Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Phone Number


__ADS_3

Di depan pintu kamar kos Grizella. Jaxton masih menatap pintu sesaat. Satu tangannya ia masukkan ke dalam celananya. Senyuman di bibirnya tidak pudar meski sudah tidak melihat wanita pemilik kamar di depannya itu. Hatinya terasa berbunga - bunga. Sulit di ungkapkan dengan kata-kata. Selang tidak lama alarm di ponselnya bergetar. Jam tidur si kembar sudah berdering. Sudah saatnya si kembar untuk tidur namun dia masih berada di luar rumah. Jaxton tahu si kembar tidak akan bisa tidur tanpa kehadiran dirinya. Jaxton pun melangkahkan kakinya keluar. Untuk yang terakhir kalinya Jaxton menoleh ke belakang. Menatap pintu kosan Grizella. Dia pun tersenyum setelah itu dia pun memutuskan masuk ke dalam mobilnya.


Beberapa saat setelah itu Jaxton tiba di rumahnya. Dia di sambut oleh Thomas dan beberapa ART lainnya. Thomas memberikan sendal rumah. Dia letakkan di dekat kaki Jaxton.


"Apa mereka menyusahkan kalian lagi? " Tanya Jaxton. Melepaskan sepatu dan memakai sendal rumah.


"Tidak Tuan. Nona Zoe dan nona Chloe sudah tidur dari tadi Tuan. Bahkan, kali ini mereka sangat penurut saat Clara meminta mereka untuk mengosok gigi sebelum tidur. " jelas Thomas. Jaxton pun menghentikan langkahnya yang hendak ke kamar si kembar saat mendengar perkataan Thomas. Bukannya mendengarkan keluhan darinya tapi kali ini malah sebaliknya. Mendengar apa yang di katakan oleh Thomas membuat dirinya tidak percaya.


"Benarkah! Apa kamu tidak salah. Bukannya mereka susah sekali untuk di suruh tidur dan membersihkan giginya sebelum tidur. " Heran. Sulit mempercayai apa yang ia dengar barusan. "Kamu kan tahu sendiri jika bukan aku yang menyuruh mereka maka mereka tidak akan pernah mau melakukannya. " Mengkerutkan keningnya. Belum mempercayai apa yang membuat si kembar seperti itu hari ini.


"Sepertinya para nona sudah menemukan aturan hidupnya tuan. " balas Thomas tersenyum. Jaxton diam sejenak. Mencerna maksud ucapan Thomas. Dia pun tersenyum setelah memahami maksud ucapan Thomas.


"Emm. Aku rasa juga begitu. Tapi, aku tidak terbiasa dengan hal ini. Sepertinya aku harus mencari teman saat aku tidur sendirian di kasur yang besar itu. " seru Jaxton tersenyum penuh arti. Sulit untuk di jelaskan dengan kata-kata.


"Baiklah. Kau istirahatlah. Sebelum itu siapkan air hangat untuk aku mandi. Aku mau mandi setelah melihat anak-anak di kamarnya. " seru Jaxton. Ia pun berlenggang ke kamar si kembar.


Di kamar si kembar sudah terlelap. Masuk ke mimpi indah mereka masing-masing. Jaxton mendekat. Memperbaiki selimut mereka yang sedikit terjuntai ke lantai. Jaxton duduk di pinggir kasur. Tersenyum melihat kedua wajah imut keponakannya. Jaxton mengelus lembut pipi Zoe. Menyelipkan rambut Chloe yang menutup matanya ke belakang telinga.


Jaxton memperhatikan kedua wajah imut itu. Bayangan wajah Grizella pun menghampiri pikirannya. Kedua ujung bibirnya terangkat.


Daddy harap apa yang Daddy pikiran akan segera terjadi. Kalian tidak perlu lagi repot-repot untuk mencarikan Daddy pasangan hidup. Karena Daddy sendiri sudah menentukannya.


Jaxton pun berdiri dan meninggalkan kecupan di kening kedua keponakan kembarnya.


Jaxton membuka satu persatu kancing bajunya. Dia pun masuk ke kamar mandi. Tubuhnya merasa enakan setelah seharian menemani si kembar jalan-jalan. Namun, semua itu terbayar karena ia bisa seharian menghabiskan waktunya bersama Grizella dan juga dengan kedua keponakannya.


Selang tidak lama Jaxton pun menyelesaikan ritual mandinya. Dia mengambil jubah handuk yang ada di kamar mandi. Sebuah handuk kecil  ia letakkan di lehernya untuk bisa mengeringkan rambutnya.

__ADS_1


Dia pergi ke ruang ganti pakaian. Tidak sengaja Jaxton melihat pakaian Grizella terongok di tempat pakaian kotor. Dia pun tersenyum. Jaxton membayangkan hal yang mungkin dilakukan oleh Grizella di ruang ganti itu. Dia geleng-geleng kepala saat pikiran mesum melintas ada di benaknya. Dengan cepat Jaxton memakai pakaiannya lalu merebahkan tubuhnya di kasur kingsize nya. Jaxton tidak bisa memicingkan matanya karena selalu memikirkan Grizella. Merindukan sosok wanita yang belakangan ini mengusik hidupnya. Dia pun mengambil ponselnya yang ada nakas kamarnya.


