Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Compassionate Partner


__ADS_3

...Happy Reading readers 🌼🌼🌼...


...Jangan lupa like dan komentarnya ya🌻🌻🌻...


...Terima kasih atas semua dukungannya 🌸🌸🌸...


...β€’β€’β€’β€’β€’...


Grizella pun keluar dari area sekolah. Menaiki mobil yang telah diberikan Jaxton untuk mengantar jemput dirinya ke sekolah. Awalnya, Grizella menolak fasilitas yang di sediakan oleh Jaxton. Tapi, dia sadar bahwa suaminya melakukan hal itu demi kebaikannya. Contohnya saja saat ini ia harus membawa tugasnya pulang ke rumah. Untung ada mobil. Sehingga, ia tidak perlu repot membawa beban yang memberatkan dirinya.


"Kita ke apartemen saya yang lama dulu ya, Pak. " ucap Grizella kepada supirnya.


"Baiklah, Nona. " jawab supir Grizella yang bernama Burhan.


Setelah beberapa saat. Grizella pun sampai di apartemennya. Grizella pun langsung menemui pemilik apartemen.


"Benar, Buk. Saya akan ikut dengan suami saya. Besok saya akan mengemasi semua barang saya yang ada di sini. Terima kasih untuk selama ini ya, Buk. Ibuk sangat baik kepada saya. " ucap Grizella mengusap lembut punggung tangan Ibu tua di depannya.


"Grizella ini mah. Kayak siapa saja. Ibu sudah menganggap kamu anak Ibu sendiri. Kalau ada apa-apa kamu bisa kembali ke sini. Pintu rumah Ibu terbuka lebar untukmu. " ucap Ibu itu. Grizella pun tersenyum menanggapinya.


"Makasih ya, Buk. Kalau begitu, Grizella pamit dulu. Hari sudah mulai sore juga. Sampai jumpa, Buk. " ucap Grizella melambaikan tangannya ke arah Ibu tua tadi.


Setelah beberapa saat. Mobil yang di tumpangi Grizella akhirnya berhenti tepat di depan mansion Jaxton. Kebetulan juga Jaxton baru pulang dari kantornya. Membuat gadis itu mengernyitkan keningnya. Tumben cepat pulangnya pikir Grizella.


"Sayang. Apa kamu baru pulang? " tanya Jaxton mendekati istri manisnya tersebut.


"Iya. Bagaimana di kantor. Semuanya baik-baik saja kan? " tanya Grizella mendekati suaminya tersebut. Lalu menyambut tangan Jaxton untuk di cium punggung tangannya. Jaxton pun tersenyum. Merasa bahagia menikmati hari-hari seperti sekarang. Jaxton pun meninggalkan rasa rindunya dengan mencium kening Grizella.


"Jangan bahas tentang aku. Jawab pertanyaanku saja. " ucap Jaxton yang membuat istrinya tersebut tersenyum.


"Kita masuk dulu yuk. Aku haus. Mau minum dulu. " jawab Grizella. Jaxton pun tersenyum lalu meletakkan tangannya di pinggang ramping Grizella. Menuntun istrinya untuk masuk ke dalam rumah. Sebelum masuk ke dalam, Grizella menyuruh Pak Burhan untuk mengambil barang-barangnya yang ada di bagasi mobil. Dan meletakkannya di ruang keluarga.


"Emang dari mana saja hingga kamu kelelahan seperti ini? " tanya Jaxton ketika mereka sudah berada di dapur dan gadis itu meneguk air mineral yang tersedia di dapur. Mereka tengah duduk di sebuah kursi yang telah tersedia di sana.


"Aku singgah di apartemen lamaku tadi. Aku berencana membawa semua barang-barang ku ke sini. Tidak apa-apakan? " tanya Grizella menatap suaminya dengan gelas masih nempel di bibirnya.


"Tidak apa-apa. Kamu adalah pemilik rumah ini. Tapi, saranku nih. Sebaiknya barangnya di biarkan di situ saja. Lagian barang seperti itu tidak cocok di taruh di sini. " ucap Jaxton yang membuat Grizella menghentikan dirinya meminum air mineralnya.


"Aku tahu. Kita berasal dari dua dunia yang berbeda. Maaf jika aku tidak ingat hal itu. Aku tidak akan membawa barang-barang ku ke sini. Lain kali aku akan memikirkan semuanya. Kalau begitu aku ke kamar dulu. Aku mau mandi. Hari ini sengat melelahkan, bukan. " ucap Grizella. Jaxton pun tersadar dengan ucapannya. Dengan cepat ia memukul bibirnya yang jahat itu.


"Sayang. Apa kamu marah? Aku tidak bermaksud seperti itu. Semuanya aku lakukan karena aku tahu bahwa di setiap tempat di apartemen itu pasti memiliki kenangannya masing-masing. Lain kali kita bisa tidur di sana. Menghabiskan waktu berduaan saja tanpa gangguan si kembar. Tidak apa-apakan? " tanya Jaxton memeluk istrinya dari belakang.

__ADS_1


"Tapi kamar di apartemen ku sangat kecil. Apa kamu tidak apa-apa tidur di sana? " tanya Grizella. Jaxton pun tersenyum lalu mempererat pelukannya.


"Apapun itu. Asal bersamamu. Aku tidak keberatan sedikit pun. " ucap Jaxton mengecup leher jenjang Grizella.


"Oh iya, setelah datang bulanmu berakhir. Aku mau mengajakmu honeymoon. Kamu ada waktu kan?Β  " tanya Jaxton.


"Tapi aku sibuk mengajar. Aku tidak yakin ada waktu untuk itu. " jawab Grizella. Tiba-tiba Jaxton merubah wajahnya.


