
Masuk ke kamar mandi Grizella di sambut oleh sebuah kaca full. Dilapisi oleh ukuran emas. Grizella pun berjalan ke sisi kanan ruangan itu terdapat shower air dengan lapisan kaca dari luar. Lalu dia menoleh ke sisi kiri yang ada di dalam kamar mandi itu terdapat Bathtup berwarna emas keputihan. Gila! Apa Bathtup ini terbuat dari emas. Sungguh menyilaukan pikir Grizella terkagum.
Grizella pun akhirnya memutuskan untuk segera membersihkan tubuhnya. Diambilnya aroma terapi yang ada di dalam ruangannya itu. Tubuhnya merasa segar dan rasa lelahnya seharian ini terasa terobati. Setelah selesai dengan mandi-mandi manjanya akhirnya Grizella mengakhiri ritual mandinya. Di cabutnya penutup Bathtup lalu dia buang air yang habis dia pakai. Setelah itu dia mengambil kimono yang ada di kamar mandi dan memakaikan nya ke tubuhnya.
Disaat Grizella hendak turun dari Bathtup tiba-tiba dia terjatuh dan membentur pinggiran Bathtup. Teriakannya mengejutkan Jaxton yang kebetulan melewati kamarnya. Jaxton pun dengan cepat masuk ke kamar dan tidak melihat sosok wanita yang berteriak itu. Jaxton pun dengan rasa khawatir membuka pintu kamar mandi dan terkejut ketika melihat wanita itu dengan kepalanya bersandar di pinggiran Bathtup. Dan kimono Grizella sedikit tersibak ke atas.
Dengan raut khawatir di wajahnya Jaxton pun mendekati Grizella. Grizella pun terkejut melihat Jaxton mendekatinya. Wanita itu menutupi tubuhnya yang sedikit terbuka. Lalu menerima uluran tangan Jaxton. Jaxton pun mengangkat tubuh mungil Grizella lalu memindahkannya ke kamar dan meletakkan tubuh Grizella ke kasur.
"Kamu tidak apa-apakan? Apa ada yang sakit? Bagian mana yang terluka? " tanya Jaxton bertubi-tubi dengan rasa khawatir melihat tubuh wanita itu. Takut kalau ada yang terluka.
"Aku nggak apa-apa. Cuman terbentur dikit aja. " Grizella mengusap kepala yang ada di bagian belakang. Jaxton pun refleks melihat di bagian belakang kepala Grizella. Di bukanya rambut ikal Grizella lalu melihat ke bagian yang di sentuh Grizella. Dilihatnya kulit kepala itu yang memerah dan sedikit bengkak.
"Ini sepertinya akan parah kalau kita tidak segera mengobatinya. Tunggu di sini sebentar. Aku akan mengambil kompres dulu untuk menghilangkan bengkaknya. " Jaxton pun meninggalkan Grizella di kamar lalu pergi ke dapur mengambil air panas untuk memgompres kepala wanita itu.
Setelah beberapa saat Jaxton datang membawa alat kompres dan beberapa obat-obatan untuk Grizella. Dengan lembut dan pelan-pelan Jaxton mengompreskan air hangat ke kepala Grizella. Wanita itu mulai merasa enakan di kepalanya. Di liriknya Jaxton yang sangat menghawatirkan dirinya. Pria itu bahkan tidak berpaling dari kepalanaya yang terbentur itu.
Setelah selesai mengobati Grizella. Jaxton pun pergi ke lemari baju lalu memberikan Grizella pakaian. Grizella menerimanya dengan rasa tidak enak karena sudah merepotkan Jaxton.
"Terima kasih Tuan. " seru Grizella menundukkan kepalanya karena malu. Jaxton pun berjalan mendekatinya.
"Bisakah kita bicara tanpa ada rasa canggung lagi. Bisakah kita tidak memakai embel-embel Tuan dan Nona. Aku lebih suka kamu memanggilku dengan caramu memanggil tunanganmu. Aku suka kamu yang seperti itu. " seru Jaxton lembut dan duduk di samping Grizella.
"Tapi kita tidak sedekat itu hingga aku bisa memperlakukanmu layaknya lebih dari sekarang ini. " Grizella menegaskan hubungannya dengan Jaxton. Mereka bukanlah orang yang harus membuatnya bisa memanggil Jaxton dengan sebutan namanya.
