Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
I'll take it


__ADS_3

...Happy Reading readers ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ...


...Jangan lupa like dan komentarnya ya๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป...


...Terima kasih atas semua dukungannya ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ...


...โ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ข...


Malam harinya. Terlihat Grizella sibuk dengan pekerjaannya. Beberapa buku murid di kelas yang ia ajar ada di depannya. Bertumpuk memenuhi meja yang ada di depannya. Bukan karena ia lalai dalam menyelesaikan tugas.


Tapi, Grizella melakukan tugas sebelum waktunya tiba. Grizella bahkan sampai duduk di lantai karena posisi sofa dan meja tidak menyeimbanginya. Membuat gadis itu susah menyelesaikan pekerjaannya yang banyak.


Sedangkan, Jaxton. Pria itu tidak tahu bahwa istrinya akan sesibuk itu. Tidak tahu juga istrinya kesusahan seperti sekarang. Sampai akhirnya, hari sudah menunjukkan pukul 10 malam dan Jaxton baru menyelesaikan pekerjaannya. Jaxton pun langsung pergi ke kamarnya.


Ketika tiba di kamar. Ia tidak melihat keberadaan istrinya tersebut di kasur mereka. Jaxton pun pergi ke kamar mandi. Tapi nihil. Ia tetap tidak menemukan keberadaan istrinya tersebut. Saat hendak membalikkan badannya. Jaxton pun melihat sang istri tertidur di lantai. Kepalanya bersandarkan pada meja yang tingginya selutut itu.


Hatinya sakit melihat istrinya yang sepertinya sangat kelelahan. Dilihatnya banyak buku-buku di atas meja. Terlihat sepertinya beberapa buku sudah selesai di kerjakan dan ada beberapa buku yang sepertinya belum selesai di kerjain. Jaxton pun beralih ke istrinya. Di belainya wajah sang istri. Di selipkannya rambut Grizella yang jatuh di wajah ke belakang telinga gadis itu.


Di kecupnya bibir Grizella lalu beralih ke kening sang istri. Setelah puas, Jaxton pun mengangkat badan Grizella ke kasur. Meletakkan dengan hati-hati tubuh sang istri agar tidak terganggu tidurnya. Mengganti pakaian sang istri dengan pakaian tidur yang tipis. Kekurangan bahan lebih tepatnya. Kembali Jaxton memberikan kecupan lembut di bibir mungil Grizella.


"Istirahatlah, istriku. Semoga mimpi indah bersamamu. " kecupan lembut lagi di bibir mungil Grizella. Jaxton pun beralih ke buku-buku yang terletak di meja, tempat Grizella tertidur tadi. Jaxton pun melihat isinya. Terlihat Jaxton menganggukkan kepalanya sesekali. Memeriksa juga hasil pekerjaan yang sudah di selesaikan oleh Grizella.


Setelah beberapa saat. Jaxton terlihat meregangkan jemarinya yang kelelahan karena seharian di pakai untuk bekerja. Mengetik di komputer kantornya. Dan menandatangani berkas-berkas di kantor.


Jaxton pun terlihat berpikir sejenak. Sepertinya sedang merencanakan sesuatu. Setelah itu, Jaxton pun pergi ke kasurnya. Melihat wajah sang istri sejenak. Setelah puas. Jaxton pun pergi ke kamar mandi. Membersihkan tubuhnya dan menganti pakaiannya dengan pakaian tidur. Lalu, ia ikut tidur di samping Grizella.


Berbaring di samping sang istri. Menatap wajah polos istrinya membuat Jaxton tersenyum sendiri. Menyelipkan rambut yang menutup wajah Grizella ke belakang telinga. Lalu, mengusap lembut pipi Grizella.


Menarik tubuh Grizella dengan pelan-pelan ke arahnya. Lalu, mendekap gadis itu kepelukkannya. Ia pun ikut tertidur. Menyelami mimpi indah sang istri.


Pagi harinya. Di RS. Issabela terlihat sedang menyantap makanan yang di suguhkan oleh Mario. Terlihat wanita itu menolaknya tapi Mario selalu menyuapi nya.


"Kamu baru menyantap beberapa sendok. Biar cepat sembuh ya. " bujuk Mario.


"Tapi aku tidak betah lagi dengan makanan itu. Makanannya hambar. " ucap Issabela.


"Ini untuk kebaikan kamu juga, Bella sayang. " ucap Mario mencoba menahan kekesalannya. Tapi, wanita itu tahu. Mario meneriakinya.


"Kamu marah padaku? " tanya Issabela. Mario pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Mana berani aku melakukannya. " balas Mario kembali menyendokkan Issabela bubur.


"Aku tidak mau. Aku mau makan makanan Margaret. " ucap Issabela. Margaret adalah kepala pelayan di kediaman mereka.


"Yasudah, nanti hubby akan mengatakan kepadanya. Sekarang makan ini dulu. " ucap Mario. Issabela pun menatap wajah penuh kesabaran milik Mario. Akhirnya wanita itu menurut juga.


"Airnya. " ucap Issabela. Mario pun dengan cepat memberikannya kepada Issabela.


"Udah ya, By.ย  Aku sudah kenyang. " balas Issabela.


"Yaudah, tapi nanti tidak akan hubby biarkan begitu saja. Kamu mau sembuh, kan? " tanya Mario. Issabela pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu di makan makanannya. " ucap Mario lagi. Wanita itu hanya manggut-manggut.


