Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Meet


__ADS_3

...Happy Reading readers 🌼🌼🌼...


...Jangan lupa like dan komentarnya ya🌻🌻🌻...


...Terima kasih atas semua dukungannya 🌸🌸🌸...


...•••••...


Keesokan harinya. Si kembar terlihat sedang melakukan pembelajaran outdoor. Terlihat seorang pemuda dengan pakaian olahraganya. Mengajar anak-anak kelas 6 SD melakukan pemanasan sebelum mempraktekkan teori yang Sudah mereka pelajari di minggu sebelumnya.


Ya, dia adalah guru Gleen. Seorang pemuda tampan yang patut di masukkan ke dalam list teratas pria gagah di sekolah itu. Para guru-guru muda tidak bisa menepis rasa kagumnya pada pria itu. Tapi, lain halnya dengan Grizella. Gadis itu telah menganggap pria itu sebagai temannya sendiri. Mungkin juga saudara.


Terlihat dari kejauhan guru PL memperhatikan Gleen dari kejauhan. Bahkan, mereka lupa tujuan mereka datang ke sekolah. Jika kepala sekolah tahu. Sudah pasti guru PL itu di masukkan ke dalam daftar hitam karena tidak fokus melakukan praktek lapangan. Dan otomatis mereka gagal dalam melaksanakan KKN mereka.


"Sekarang anak-anak perempuan cobalah berlatih dengan teman-temannya dulu. Bapak akan melatih para pria terlebih dahulu. " ucap Gleen.


"Baiklah, Pak. " jawab anak-anak perempuan.


"Arion. Kemarilah. " panggil Gleen. Arion pun mendekati Gleen.


"Iya, Pak. Ada apa Bapak panggil saya? " tanya Arion.


"Bapak mau minta tolong. Tolong kamu ambilkan buku absen Bapak yang kebetulan tertinggal di ruangan Bapak. Mohon bantuannya ya. " ucap Gleen.


"Baiklah, Pak. Kalau begitu saya ke sana sekarang. " ucap Arion datar.


Arion pun melangkahkan kakinya ke kantor. Dan sudah membawa buku absen di tangannya.


Bruk.


"Maaf, Kak. Zoe tidak sengaja. " ucap Zoe.


Bola mata hitam milik Arion membulat sempurna. Jantungnya berdebar tak tahu artinya apa. Hingga tangannya sekarang sudah menempel di dada. Mencoba meminimalkan debarannya. Masih terpana dengan anak manis di depannya.


"Apa kakak baik-baik saja? Aku tidak sengaja.  Maafkan aku ya. Aku tidak mau buat masalah. " ucap Zoe cemas jika Arion memiliki penyakit karena kesalahannya. Atau sekedar memancing penyakit Arion. Karena dilihatnya pria di depannya hanya diam mematung. Seperti tak bernyawa.


"Apa mau aku antar ke UKS saja, kak? " tanya Zoe karena melihat Arion masih mematung tak bersuara.


"Kakak baik-baik saja kan? Jangan buat aku khawatir dong. Kakak tidak apa-apakan? " tanya Zoe memegang lengan Arion. Mengguncangnya. Berharap Arion bicara. Hal itu berhasil membuat Arion tersadar. Lalu, Arion pun mengerjapkan matanya.


"Eh, iya. Ada apa tadi? " tanya Arion menundukkan kepalanya untuk melihat wajah Zoe.


"Tuh kan. Kakak sakit ya. Aku akan mengantar kakak ke UKS. " ucap Zoe yang langsung menarik tangan Arion tanpa menunggu respon Arion.


"Kenapa kita ke UKS? " Tanya Arion bingung.


"Kakak lagi sakit. Aku akan menemani kakak di sana. " ucap Zoe tanpa membalikkan badannya. Tangannya selalu menarik Arion ke arah UKS.

__ADS_1


"Siapa yang sakit? Kamu?" Tanya Arion.


"Ya kakaklah. Kalau aku mah sehat selalu. " balas Zoe menghentikan langkahnya. Menatap ke arah Arion.


"Aku? Emang aku kenapa? " tanya Arion bingung.


"Sudahlah. Mending kakak di periksa saja dulu. Baru kita ambil keputusan selanjutnya. " ucap Zoe kembali menarik tangan Arion.


"Zoe. Mau kemana kamu? " tanya Chloe yang kebetulan melihatnya.


