
Seila pergi mendekati suaminya. Dirinya kembali mencium bau parfum wanita yang sangat menyengat di tubuh suaminya itu. Seila pun menatap curiga suaminya tersebut.
"Sayang. Kenapa tubuhmu tercium bau parfum wanita lagi. Apa yang telah kamu lakukan di luar sana? Pulang saja sudah se pagi ini! " seru Seila mengambil tas kerja suaminya. Kemudian merangkul tangan Edison.
"Maaf, yank. Aku kerja lembur tadi. Dan tidak sengaja tertidur di kantor. Maafkan aku, yah. " ucap Edison lemah lembut sembari mengelus kepala istrinya. Edison memang terkenal dengan dirinya yang suka main-main dengan wanita di luar sana. Tapi, cintanya terhadap sang istri tidak pernah pudar semenjak pertemuan mereka pertama kali. Cintanya tulus terhadap Seila, hanya saja dirinya juga tergoda terhadap wanita muda dan cantik di luar sana. Dirinya tidak tahan bila di suguhkan oleh daun - daun muda yang masih kencang. Tapi, entah kenapa rasa penyesalan juga datang ketika melihat wajah teduh sang istri ketika ia secara tidak sengaja melihat istrinya yang sedang menunggunya pulang.
Saat itu dirinya pernah pulang malam dan ketika dia tiba di rumah dia melihat sang istri tengah berbaring di sofa yang ada di ruang tamu. Di situlah rasa penyesalan nya muncul. Namun, imannya terkalahkan oleh nafsunya. Alhasil, Edison mengendong sang istri ala Bridal Style ke kamar mereka. Edison menyelimuti tubuh Seila dengan selimut. Edison pun melepaskan jasnya dan ikut berbaring di samping istrinya. Seperti biasa Edison memeluk erat tubuh Seila lalu membenamkan wajahnya di leher sang istri.
Maafkan aku, istriku. Aku sudah menjadi suami yang tidak berguna untukmu. Jika suatu saat kamu mengetahuinya maka aku akan siap menerima apapun yang akan terjadi kepadaku nantinya. Gumam Edison. Ada tatapan penuh penyesalan di matanya. Tapi, dia sudah terlanjur melakukan kegiatan terlarang di luar sana.
Seila pun di gendong oleh Edison ke kamar mereka. Seila pun melingkarkan tangannya di leher sang suami.
"Maaf ya. Lain kali aku akan pulang cepat. Dan lain kali jangan tunggu aku di luar jika akunya pulangnya kelamaan. " seru Edison.
"Itu adalah tugasku sebagai istri menunggumu pulang. Jika kamu butuh sesuatu aku akan siap selalu membantumu." Balas Seila yang berhasil membuat Edison tersentuh.
Maafkan aku, Seila. Aku benar-benar sudah menyia-nyiakan wanita yang sebaik dirimu. Tapi, aku sudah terlanjur. Aku tidak bisa menghindar lagi. Mata Edison terlihat berkaca-kaca. Namun, ia tidak bisa menunjukkannya di depan Seila. Dia tidak mau membuat wanita itu terbebani.
Pagi harinya Maxim terlihat sedang memperhatikan ponselnya yang sudah sedari tadi pandang. Dirinya ingin sekali menghubungi gadis yang sudah singgah di hatinya itu, namun dia tidak memiliki topik yang akan di bahas. Sampai akhirnya suara ketukan di pintu kamarnya membuat Maxim meletakkan ponselnya di kasur. Dan membukakan pintu kamarnya.
"Ada apa? Apalagi yang kalian butuhkan? " tanya Maxim.
"Iih paman. Kami hanya mau bilang sepertinya Mommy menyukai Daddy. Tapi, dia belum tahu dengan perasaannya. " seru Chloe.
"Benarkah! Kenapa kalian tidak bilang tadi malam. Padahal paman sudah bertanya kepada kalian. " seru Maxim yang langsung mengambil ponselnya yang ada di kasur dan segera mencari kontak favoritnya. Maxim sudah mencari cara untuk menghubungi Merci tapi kedekatan mereka membuat Maxim tidak tahu alasan apa yang pantas untuk menghubungi gadis tersebut. Sampai akhirnya si kembar memberinya kesempatan untuk menghubungi Merci.
Beberapa detik setelah itu panggilannya pun masuk. Si kembar menatap bingung ke arah pamannya. Kenapa pamannya terlihat antusias begitu. Tapi, mereka memilih untuk diam dan menyimak pamannya yang sedang terponan.
"Hallo. Iya ini aku Maxim. Bagaimana dengan kabarmu? Kamu sehat-sehat saja, kan? " tanya Maxim dengan penuh kelembutan.
"Iyah. Aku baik kok. Kamu juga kan? " tanya Merci balik. Seketika Maxim seolah memiliki sayap dan terbang ke langit ke tujuh. Dirinya sungguh bahagia sekali ketika Merci begitu menghawatirkan.
__ADS_1
Maxim masuk ke dunia lainnya tanpa sadar bahwa sekarang dia sedang telfon dengan seseorang.