Di mansion Jaxton. Sepasang suami istri telah selesai dengan pakaian kerjanya. Terlihat Grizella memakai pakaian dinas berwarna kekuningan. Dengan bros berlian yang telah di berikan oleh Jaxton kepadanya. Gadis itu tidak tahu menahu dengan benda yang ia dapatkan. Di pikirnya bros ini sama dengan bros yang biasa ia pakai. Nyatanya, itu adalah berlian dengan harga ratusan juta. Grizella pun memasangnya di dada kanannya.


Bros yang harganya hampir tidak menjangkau harga emas yang ia miliki. Mungkin, berkali-kali lipat dari gaji yang ia dapatkan dari menjadi seorang guru.


Jaxton pun tersenyum melihat ke arah sang istri yang tengah berjalan ke arahnya. Dengan memegang beberapa buku di tangannya.


"Apa kamu yang sudah menyelesaikan pekerjaan ku? " tanya Grizella menatap suaminya. Dilihatnya dasi Jaxton yang sedikit miring. Grizella pun meletakkan buku yang ia pegang di sofa yang ada di dekatnya. Lalu, membenarkan dasi yang di pakai oleh Jaxton.


ย Padahal, kamu adalah orang berpengaruh di negri ini. Dan pasti kamu sudah terbiasa memasangnya. " celoteh Grizella. Tapi, gadis itu tetap membenarkan dasi itu untuk Jaxton.


"Aku mau di pakaian oleh kamu. " balas Jaxton melingkarkan tangannya di pinggang ramping Grizella.


Cih.


Terdengar Grizella mendecih. Jaxton pun tersenyum. Karena meski begitu istrinya tetap terlihat mengemaskan untuknya. Ia tahu jika Grizella bukan tidak menyukainya. Tetapi membenarkan ucapannya.


"Kenapa kamu menyelesaikan pekerjaan ku. Kamu pasti sudah lelah menyelesaikan pekerjaanmu juga di kantor. " ucap Grizella di sela-sela ia memakaikan dasi untuk Jaxton.


"Aku lihat kamu kelelahan. Jadi, aku berniat untuk membantumu. Kamu tidak perlu khawatir. Aku sudah terbiasa kok. " balas Jaxton.


"Aku tahu. Tapi, kamu tetap harus banyak istirahat. Lagian tugas yang kamu selesaikan semalam adalah PR ku untuk minggu depan. Aku ingin menyelesaikan lebih cepat agar kita bisa berlibur seperti yang kamu bilang. " ucap Grizella yang membuat senyum Jaxton mengembang.


"Jadi, kamu setuju kita berlibur minggu depan? " tanya Jaxton. Grizella pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Melingkarkan tangannya di leher Jaxton.


"Kamu tidak merasa di acuhkan lagi, kan? Maafkan aku ya. Maaf, karena tidak ngerti kamu. Lain kali kamu bisa memberi tahu aku jika kamu butuh sesuatu. Aku akan mencoba memikirkannya. " ucap Grizella. Grizella pun lebih dulu memberikan kecupan lembut di bibir Jaxton.

__ADS_1


"Mulai nakal kamu ya. " Memeluk erat tubuh kecil Grizella. Menyandarkan kepalanya di bahu Grizella. "Kamu tidak perlu khawatir. Aku tidak apa-apa, kok. Aku sudah bahagia hidup kita yang seperti ini. Oh iya, istriku. Aku mau menunjukkan sesuatu padamu nanti. Jadi, tolong pulang cepat ya. Segera pulang jika sudah selesai mengajar. Kabari aku sebelum kamu pulang kerja ya. " ucap Jaxton memberikan ciuman di bibir mungil Grizella.


"Emang akan ada apa nanti? " tanya Grizella bingung.


"Rahasia dong. Pokoknya kamu segera pulang jika sudah selesai mengajarnya. " ucap Jaxton.


"Tapi aku mau ke Mall nanti. Mungkin aku akan pulang ke sorean. " balas Grizella.


"Mau apa ke sana? " tanya Jaxton.


"Mau beli buku panduan untuk anak-anak. " balas Grizella.


"Kalau begitu aku akan menemanimu. Kabari aku atau susul saja aku ke kantor. Suruh pak Burhan untuk antar kamu ke kantor. " ucap Jaxton.


"Baiklah. Kalau begitu ayuk kita ke bawah. Anak-anak mungkin sudah selesai. " balas Grizella. Jaxton pun tersenyum lalu meletakkan tangannya di pinggang ramping Grizella.


"Ayuk. " jawab Jaxton.


"Aku ambil tas dulu. Dan tolong bawain ini, ya. " ucap Grizella nyengir. Karena ada banyak buku-buku di atas meja. Ya, pekerjaannya sudah difinalkan oleh Jaxton tadi malam. Sehingga, ia bisa membawa langsung pekerjaannya ke sekolah hari ini.


"Kamu tuh ya. Yaudah, biar aku yang bawa. " balas Jaxton mengambil alih buku-buku yang ada di meja.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Nanti malam lanjutnya ya ๐Ÿ˜Š.


Jangan lupa tekan jempolnya๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘ ya. Agar Uni bisa beli kuota untuk Update nih novel.๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†


TERIMA KASIH๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2