
Jaxton sudah mengantar Grizella dengan selamat ke apartemennya. Jaxton langsung pulang ke mansion nya ketika sudah melihat Grizella masuk ke kamarnya.
Beberapa menit setelah itu, mobil Jaxton tepat berhenti di depan mansionnya. Si kembar sudah keluar terlebih dahulu. Mereka sudah tidak sabar melihat uncle kesayangannya.
Di dalamnya Maxim sudah menunggu si kembar di sebuah sofa panjang agar nantinya jika si kembar datang mereka bisa berlapang-lapangan melepaskan kerinduan mereka selama beberapa bulan belakangan ini.
Si kembar langsung menghambur ke pelukan Maxim. Memeluknya dengan melingkarkan tangannya di leher pria yang tidak kalah tampan dari Jaxton tersebut. Si kembar duduk tepat di pangkuan Maxim. Jaxton yang juga sudah masuk ke dalam memilih duduk di sofa yang ada di samping mereka. Jaxton menatap kakak sepupunya tersebut dengan menyilangkan tangannya di dada. Menaikkan paha kaki kananya di atas paha kaki kirinya. Jaxton menatap kesal mereka yang sedang mengacuhkan nya.
"Huh, ada uncle Daddy di lupain. " seru Jaxton menatap kesal si kembar. Thomas yang sudah melihat tuan rumahnya datang. Dia pun datang dengan membawakan makanan yang di suruh siapkan oleh Maxim tadi.
"Uncle meminta Paman Thom untuk membuatkan kalian cemilan. Kita makan bareng, yuk. " ajak Maxim tanpa mempedulikan Jaxton yang merajuk.
Jaxton pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya. Jaxton berhenti sebentar lalu menyuruh si kembar untuk membersihkan dirinya.
"Bersihkan dulu tubuh kalian. Baru makan dengan uncle. " perintah Jaxton yang membuat si kembar mengerucutkan bibirnya. Mereka sadar bahwa mereka tidak bisa melawan ucapan Jaxton. Jaxton pun tersenyum lalu berlenggang ke kamarnya.
Beberapa menit setelah itu Jaxton sudah membersihkan dirinya begitu juga dengan si kembar. Mereka segera turun ke bawah. Mereka mendapati Maxim yang sibuk memainkan ponselnya. Ketika Jaxton dan si kembar datang Maxim pun menutup ponselnya.
"Wah. Kalian seperti biasa. Manis sekali. " seru Maxim mencubit pelan hidung si kembar.
"Huh, sudah dari dulu kami manis Uncle. Uncle saja yang tidak tahu. " balas Chloe mewakili. Maxim tersenyum menanggapi ucapan Chloe.
"Oh iya. Apa kalian mau menemani uncle ke tempat penjualan buku besok. Ada beberapa buku yang perlu uncle beli. " ajak Maxim yang membuat si kembar menganggukkan kepalanya antusias.
"Yaudah. Habis makan malam nanti kalian langsung tidur agar tidak kelelahan menemani uncle besok. " seru Maxim.
"Baik uncle sayang. " jawab si kembar serentak. Maxim pun tersenyum lembut.
Keesokan harinya Maxim sudah bersiap-siap ke penjualan buku. Si kembar sangat antusias pasalnya mereka sangat suka membaca dan karena itulah mereka menyukai uncle nya ini karena hobi uncle nya sama dengan hobi mereka.
Sebelum itu. Si kembar sudah minta izin terlebih dahulu kepada Jaxton. Jaxton mengizinkannya karena hari ini dia juga sibuk dan tidak bisa menjaga si kembar selain memghandalkan kakaknya tersebut.
__ADS_1
"Jangan buat unclenya susah. Patuhlah dan buat uncle betah bersama dengan kalian. " nasehat Jaxton yang membuat si kembar menganggukkan kepalanya, paham.
Beberapa saat setelah itu Maxim dan si kembar sudah berada di pusat perbelanjaan buku terbesar di kota tersebut. Maxim langsung pergi ke tempat buku yang akan dipilihnya. Buku yang akan di pilih Maxim yaitu tentang buku sejarah. Yah,Maxim adalah seorang ahli sejarah. Dirinya merupakan lulusan S3 di bidang sejarah. Ketika Maxim hendak melangkah tiba-tiba bahunya menyenggol seseorang. Dan buku-buku yang telah mereka pilih berserakan di mana-mana. Maxim berjongkok sambil mengumpulkan bukunya dan juga buku orang yang ia tabrak.
"Maaf, Nona. Saya tidak sengaja. Maaf, Nona. " ucap Maxim yang penuh penyesalan.