Jaxton ragu-ragu melakukan panggilan telepon dengan Grizella. Dia takut akan mengganggu tidur wanita itu. Dia pun mengurung niatnya untuk menelpon wanita tersebut. Dia pun memutuskan untuk segera tidur. Dia meletakkan kembali ponselnya di atas nakas lalu menarik selimut sampai ke pinggangnya. Menutup matanya karena besok harus bangun pagi dan menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Di tempat lain di waktu yang sama Grizella menunggu panggilan telepon dari seseorang. Dia terus menatap ponselnya. Kedua bola matanya sudah terasa berat namun dia dengan setianya masih menunggu panggilan dari seseorang. Entah kenapa dia ingin mendengar suara seseorang sebelum tidurnya menghampiri.


"Aaahhhh. Kenapa juga aku harus menunggunya. Dia mungkin sudah tidur dari tadi. Grizella! Kau harus sadar. Apa yang dia katakan hanyalah candaan saja. Jangan sampai kamu masukkan ke dalam hati. " Meletakkan ponselnya di nakas samping tempat tidurnya. "Lebih baik kamu tidur dan masih banyak hal yang harus kamu lakukan besok. " berbaring di kasur. Menarik selimut sampai menutupi kepalanya.


Pagi sudah temaram. Si kembar sudah bangun dari tidurnya. Mereka memilih bermain di dalam kamar mereka. Karena sekolah masih beberapa hari lagi jadi mereka memutuskan untuk bermain-main saja di rumah. Sebuah boneka barbie ariel di pegang oleh Zoe. Sedangkan si Chloe memilih membaca buku ceritanya. Dilihatnya di luar rintikan hujan turun. Saat-saat bersantai di rumah adalah pilihan yang tepat menurut mereka.


"Chloe. Apa menurut kamu mommy kita membuat daddy kita menginap semalam di rumahnya? " tanya Zoe polosnya. Chloe terlihat geleng-geleng kepala dengan matanya masih fokus melihat buku ceritanya.


"Lalu apa yang mereka lakukan semalaman. Daddy bahkan pulang larut malam kemarin. " seru Zoe mendekati Chloe. Meminta penjelasan dari Chloe. Chloe pun menutup buku ceritanya lalu menoleh ke arah Zoe.


"Tentu saja melakukan hal yang memang seharusnya orang dewasa lakukan. Sesuatu yang tidak bisa kita ucapkan namun kita bisa menangkap bagian pentingnya yaitu hubungan mereka sudah semakin dekat tanpa harus kita ikat. Kita hanya perlu membuat daddy semakin dekat dengan mommy. " seru Chloe tersenyum penuh arti. "Yang harus kamu pikirkan adalah bagaimana caranya kita menyingkirkan pria jahat itu. Mereka sudah mengkhianati mommy. Maka, kita akan menjaga mommy darinya. Dan kita bawa mommy masuk ke dalam rumah ini dan tinggal bersama kita selamanya. Memberikan kebahagian untuk daddy kita yang juga mulai menyukai mommy. " Lanjut Chloe tersenyum menyeringai seolah sudah memiliki rencana di pikirannya. Zoe pun ikut tersenyum seperti kakaknya Chloe. Seolah di otaknya sudah menemukan rencana yang akan mereka lakukan.


"Aku sudah siap untuk apapun itu Chloe. Sekarang mari kita temui daddy. Daddy pasti sudah mempunyai nomor ponsel mommy. Dan mari kita menemui mommy ke rumahnya.  " balas Zoe tersenyum. Chloe pun ikut tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


Di kamar Jaxton pria itu sudah bangun. Dia tengah memakai kemejanya yang berwarna navy. Dia memakaikan kancing lengan kemejanya. Tiba-tiba ia menghentikan langkahnya karena si kembar sudah mengetuk pintu kamarnya.


"Daddy. Kami masuk yah. " seru Zoe yang masih menunggu respon dari orang yang ada di dalam kamar. Jaxton terlihat tersenyum lalu membalas seruan Zoe.


"Kenapa? Apa kalian ada masalah. Baru pagi-pagi gini kalian  sudah membuat Daddy sibuk. Ada apa! Cepat katakan. " seru Jaxton melanjutkan memakai kancing kemejanya. Seketika si kembar cemberut dan memilih duduk di atas kasur Jaxton. Jaxton pun tersenyum melihat kedua keponakannya.


"Ih Daddy. Kami baru datang sudah di ceramahin. Bikin kesal aja. " seru Zoe menyilangkan tangannya di dada. Jaxton pun tertawa melihat kedua keponakannya lalu duduk di tengah-tengah mereka.


"Baiklah. Maafkan Daddy yah. Tapi, ada apa kalian pagi-pagi ke sini. Kalau bukan ada masalah? " tanya nya membenarkan bahwa apa yang biasa dilakukan si kembar di pagi adalah mengadu kalau mereka tidak suka dengan Clara yang memaksa mereka untuk mandi.

__ADS_1


"Apa Daddy punya nomor mommy? Apa kami boleh memintanya Daddy. Kami sangat merindukan mommy. "Merajuk. membuat wajah kucing agar pria tersebut memberikan nomor Grizella.


Astaga. kenapa kalian mengemaskan sekali.


"Ambil sana di ponsel Daddy. Tapi ingat! Jangan malu-maluin Daddy di depannya. Kalau sampai ketahuan kalian malu-maluin Daddy. Awas kalian. " ancam Jaxton pura-pura. si kembar pun memutar bola matanya. seolah malas membalas ucapan Daddynya.


"Makasih Daddy. Kalau begitu kamu akan kembali ke kamar dan membersihkan diri dulu ke kamar mandi. " balas Chloe setelah menyimpan nomor Grizella di ponselnya.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙


By : Nadila Sizy


#Grizella&Jaxton_LFR

__ADS_1


__ADS_2