Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Come to the twins house 2


__ADS_3

Kini anak-anak itu sudah berada di depan teras. Grizella pun datang menyambut putri kembarnya. Grizella pun terperanjak karena si kembar duduk membawa teman-temannya. Bukannya Grizella tidak menerima kedatangan mereka. Hanya saja Grizella belum menyiapkan apapun untuk mereka. Dengan senyuman hangatnya Grizella mempersilahkan anak-anak untuk masuk terlebih dahulu.


Anak-anak itu pun langsung mencium punggung tangan Grizella secara bergantian. Dan satu persatu masuk ke dalam rumah karena di persilahkan masuk oleh Chloe.


"Apa kalian mau mengerjakan tugas kelompok? " tanya Grizella kepada anak-anak.


"Iya, Mom. Mommy tidak apa-apakan kami mengerjakannya di sini? " tanya Chloe dengan polosnya. Grizella pun tersenyum lalu mengusap lembut kepala Chloe.


"Tentu saja, sayang. Kalau begitu lanjutkanlah. Mommy ke belakang dulu. " balas Grizella. Anak-anak pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Mereka pun mulai menyiapkan tugas mereka masing-masing. Saat sedang sibuknya tiba-tiba Jaxton datang untuk makan siang bersama sang istri. Jaxton tahu istrinya itu bosan sendirian. Jadinya, Jaxton memutuskan untuk menemani sang istri makan siang di rumah.


"Eh, ada anak-anak. Kapan kalian pulangnya? " tanya Jaxton mendekati anak-anak yang ada di sana. Mereka pun berdiri lalu menyalami Jaxton satu persatu secara bergiliran.


"Barusan, Dad. Kenapa Daddy pulang cepat? Apa urusan kantornya sudah selesai? " tanya Zoe dengan polosnya. Jaxton pun tersenyum mendengarnya. Jaxton pun mengusap lembut kepala Zoe.


"Daddy rindu Mommy. Karena itu Daddy memutuskan untuk makan siang di rumah. Apa kalian lihat Mommy dimana? " tanya Jaxton.


"Mommy di dapur, Dad. " balas Chloe.


"Yaudah, lanjutkan kegiatannya. Kalau begitu Daddy menemui Mommy dulu ke belakang. Semangat belajarnya ya. " ucap Jaxton menyemangati anak-anak yang ada di sana. Anak-anak itu pun tersenyum dan membalas ucapan Jaxton secara serentak. Jaxton pun tersenyum mendengarnya.


Jaxton pun melangkahkan kakinya ke dapur. Di dapur dilihatnya sang istri sibuk bersama beberapa ART di sana. Sungguh istrinya itu sangat cantik ketika memakai apron. Apalagi rambutnya di ikat seperti ekor kuda. Rambut ikal hitam dan lebat sang istri sungguh membuat Jaxton terlena. Jaxton pun berdehem agar para ART minggat dari sana. Mereka pun paham dan meninggalkan Jaxton berduaan dengan Grizella.


Jaxton mendekat lalu melingkarkan tangannya di pinggang ramping Grizella. Mencium leher kiri sang istri.

__ADS_1


"Iih Hubby. Ngapain ganggu terus sih kerjanya. Aku mau menyiapkan cemilan untuk anak-anak. Kasihan mereka tidak makan apa-apa. " ucap Grizella mengeserkan tubuhnya agar Jaxton menjauh darinya. Jaxton pun mulai cemberut.


"Hubby butuh cemilan juga, sayang. Lagian kalau mau masak ya masak aja. Hubby kan hanya ingin memelukmu saja. " Jaxton kembali melingkarkan tangannya di pinggang ramping Grizella. Menyandarkan kepalanya di bahu kirim Grizella. Grizella pun memutarkan bola matanya. Sudah pasrah dengan apa yang ingin dilakukan oleh suaminya itu. Jaxton pun tersenyum lalu mempererat pelukannya.


"Lagi bikin apa sih? " ucap Jaxton melihat ke arah adonan yang di buat oleh Grizella.


"Aku mau bikin manisan dan beberapa kue lainnya." balas Grizella.


"Emm, Hubby jadi lapar, sayang. " ucap Jaxton. Grizella pun menoleh ke arah suaminya. Lalu, ia langsung mendapatkan kecupan lembut di bibirnya oleh Jaxton. Jaxton pun tersenyum ketika melihat rona di wajah istrinya itu.