Jadi dia Zoe. Aku bahkan di buat bingung oleh mereka. Tapi, debaran jantung ini sudah tidak meragukan lagi. Aku seperti sudah mengenalnya. Gadis masa depanku.. ucap Arion dalam hatinya.


"Kakak? " ucap Zoe.


"Apa kamu tidak belajar? " tanya Chloe yang sudah ada di depan Zoe.


"Belajar kok, kak. Tapi, aku mau mengantar kakak ini dulu. " ucap Zoe. Chloe pun menatap Arion dari atas sampai bawah.


"Bukannya kakak adalah anak senior. Kenapa bisa di antar oleh murid baru. Kakak tahu jalan, kan?" Tanya Chloe penuh selidik.


"Aku tidak apa-apa. Adikmu yang menarikku ke sini. " jawab Arion merasa di interogasi oleh Chloe.


"Sudahlah, kak. Aku mau antar kakak ini dulu. Nanti kita bicaranya " ucap Zoe.


"Tapi kakak ini bilang bahwa dia baik-baik saja. Mending kita ke kelas ya. " ucap Chloe yang mulai datar. Zoe pun menoleh ke arah Arion.


"Tapi kakak ini? " tanya Zoe ragu meninggalkan Arion sendirian. Arion pun tersenyum. Mengusap lembut kepala Zoe. Yang membuat kedua gadis itu terbengong dengan tingkah spontan Arion.


"Kakak yakin?  " tanya Zoe. Arion pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu aku ke kelas dulu. Boleh aku minta nomor hp kakak. " ucap Zoe. Sontak hal itu membuat Chloe menoleh ke arahnya dengan cepat.


"Untuk apa? " tanya Chloe dan Arion serentak.


Zoe pun terkekeh melihat keduanya yang kompak. Dan hal itu membuat Arion tersenyum melihat wajah ceria gadis di depannya.


"Aku takut kakak sakit. Aku akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi pada kakak. " ucap Zoe menundukkan kepalanya. Takut lihat wajah seniornya. Akan tetapi, ada senyuman tipis di bibir Arion.


"Berikan saja nomormu. " ucap Arion memberikan telapak tangannya agar Zoe menuliskan nomor ponselnya.


"Tapi aku tidak bawa pena. " ucap Zoe.


"Kalau begitu sebutkan saja nomornya. Aku akan mengingatnya. " ucap Arion.


"Apa kakak yakin akan ingat nanti. " ucap Zoe. Arion pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Emm. Ingat ya. 0838xxxxxxxx. Apa kakak ingat?" tanya Zoe memastikan. Arion pun tersenyum lalu mengusap lembut kepala Zoe.

__ADS_1


"Aku memiliki daya ingat yang tinggi. Aku akan menagihnya nanti malam. " ucap Arion yang langsung meninggalkan saudara kembar itu.


"Hei. Untuk apa kamu memberikan nomor telepon ke sembarangan orang. Bagaimana jika dia jahat padamu? Jangan bilang aku tidak memperingati kamu ya. Sekarang ayuk. Kamu masih ada kelas. Setelah itu, kita pulang sama-sama. " ucap Chloe yang juga khawatir dengan adik nakal nya itu. Sedangkan Zoe hanya bisa tersenyum. Senang sekali di khawatirkan oleh kakaknya itu.


Jam sekolah pun berakhir. Terlihat gadis manis tengah merapikan mejanya yang penuh dengan buku tugas anak-anak hari ini.


"Apa mau di bawa ke rumah buku tugasnya, buk guru Grizella? " tanya Gleen kepada Grizella. Ya, Glenn tidak tahu jika Grizella sudah menikah. Karena dia di sibukkan oleh urusan kantor yang keluarganya miliki. Biasanya, setelah ia selesai mengajar maka ia akan langsung ke kantor untuk mengurus urusan kantor keluarganya.


Grizella pun menoleh ke arah suara tersebut. Sedikit tersenyum karena melihat siapa yang berbicara.


"Iya, Pak Gleen. Saya tidak mau membuang-buang waktu saya. Lebih cepat selesai lebih baik, bukan. " ucap Grizella. Gleen pun tersenyum. Entah kenapa, Glenn salut dengan gadis di depannya.


"Kalau begitu saya pamit dulu, Pak Gleen. Semoga hari anda menyenangkan. " ucap Grizella yang langsung meninggalkan Gleen sendirian.













Jangan lupa tekan jempolnya ya. Agar Uni bisa beli kuota untuk Update nih novel.


TERIMA KASIH


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2