Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Theatrical


__ADS_3

Beberapa menit setelah itu. Mobil Jaxton sudah terpikir di depan gedung apartemen Grizella. Dilihatnya jam di tangannya sudah menunjukkan pukul setengah 7 malam.


Jaxton pun memutuskan untuk masuk ke dalam gedung. Jaxton naik ke lantai 2 gedung tersebut.   Menghampiri kamar nomor 9. Setelah tiba di sana, Jaxton langsung menekan bel. Beberapa saat ada suara teriakan dari dalam. Jaxton pun tersenyum dan menunggu Grizella dari luar.


"Iya, tunggu sebentar. " ucap Grizella. Grizella pun membuka pintu dengan tangannya masih memegang spatula berwarna coklat keputihan.


Jaxton tersenyum ketika melihat wajah Grizella ada di depannya.


"Kamu! Apa yang kamu ketawakan? " tanya Grizella memegang wajahnya. Bukannya menemukan sesuatu malah wajah Grizella makin putih karena ada beberapa bubuk tepung yang melekat di telapak tangan Grizella. Jaxton pun tersenyum dan mendekati Grizella.


"Apa yang kamu bikin sampai wajahmu menjadi seperti ini, hem? " tanya Jaxton membersihkan beberapa bubuk tepung yang ada di hidung Grizella. Telunjuk Jaxton mengeser ke pipi Grizella. Tiba-tiba suasana canggung menghampiri mereka berdua. Dunia seakan berhenti pada mereka. Hanya terdengar suara detak jantung oleh diri mereka masing-masing.


Wajah Jaxton dan Grizella seperti ada garis-garis merah di pipinya. Dengan bibir yang sulit untuk mengatakan sesuatu. Ketika sudah menguasai diri Grizella pun memundurkan langkahnya. Lalu menutup satu pipinya yang sedang merona.


"Ada apa kamu ke sini? " tanya Grizella dengan suara yang amat pelan.


"Emm, tadi aku singgah ke toko boneka. Aku ingin membelikan anak-anak boneka. Dan aku menemukan satu untukmu juga. Nih, semoga kamu menyukainya. " ucap Jaxton memberikan boneka beruang kepada Grizella.


"Kenapa aku harus menerimanya! Aku bukan anak kecil lagi, sampai di berikan boneka juga sama seperti anak-anak. " ucap Grizella yang belum menerima boneka dari Jaxton. Bahkan, boneka itu masih berada di awang-awang antara Jaxton dan juga Grizella.


"Setidaknya kamu bisa memajangnya. Bisa kamu jadikan ruangan ini semakin cantik karena boneka ini. " ucap Jaxton. Jaxton pun melangkah masuk ke dalam dan mengedarkan pandangannya. Mencari tempat untuk letak boneka itu. Dilihatnya kamar Grizella. Jaxton pun tersenyum dan masuk ke dalam kamar Grizella. Jaxton meletakkan boneka beruang tadi di samping kasur Grizella. Meletakkannya seperti orang yang sedang tidur.


"Nah, beruang ini bisa menjadi temanmu saat tidur. " ucap Jaxton, tiba-tiba hidung Jaxton seperti mencium bau sesuatu, " Apa kamu sedang membuat sesuatu? " tanya Jaxton. Grizella pun tersadar.


"Astaga, perutku. Oh tidak .... " ucap Grizella yang langsung melangkahkan kakinya tergesa-gesa ke dapur.


"Perut! Apa maksudnya? " tanya Jaxton pada dirinya sendiri.


Jaxton pun mengikuti langkah Grizella ke dapur. Setibanya di sana, Jaxton melihat Grizella dengan wajah yang sudah memelas. Tanpa adanya suara di sana.


"Kamu kenapa? " tanya Jaxton bingung. Jaxton pun melihat panci di depannya. Dilihatnya ayam bumbu yang sudah hangus.


"Apa kamu mau menemani ku makan malam? Aku sangat lapar hari ini? " Jaxton mengusap perutnya, seolah dirinya sangat kelaparan. Padahal, hangat untuk membalas rasa bersalah nya karena sudah membuat sambal Grizella hangus.


"Kamu yang traktir. " ucap Grizella memelas.


"Oke, tapi kamu yang cari tempat. Carilah tempat yang benar-benar kamu sukai. " ucap Jaxton tersenyum. Grizella pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, antusias.


"Aku akan siap-siap dulu. Tunggu sebentar. " ucap Grizella. Grizella pun dengan cepat masuk ke kamarnya. Menyambar jaket nya dan ponselnya yang ia letakkan di nakas samping kasur.

__ADS_1


Beberapa saat setelah itu, Grizella pun menghampiri Jaxton.


"Ayuk. Aku sudah siap. " ucap Grizella kepada Jaxton yang sibuk dengan ponselnya. Jaxton pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Berdiri mendekati gadis itu.


"Kamu mau makan apa malam ini? " tanya Jaxton.


"Terserah kamu. Asal ada nasinya. " ucap Grizella cengengesan.


"Siap buk guru. " ucap Jaxton mengusap lembut kepala Grizella.


