Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Two Boys 2


__ADS_3

Malam harinya di kamar utama. Pasangan itu terlihat sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Sesekali Jaxton melirik istrinya yang tengah menerima panggilan masuk dari sekolah.  Dilihatnya wajah sang istri yang berkerut. Seolah-olah memikirkan sesuatu lalu gadis itu menoleh ke arahnya. Entah apa yang ada di pikiran gadis itu.


Jaxton pun meletakkan ponsel di tangannya di atas nakas. Mendekati sang istri yang sedang duduk di sofa. Jaxton memilih duduk di samping istrinya. Melingkarkan tangannya di bahu gadis itu.


"Kenapa, hem? " tanya Jaxton ketika melihat istrinya sudah menyelesaikan pembicaraan dengan seseorang di telepon. Terlihat Grizella ragu-ragu untuk mengatakannya. Sesekali melirik suaminya itu lalu kembali menundukkan kepalanya.


"Emm, aku mau minta izin. " ucap Grizella yang membuat Jaxton mengernyitkan keningnya.


"Minta izin untuk apa? " tanya Jaxton bingung.


"Emm, itu-- aku mau izin ke luar kota sebulan lagi. Ada acara yang harus aku ikuti di kota E. " balas Grizella menundukkan kepalanya. Tahu jika sang suami tidak akan mengizinkannya.


Jaxton terlihat berpikir


Ini adalah impiannya. Aku tidak mungkin melarangnya. Tapi, aku tidak bisa membiarkan dia pergi jauh. Apalagi jauh dari pengawasanku. Aku takut dia Kenapa-napa di luar sana.


Jaxton berkata dalam hatinya. Memikirkan apa yang harus dia lakukan terhadap istrinya itu. Jika melarang Grizella pergi sama saja dia mencari masalah dengan istrinya itu. Jika dia mengizinkan Grizella pergi maka ia tidak yakin istrinya selamat di luar sana.


Jaxton menghela napasnya. Memegang kedua bahu Grizella. Menghadapkan gadisnya ke arahnya. Di sisi Grizella gadis itu menundukkan kepalanya. Menatap kedua lutut suaminya. Di sisi Jaxton pria itu menatap sendu istrinya yang mengemaskan untuknya itu. Jaxton pun memberikan kecupan lembut di pipi kanan Grizella. Grizella pun mendongakkan kepalanya ke atas. Menatap sang suami yang tengah tersenyum kepadanya.


"Hubby akan menemanimu ke sana. " ucap Jaxton yang memberikan angin segar untuk Grizella. Grizella pun langsung memeluk erat tubuh suaminya.


"Yaudah, kita tidur sekarang. Hubby ada pertemuan penting besok. " ucap Jaxton. Grizella pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Tanpa aba-aba Jaxton langsung mengendong tubuh kecil Grizella. Memberikan kecupan bertubi-tubi di wajah istrinya itu. Sungguh, setiap hal yang ada pada istrinya itu sangat mengemaskan untuknya.

__ADS_1


Dengan pelan-pelan Jaxton membaringkan tubuh Grizella di kasur kingsizenya. Setelah itu, Jaxton pun ikut menaikkan tubuhnya ke atas kasur. Berbaring di samping istrinya. Jaxton pun menarik tubuh Grizella kepelukkannya. Menjadikan lengannya sebagai bantal untuk kepala istrinya.


"Tidurlah, istriku sayang. " kecupan selamat malam di kening gadis itu. Grizella pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Grizella pun mempererat pelukannya di tubuh Jaxton. Jaxton pun tersenyum dan mempererat pelukannya. Mereka pun mulai terlelap tanpa melakukan apapun karena Jaxton tidak mau kesiangan besok pagi.


...•••••...


Pagi harinya, Jaxton sudah bersiap-siap ke tempat tujuannya. Si kembar sudah lebih dulu berangkat ke sekolah.


Jaxton merangkul pinggang istrinya.


"Secepatnya hubby akan menyelesaikan masalah kemarin. Jadi, kamu tidak akan bosan di rumah seharian. Kalau begitu, hubby berangkat ke kantor dulu, ya. " kecupan lembut di kening Grizella, turun ke kedua mata, pipi, hidung dan terakhir ciuman yang lama di bibir mungil Grizella. Grizella sampai gelagapan dengan kegiatan rutin suaminya tersebut. Tapi Grizella menyukainya. Grizella pun tersenyum setelah Jaxton menyelesaikan rutinitasnya.


