
Happy Reading readers ๐ผ๐ผ๐ผ
Jangan lupa like dan komentarnya ya๐ป๐ป๐ป
Terima kasih ๐ธ๐ธ๐ธ
โขโขโขโข
1 jam pun berlalu. Jenny dan keluarga pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Jaxton. Jenny langsung berlenggang masuk ke dalam kamar inap Jaxton. Tanpa ada ketukan pintu dari luar. Menyelonong masuk. Membuat orang yang di dalam kelagapan karena suasana yang canggung sebelumnya telah terjadi di antara dua manusia itu di dalam sana. Siapa lagi kalau bukan Jaxton dan Grizella.
"Upps, maaf. Mommy akan keluar sekarang. " itulah kata yang keluar dari mulut Jenny saat ia menyelonong masuk ke dalam.
Flashback on
Beberapa menit sebelumnya. Grizella memapah Jaxton ke kasurnya. Dengan hati-hati Grizella membimbing Jaxton.
"Hati-hati, nanti lukanya semakin parah. " Grizella pelan-pelan membantu Jaxton berjalan.
"Aku sudah hati-hati tapi kamu kayaknya gugup gitu. Ada yang kamu pikirkan, iya kan? " Jaxton tersenyum geli. Grizella pun memerah mendengar ucapan Jaxton.
"Mana ada aku memikirkan sesuatu. Aku hanya fokus membantumu saja. " Grizella mulai gugup.
"Kalau begitu, kenapa wajahmu memerah begitu! Kamu pasti berpikir mesum. Iya kan? " Jaxton kembali memancing.
"Hei! Jangan sembarangan ya. Aku tidak ada berpikir mesum sama sekali. Kamu kali. "Grizella berusaha meyakinkan Jaxton.
"Huh. Jujur saja. Aku tahu kamu pasti bayangin hal yang tidak - tidak di sampingku. " Jaxton mulai akan duduk. Tiba-tiba Grizella melepaskan Jaxton secara tiba-tiba. Membuat pria itu goyang.
"Ahhh. Awas. " Grizella dengan cepat menangkap tubuh besar Jaxton agar tidak goyang.
Dan akhirnya mereka terjatuh ke kasur rumah sakit. Grizella menindih tubuh kekar Jaxton. Meletakkan tangannya di dada Jaxton. Dan parahnya lagi. Yang membuat mata Grizella membulat sempurna. Apa lagi kalau bukan karena bibir mereka yang menempel seperti lem. Jaxton terkejut mendapatkan serangan agresif dari Grizella. Jaxton pun tidak menyia-nyiakan kesempatan yang besar ini. Jaxton menahan pinggang Grizella dengan satu tangannya. Menikmati ciuman agresif Grizella. Grizella awalnya terbawa suasana. Ikut menikmati ciuman yang tidak sengaja itu. Sampai akhirnya ciuman itu berakhir karena kedatangan Jenny yang sudah mengganggu kesempatan berharga bagi Jaxton itu. Grizella dengan cepat berdiri dengan normal. Dan tidak sengaja menyenggol pinggang Jaxton yang terluka. Membuat pria itu meringis kesakitan.
"Maaf, maaf. Aku tidak sengaja. " Grizella menyentuh pinggang Jaxton.
"Upps, maaf. Mommy akan keluar sekarang. " Jenny kembali keluar. Membuat Johan, Maxim dan si kembar bingung.
"Tidak Nyonya. Ini tidak seperti yang anda lihat. " Grizella berusaha menjelaskan tapi Jenny sudah duluan pergi keluar.
"Sudahlah. Kamu jujur saja. Pasti ini yang kamu rencanakan dari tadi kan? " Jaxton kembali mengerjai Grizella.
"Tidak ya. Mana ada aku merencanakan hal itu. " Grizella membantah pernyataan Jaxton.
"Cih. Beraninya hanya sama orang sakit. " gumam Jaxton pelan. Tapi masih di dengar oleh Grizella. "Ahhh.ย Pinggang ku. " Jaxton berusaha mencuri perhatian Grizella kembali.
__ADS_1
"Apa lukanya terbuka lagi? " Grizella mulai panik.
"Sepertinya begitu. Coba kamu lihat. " Jaxton menaikkan pakaiannya ke atas agar Grizella bisa melihat lukanya. Grizella dengan cepat memalingkan wajahnya dari Jaxton.
"Tidak mau. Nanti kamu pikir aku mesum lagi. Aku tidak mau lihat. " Grizella memonyongkan bibirnya. Membuat Jaxton tersenyum gemes melihatnya.
"Tapi lihatlah. Apa ini kelihatan parah? " Jaxton melihatkan perutnya. Karena di hantui rasa bersalah. Grizella pun melihat dengan ekor matanya. Grizella melihat darah yang keluar dari perban yang menempel di perut Jaxton.
"Astaga. Sepertinya ini semakin parah. " Grizella mendekat. Menyentuh perut. Jaxton yang terluka. Pria itu tersenyum. Lagi-lagi ia berhasil membuat gadis itu mendekatinya. Memang sih ada hal yang harus dia korbankan. Tapi, melihat gadis itu peduli padanya membuat rasa sakit di pinggangnya hilang.
"Aku akan panggilkan dokter. Kamu tunggu sebentar. " Grizella keluar dari kamar inap Jaxton. Grizella mendapati keluarga Jaxton di luar.
Astaga, aku melupakan kehadiran mereka karena kejadian tadi. Hiks. Grizella malu karena mengingat hal yang di lihat oleh Jenny barusan. Grizella menagisi kesalahannya di depan Jenny.