"Inilah yang tidak aku suka. Aku tidak akan melarangmu untuk bekerja. Tapi, sediakanlah waktu untuk kita berduaan. Bahkan, aku hanya ingin merayakan hari pernikahan kita saja. Kamu selalu sibuk dengan pekerjaanmu. Apa kamu tidak bisa membagi waktumu untukku? Bahkan, untuk sekedar memikirkannya. " tanya Jaxton memelas. Grizella pun mulai merasa bersalah. Dia tidak memikirkan semua itu. Dirinya hanya memikirkan egonya sendiri. Egonya yang ingin mengajar di sekolah tanpa ada yang mengekangnya seperti saat sekarang ini. Harusnya dia sadar bahwa dia tidak sendiri lagi sekarang. Harusnya ia sadar bahwa hidupnya ada di tangan suaminya sekarang. Harusnya, sebagai istri yang baik, ia harus meminta izin kepada suaminya. Grizella pun menundukkan kepalanya. Ia tidak bisa membendung lagi air matanya. Ia menyesali semuanya.


Hiks.


Tangisan Grizella pecah. Jaxton pun membulatkan matanya. ia tidak ada maksud lain untuk mengatakan semua itu selain sang istri mengerti posisinya yang ingin di perhatikan oleh istrinya tersebut. Bukannya malah membuat istrinya menangis seperti ini. Jaxton pun gelagapan. Menarik tangan Grizella agar ia bisa memeluk istrinya tersebut.


"Husttt. Aku tidak bermaksud membuatmu bersedih. Maafkan aku bila ucapanku membuatmu terluka. Baiklah, lupakan semua yang telah aku katakan tadi. Aku tidak akan meminta lebih padamu. Cukup kamu berada di sisiku sudah lebih dari cukup. Terima kasih ya, sayang. " ucap Jaxton mengusap lembut punggung belakang Grizella. Bukannya Mereda. Tangisan Grizella malah semakin kencang. Untung saja mereka sudah berada di dalam kamar. Sehingga orang luar tidak bisa mendengarkan tangisan Grizella karena kamar itu telah diatur Jaxton menjadi kamar yang kedap suara.


"Maafkan aku ya. Aku tidak akan mengatakan apapun lagi. Apapun keputusanmu, maka aku akan menyetujuinya. Maafkan aku ya, sayang. " ucap Jaxton mengendurkan pelukannya. Memegang kedua bahu Grizella. Agar ia bisa menatap wajah istrinya tersebut.


"Jangan bersedih lagi. aku tidak akan melarangmu melakukan apapun. Aku janji. " ucap Jaxton. Bukannya senang. Grizella malah memukul dada Jaxton.


"Kamu jahat. Apa kamu mau aku jadi istri yang durhaka kepada suaminya. Jahat. Kamu suami yang jahat. Aku benci kamu, suami jahat " ucap Grizella yang berulang kali memukul dada Jaxton. Jaxton sendiri bingung harus bagaimana lagi. Ia sudah menuruti permintaan istrinya. Tapi, bukannya senang. Istrinya malah menganggapnya jahat.


"Kamu salah. Seharusnya kamu melarang aku. Bukannya menyetujui semua keinginanku. Harusnya aku tahu jika kamu butuh perhatian juga. Maafkan aku yang tidak mengerti hal itu. Tolong maafkan aku, suamiku. " ucap Grizella memeluk erat tubuh berotot Jaxton. Jaxton pun tersenyum bahagia. Akhirnya istrinya itu mengerti keluh kesahnya.


"Ini bukanlah kesalahanmu. Ini adalah kesalahanku. Aku tidak akan melarangmu melakukan apapun lagi. Kecuali, semua itu bisa di toleransi oleh ku. Tapi, kamu harus menurut apapun yang aku katakan. Semua ini aku lakukan demi kebaikanmu juga. Bukan kamu saja. Tapi ini demi kebaikan keluarga kecil kita kedepannya. " ucap Jaxton mengendurkan pelukannya. Menatap mata sayu istrinya. Jaxton gemes sendiri melihat istrinya yang segukan. Hidungnya yang memerah terkesan mengemaskan untuknya. Tapi, dia tidak menyukai istrinya menangis seperti ini.


"Sekarang kita akhiri keharuan ini. Aku tidak ingin kamu sedih lagi. Aku mau mandi saja terus makan. Aku sudah kelaparan dari tadi. Aku juga ingin makan masakan kamu, istriku. " ucap Jaxton meninggalkan kecupan di bibir mungil Grizella. Grizella pun tersenyum lalu memukul pelan dada suaminya.


"Kalau begitu aku akan menyiapkan air mandi untuk suamiku. " ucap Grizella. Jaxton pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Terima kasih, istriku. " ucap Jaxton kembali mencium bibir kecil istrinya tersebut. Grizella pun tersenyum menanggapinya.






__ADS_1








Hei readers ku. Ikuti IG ku yuk




Oh iya, karena beberapa alasan. Aku pun merombak visual Grizella. Jadi, ini dia visual terbaru Grizella. Semoga pada suka ya. Untuk pembaca yang baru semoga nyaman ya. Untuk readers yang sudah melihat visual sebelumnya semoga tetap betah ya😊😊


Oh iya, demi penyesalan Uni karena merubah visualnya. Jadi, Uni Update 2 eps hari ini. Yeeeee




Jangan lupa tekan jempolnyaπŸ‘πŸ‘πŸ‘ ya. Agar Uni bisa beli kuota untuk Update nih novel.πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


TERIMA KASIH


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2