"Hallo. Kamu masih di sana kan? " tanya Merci dengan sedikit meninggikan nada suaranya karena tidak ada balasan Maxim.
"Eh. Maaf, maaf aku termenung tadi. " ucapnya keceplosan.
"Kamu tidak apa-apakan? Apa kamu sakit? " tanya Merci yang ikut khawatir dengan Maxim.
"Hehehe. Aku baik-baik saja kok. Oh iya aku mau bilang. Apa kita bisa ketemuan hari ini? " tanya Maxim.
"Bisa. Lagian aku lagi nggak ada kerjaan. " balas Merci.
"Kalau begitu, kita ketemuan nanti siang ya. Aku akan menunggumu. " seru Maxim. Merci pun menutup telponnya.
Di tempat Apartemen Grizella terlihat gadis itu sedang sibuk dengan laptopnya. Grizella ditugaskan oleh pihak sekolah untuk mengatur jadwal pertemuan siswa baru dengan para guru dan juga orang tua. Grizella melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 11 pagi. Grizella pun memutuskan untuk membuat sarapan siangnya. Dan setelah itu kembali melanjutkan tugasnya yang di berikan pihak sekolah. Sore nanti Grizella juga ada janji dengan Jaxton karena kemarin Grizella terlihat tidak bersemangat untuk keluar dari apartemennya. Jadinya, ia memutuskan untuk menepati janjinya hari ini.
Jam demi jam pun berlalu. Tidak terasa sudah menunjukkan pukul 4 sore. Grizella pun bersiap-siap untuk pergi membersihkan dirinya.
Setelah memilih beberapa pakaian namun tidak ada yang cocok dia pakai menurutnya. Padahal dia sudah terlihat cantik dengan semua pakaian yang ia coba. Tapi ada rasa tidak puas di hati Grizella, sehingga ia dengan tidak bosannya selalu mencoba pakaian yang ada di lemari hingga kasurnya sudah berubah menjadi sebuah tumpukan gunung baju.
Sampai akhirnya Grizella memilih gaun putih tanpa lengan. Menjuntai indah sampai ke kakinya. Grizella pun melepaskan ikatan rambutnya dan ia biarkan rambutnya tergerai di bahu. Grizella tidak terlalu berdandan. Cukup memakai make up natural seperti biasa yang ia lakukan saat ke sekolah.
Setelah selesai Grizella pun menoleh ke jam tangannya. Sudah menunjukkan pukul setengah 6. Saat Grizella hendak mengambil ponselnya tiba-tiba pintu apartemennya di ketuk oleh seseorang. Grizella pun pergi berlenggang ke luar. Dan saat pintu sudah terbuka Grizella pun mendapati Smith yang sedang berdiri di depannya.
"Apa yang kamu lakukan di sini? " tanya Grizella.
"Maafkan aku. Aku ingin bicara empat mata denganmu, Gi. " seru Smith yang ingin mengenggam tangan Grizella namun di tolak mentah-mentah oleh Grizella.
"Maaf kita tidak ada hubungan apapun lagi. Aku tidak ingin menemuimu kedepannya. Aku harap kamu bisa mengerti perkataan ku itu. " ucap Grizella dengan wajah datarnya. Lalu hendak menutup pintu tapi Smith menahannya.
"Izinkan aku untuk.... " Serunya mengantung.
__ADS_1
"Sepertinya tidak ada lagi yang perlu kalian bahas di sini. Ayuk kita pergi, Ella. " ucap Jaxton yang sudah berdiri di samping Smith. Grizella tersenyum ketika melihat kedatangan Jaxton. Dan ia pun menganggukkan kepalanya.
"Tunggu sebentar, aku mau ambil tasku dulu. " ucap Grizella. Jaxton pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Sudah saya bilang bahwa saat kamu berselingkuh darinya waktu itu. Saat itu pulalah Grizella sudah menjadi gadis ku? Jika kamu berani mendekatinya maka kamu akan berurusan dengan saya. " ucap Jaxton menatap tajam ke arah Smith yang ada di sampingnya. Jaxton membuat Smith diam membisu. Smith Tidak berani juga untuk melawan Jaxton.
Grizella pun keluar dari apartemennya dan menghampiri Jaxton.
"Ayuk. Aku sudah siap. " ucap Grizella. Jaxton pun tersenyum dan menyematkan jemarinya di jemari gadis tersebut. Mereka pun berlenggang ke luar. Jaxton pun melanjutkan mobilnya kesebuah restoran yang sudah di putuskan oleh Grizella siang tadi.
Di dalam perjalanan Jaxton membuka suara. "Kamu terlihat lebih cantik hari ini. " ucapnya. Grizella pun malu dan memalingkan wajahnya dari tatapan Jaxton. Tidak mau Jaxton tahu kalau saat ini dirinya sedang merona.
.
.
.
.
.
Bersambung.
IG : gx_shi7
Terima kasih 😊😊
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙
By : Nadila Sizy
__ADS_1
#Grizella&Jaxton_LFR