Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Sure of The choice


__ADS_3

Di ruang keluarga, Maxim terlihat termenung dengan bibir yang terus menerus tersenyum tiada henti. Mengingat wajah Merci yang mengemaskan menurutnya. Jaxton yang melihat dari kejauhan pun mengernyitkan keningnya. Jaxton pun mendekati kakaknya tersebut. Berjalan santai ke arah Maxim, memasukkan satu tangannya di dalam celana cargo motif army. 


"Hei! Apa yang kamu pikirkan, bung ? " tanya Jaxton memukul bahu Maxim ketika Jaxton melewatinya. Maxim pun tersadar lalu menatap kesal Jaxton karena sudah berani mengganggunya ketika membayangkan wajah cantik Merci yang melintas di kepalanya.


"Urus saja dirimu itu sendiri. Anak-anak juga sudah mulai sekolah. Apa kamu tidak mau memberikannya seorang mommy, huh? " tanya Maxim. Maxim pun mulai menyibukkan dirinya dengan membaca buku yang ia beli siang hari tadi.


"Huh. " mendesah kecil. Menyisir rambut dengan jemarinya, kebelakang kepalanya. Menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Menatap ke langit-langit. Memejamkan matanya sebentar.  Lalu kembali menatap lurus ke depan dengan menyangga dagu dengan kedua tangannya.  "Aku masih memerlukan waktu lebih banyak untuk itu. Semua ini tidak hanya menyangkut dua orang saja. Namun, juga orang ketiga yang membuat halangan di hubungan kami. Aku juga harus membuatnya menyukaiku, karena saat ini dia memikiki seorang tunangan yang sudah di pilih langsung oleh kedua orang tuanya. Dan aku tidak mau merusak hubungan orang lain. Aku harus menyelidiki nya terlebih dahulu sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi. " jelas Jaxton. Maxim terlihat tertarik mendengar ucapan Jaxton. Dia menutup bukunya dan menatap serius ke arah Jaxton.


"Apa dia gadis baik-baik?  " tanya Maxim. Jaxton pun memukul bahu Maxim.


"Memangnya aku itu kamu. Mana ada aku memilih sembarangan orang untuk mendekati ku. Lagian, aku juga mau yang terbaik untuk anak-anak. " jelas Jaxton. Maxim pun tersenyum bangga kepada adiknya itu.


"Aku harap kamu bisa menyelesaikan semuanya? Aku akan mendukungmu agar kamu bisa bersamanya " seru Maxim.


"Cih. Tanpamu aku juga bisa memilikinya. " jawab Jaxton dengan sombongnya.


Di tempat lain di waktu yang sama Grizella terlihat mulai sibuk menyusun data-data siswa baru. Dirinya memindahkan nama-nama siswa kelas dalam map merah. Grizella membaginya menjadi 6 kelas yang berbeda. Grizella mendapatkan tugas untuk menentukan kelas tiap-tiap siswa-siswi yang mendaftar. Grizella menyusun nya berdasarkan abjad huruf yang ada.


Di sini, si kembar tidak satu kelas. Hal ini dilakukan untuk menambah wawasan si kembar terhadap dunia luar. Agar si kembar tidak saling bergantung kepada kembarannya. Grizella meletakkan Zoe di kelas 1. A dan Chloe di kelas 1. B. Meski begitu, mereka masih bisa satu kelas di mata pelajaran umum. Selama 3 jam pertemuan untuk memberikan kenyamanan bagi si kembar.


Setelah selesai mengatur jadwal sekolah Grizella terlihat menerima telepon dari seseorang. Grizella pun mengangkatnya.


"Apa Mommy jadi menemani kami membeli seragam baru, besok?  " tanya Chloe di seberang.


"Emm. Gimana yah. " ragu Grizella untuk mengoda si kembar.


"Aahhh. Mommy udah janji, kemarin. Pokoknya, kami akan tetap ke apartemen mommy. Titik " balas Chloe yang tidak mau menerima penolakan. Grizella tersenyum mendengarkannya.


"Baiklah. Mommy akan menemani kalian. " jawab Grizella pada akhirnya. Si kembar terlihat tersenyum bahagia.


"Kalau begitu, kami akan menjemput mommy, besok. " Chloe mengingatkan.

__ADS_1


"Tidak perlu. Mommy akan menunggu kalian di Mall saja. " balas Grizella.


"Tidak bisa. Kita harus pergi bareng-bareng. Bosan dengan daddy terus di dalam mobil. " balas Chloe yang membuat Grizella tersenyum di seberang sana.


"Ushhh. Tidak boleh begitu. Bagaimanapun beliau adalah daddy kalian. Apa kalian tidak sayang dengan Daddy, hum?  " tanya Grizella menasehati. Si kembar di seberang sana tersenyum kikuk mendengarnya.


"Daddy adalah segalanya bagi kami. Tentu saja kami sayang pada Daddy, mom. " balas Chloe melunak.


"Yaudah. Kalian tidurlah lagi. Besok jadi perginya kan? " seru Grizella.


