
Keesokan harinya. Sesuai janjinya. Jaxton akan menemani sang istri dan juga anak-anak jalan-jalan ke luar. Karena hari ini adalah hari libur. Jadi, mereka bisa menghabiskan waktu bersama.
Di kamar utama. Pasangan itu masih tertidur pulas. Mereka melupakan kesepakatan semalam bersama anak-anak. Si kembar, mereka sudah selesai beres-beres. Mereka hanya tinggal menunggu orang tua mereka turun dari kamar. Saat ini, mereka tengah makan sarapan mereka bersama Bianca.
Di meja makan, Bianca memperhatikan 2 anak kecil itu. Ada pandangan yang tak teartikan oleh pikiran manusia. Senyuman menyeringai terpatri di bibirnya.
"Ehem, apa mau tante temani? " tanya Bianca di sela-sela ia mengoleskan selai di rotinya.
"Tidak perlu, Tan. Ada Mommy dan Daddy, kok. " balas Zoe sok sibuk mengunyah roti di tangannya yang sudah di siapkan oleh Bianca untuknya.
"Begitu ya. Kalau begitu Tante ke RS dulu ya. Kalian tidak apa-apakan? " tanya Bianca.
"Iya, Tan. Semangat kerjanya ya, Tan. " ucap Chloe menyalami punggung tangan Bianca.
Bianca pun keluar dari mansion. Setibanya ia di dalam mobil. Terlihat wanita itu menghubungi seseorang. Bianca pun menjalankan mobilnya.
...•••••...
Setelah melalui proses yang panjang. Akhirnya suami istri itu terbangun dari tidurnya. Si kembar sudah berdecak pinggang di belakang Grizella yang sedang merias wajahnya. Si kembar tidak melepaskan pandangannya dari gadis itu. Membuat Grizella tersenyum canggung sekaligus geli melihat si kembar yang kesal kepadanya.
Beberapa waktu yang lalu.
Di meja makan. Si kembar sudah selesai dengan sarapannya. Mereka terlihat bingung. Dilihatnya arah tangga tapi mereka tidak melihat dua orang dewasa tersebut.
"Apa Mommy dan Daddy masih tidur, ya? Bukankah mereka yang mengajak kita jalan-jalan hari ini? " tanya Zoe kesal.
"Yaudah, kalau begitu kita lihat ke kamar saja yuk. " ajak Chloe. Anak perempuan itu bangun dari duduknya. Lalu, mereka pun melangkahkan kakinya ke arah kamar utama yang ada di mansion tersebut.
Si kembar pun melangkahkan kakinya ke kamar utama. Mereka beberapa kali mengedor pintu kamar tapi tidak ada yang terlihat membukakan pintu kamar. Kesalnya lagi, pintu itu di kunci sehingga mereka akhirnya memutuskan untuk berteriak dengan suara lima 8 oktaf yang mereka miliki.
"Mommy, Daddy. " teriak si kembar yang membuat orang yang terlelap di kamar terlonjak kaget. Grizella sampai terduduk. Dan hal itu berhasil membuat kepalanya pusing.
"Akhhh. Kenapa pagi-pagi teriak begitu? " tanya Grizella memijit keningnya. Jaxton yang ikut terbangun juga bergumam hal yang sama. Melihat istrinya yang sepertinya sedang pusing. Jaxton pun ikut terduduk dari tidurnya.
"Sayang. Kamu tidak apa-apakan? Apa kepalamu pusing? " tanya Jaxton khawatir.
"Aku tidak apa-apa. Hanya tidak terbiasa saja. Aku mau lihat ke depan dulu. " ucap Grizella mencoba turun dari tempat tidur tapi di tahan oleh Jaxton.
"Kamu di sini saja. Biar aku yang lihat. " ucap Jaxton. Grizella pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Cekrek.
Pintu kamar terbuka. Jaxton langsung di dorong ke belakang oleh si kembar. Si kembar pun melihat keadaan di kamar. Dilihatnya Grizella masih terduduk di tempat tidur dengan gaya yang berantakan. Si kembar pun menoleh ke arah Jaxton. Pria itu mengaruk tengkuknya yang tidak gatal karena mulai sadar akan kesalahannya.
__ADS_1
"Kenapa Daddy belum siap-siap juga? Kami sudah dari tadi menunggu di bawah. " ucap Zoe menyilangkan tangannya di dada dengan tatapan yang amat kesal. Grizella yang juga mulai sadar. Dia pun turun dari tempat tidur.