"Maaf Nyonya, Tuan. Tuan Jaxton ada di dalam. Saya akan memanggil dokter dulu. Silahkan masuk Tuan, Nyonya. " Grizella mempersilahkan keluarga Jaxton masuk.
"Makasih sayang. " Jenny mengusap tangan Grizella. Johan dan Maxim hanya bisa tersenyum dan si kembar melambaikan tangannya pada Grizella.
Setibanya di kamar inap Jaxton. Jenny membombardir Jaxton . banyak pertanyaan. Yang intinya hanya menanyakan apa yang telah terjadi tadi. Kenapa Grizella bisa mencium Jaxton. Bukannya datang untuk mengasihi keadaan anaknya ini malah menanyakan hal yang lain. Tapi Jaxton tidak mempermasalahkannya. Jaxton hanya tersenyum seperti biasa kepada Mommynya.
"Apa sesuatu telah terjadi tadi. Apa Mommy sudah merusak semuanya? " Jenny berdiri di samping Jaxton.
"Emang apa yang terjadi sayang? Kenapa tidak menanyakan tentang keadaan anak kita saja! " Johan iku berdiri di samping Jaxton. Disisi lainnya. Si kembar pun ikut bergabung dengan menaiki kursi yang ada di samping tempat tidur Jaxton.
"Daddy tidak apa-apa. Kenapa kalian juga ikut ke sini. Tidak baik anak-anak berada di rumah sakit lama-lama. Sekarang pulang dengan Paman ya. "Jaxton mengingat kan.
"Tapi kami khawatir dengan Daddy. " Zoe. Menatap sedih ke arah Jaxton.
"Daddy tidak apa-apa. Kalian lihat sendiri kan. " Jaxton kembali tersenyum hangat. Jaxton pun menoleh ke arah Maxim. Maxim paham. Lalu membujuk si kembar untuk segera pulang.
"Siapa yang mau ice cream. Dengan beberapa rasa yang berbeda. " Maxim mendekati si kembar. Si kembar terlihat antusias dan melupakan tujuan mereka datang ke sini.
"Aku mau. Aku mau ice cream rasa strowbery. " Zoe antusias begitu juga dengan Chloe.
"Kalau begitu, ayuk ikut dengan paman. Akan paman belikan sepuas yang kalian mau. " ucap Maxim.
"Dad. Kami ikut paman dulu ya. Nanti kamu ke sini lagi. " Chloe mencium pipi Jaxton. Begitu juga dengan Zoe.
"Baiklah. Hati-hati ya. Jangan buat pamannya susah, oke. " Jaxton menasehati. Si kembar pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Mom. Bisakah Mom beralasan pergi dan tidak bisa merawatku. Minta bantulah kepada gadis itu untuk menjaga ku. Mommy mau kan? " Jaxton berharap Mommy nya mengerti.
"Baiklah. Tapi, ingat. Buat dia lengket padamu. Agar Mommy lebih mudah mengurus kedekatan kalian. Dan Mommy bisa mengatur perjodohan kalian kedepannya. " Jenny terlihat antusias ketika mengatakannya. Johan yang ada di sana hanya bisa tersenyum sembari menggelengkan kepalanya. Tidak percaya dengan apa yang telah di dilakukan oleh istrinya itu.
__ADS_1
"Baiklah. Semoga kecelakaan ini bisa membuat dia jatuh cinta pada Jaxton. Mommy doakan saja. Sepertinya Jaxton hanya butuh pembuktiannya saja lagi. Jaxton yakin. Gadis itu sudah punya perasaan khusus untuk Jaxton, Mom. "ย Jaxton yakin dengan tebakannya. Jenny pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah. Kita tunggu dia datang dulu. Mommy kangen dengannya. "
"Dia hanya milikku, Mom. Tidak ada yang boleh kangen dengannya. " Sifat posesif Jaxton sudah mulai muncul.
"Cih. Baru itu saja sudah berani melarang Mommy. Bagaimana kalau kamu sudah memilikinya. " sindir Jenny.
"Kalau begitu, jangan deketin sayang Daddy lagi. Hanya Daddy yang berhak berada di dekat Mommy kamu. " Johan tidak kalah posesif juga. Membuat orang yang ada di sana tertawa. Grizella yang baru masuk menjadi keheranan.
"Apa yang telah terjadi? " tanya Grizella. Dokter yang di panggil Grizella ada di belakang gadis itu. Jaxton pun menghentikan tawanya. Lalu mengelengkan kepalanya kepada Grizella.
"Tidak ada. Hanya cerita lucu dari Mommy saja. " Jaxton melihat Mommynya. Wanita itu menganggukkan kepalanya.
"Biasa sayang. Oh iya, apa kamu baik-baik saja? " Jenny ikut mengkhawatirkan Grizella karena gadis itu bersama dengan Jaxton juga tadi.
"Saya tidak apa-apa, Nyonya. Jaxton lah yang menjadi korban sekarang. " Grizella menatap Jaxton.
"Maaf. Apa saya bisa memeriksa keadaan pasien sekarang? " dokter itu yang ada di antara mereka.
"Eh. Silahkan dok. " Grizella tersadar dan mempersilahkan dokter itu memeriksa keadaan Jaxton.
.
.
.
.
.
Bersambung.
IG : gx_shi7
Terima kasih ๐๐
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan ๐๐
By : Nadila Sizy
#Grizella&Jaxton_LFR
__ADS_1