"Tidak apa-apa, Tuan. Saya juga yang tidak lihat - lihat barusan. " balas gadis itu. Yah, itu adalah Merci. Gadis yang juga merupakan sahabat dekat Grizella. Gadis yang memiliki sifat dengan banyak kebaikan untuk orang sekitarnya. Maxim pun menatap wajah gadis di depannya yang tidak beberapa jaraknya itu. Tiba-tiba wajah Maxim merona. Terlihat dari wajahnya yang memerah.
"Apa kamu baik-baik saja, Tuan? " tanya Merci menggoyangkan tangannya di hadapan wajah Maxim. Pria itu terlihat menikmati wajah manis Merci. Hingga dirinya melupakan keadaan di sekitarnya.
"Uncle. Apa yang telah terjadi di sini? " tanya Zoe mewakili.
"Eh. Ini-- uncle tidak sengaja menabrak bibi ini tadi. " seru Maxim yang segera menyusun belanjaannya.
"Apa Bibi baik-baik saja? Apa ada yang terluka atau sakit di bagian tertentu? " tanya Zoe perhatian.
"Eh. Bibi tidak apa-apa kok. Kalau begitu Bibi pergi dulu. Teman Bibi lagi nungguin. "Jelas Merci yang lengkung berlenggang. Sebelum itu dia menatap Maxim yang tidak lepas dari lamunannya. Si kembar menyadari hal itu lalu mengejutkan Maxim.
"Ayolah. Apa Uncle menyukai Bibi cantik tadi? " tanya Chloe menatap curiga unclenya.
"Lihatlah. Dari tadi orangnya pergi tapi Uncle baru sadar sekarang. Kasihan Uncle karena tidak mengetahui nama dan nomor ponselnya. " ejek Zoe yang berhasil membuat Maxim mengeluh penuh penyesalan.
Aahhh. Kenapa aku bisa melamun tadi. Jadi, tidak tahu dengan dirinya kan. Gumam Maxim di dalam hatinya.
Maxim memutuskan untuk membayar semua buku yang telah di pilihnya. Saat sedang mengeluarkan belanjaannya tiba-tiba Maxim tersadar bahwa ada satu bukunya yang kurang dan malah berganti dengan buku pelajaran matematika. Maxim mengernyitkan keningnya namun Maxim teringat dengan pertemuan dengan Merci.
Apa ini buku gadis kecil tadi? Pasti dia membutuhkan bukunya. Dan ini adalah buku pelajaran anak sekolah dasar. Gumam Maxim dalam hatinya.
Di sisi lain si kembar memperhatikan Merci dari kejauhan. Si kembar melihat Grizella sedang bersama dengan wanita yang tidak sengaja bertabrakan dengan Uncle nya. Si kembar pun tersenyum lalu menunjukkan kata provokasinya. Si kembar mendekati Maxim dengan wajah jenakanya.
"Apa paman butuh bantuan kami. Kami rasa paman akan berterima kasih banyak kepada kami nantinya karena aunty sweet. " ucap Chloe mewakili. Maxim mengernyitkan keningnya.
__ADS_1
"Apa maksudnya, Chloe? Tolong jangan membuat Uncle stupid membayangkan maksud perkataanmu itu. " balas Maxim. Tidak sabaran mendengarkan penjelasan Chloe yang menggantung.
"Emm. kalau begitu, belikan dulu kami buku banyak-banyak. Aku mau membeli semua buku ini. " jelas Zoe menatap buku-buku yang ada di troli ranjang miliknya. Chloe terlihat menganggukkan kepalanya. Setuju dengan pendapat Zoe. Sama-sama tersenyum jenaka menatap pamannya yang mendongkol.
Maxim menghela napasnya. Tidak punya pilihan lagi selain mengiyakan permintaan si kembar.
"Baiklah. Tapi kalian benar-benar harus membantu Uncle untuk mendapatkan gadis tadi. " jelas Maxim. Maxim setuju dengan permintaan si kembar karena dia tahu si kembar ahli dalam menjodohkan seseorang. Bisa di bilang si kembar adalah pusat biro jodoh yang menjamin kelancaran hubungan pasangan yang di bantunya.
"Sepakat. Kalau begitu, bungkusan semua buku yang ada " seru Zoe senang.
Maxim pasrah dan mengeluarkan kartu rekeningnya. Maxim tidak lupa juga membeli sekalian buku Merci yang tidak sengaja bersenggolan dengannya tadi.
Dengan begini. Aku harap kita di pertemukan kembali dan izinkan aku untuk lebih mengenalmu.
.
.
.
.
.
Bersambung.
IG : gx_shi7
Terima kasih 😊😊
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙
__ADS_1
By : Nadila Sizy
#Grizella&Jaxton_LFR