Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Fitst Sight


__ADS_3

Hari akan bahagia bagi seorang tua apabila melihat anak-anaknya bahagia. Berlarian kecil menangkap kupu-kupu, kejar-kejaran menangkap satu sama Lain dan masih banyak lagi. Selalu ada permainan yang akan dilakukan jika kita berada di samping mereka. Kita bahkan tidak akan kehabisan cara bila itu semua demi kebahagiaan anak-anak kita. Apapun akan dilakukan jika kita mau melihat mereka bahagia di samping kita.


Seperti saat ini Jaxton tengah berada di sebuah taman kota yang berdekatan dengan sebuah danau, menambahkan suasana yang asri apalagi dengan adanya Pohon-pohon yang bergerak karena sentuhan angin. Daun -daun yang hijau menjadi pijakan anak-anaknya yang sedang berlari. Jaxton sudah meminta kedua putri kembarnya untuk tidak berlari namun mereka tidak mengindahkan ucapannya Dan terus berlari merebut sesuatu yang entah apa di pegangi oleh mereka.


Disaat Jaxton tengah mengawasi anaknya dari kejauhan tiba-tiba dia melihat seorang wanita yang sedang duduk bersama seorang anak kecil juga. Anak itu tengah berada di sampingnya sambil menyantap es kirimnya. Namun tatapan Jaxton langsung berpindah ketika mendengar teriakan dari salah satu putrinya. Jaxton pun hendak mendekati namun langkahnya sudah didahului oleh wanita yang dia tatap tadi. Terlihat kekhawatiran di wajah wanita itu.


" Ada apa sayang? Apa yang terjadi padamu, Nak? " tanya wanita itu berjongkok di depan Chloe dan Zoe.


" Kaki kakakku tersandung, dia tidak bisa berjalan Bibi." seru Zoe.


" Apa yang terjadi Zoe? Apa yang terjadi pada Chloe?" Jaxton terlihat khawatir lalu mengendong Chloe di kursi yang ada di taman itu.


" Kaki ku Dad. Aku tersandung disana." Chloe menunjuk di tempat ia terjatuh.


" Maaf tuan. Apa anda Daddy nya? " tanya wanita tadi lemah lembut dengan mata bulat keemasan. Jaxton pun menatap wanita yang ada di depannya. Mata Jaxton seolah terhipnotis oleh mata bulat keemasan itu.


" Maaf tuan. Apa anda Daddy nya? " tanya wanita itu lagi. Jaxton pun tersadar lalu menganggukkan kepalanya.


" Kalau begitu kita harus cepat memeriksa ke dokter sekarang juga. Takut hal yang tidak diinginkan terjadi nanti." seru wanita tadi.


" Bisa kamu bantu saya? " Jaxton seolah mencari perhatian dari wanita tadi.


" Saya ada urusan habis ini. Tapi ...." Serunya sedikit ragu takut waktunya tidak cukup.


" Emm Baiklah kalau begitu. Saya rasa saya bisa mengantar sebentar setelah itu saya langsung pergi. Ayuk Jack. " wanita itu memanggil Anak kecil di sampingnya.


" Apa dia putramu Nona? " tanya Jaxton melihat bocah kecil di depannya.


" Dia keponakan saya tuan. Ayuk, saya takut waktu saya tidak cukup nanti. " wanita itu berjalan ke tepi parkiran mobilnya.


" Saya akan carikan taksi dulu. Akan susah bila harus tuan yang cariin taksinya. " lanjut wanita itu melihat kanan kiri seolah menengok apakah ada taksi disana.


" Saya bawa mobil Nona. " Jaxton membuat wanita menghela napas lega karena tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan taksi.


" Baguslah. Kalau begitu biar saya mengendong anak tuan dan tuan yang menyetir mobilnya. " Wanita itu mengambil Chloe dari tangan Jaxton hingga tangan mereka bersentuhan. Jaxton seolah tersengat listrik ketika tangan wanita itu menyentuh tangannya.

__ADS_1


" Ayuk Jack. Kamu ikut tante juga yah. Kamu duduk di belakang bersama Adik manis itu tidak apa-apakan? " wanita itu menatap Zoe dengan senyumannya. Jack pun menganggukkan kepalanya.