••••


Di tempat lain di waktu yang sama. Smith terlihat memanung seorang diri. Dirinya teringat waktu-waktu berduaan dengan Catty. Entah kenapa, hatinya sangat sakit melihat wanitanya bersama pria lain. Tapi, ada rasa kelegaan di hati Smith karena sudah mengetahui keburukan Catty. Karena jika dia sampai saat ini tidak mengetahui sifat busuk Catty maka masa depannya akan hancur.


Di dalam kesedihannya, tiba-tiba ponsel Smith berdering. Terlihat ID Catty di sana. Smith pun meremas ponselnya. Dan sesaat setelah itu, Smith menghela napasnya.


"Baiklah, kita lihat sampai kapan kamu akan menutupinya dariku. " lirih Smith.


Smith pun mengeser warna hijau di ponselnya dan meletakkan benda pipih itu ke telinganya.


"Hallo. Ada apa, sayang? " tanya Smith pura-pura seperti biasa.


"Kamu dimana? Aku merindukanmu. " seru Catty di seberang sana.


"Sudahlah, aku menginginkanmu saat ini. Apa kamu bisa ketempat ku sekarang? " tanya Catty.


"Baiklah. Aku akan ke sana sekarang. " ucap Smith. Smith pun tersenyum menyeringai setelah panggilan itu terputus.


"Bahkan aku baru sadar bahwa kamu tidak pernah peduli padaku. Kemana saja diriku selama ini? Bahkan hal kecil begini saja baru aku sadari setelah aku melihat hal yang sebenarnya. Aku benar-benar bodoh. Bodoh, bodoh. " ucap Smith membentur kepalanya ke dinding yang ada di dekatnya.


Smith pun menegakkan badannya. Ingin rasanya dia membalaskan dendamnya kepada Catty. Tiba-tiba cara licik berjalan di pikirannya.


"Kita lihat saja. Aku akan membalasmu Catty. Beraninya kamu memanfaatkan ku selama ini. Bahkan, disaat seperti ini kamu masih tidak mempedulikan ku. Apa semua yang aku berikan selama ini tidak memuaskan mu. Apa kamu tidak pernah mencintai ku selama ini? " lirih Smith dengan tatapan tajam yang penuh hawa dingin di sekitarnya.


Smith pun memutuskan untuk pergi ke apartemen Catty. Di dalam perjalanan Smith melihat Grizella tengah berduaan dengan Jaxton. Mereka terlihat bahagia bersama.


"Aku sudah menyia-nyiakan gadis baik-baik seperti Grizella. Dia bahkan menghindar saat aku memeluknya. Kenapa baru saat ini aku menyadarinya. Apa aku masih bisa mendapatkannya. Yah, aku tidak boleh kehilangan gadis baik seperti Grizella. Besok aku akan mencari waktu agar bisa berduaan dengannya. " ucap Smith melihat Grizella dari kejauhan. Seolah-olah sedang memegang wajah Grizella yang terlihat cantik meski ia lihat dari jauh.


Beberapa saat setelah itu, Smith sudah sampai di apartemen Catty. Smith masih berdiri di depan apartemen Catty. Menunggu dirinya menyiapkan diri untuk bertemu dengan Catty.

__ADS_1


"Baiklah, lakukan yang terbaik untuk hari ini. Jangan sampai kamu membuat kesalahan. Ingat! Kamu harus membalaskan dendammu padanya. " ucap Smith. Smith pun mengetuk pintu apartemen Catty setelah ia sudah menguasai dirinya.


"Sayang, aku merindukanmu. " seru Catty ketika sudah melihat Smith di depannya.


"Ada apa? Apa kamu ada masalah? " tanya Smith. Catty pun menganggukkan kepalanya.


"Temanin aku. Aku butuh kehangatanmu. " ucap Catty menarik tangan Smith masuk ke dalam. Tapi, Smith menahan tangannya.


"Maaf, yank. Aku tidak bisa hati ini. Besok ya. Aku ada janji dengan klien. " ucap Smith berbohong.


"Benarkah! Tapi, kali ini saja. " ucap Catty.


"Maaf ya. Besok aku akan menemanimu sepuasnya. " ucap Smith.


"Baiklah. Tapi, jangan lupa belikan aku tas yang kemarin itu ya. Janji. " ucap Catty. Mencoba mengoda Smith dengan mengesekkan dadanya di lengan Smith.


Bahkan, hal ini baru aku sadari juga. Aku benar-benar bodoh. Bodoh kamu Smith. Kita lihat saja, aku akan membalasmu besok, Catty. Smith


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu ya. Aku akan mengabari kamu besok. " ucap Smith yang langsung berlenggang keluar tanpa adanya  drama yang seperti biasa.


"Loh! Dia main pergi begitu saja. Biasanya dia akan menempelkan bibirnya di mana-mana. Tapi, baguslah. Aku tidak perlu main drama sebagai wanita yang penurut lagi. " ucap Catty setelah melihat kepergian Smith.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙

__ADS_1


By : Nadila Sizy


#Grizella&Jaxton_LFR


__ADS_2