
Di sela-selanya mencari buku yang sebenarnya hanya berniat melirik gadis di sampingnya. Maxim tersenyum hangat kepada Merci. Dirinya selalu melirik gadis itu. Sudah hampir 1 jam lamanya namun Maxim belum memilih satu pun buku yang ada di sana. Maxim hanya terfokus melihat gadis di sampingnya itu.
Sedangkan si kembar dan Grizella terlihat sudah selesai menemukan buku yang ingin mereka beli. Si kembar pun memutuskan untuk makan siang di Mall itu. Si kembar tahu tempat makan favorit di sana. Si kembar mengajak Grizella dan lainnya ke sana.
"Mom, kita makan dulu yuk. Perut Chloe sudah berdemo. Meminta jatah mereka yang sudah 7 jam belum di isi. " ucap Chloe dengan wajah memelas, memegang perutnya yang kecil. Grizella tersenyum melihatnya. Dan mengusap kepala anak itu.
"Baiklah. Coba kalian ajak Paman dan Bibinya yah. " perintah Grizella yang di anggukan oleh si kembar.
Saat Maxim dan Merci sudah menyetujui ajakan si kembar. Mereka pun segera pergi ke sebuah restoran yang ada di Mall itu, tempat mereka sekarang. Terlebih dahulu, mereka membayar buku yang sudah mereka pilih. Di dalam perjalanan ke restoran Maxim mengajak Merci berbicara.
"Oh iya, Nona. Saya tidak sengaja membawa buku yang terakhir kali nona jatuhkan waktu itu. Jika Nona membutuhkannya, saya akan mengirimkannya kepada, Nona. " ucap Maxim yang membuat Merci menghentikan langkahnya.
"Kenapa tidak bilang dari tadi. Kalau tahu hal itu saya tidak akan membeli yang baru, tadi. " seru Merci yang terlihat kesal kepada Maxim. Seketika saja Maxim merasa bersalah karena tidak lebih cepat mengatakannya kepada Merci. Dirinya dari tadi hanya fokus menatap gadis itu. Maxim terlihat memukul kepalanya di bagian belakang. Mengerutuki dirinya yang bodoh. Sedangkan Merci pergi meninggalkan Maxim sendirian di belakang dan menyusul Grizella dan si kembar. Dirinya sudah malas ketika melihat wajah Maxim.
Sebenarnya Merci bisa saja tidak kesal kepada Maxim. Hanya saja buku yang ia beli itu cukup untuk dirinya makan selama satu bulan penuh dan mungkin lebih. Dan dirinya sudah kehilangan uangnya karena Maxim. Kalau saja Maxim mengatakannya dari tadi pasti uangnya tidak akan terbuang percuma. Dan dirinya juga bisa berhemat untuk masa depannya.
Merci sama dengan Grizella. Berasal dari keluarga yang sederhana. Dirinya juga mendapatkan beasiswa ketika kuliah dan mengandalkan otaknya juga untuk mencari uang tambahan saat kuliah. Yah, Merci saat kuliah bila ada waktu luang akan bekerja parttime sebagai guru les matematika. Dan uang itu cukup untuk memenuhi kebutuhannya kuliah bila ada praktek lapangan.ย
Maxim pun menyusul Merci dengan langkah penuh rasa bersalah. Maxim tidak berani berdiri terlalu dekat karena dia tahu gadis itu masih kesal kepadanya dan Maxim tidak mau membuat gadis itu semakin kesal bila ia ada di dekatnya. Maxim hanya bisa berjalan satu langkah di belakang Merci. Sembari melirik raut wajah Merci.
Masih di Mall itu Jaxton terlihat menikmati makan siangnya bersama Vivian di sebuah restoran yang ada di Mall tersebut. Di waktu yang sama si kembar dan Grizella terlihat melangkahkan kakinya ke arah restoran yang sama di kunjungi oleh Jaxton.