"Maaf ya, sayang. Kalau begitu kami akan bersiap-siap dulu. Kalian tunggu lah di bawah ya. " ucap Grizella.
"Tidak mau. Kami akan menemani Mommy. Kalau tidak Daddy pasti akan membuat Mommy lama. " ucap Chloe menyilangkan tangannya di dada. Jaxton pun tersenyum geli melihat Chloe.
"Yaudah, kalau begitu Daddy mandi dulu ya. Ayuk sayang. " ajak Jaxton kepada Grizella. Tapi, si kembar malah merentangkan tangannya di depan Grizella. Tidak mengizinkan Daddy mereka berduaan dengan Grizella.
"Daddy mandi di kamar kami. Mommy akan mandi sendirian di sini. " ucap Zoe. Jaxton pun pasrah. Melihat kekesalan keponakannya membuat Jaxton tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menuruti keinginan mereka.
Kembali ke waktu sekarang.
Grizella membalikkan badannya. Saat ini gadis itu sudah berdiri di depan si kembar.
"Jangan marah lagi dong. Bukannya Mommy sudah siap sekarang. Kita lihat Daddy yuk. " ajak Grizella memegang kedua tangan si kembar.
Mereka melangkahkan kakinya ke pintu dan tiba-tiba Jaxton datang dengan pakaiannya yang sudah rapi.
"Kita pergi sekarang? " tanya Jaxton melihat para kekasih hatinya.
"Iya, Dad. " balas si kembar. Si kembar pun melangkahkan kakinya terlebih dahulu. Meninggalkan Grizella dan Jaxton di belakang mereka. Jaxton pun mendekati istrinya.
"Ayuk sayang. " Jaxton melingkarkan tangannya di pinggang ramping Grizella. Sebelum itu, Jaxton memberikan kecupan lembut di bibir mungil Grizella. Lalu, kecupan lembut di pipi kiri Grizella.
Keluarga kecil itu sudah berada di dalam mobil. Hari ini Jaxton memutuskan untuk membawa mobil sendiri. Grizella duduk di sampingnya dan si kembar duduk di kursi tengah.
Mobil di lajukan dengan kecepatan rata-rata. Sesekali Jaxton melihat ke arah sang istri dan juga si kembar yang sibuk bermain dengan ria di belakang. Entah apa yang mereka mainkan tapi kedua anak itu terlihat sangat serius sekali. Mata mereka tidak lepas dari objek yang mereka mainkan. Hal itu di di jadikan kesempatan oleh Jaxton mencium punggung tangan sang istri. Di sepanjang jalan tangannya tidak lepas tangan Grizella. Hal yang membahayakan emang. Tapi, Jaxton sadar akan hal itu. Sehingga, ia melajukan mobilnya lebih pelan lagi. Sampai akhirnya, mereka tiba di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota itu.
Setelah mobil terpikir di parkiran VVIP. Jaxton pun keluar dari mobilnya. Pertama-tama ia membukakan pintu mobil untuk si kembar lanjut dengan membukakan pintu mobil untuk sang istri tercinta.
"Ingat ya. Jangan jauh-jauh dari pandangan Mommy. Tetap berjalan di depan kami. Tidak boleh lebih 1 meter dari Mommy. Kalian paham kan? " tanya Grizella berjongkok sedikit di depan si kembar. Si kembar pun tersenyum.
"Iya Mom. Apa kita bisa pergi sekarang? " tanya Chloe. Grizella pun berdiri seperti semula. Ia tersenyum kepada si kembar.
"Ayuk. " ajak Grizella. Si kembar pun berjalan terlebih dahulu. Mereka sadar sendiri bahwa sang Daddy ingin berduaan dengan Mommy mereka.
Di belakang mereka. Jaxton dan Grizella jalan bergandengan. Jaxton melingkarkan tangannya di bahu Grizella. Membuat tubuh gadis itu tak berjalan darinya. Grizella sampai risih olehnya. Akan tetapi ia tidak bisa melawan karena sudah melihat tatapan dingin sang suami.
"Padahal aku bisa menyuruh asisten ku untuk membelikannya untukmu. " ucap Jaxton menoleh ke arah Grizella.
