Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Sleeping on Grizella's shoulder


__ADS_3

Happy Reading readers ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Jangan lupa like dan komentarnya ya๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


Terima kasih ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


โ€ขโ€ขโ€ขโ€ข


Beberapa saat setelah itu, dokter sudah mengobati luka Jaxton yang kembali terbuka itu.ย  Jaxton pun mengedipkan matanya kepada dokter tersebut. Membuat dokter itu mengernyitkan keningnya.


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan? " tanya dokter itu. Jaxton pun menatap ke arah Grizella. Dokter itupun melihat arah penglihatan Jaxton. Dokter itu paham dan menganggukkan kepalanya kepada Jaxton.


"Apa kamu sudah paham? " tanya Jaxton.


"Baiklah, Tuan. Asal jangan melangar janji saya sebagai seorang dokter sejati. " dokter itu tersenyum sembari mengedipkan satu matanya.


Dokter itu pun menjelaskan semuanya kepada orang yang ada di sana. Yang intinya bahwa Jaxton tidak boleh terlalu banyak gerak dan lukanya tidak boleh terkena air. Dan hari ini Jaxton bisa pulang jika keadaannya semakin membaik.


"Baiklah dok. Terima kasih. " Jenny tersenyum kepada dokter itu. Jenny pun menatap ke arah Grizella. Menghampiri gadis itu.


"Sayang. Apa Mommy boleh minta tolong padamu? " Jenny memelas. Grizella pun tersenyum kikuk.


"Mmh. Apa yang bisa saya bantu, Nyonya? " Grizella merasa ada yang tidak beres yang akan terjadi.


"Jadi begini, Mommy dan Daddy ada urusan di luar kota hari ini. Dan semuanya akan selesai lusa atau mungkin lebih. Jadi, apa Mommy boleh minta tolong untuk menjaga Jaxton. Dia adalah anak yang bandel soal kesehatan. Maxim dan si kembar akan ikut dengan kami. Sebenarnya Jaxton pun juga akan ikut tapi keadaannya tidak memungkinkan untuk datang. Kamu paham kan? " Jenny menatap memelas Grizella. Grizella pun menoleh ke arah Jaxton. Mengaruk tengkuknya yang tidak gatal. Berusaha mencari cara agar bisa menolak ajakan Jenny.


"Tapi Nyonya. Bukannya banyak pelayan di rumah. Mereka bisa merawat Jaxton. " Grizella berusaha tersenyum.


"Jaxton tidak suka di sentuh oleh sembarangan orang. Dan juga setidaknya kamu ada toleransi sedikit karena kecelakaan ini terjadi karena menyelamatkan kamu juga. "Jenny tidak punya cara lagi karena sepertinya Grizella tidak mau merawat Jaxton. Dan Jenny hanya bisa mengambil kesempatan dari itu.


Mendengar hal itu Grizella pun menatap ke arah Jaxton. Pria itu terlihat menyedihkan. Ada tatapan yang sulit di artikan. Grizella pun menghela napasnya. Tidak ada cara lagi untuk menolak.


"Baiklah, Nyonya. Nanti kalau Nyonya akan pulang segera hubungi saya. " ucap Grizella tersenyum.


"Baiklah. Kalau begitu, Mommy dan Daddy akan pergi dulu. Kalau anak ini nakal bilang saja sama Mommy.ย  Mommy akan memarahinya nanti. " Jenny menatap ke arah Jaxton. Mengedipkan satu matanya. Jaxton pun tersenyum dan membalas mengedipkan matanya juga tanpa di sadari oleh Grizella.


"Baiklah. Kami pergi dulu. Kalau ada apa-apa segera hubungi kami. " Jenny dan Johan segera berlenggang keluar. Meninggalkan Jaxton dan Grizella berduaan.


Kecangungan pun menghampiri mereka. Grizella mematung di tempatnya. Bingung harus melakukan apa. Jaxton pun tersenyum dan meminta Grizella duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan? Duduklah. " Jaxton menatap kursi di sampingnya.


"Mmh. Apa kamu butuh sesuatu? " tanya Grizella.


"Tidak ada. Duduklah. " Jaxton kembali menyuruh Grizella untuk duduk di sampingnya. Grizella pun menurut.


"Apa kamu yakin tidak butuh apapun? " Grizella meyakinkan lagi. Karena merasa canggung tidak melakukan apa-apa di sana. Jaxton pun terlihat berpikir.


"Aku mau buah itu. " Jaxton melihat ke arah meja yang ada di samping tempat tidurnya.


"Baiklah. Kamu tunggu sebentar. " Grizella berdiri dan mengambil buah tersebut.


"Mau yang mana? Apel apa jeruk? " tanya Grizella.


"Aku mau apel. " jawab Jaxton.


"Baiklah. Akan aku kupaskan. " Grizella pun mulai mengupas apel itu.


"Ini. Kamu harus sehat dan segera keluar dari rumah sakit ini. " ucap Grizella. Jaxton pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Setelah beberapa saat akhirnya Grizella mulai merasakan ngantuk. Terlihat dari kelopak matanya yang naik turun. Jaxton terlihat gemes melihatnya.


