Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
I'm tired of being alone


__ADS_3

Sepasang mata memperhatikan gerak-gerik gadis cantik itu. Gadis itu terlihat sedang memilih beberapa buku yang tertata rapi di rak yang tingginya lebih tinggi dari tinggi tubuh gadis itu.


Ya, Grizella sibuk memilih beberapa buku lagi untuk di masukkan ke ranjang belanjaannya.


Sepasang mata yang melihatnya terlihat memberikan aba-aba kepada seseorang yang tidak jauh dari posisi Grizella sekarang. Seorang pria tengah berdiri di belakang Grizella. Jarak mereka sekitar 5 meteran. Di tangannya ada sebuah botol yang siap untuk di lemparkan ke arah Grizella.


Jaxton yang melihatnya mulai merasakan hal yang tidak diinginkannya. Dengan cepat Jaxton berlari ke arah Grizella.


Seseorang yang memegang botol berisi cairan itu bersiap-siap untuk menyemburkan cairan di botol itu ke arah Grizella. Dan....


Bruk.


Seseorang itu terjatuh karena di dorong oleh Jaxton. Cairan yang ada di botol itu tumpah. Kegaduhan pun terjadi. Grizella pun membalikkan badannya ke belakang. Grizella melihat suaminya sedang berada di belakangnya. Seperti sedang melindunginya. Dilihatnya arah pandang Jaxton. Terlihat seseorang dengan wajah tertutup oleh masker dan topi berwarna hitam.


Grizella pun paham. Ada yang tidak beres.


"Sayang, ada apa ini? " tanya Grizella.


Orang-orang yang ada di sana mulai ribut. Melihat apa yang telah terjadi di sana. Arah pandangan Jaxton pun ke arah cairan botol yang sudah terserak di lantai. Dilihatnya cairan itu berasap. Dan lantai itu berwarna keemasan.


"Siapa kamu? Apa yang telah kamu lakukan? Siapa yang menyuruh kamu, huh? " tanya Jaxton marah dengan penuh tatapan yang mengancam.


"Security, Security. " panggil Jaxton dengan suara bariton yang mampu membuat orang yang ada di sana bergidik ngeri. Seseorang yang memegang botol tadi mulai cemas. Dirinya mulai merencanakan untuk lari di sana. Namun, dengan cepat Jaxton menahannya agar tidak kabur.


Security pun datang. Ada sekitar 4 orang. Mereka langsung memborgol tangan pria yang berpakaian serba hitam itu.


"Kurung dia. Tunggu sampai aku datang. " ucap Jaxton kepada Security itu. Kenapa Jaxton bisa memerintah seperti demikian? Karena dialah pemilik pusat perbelanjaan tersebut.


"Baik, Tuan. " ucap mereka serentak. Mereka pun membawa paksa pria yang berpakaian serba hitam itu. Mereka membawanya ke sel khusus yang ada di sana.


Jaxton pun beralih ke istrinya. Memegang kedua bahu Grizella. Raut kekhawatiran terpatri di wajah Jaxton.


"Kamu tidak apa-apakan? Apa ada yang luka? " tanya Jaxton penuh kekhawatiran. Memperhatikan dari atas sampai bawah tubuh istrinya. Grizella sendiri masih bingung. Tapi, dia sudah paham dengan situasi sekarang. Justru dirinya lah yang khawatir saat ini. Grizella sadar. Pasti Jaxton sudah menyelamatkan dia tadi. Menyelamatkannya dari orang yang telah di tangkap oleh security tadi.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa. Tapi, kamu baik-baik saja kan? " tanya Grizella memperhatikan tubuh suaminya. Jaxton pun merasa lega. Dia pun menarik tubuh Grizella kepelukkannya.


"Syukurlah kamu tidak apa-apa. Lain kali jangan jauh-jauh dariku, hem? " tanya Jaxton. Grizella pun menganggukkan kepalanya. Grizella pun teringat dengan putri kembarannya.


"Chloe, Zoe. Mereka bagaimana? " tanya Grizella- mendongakkan kepalanya ke atas. Jaxton pun teringat dengan si kembar.


Mereka pun mengedarkan pandangan mereka. Dilihatnya si kembar tengah sibuk dengan buku-buku mereka. Posisi mereka saat ini cukup jauh dari posisinya sekarang. Seketika dua orang dewasa itu berhela napas. Lega karena si kembar baik-baik saja. Jaxton pun paham. Sepertinya orang tadi hanya bermaksud menyakiti Grizella. Tidak berencana menyakiti dirinya dan juga si kembar. Jaxton pun menatap ke arah istrinya.


"Janjilah padaku. Jangan pernah jauh-jauh dariku. Setidaknya tunggu sampai aku menemui dalang atas kejadian hari ini. Sepertinya ada seseorang yang berniat buruk kepadamu. " ucap Jaxton memegang kedua pipi Grizella.


"Tapi.... " ucap Grizella mengantung karena Jaxton memotong ucapannya.


"Turuti ucapanku atau kamu tidak akan mendapatkan izin dariku untuk mengajar lagi di sekolah. " ancam Jaxton.


"Kamu mengancam aku? " tanya Grizella.