"Emang asisten kamu itu aku. Kan aku yang mengajar. Jadi, hanya aku yang tahu apa yang aku butuhkan. " ucap Grizella kesal dengan tingkah sok berkuasa suaminya tersebut. Bisa saja sih Jaxton menyuruh asistennya itu untuk membelikan keperluannya. Hanya saja Grizella merasa dia harus turun tangan sendiri. Karena dia yakin jika sudah ada di tempat perbelanjaan maka akan ada perubahan nantinya. Karena bila kita turun lapangan kita akan melihat hal yang lebih bagus dari perencanaan kita sebelumnya.
"Yaudah, aku tidak bisa berdebat dengan ibu guru. Ibu guru tahu semuanya. Aku hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepala saja. " ucap Jaxton pada akhirnya. Grizella pun tersenyum lalu memberikan kecupan lembut di pipi kanan Jaxton.
__ADS_1
"Aku memang seperti ini. Aku harap kamu bisa memahami aku kedepannya. " ucap Grizella. Jaxton pun tersenyum.
"Dengan senang hati, sayangku. " ucap Jaxton membalas kecupan Grizella di pipinya.
"Mommy, Daddy. Ayuk. Lama sekali jalannya. " teriak si kembar membalikkan badannya ke arah pasangan baru itu. Grizella dan Jaxton dengan gelagapan melepaskan kecupan mesra mereka. Jika tidak, mereka pasti malu-malu di lihatin oleh si kembar.
Setelah beberapa saat. Mereka pun sampai di sebuah pusat penjualan buku-buku terbesar di kota tersebut. Segala macam buku ada di sana. Dari anak kelas 1 sampai anak kelas 6 SD lengkap ada di sana. Buku-bukunya bermacam-macam juga. Ada buku fiksi, non fiksi, ilmiah, pengetahuan, dll.
Si kembar sudah sibuk sendiri memilih buku juga. Padahal, awalnya mereka hanya berniat menemani Mommynya saja. Nyatanya mereka merubah rencana mereka setelah datang ke sini. Begitupun dengan Grizella. Gadis itu awalnya hanya berencana membeli beberapa buku saja. Nyatanya keranjang belanjaannya memgunung. Karena tidak hanya buku panduan belajar saja yang ia beli. Grizella pun membelai beberapa buku novel dan buku umum lainnya.
"Maaf. Aku khilaf bila sudah di suguhkan oleh buku-buku ini. Kamu bayar nanti ya. Kan sekarang kamu sudah menjadi suami aku. Dan aku menjadi istri kamu. Kamu tahu kan. Uang suami adalah uang istri dan uang istri adalah milik istri itu sendiri. Hehehe. " ucap Grizella nyengir kuda di hadapan Jaxton. Jaxton yang melihatnya meresa gemes dengan istrinya tersebut. Bukan apa-apa ya. Jaxton sendiri membenarkan ucapan istrinya tersebut. Dia tidak mempermasalahkannya. Asal kekasih hatinya itu seneng maka ia akan menganggukkan kepalanya untuk sang istri tercinta.
"Jadi, apa untungnya untuk aku? " Jaxton menanggapi ucapan Grizella. Jaxton mau mendengar respon istrinya tersebut.
"Emm. Kamu memiliki aku seutuhnya. Kamu bebas melakukan apapun padaku. Karena itu adalah harga untuk kamu karena sudah menjadi suami aku. " balas Grizella tanpa tahu apa yang akan di rencanakan oleh suaminya yang sudah mulai mesum itu.
"Apapun. Berarti aku akan membuat kamu tidak bisa berpaling lagi dari aku. Kita tunggu saja beberapa hari lagi. Aku ingin kamu menyiapkan tubuh kamu nanti. Aku akan menghabisi kamu sampai pagi. Tidak akan aku biarkan kamu tertidur barang sedikit pun. " bisik Jaxton di telinga Grizella. Grizella yang mendengarnya sampai bergidik negeri. Gadis itu menyesali ucapannya barusan.
"Apaan sih. Aku mau ke sana dulu. " Grizella pergi meninggalkan Jaxton sendirian. Jaxton pun tersenyum melihat istrinya yang salah tingkah. Jaxton pun mengalihkan perhatiannya kepada si kembar. Jaxton pun tersenyum lalu ia beralih melihat ke arah istrinya yang sudah berada di ujung rak buku. kedua bola mata Jaxton membulat sempurna.
"Sayang. " lirih Jaxton.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Wihhh. Kira-kira apa yang telah terjadi pada Grizella ya? Penasaran! Tunggu episode selanjutnya ya.
Maaf ya baru bisa Update sekarang. Lain kali akan Update seperti biasa. Terima kasih atas dukungannya yah.
Selamat Membaca😊😊
__ADS_1