Di sela-sela makan siangnya secara tidak sengaja seorang pelayan menjatuhkan segelas jus ke celana Jaxton. Sontak Vivian dengan cepat mengambil tisu dan membersihkan celana Jaxton. Jaxton sudah mencoba mendorong tangan Vivian tapi wanita itu terlihat tidak mendengarkan ucapan Jaxton. Albert dan Mola hanya bisa melihat mereka berdua dari kejauhan.
Di saat Jaxton hendak mendorong tangan Vivian secara tidak sengaja Vivian terpeleset dan terdorong ke pelukan Jaxton karena giwang lengan wanita itu menyangkut di jas baju Jaxton. Alhasil, Vivian jatuh kepelukan Jaxton. Saat Jaxton hendak mendorong tubuh Vivian tiba-tiba suara panggilan dari anak-anak terdengar.
"Daddy. Apa yang telah Daddy lakukan di tempat umum begini? " tanya Chloe menghampiri Jaxton. Zoe, Grizella, Maxim dan Merci pun mengikuti langkah Chloe.
Sontak saja Jaxton langsung mendorong tubuh Vivian ke lantai. Membuatย Mola langsung menghampiri atasannya tersebut. Jaxton jadi khawatir dengan kehadiran Grizella di sana. Dia tidak mengubris Chloe yang memanggilnya. Jaxton hanya mengkhawatirkan Grizella. Jaxton takut gadis itu salah paham dengan dirinya. Jaxton langsung berdiri tanpa merasa bersalah karena sudah mendorong Vivian yang sudah meringis kesakitan di pinggul dan tangannya. Jaxton pun mendekati si kembar dan Grizella yang juga melangkahkan kakinya ke arah dirinya.
__ADS_1
"Maafkan aku. Ini tidak seperti yang kamu lihat, " ucap Jaxton mendekati Grizella.
Si kembar yang awalnya ingin menghampiri Daddynya tidak jadi karena mereka tahu bahwa saat ini Jaxton sedang berusaha menghilangkan kesalahan pahaman yang terjadi di sini. Si kembar menatap Vivian yang sedang berusaha berdiri di bantu oleh Mola, asistennya. Si kembar melirik Vivian dari atas sampai ke bawah.
Si kembar terlihat tidak suka dengan Vivian. Dari gayanya saja si kembar sudah tahu bahwa Vivian ini adalah wanita yang penuh dengan kepalsuan. Dari atas sampai ke bawah saja ia memakai barang-barang bermerek. Dan si kembar tidak mau ada wanita materialis di samping Daddynya. Dari kejauhan tadi saja si kembar sudah melihat bahwa Vivian yang terlihat memaksa untuk menyentuh Daddynya. Si kembar juga melihat bahwa Jaxton sudah mencoba mendorongnya namun wanita itu malah menjatuhkan dirinya ke arah Jaxton.
"Ini terjadi karena ketidaksengajaan saja. Kamu bisa pegang kata-kataku. " ucap Jaxton yang sudah berdiri di depan Grizella. Sembari memegang jakunnya agar Grizella percaya kepadanya. Grizella terlihat mengernyitkan keningnya. Bingung dengan tingkah laku Jaxton.
"Kenapa kamu menjelaskannya kepadaku! Apa yang kamu lakukan di luar sana tidak ada hubungannya dengan ku. " balas Grizella. Grizella hanya berdiri di depan Jaxton sembari menatap heran Jaxton.
Ya, saat ini Grizella belum menaruh hati kepada Jaxton. Jadi, ketika melihat Jaxton dengan Vivian berduaan dia terlihat biasa-biasa saja. Dirinya saat ini dalam proses untuk melupakan Smith. Pria yang akan menjadi calon tunangannya itu. Dulunya hubungan Grizella dengan Smith memang di dasarkan oleh perjodohan di antara dua orang tua mereka. Namun, karena sudah lama kenal dengan Smith, Grizella memang sempat menaruh sedikit Smith di hatinya. Dan sekarang perasaannya kepada Smith sudah mulai hilang karena tahu sifat asli Smith.