" Hubby lapar ya. Kalau begitu aku siapkan makanan ya. Hubby tunggu sebentar. " ucap Grizella membersihkan tangannya yang terkena adonan tepung. Jaxton pun menahan tangan Grizella. Jaxton pun tersenyum menyeringai. Grizella pun mengernyitkan keningnya. Curiga dengan senyuman suaminya tersebut.


"Untuk apa menyiapkan makanan. Makanannya sudah ada di depan hubby sekarang. " ucap Jaxton. Jaxton pun berjalan mendekati istrinya. Saat Jaxton hendak mencium Grizella.


Plak.


"Kenapa hubby di pukul? " tanya Jaxton bingung sembari mengusap lengannya yang sakit.


"Apa yang hubby lakukan. Diluar ada anak-anak. Bagaimana kalau mereka melihatnya nanti. Sudahlah, hubby duduk sana. Kalau mau makan maka akan aku siapkan. Jika tidak maka duduk di sana. " menunjuk sebuah kursi yang ada di sana. Jaxton pun mengendus kesal. Jaxton pun memilih untuk memperhatikan istrinya dari kursi yang di tunjuk oleh istrinya tadi. Beberapa saat setelah itu, Grizella pun akhirnya menyelesaikan pekerjaannya. Jaxton pun tersenyum senang. Dia sudah tidak bisa menahan lagi.


Grizella pun meletakkan cemilan yang ia buat di dekat tempat duduk temannya si kembar.


"Anak-anak, di makan ya cemilannya. Chloe ,Zoe nanti ajak temannya makan siang ya. Kalau begitu Mommy tinggal dulu. " ucap Grizella yang di anggukan oleh Chloe dan Zoe. Jaxton pun menunggu Grizella di pintu dapur. Jaxton pun melihat Grizella berjalan ke arahnya. Saat gadis itu sudah berada di depannya. Jaxton menarik tangan Grizella ke kamar mereka. Jaxton langsung mengunci pintu kamar.


Jaxton langsung melepaskan rasa yang sudah di tahannya sedari tadi. Melum*** bibir sang istri. Mengarahkan Grizella ke arah tempat tidur. Jaxton pun melepaskan ciumannya karena melihat sang istri yang sudah ngosngosan.

__ADS_1


"Hubby sudah tidak tahan lagi. " ucap Jaxton kembali memberikan ciuman hangat di bibir mungil Grizella. Grizella pun memukul dada Jaxton.


"Aku mau menyiapkan makan siang untuk anak-anak. " ucap Grizella. Jaxton pun melepaskan cumbuannya. Sungguh penderitaan yang tiada tara baginya. Orang-orang biasanya di malam pernikahannya langsung menyikat habis sang istri, dia malah harus menunggu waktu seminggu untuk menjamah sang istri. Sungguh penderitaan yang amat menyakitkan baginya. Jaxton melepaskan Grizella. Membiarkan istrinya itu menyiapkan makan siang untuk anak-anaknya.


"Yaudah, hubby butuh waktu sendiri. Siapkan juga makanan untuk kita di bawah. " ucap Jaxton. Grizella pun tersenyum lalu memberikan kecupan lembut di pipi kanan Grizella. Jaxton pun menghela napasnya. Sungguh tidak bisa menahan hasratnya bila bersama sang istri. Jika bukan karena datang bulan sang istri. Sudah Jaxton pastikan untuk tidak melepaskan istrinya tersebut.


Grizella pun turun ke bawah lagi. Grizella pun menyiapkan makanan untuk teman anak-anaknya.


Beberapa saat setelah itu. Makan siang pun telah di siapkan oleh Grizella. Grizella pun mempersilahkan anak-anak yang ada untuk makan siang terlebih dahulu baru melanjutkan tugasnya. Grizella dan Jaxton memutuskan untuk makan siang setelah anak-anak itu selesai makan.


Setelah selesai makan. Anak-anak itu pun melanjutkan pekerjaannya. Beberapa ART membantu Grizella membersihkan meja makan. Setelah selesai, Jaxton pun menarik tangan Grizella untuk duduk di sampingnya.


"Sudah, kita makan dulu. Dari tadi kamu ngurusin orang mulu. Kamu harus mengurus dirimu sendiri, sayang. " ucap Jaxton menarik kursi untuk duduk Grizella. Grizella pun tersenyum untuk menanggapi ucapan suaminya itu.


"Aku senang melakukannya, By. Oh iya, besok kedua keponakan ku akan datang. Tidak apa-apakan? " tanya Grizella.


"Lakukan apapun yang ingin kamu lakukan, sayang. " balas Jaxton memberikan kecupan di bibir mungil Grizella.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2