kamar karena sang suami tengah ada pertemuan dengan klien yang kebetulan tengah berada di sana juga. Jaxton pun terpaksa meninggalkan sang istri sendirian di dalam kamar. Meski ia tidak tega sebenarnya tapi ia tidak punya pilihan lagi.
"Aku tidak mau tau Albert. Kita harus cepat-cepat pulang. Ini adalah bulan madu kami dan aku malah meninggalkan istriku sendirian. " gusar sendiri rasanya ketika mengingat sang istri yang mungkin termenung di dalam kamar sendirian.
"Mohon tunggu sebentar lagi, Tuan. Akan tidak baik rasanya bila kita mengacuhkan klien kita yang satu ini. Saya yakin nyonya baik-baik saja di rumah. " Albert meyakinkan tuanya bahwa keadaan di rumah baik-baik saja meski dia sebenarnya juga tidak yakin.
Di tempat lain. Grizella terlihat termenung di sebuah ayunan dengan memandangi danau yang bersih dan jernih. Dan Grizella tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang memperhatikannya.
"Sepertinya dia pemilik villa ini. Kita akan mendapatkan tebusan yang banyak kali ini. " lirih salah seorang dari mereka.
"Benar, bos. Ayo kita culik dia. " jawab salah seorang dari mereka.
Mereka pun beraksi. Ada 5 orang yang tengah memakai topeng dan mulai mengendap-endap le arah villa yang di tempati oleh Grizella. Satu persatu mulai melakukan aksinya. Pengawal yang berjaga di sekitaran sana pun mulai tertidur akibat asap yang telah di semprotkan ke udara. Grizella yang juga menghirup asap itu juga langsung terkulai lemas dan mulai terjatuh ke rerumputan.
"Sepertinya mereka sudah tidak sadar, bos. " ucap salah seorang pria yang ada disana. Mereka memakai penutup hidung di balik topeng mereka.
Mereka pun mulai mendekati tambang emas mereka. Dilihatnya Grizella yang tertidur pulas dengan cantiknya.
__ADS_1
"Gadis Asia ini cantik juga. Tidak sia-sia kita menculiknya. " gumam salah seorang dari mereka.
"Jangan banyak bicara. Cepat bawa dia ke markas. " jawab bos mereka. Akan tetapi, bos itu terlihat menikmati wajah cantik Grizella. Terlihat dari sudut bibirnya yang terangkat ke atas.
Di tempat lain. Jaxton terlihat mengkhawatirkan istrinya yang tengah sendirian di rumah. Meski banyak orang yang di utusnya di rumah akan rasa ke khawatiran selalu ada.
"Albert aku merasa tidak tenang. Antarkan aku pulang. " ucap Jaxton tidak tenang.
"Tapi Tuan... " ucap Albert terhenti karena tiba-tiba ponsel Jaxton berdering dan itu panggilan masuk dari orang rumah.
"Apa istriku baik-baik saja? ... apaaa? " ucap Jaxton gusar. Jaxton pun langsung menyambar jas nya dan meninggalkan Albert yang bingung dengan situasi. Albert pun menelpon orang vila. Mata Albert membulat setelah tahu masalah yang telah terjadi. Albert pun terlihat menelpon seseorang.
"Tuan. Semuanya akan baik-baik saja. Saya janji tidak akan terjadi apa-apa kepada Nyonya. " ucap Albert saat mereka berjalan beriringan.
"Aku tidak ingin mendengar janjimu. Ini semua gara-gara kamu. Kamu ingat itu. Aku tidak akan memaafkan kamu jika sesuatu terjadi padanya. " tegas Jaxton mencengkeram kerah Albert. Albert terlihat diam saja. Tidak berani melawan ataupun membela dirinya.
"Maafkan saya, Tuan. " hanya itu yang bisa terucap di bibir Albert.
"Akkhh ." teriak Jaxton ketika tidak bisa apa-apa. Mobil pun membelah jalanan. Sampai akhirnya, mereka sudah tiba di vila.
__ADS_1
Jaxton langsung memukul pengawal yang tidak becus menjaga istrinya.
"Apa saja yang kalian lakukan? Kenapa kalian bisa kehilangan istriku? " bentak Jaxton kepada para pengawal tersebut. Di antara mereka tidak ada yang berani menjawab sampai akhirnya panggilan masuk ke hp Jaxton.
"Halo. Siapa ini? " tanya Jaxton. Terlihat Jaxton mengepal tangannya. Mendengar suara orang di seberang membuat darahnya mendidih.
Jaxton pun menyimpan ponselnya setelah tidak mendengar suara di seberang.
"Albert. Aku yakin kamu sudah mencari tahu dimana posisi istriku sekarang. Jangan buat aku untuk membunuhmu saat ini juga. " gusar tentu saja. Jaxton terlihat mencengkeram kerah Albert.
"Saya sudah meminta kenalan saya yang ada di sini untuk memantau keberadaan Nyonya, Tuan. " ucap Albert yang membuat Jaxton melepaskan cengkeramannya. Setelah itu, terdengar ponsel Albert berbunyi. Albert pun tersenyum. Jaxton yang paham pun mengangguk.
"Cepat temukan istriku. " mereka pun bergegas pergi ke tempat tujuan.
.
.
.
__ADS_1
TBC