"Kalau kamu butuh sesuatu tinggi panggil hubby ya, sayang. " kecupan lembut lagi di bibir mungil Grizella.


Setelah beberapa saat. Jaxton pun pergi berlenggang dengan mobilnya. Kali ini Jaxton tidak pergi ke arah kantornya. Saat ini ia tiba di sebuah kawasan pribadi miliknya yang sudah ia beli beberapa hari yang lalu.


Jaxton pun turun dari mobilnya. Dilihatnya beberapa para pekerja yang tengah menyelesaikan sebuah mansion khusus untuk keluarga kecilnya. Ada sekitar 100 pekerja tukang dan kuli bangunan di sana. Mereka terlihat profesional dalam pekerjaannya.


Saat Jaxton datang. Ia langsung di berikan helm pengaman di kepalanya oleh kepala kontraksi bangunan di sana. Dia menjelaskan kepada Jaxton bahwa mansion yang di minta Jaxton sudah hampir 70 persen. Beberapa pekerja hanya tinggal menambahkan beberapa figura dan memperhalus pekerjaan mereka. Di perkirakan mansion tersebut akan selesai dalam waktu 3 hari ke depan.


"Baiklah, saya akan datang 3 hari lagi. Saya tidak sabar memberikan kejutan ini kepada istri saya. " ucap Jaxton sembari membayangkan wajah manis istrinya tersebut.


Di tempat lain di waktu yang sama. Si kembar terlihat sedang beristirahat di taman sekolah. Mereka memilih menyantap bekalnya di sana. Di dampingi oleh sepoian angin segar di pagi hari yang menjelang siang hari itu. Pohon pucuk merah dan melati putih menambah suasana sejuknya. Mereka pun memakan bekal tersebut dengan hati gembira. Sampai akhirnya, mereka menghentikan kegiatannya karena kedatangan dua orang anak laki-laki di kedua sisi mereka. Dengan menyangga kepala mereka dengan tangannya. Menatap hangat si kembar.

__ADS_1


Ya, mereka adalah Aksa dan Arion. Arion duduk di samping Zoe dan Aksa duduk di samping Chloe. Sepertinya mereka sudah kenal dengan si kembar. Sehingga bisa membedakan yang mana Zoe dan Chloe.


"Nggak pergi ke kantin? " tanya Arion menatap hangat wajah Zoe.


"Tidak, Kak. Kami di buatkan bekal oleh mommy. Lebih sehat bawa makanan dari rumah.  " balas Zoe. Arion pun tersenyum hangat  mendengarnya. Menatap penuh hangat gadis di depannya. Zoe sampai malu sendiri di tatap seperti itu oleh Arion. Di sisi lain, Aksa membuat Chloe susah menelan makanannya. Pria itu terus saja menatapnya. Tidak peduli dengan apa yang telah dilakukan oleh Arion kepada Zoe. Dia mengacuhkan 2 orang itu. Fokusnya hanya kepada Chloe.


Karena terus di pandang oleh Aksa. Chloe pun memutuskan untuk menyudahi makannya. Chloe menopang dagunya dengan kedua tangannya.


"Ada apa kakak ke sini? Apa ada yang mau di bicarakan? Kalau tidak biarkan kami menghabiskan makanan kami. Kami butuh ruang untuk itu. " kata-kata penuh sindiran keluar dari mulut Chloe. Sungguh dia merasa risih dengan kehadiran Arion dan Aksa. Kedua pria itu selalu saja mengganggu waktunya. Chloe merasa di sekolah ini tidak ada waktunya untuk bebas dari kedua pria tersebut. Bukannya tidak mau berteman. Hanya saja mereka merasa risih dengan Arion dan Aksa.


Arion dan Aksa langsung terdiam ketika Chloe angkat bicara. Meski Chloe mengatakannya dengan suara kecilnya tapi ada ketegasan di sana. Arion dan Aksa pun tersenyum sembari mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Emm, kami mau istirahat di sini. Karena melihat kalian akhirnya kami memilih untuk bergabung. Kalian tidak apa-apakan kami duduk di sini? " tanya Aksa. Si kembar pun diam. Menurut mereka tidak salah 2 pria itu duduk di sini. Karena tidak mau membuat masalah si kembar pun memutuskan untuk pindah.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2