"Tapi aku tidak suka. Ini hakku agar kamu memanggilku seperti itu. Aku yang punya nama dan kamu wajib menuruti keinginanku. " seru Jaxton yang sudah mulai kehabisan ide sehingga hanya bisa memakai ancaman dengan dalih itu haknya sehingga Grizella berkewajiban untuk menyetujuinya. Grizella sendiri tidak bisa berkata apa-apa lagi. Karena apa yang dikatakan oleh Jaxton ada benarnya.
"Baiklah. Kalau begitu bisakah Tu... maksud saya bisakah kamu keluar dulu. Aku mau menganti pakaian dulu. " Grizella menundukkan kepalanya. Tidak mau bertatapan dengan Jaxton. Jaxton pun tersenyum puas karena Grizella setuju dengan apa yang dia katakan. Jaxton pun bangun dari duduknya dan hendak pergi berlenggang keluar meninggalkan Grizella untuk berganti pakaian.
"Panggil aku lagi jika kamu sudah selesai. Aku akan menunggumu di depan pintu. " Jaxton langsung pergi keluar. Grizella sendiri melihat dulu sampai Jaxton benar-benar keluar dan memasang telinganya baik-baik apakah pintu benar-benar sudah tertutup. Setelah itu Grizella pun berdiri lalu memakai pakaiannya.
__ADS_1
Setelah memakai pakaiannya Grizella pun pergi ke meja rias yang ada di kamar itu. Entah kenapa Grizella heran kenapa di kamar ini sudah lengkap dengan peralatan makeupnya. Dan itu juga produk baru yang masih di segel. Grizella berpikir apakah semua ini di siapkan oleh Jaxton untuk dirinya. Grizella sampai merona karena terharu terhadap apa yang dilakukan oleh Jaxton untuknya.
Setelah selesai berias Grizella memutuskan untuk pergi keluar tanpa memanggil Jaxton. Padahal pria itu sudah berpesan agar memanggilnya namun Grizella berusaha agar tidak merepotkan Jaxton lagi. Grizella pun menarik handle pintu lalu membukanya. Grizella melihat Jaxton tengah duduk di sofa yang ada di depan kamar yang ia tiduri. Jaxton yang merasakan kehadiran Grizella, dia pun mendekati Grizella.
"Apa kamu sudah selesai? Kenapa tidak memanggilku. Aku kan sudah bilang tadi. " seru Jaxton mendekati Grizella.
"Tidak apa-apa. Aku bisa sendiri. " jawab Grizella.
"Baiklah. Kamu pasti sudah lapar kan. " seru Jaxton.
Jaxton pun melangkah duluan menuruni tangga agar wanita itu tidak canggung dengannya. Jaxton sadar bahwa dia harus pelan-pelan mendekati wanita ini pikir Jaxton agar dia tidak salah dalam melangkah. Memulainya dengan cara panggilan Grizella padanya adalah langkah awalnya untuk mendekati wanita itu. Dia akan melanjutkan langkah selanjutnya untuk mendapatkan Grizella. Entah wanita sudah mempunyai tunangan selagi mereka belum melanjutkan ke jalan yang lebih serius maka semuanya baik-baik saja. Begitu pikir Jaxton. Apalagi Jaxton tahu bahwa laki-laki yang menjadi calon tunangan Grizella bukanlah pria baik-baik.
Jaxton tersenyum melihat Grizella mengikutinya dari belakang. Sampai akhirnya mereka sudah tiba di lantai bawah dan melihat si kembar sudah duduk di sofa besar tempat ia biasa duduk bersama si kembar. Jaxton pun mendekati si kembar lalu duduk di antara mereka. Grizella sendiri duduk di sofa yang ada di depan mereka. Entah kenapa Grizella merasa keadaanya sekarang seperti seorang ibu dari anak-anak kembar yang manis dan mengemaskan itu. Entah apa yang membuat Grizella bisa berpikir begitu.