"Aku akan tidur di sofa. " Grizella gugup menjawabnya. Jaxton pun tersenyum dan membiarkan gadis itu tidur di sofa yang ada di sana.


Beberapa jam setelah itu, Jaxton di perbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Ya karena Jaxton terlukanya tidak terlalu parah. Semua itu dia lakukan hanya untuk mendapatkan perhatian Grizella. Jaxton berpura-pura lemah di depan Grizella agar gadis itu berada di dekatnya. Menempel dekat dengannya.


Saat ini. Jaxton tengah di papah oleh Grizella ke mobilnya. Apa salahnya coba meminta bantuan Albert. Tapi, hal itu tidak dia lakukan agar Grizella bisa di dekatnya.


Grizella membantu Jaxton masuk ke dalam mobil. Memasangkan sabuk pengaman untuk Jaxton. Jarak mereka terbilang dekat saat ini. Hanya beberapa senti saja.


Jaxton duduk di kursi belakang. Ada supir yang mengantar mereka. Grizella pun memilih untuk duduk di depan tapi di larang oleh Jaxton.


"Apa kamu membiarkan aku sendirian di belakang. Aku butuh seorang teman di sini. " Jaxton kesal.


"Tapi.... " ucap Grizella mengantung.


"Pindah ke belakang. " Jaxton mulai kesal tingkat tinggi.


Tenanglah Grizella. Dia adalah pasien sekarang. Jangan buat dia bersedih. Gumam Grizella dalam hatinya.

__ADS_1


"Baiklah. Aku akan pindah ke belakang. " pada akhirnya Grizella mengalah juga. Dia lebih bisa berpikir dengan otaknya saat ini. Orang sakit hendaknya di manja-manja saat ini pikir Grizella. Jaxton pun tersenyum ketika Grizella pindah di sampingnya.


Di dalam perjalanan. Jaxton tertidur di dalam mobil. Tiba-tiba tubuhnya bersandar di bahu Grizella. Gadis itu terperanjak dengan Jaxton yang tiba-tiba saja bersandar di bahunya.


"Hei! Kamu.... " Grizella menghentikan ocehannya karena melihat pria itu tidur dengan tenangnya. Grizella tidak tega membangunkannya. Grizella pikir Jaxton dalam pengaruh obat yang membuatnya mudah tertidur. Nyatanya pria itu hanya mengambil kesempatan dari Grizella. Meminjam bahu gadis itu untuk tidur palsunya. Ada senyuman di bibirnya saat gadis itu tidak mendorong dirinya. Malahan Jaxton mendapatkan belaian di rambutnya.


Apa yang dia lakukan? Apa dia kagum dengan wajahku yang tampan rupawan ini? Hehehe, baguslah kalau begitu. Jaxton dengan sombongnya percaya diri dengan pikirannya. Yang sebenarnya Grizella hanya membuang bekas nasi yang ada di kepala pria itu.


Beberapa menit setelah itu. Mobil Jaxton sudah berhenti di depan mansion. Grizella pun menoleh ke arah Jaxton. Pria itu masih tertidur. Mungkin karena merasa nyamanย  tidur di bahu Grizella. Akhirnya Jaxton benar-benar tertidur di bahu Grizella. Grizella tidak punya cara lain lagi selain membangunkan pria itu. Grizella pun menguncang tubuh Jaxton. Membangunkan pria itu dari tidurnya.


"Jaxton. Bangunlah. Kita sudah sampai. " Grizella menggoyangkan tubuh Jaxton. Jaxton pun mengerjapkan matanya. Mengumpulkan separuh raganya yang belum terkumpul. Jaxton pun tersenyum mendapatkan Grizella ada di depannya saat dia tertidur dengan nyaman. Jaxton melihat ke arah bahu Grizella. Dia kembali tersenyum.


Benar-benar nyaman bersandar di sana. Sepertinya itu adalah tempat ternyaman yang pernah aku rasakan selama ini. Menatap bahuย  Grizella. Tempat ia tertidur pulas tadi.


"Kita sudah sampai. Aku akan mengantarmu ke dalam. " Grizella turun duluan dari mobil. Sebelum itu Grizella melepaskan sabuk pengaman Jaxton. Grizella pun berputar arah dan membukakan pintu mobil untuk Jaxton.


"Ayuk. Sini aku bantu. " Grizella mengambil tangan Jaxton dan membawa pria itu keluar dari mobil.


"Terima kasih. " Jaxton tersenyum ketika dia sudah keluar dari mobil. Dimana tangan kanan Grizella ada di pinggangnya Jaxton. Dan satu tangan Jaxton di bahu Grizella. Padahal keadaan Jaxton saat ini sudah pulih dan mungkin sudah bisa berjalan sendiri. Tapi, Jaxton tidak mau menyia-nyiakannya kesempatan itu. Membiarkan saja Grizella melakukan apa yang dilakukannya.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜˜


By : Nadila Sizy

__ADS_1


#Grizella&Jaxton_LFR


__ADS_2