Grizella sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Smith. Namun, kesibukannya membuat dirinya tidak bisa mengatur waktu untuk pertemuan kedua keluarga. Jadi, Grizella memilih untuk tidak ketemuan dengan Smith meski Smith sudah beberapa kali menelpon nya dan Grizella selalu mengacuhkan panggilan masuk dari Smith tiap harinya.
Seketika Jaxton diam mematung setelah mendengar ucapan Grizella. Jaxton pun tersadar bahwa saat ini Grizella belum menaruh hati kepadanya. Tapi di dalam hatinya ia berjanji akan membuat Grizella jatuh cinta kepadanya. Dan melupakan Smith selamanya.
Si kembar yang melihat Daddynya yang di tolak mentah-mentah merasa kasihan dengan Daddy nya itu. Tapi, saat ini mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya perlu menyingkirkan terlebih dahulu siluman di depannya. Baru membantu Daddynya itu.
"Apa katamu. Beraninya kamu bilang aku 'Oma' ." " terak Vivian tidak terima di panggil Oma oleh Zoe. Grizella langsung mengambil Zoe dan membawa anak itu kepelukkannya karena melihat Zoe yang sudah mulai berkaca-kaca matanya. Padahal Zoe hanya akting.
Akting itu yah. Agar bisa memperjelek sifat asliย Vivian ๐
"Maaf, Nona. Tidak baik teriak - teriak di depan anak-anak. Mereka masih kecil. Nona seharusnya lebih bersabar terhadap mereka. " ucap Grizella mengusap kepala Zoe dengan lembut.
"Sudah, tidak apa-apa sayang. Ada Mommy di sini. " seru Grizella menenangkan Zoe.
Jaxton yang melihat kasih sayang Grizella kepada Zoe membuat dirinya tersenyum, senang hatinya karena Grizella memiliki sifat keibuan terhadap kedua keponakannya.
"Beraninya kamu menceramahiku. Tuan, kamu harus membela ku. Dia sudah membuat harga diriku terinjak-injak di sini. Bahkan, aku di perhatikan oleh orang banyak. " seru Vivian yang mendekati Jaxton dan mencoba mengandeng tangan Jaxton. Namun, dengan cepat Jaxton menepisnya dengan kasar.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan, Tuan. Aku adalah klienmu dan mereka sudah berani menghinaku di sini. " lanjut Vivian yang tidak tahu bahwa si kembar adalah anak Jaxton. Dirinya tadi tidak terlalu mendengar bahwa Chloe memanggil Jaxton dengan sebutan 'Daddy' ."
"Kamu memang klien saya. Tapi, mereka adalah keluarga saya. " ucap Jaxton memeluk Grizella dan si kembar ke pelukannya. Posisinya saat ini terlihat seperti keluarga yang harmonis dari segi manapun.
Seketika Grizella merona mendengar ucapan Jaxton. Grizella menatap Jaxton dan Jaxton pun ikut menatapnya hingga mereka saling memandang satu sama lain. Wajah Grizella semakin merona ketika melihat Jaxton juga menatapnya dengan senyuman di bibir pria itu.
"Apa! Bukannya Tuan masih sendirian. " seru Vivian tidak percaya. Jaxton pun menoleh ke arah Vivian.
"Kamu tidak perlu tahu dengan urusan kami. Kami tidak perlu pengakuan dari orang luar.ย Dan saya tidak mau hubungan saya di bicarakan di luar sana. " balas Jaxton dengan datarnya. Menatap tidak suka ke arah Vivian, " saya rasa kerja sama ini berakhir di sini. Kamu pasti sudah tahu alasannya. " lanjut Jaxton yang langsung pergi meninggalkan Vivian dan berlenggang keluar dari restoran tersebut.
.
.
.
.
.
Bersambung.
IG : gx_shi7
Terima kasih ๐๐
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan ๐๐๐
By : Nadila Sizy
__ADS_1
#Grizella&Jaxton_LFR