Jaxton yang sudah selesai mengobrol dengan kakaknya. Dia pun pergi ke kamar si kembar. Secara tidak sengaja Jaxton mendengar obrolan si kembar dengan Grizella karena suara panggilannya di mode speaker kan oleh Chloe. Jaxton tersenyum mendengar obrolan si kembar. Jaxton masih berdiri di depan kamar. Tepatnya di samping  pintu kamar si kembar. Setelah mereka selesai menelpon, Jaxton pun menghampiri dua bocah itu.


"Kenapa belum tidur, hum?  " tanya Jaxton mendekati mereka. Seketika mereka pun menatap Jaxton dan tersenyum. Si kembar menghampiri Jaxton dan memeluknya.


"Ingin Daddy membacakan cerita dulu. " seru Zoe tersenyum sembari melingkarkan tangannya di leher Jaxton. Jaxton pun tersenyum. Mengisyaratkan si kembar berbaring di tempat tidurnya. Si kembar nurut. Berbaring di tempat tidur mereka. Memakai selimut sampai ke dada mereka.


Jaxton mengambil kursi kecil yang biasa dipakai oleh si kembar. Mengambil buku cerita yang ada di rak lemari buku milik si kembar. Jaxton pun mulai membacakan cerita dongeng.


Beberapa menit setelah Jaxton menceritakan ceritanya, si kembar sudah mulai menutup matanya. Jaxton perlahan-lahan mengecilkan suaranya. Menatap si kembar dengan ekor matanya. Jaxton tersenyum lalu berdiri dari duduknya. Memperbaiki selimut Chloe dan Zoe yang melorot. Jaxton pun meletakkan buku yang ia ambil tadi ke tempatnya.


Pagi harinya, Grizella sudah bersiap-siap untuk menemani Chloe dan Zoe ke Mall untuk membeli seragam baru. Karena beberapa hari lagi adalah hari dimana anak-anak sudah mulai aktif sekolah. Grizella memakai boot cut kebiruan dengan atasan peasant top putih berbunga di tengahnya. Tidak lupa gelang kain bermotif daun tropis. Menambah kesan santainya.


Grizella sudah mulai bersiap-siap untuk memakai sneakers putihnya. Tiba-tiba ponselnya berdering. Grizella pun mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan masuk yang tidak lain panggilan telepon dari si kembar. Grizella tersenyum lalu mengeser tombol hijau.


"Mommy. Kami sudah hampir tiba. Apa Mommy sudah siap? " tanya Zoe. Jaxton yang duduk sedang menyetir mobilnya hanya tersenyum melihat ke belakang dari kaca spion yang ada di dalam mobilnya.


"Sudah, manis. Ini baru selesai. " jawab Grizella.


"Kalau begitu, tunggu kami sebentar lagi. Kami akan segera tiba. " jawab Zoe. Di seberang mengiyakan jawaban Zoe.


Beberapa saat setelah itu, mobil Jaxton berhenti tepat di depan apartemen Grizella. Grizella sudah menunggu di depan apartemennya. Jaxton pun turun dari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Grizella. Grizella berterima kasih dengan senyuman di bibirnya. Jaxton pun ikut tersenyum menatap Grizella.

__ADS_1


Jaxton kembali ke tempat duduknya. Memasang sabuk pengaman dan mulai menyetir mobilnya ketika melihat gadis itu sudah selesai juga memasang sabuk pengaman nya. 


"Baiklah anak-anak. Kita berangkat sekarang. " seru Jaxton tersenyum kepada Chloe dan Zoe. Jaxton pun menoleh ke arah Grizella dan ikut tersenyum melihat gadis itu.


Beberapa menit setelah itu, mobil Jaxton sudah berhenti di parkiran Mall yang mereka kunjungi. Jaxton mengikuti ketiga wanita yang menghiasi hatinya tersebut. Jaxton berdiri tepat di belakang para wanita karena posisinya tidak memungkinkan untuk berdiri di antara mereka. Takut, untuk membagi perhatiannya yang bercabang menjadi 3. Jika ia berdiri di belakang akan mempermudahkan dirinya melihat jika hal yang tidak diinginkan terjadi.


Pertama-tama para wanita itu masuk ke sebuah toko peralatan alat tulis seperti buku, pena, pensil, penggaris, pewarna buku gambar dan masih banyak lagi. Jaxton hanya melihat para wanita yang terlihat sibuk memilih - milih. 


"Mommy. Ini bagus bukan! Lihatlah, bentuknya lucu, bukan? " tanya Zoe. Grizella pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Apa Zoe mau membelinya? " tanya Grizella. Zoe pun menganggukkan kepalanya, semangat.


"Baiklah. Tapi, ambil seperlunya saja. Kita tidak boleh serakah, paham? " tanya Grizella. Si kembar pun menganggukkan kepalanya. Jaxton yang melihatnya pun merasakan betapa tegasnya Grizella dalam mendidik anak-anaknya. Membuat Jaxton menjadi yakin dengan pilihannya.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙

__ADS_1


By : Nadila Sizy


#Grizella&Jaxton_LFR


__ADS_2