Si kembar pun duduk di samping Grizella. Yang satu duduk di sampingnya dan yang satu lagi meminta duduk di pangkuan Grizella. Grizella tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Jaxton sendiri sudah melarang karena dia tahu Grizella sedang sakit namun Grizella meminta kepada Jaxton untuk membiarkan putri kembar itu duduk di pangkuannya. Grizella juga menginginkan posisi duduk si kembar itu. Entah kenapa dia merasa nyaman dan bahagia bersama si kembar.
Setelah asik berbicara bersama. Jaxton pun memutuskan untuk mengajak Grizella dan anak-anak untuk makan malam. Grizella tak sadar bahwa hari sudah makin gelap. Namun, dia tidak bisa menolak juga karena perutnya melawan rasa malu dan canggung nya sekarang. Mau tidak mau Grizella pun menerima ajakan Jaxton untuk makan malam di sana.
Jaxton yang melihat Grizella mematung dia pun tersenyum lalu menarik kursi yang ada di sampingnya dan kemudian mendudukkan Grizella di sana. Grizella terkejut namun dia akhirnya duduk di sana. Dilihatnya si kembar tersenyum kepadanya. Dia pun ikut tersenyum lalu menoleh ke arah Jaxton yang ada di sampingnya.
"Apa hanya ada kita disini? Apa tidak keluarga yang lain? " tanya Grizella melihat sekelilingnya.
"Tidak ada Bi. Disini cuman ada kami. Keluarga Daddy ada di luar negeri. " jawab si kembar serentak. Jaxton pun tersenyum lalu mengusap kepala si kembar.
"Keluargaku ada di California. Mereka akan kesini sekali sebulan. Beberapa minggu lagi mereka akan pulang. Sekedar untuk berjumpa dengan mereka. " Jaxton mengusap kepala si kembar.
"Yaudah. Sekarang mari kita makan. Kamu pasti sudah lapar kan. " seru Jaxton menoleh ke arah Grizella. Grizella pun tersenyum kikuk.
Setelah menyantap makanannya Grizella pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Dia pun pamit pada Jaxton dan si kembar. Si kembar terlihat tidak mau lepas dengan Grizella. Dan sampai akhirnya Grizella memutuskan akan datang lagi kesini. Si kembar pun girang lalu melepaskan kepergian Grizella. Jaxton mengantarkan Grizella ke rumahnya meski wanita itu sudah menolak namun lagi-lagi dia kalah beradu argumen dengan Jaxton. Dia pun membiarkan Jaxton mengantarnya pulang.
"Baiklah. Sekali lagi terima kasih karena sudah sangat merepotkanmu. Atau tidak lama-lama kita bisa jadi teman kedepannya. "Grizella tergelak dengan kalimat terakhirnya. Baru kali ini Jaxton melihat tawa lepas Grizella. Apalagi kali ini wanita itu tidak malu-malu lagi di depannya.
__ADS_1
Apa aku bisa menganggap bahwa kami sudah semakin dekat. Bisakah aku menganggapnya begitu pikir Jaxton.
Jaxton tersenyum sendiri membayangkan waktu yang telah dia habiskan hari ini bersama Grizella. Wanita di depannya ini memiliki hal-hal yang ingin dia berikan kepada kedua putri kembarnya.
"Kalau kamu menganggapnya begitu aku juga tidak keberatan. " seru Jaxton tersenyum. Grizella pun terperanjak tidak percaya terhadap respon Jaxton. Grizella hanya bisa tersenyum kikuk sambil mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Hehehe. Bagaimana kalau kita pergi sekarang. aku takut jika ibu kosku akan mengunci pintu rumahnya. " Lagi-lagi Grizella berusaha menghilangkan rasa canggung yang sedang terjadi menurutnya.
"Jadi kamu tidak tinggal di rumah? Kalau begitu sepertinya kita harus segera pulang. Atau ibu kosmu akan mengunci pintu pagar nanti. " Jaxton ikut tergelak lalu dia langsung mengambil kunci mobilnya. Dia pun mengantarkan Grizella pulang.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Selamat membaca 😊😊
Semoga kalian semua suka dengan ceritanya. Jangan pernah bosan dan lupa untuk meninggalkan jejaknya yah.
Jika ada saran atau kritikan author akan menerimanya dengan positif.
Terima kasih
Love you all 😙😙😙
__ADS_1
By Nadila Sizy