"Terserah kamu beranggapan apa. Yang jelas aku tidak mau mendengar bantahan dari mulutmu. Aku melakukan semua ini demi keselamatanmu juga. Biar saja kamu anggap ini ancaman asal kamu baik-baik saja. " Jaxton menarik tubuh Grizella kepelukkannya lagi. Membenamkan wajah gadis itu di dadanya. Grizella pun paham. Dia pun sadar juga. Jaxton melakukan semua ini demi keselamatannya. Grizella pun menganggukkan kepalanya.


"Sudah selesai memilih belanjaannya? " tanya Jaxton masih memeluk erat tubuh kecil Grizella. Grizella pun menganggukkan  kepalanya.


Setelah selesai melakukan pembayaran. Jaxton pun membawa para kekasih hatinya pulang. Meski tempat ia berbelanja adalah miliknya sendiri. Jaxton tetap mengikuti aturan yang telah ia buat. Jaxton tetap melakukan pembayaran dengan uangnya. Semua itu ia lakukan agar ada bukti penjualan yang datang ke kantornya. Agar dia juga bisa melihat peningkatan belanja bulanan di pusat perbelanjaan itu. Jaxton tidak mau memakai kekuasaannya untuk kenyamanan pribadinya.


Setelah beberapa saat. Mobil yang di pakai Jaxton terparkir di depan mansionnya. Jaxton turun terlebih dahulu dari mobil. Membukakan pintu mobil untuk istrinya dan juga si kembar. Setelah itu, Jaxton pun mengambil semua belanjaan para kekasih hatinya. Di depan pintu utama. Para pelayan berdiri menyambut Tuan rumah. Jaxton pun memberikan belanjaan di tangannya ke para pelayan tersebut. Jaxton pun menyusul para kekasih hatinya yang tengah  duduk di ruang tamu.


"Apa kalian kelelahan? " tanya Jaxton yang memilih untuk duduk di samping istrinya. Melingkarkan tangannya di pinggang ramping Grizella. Si kembar pun menoleh ke arah Jaxton.


"Kami mau ice cream, Dad. " ucap Zoe. Jaxton pun menoleh ke anak kecil itu.


"Ice cream. " Jaxton terlihat berpikir. Membawa si kembar keluar sepertinya tidak mungkin. Karena si kembar terlihat kelelahan. Dilihatnya sang istri juga sama. Jaxton pun berdiri dari duduknya.


"Baiklah. Kalian tunggu lah di sini. Daddy akan membelikannya untuk kalian. Kamu juga mau, sayang? " tanya Jaxton menoleh ke arah istrinya. Grizella pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Yaudah, kalau begitu Daddy pergi dulu. " satu kecupan di kening Grizella. Itu adalah hal biasa dilakukan. Sehingga tidak apa-apa memperlihatkannya di depan si kembar. Si kembar sendiri terlihat biasa saja. Toh, Daddy mereka hanya mengecup kening Mommynya. Jika itu orang lain maka lain pula lagi.

__ADS_1


Jaxton pun berlenggang keluar. Membeli ice cream kesukaan keponakannya dan juga istrinya.


Beberapa menit setelah itu. Jaxton pun telah membelikan keinginan kedua keponakannya. Setibanya di mansion. Jaxton pun tidak melihat kedua keponakannya dan juga sang istri di tempat ia tinggalkan tadi. Jaxton pun memutuskan untuk pergi ke dapur. Untuk meletakkan ice cream Di lemari pendingin. Dilihatnya sang istri tengah sibuk di dapur. Jaxton pun tersenyum lalu berjalan mendekati istrinya tersebut. Jaxton memeluk erat tubuh kecil Grizella dari belakang. Meletakkan dagunya di bahu kanan gadis itu.


"Lagi bikin apa, hem? " tanya Jaxton melihat Grizella sedang menghaluskan bubuk hitam. Seperti kopi. Grizella awalnya terkejut karena Jaxton mendadak memeluknya. Dia pun bernafas lega karena orang itu adalah suaminya.


"Kamu ini. Bagaimana jika aku jantungan karena kamu datang tiba-tiba. " ucap Grizella menoleh sekilas ke arah Jaxton. Jaxton pun tersenyum lalu memberikan kecupan di leher istrinya.


"Bikin apa sih? " Jaxton mengalihkan perhatian istrinya tersebut.


"Aku mau membuat racikan kopi. Sebentar lagi siap kok. " ucap Grizella.


"Kopi yang pernah aku minum waktu di apartemenmu waktu itu? " tanya Jaxton. Grizella pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Sebentar lagi akan siap. Kamu tunggulah di luar. Nanti akan aku buatkan kopinya khusus untukmu. " balas Grizella menoleh ke samping kanannya. Grizella langsung mendapatkan ciuman di bibirnya oleh Jaxton.


"Aku akan menemanimu. Aku bosan sendirian. " Jaxton mempererat pelukannya.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Akan ada kelanjutannya. Sabar ya. Aku Up banyak sekarang 😉😉😉


Maaf Jika baru bisa Up.

__ADS_1


Oh iya, ngingetin. Karena banyak up jangan lupa tinggalkan jejaknya ya^^


__ADS_2