Di dalam perjalanan Chloe terlihat kesakitan. Wanita itu pun mencoba menenangkannya. Sampai akhirnya Chloe tersenyum akibat candaan yang di lontarkan wanita itu. Jaxton yang duduk disampingnya merasa bahagia karena wanita di sampingnya bisa membuat Chloe menahan rasa sakit di kakinya.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka tiba di rumah sakit terdekat. Jaxton mengantarkan Chloe ke dokter. Chloe langsung di periksa dan dibawa di ruang rawat. Jaxton dan wanita tadi ikut masuk ke dalam. Jack dan Zoe memilih duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


" Bagaimana dengan anak saya dok? " tanya Jaxton khawatir.


" Pasien tidak apa-apa tuan. Dia hanya terkejut saja. Kalau begitu saya pamit dulu. " dokter itu keluar dan hendak menyusul pasien yang lain.


" Syukurlah Kamu tidak apa-apa Nak. Daddy khawatir terjadi sesuatu padamu. Lain kali jangan larian lagi, oke. " Jaxton memperingati Chloe. Chloe pun menganggukkan kepalanya.


" Sepertinya tuan sangat mencintai mereka. " seru wanita tadi menoleh kearah Jaxton.


" Tentu saja Nona. Mereka adalah segala-galanya bagi saya. " Jaxton tersenyum menatap kedua putri kembarnya bergantian.


" Ibunya pasti beruntung punya suami seperti tuan. " wanita tadi mengusap kepala Chloe dan tersenyum.


" Bukan begitu ...." Jaxton mengantung kalimatnya karena wanita di depannya langsung memotong kalimatnya.


Wanita itu pun hendak keluar namun langkahnya terhenti karena Jaxton memanggilnya.


" Siapa namamu Nona? " tanya Jaxton menatap punggung wanita itu. Wanita itu berbalik.


" Panggil Grizella tuan. " Wanita itu tersenyum lalu berlenggang keluar.


" Grizella. Menarik. " lirih Jaxton. Senyuman mengembang di bibirnya.


" Dad. " panggil Chloe memecahkan lamunan Jaxton.


" Huh. Iya ada apa Chloe? Apa ada yang sakit? " tanya Jaxton khawatir. Chloe pun menghela napas dan membuangnya pelan-pelan.


" Kita pulang sekarang Dad. " ajak Chloe.


" Tapi kakimu masih sakit Chloe. " seru Jaxton.

__ADS_1


" Sudah tidak apa-apa lagi Dad. Kakiku sudah mulia enakan kok. " seru Chloe.


"Apa kamu yakin sayang? " Jaxton memastikan lagi lalu mengusap kepalanya.


" Iya Daddy. Aku sudah tidak apa-apa sekarang. " Chloe mengerakkan kakinya agar meyakinkan Jaxton.


" Yaudah. Daddy urus administrasi dulu. Kalian tunggu Daddy disini dan jangan kemana-mana yah." Jaxton melangkah keluar.


" Iya Dad. Buruan Dad. Aku mau istirahat di rumah sekarang. " ucap Chloe memelas.


" Baiklah. "


Setelah Jaxton pergi keluar mengurus administrasi. Chloe dan Zoe tertawa bersama karena umpan mereka digigit oleh ikan besar. Mereka tidak menyangka umpan hari ini didapat begitu mudahnya.


Setelah beberapa saat akhirnya Jaxton kembali keruang rawat Chloe. Dia segera mengendong Chloe di tangan kirinya disusul oleh Zoe yang memegang satu lengannya lagi.


" Habis tiba di rumah kamu jangan lari-larian lagi. Nanti kakinya tersandung lagi gimana." Nasehat Jaxton yang dianggukkan oleh kedua putri kembarnya.


Di kediaman Jaxton. Jaxton mendudukkan Chloe di sofa ruang tamu. Setelah itu dia mengambilkan air putih untuk kedua putrinya.


"Kalian minumlah dulu. Pasti sudah haus bukan? " Jaxton memberikan air mineral untuk Chloe dn Zoe.


" Makasih Dad. Daddy paling pengertian deh. Kami sayang Daddy. " Chloe dan Zoe berhamburan di pelukan Jaxton.


" Daddy juga sayang kalian. Anak kembar Daddy. " Jaxton memeluk erat kedua putri kembarnya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2