
Di dalam perjalanan pulang Jaxton sesekali menatap gadis di sampingnya. Dia tersenyum tatkala rambut gadis itu berterbangan oleh angin. Gadis itu sendiri beberapa kali menyelipkan rambutnya ke belakang telinga agar tidak menutup pemandangan nya. Disaat Grizella hendak menaikkan jendela mobil ke atas tiba-tiba Jaxton menghentikannya.
"Jangan di tutup. "Melihat Grizella sekilas. Grizella pun menoleh ke arahnya.
"Emang kenapa? " tanya Grizella heran.
"Tidak apa-apa. Hanya saja akan lebih baik kita menghirup udara segar, dari pada memakai AC mobil ini. " Serunya beralasan. Padahal dia hanya mau melihat wajah imut gadis di sampingnya. Entah kenapa melihat rambut Grizella berterbangan memiliki kesan tersendiri bagi Jaxton. Dia melihat wajah cantik yang berbeda kali ini pada diri Grizella. Apalagi pantulan sinar matahari di sore hari membuatnya semakin mengemaskan.
Grizella sendiri tidak bisa berbuat apa-apa. Toh, mobil yang dia naiki sekarang adalah milik Jaxton dan dia hanya menumpang saat ini. Grizella pun memilih untuk mengambil tasnya. Dia seolah mencari sesuatu di dalamnya. Grizella mengambil ikatan rambut lalu mengikatnya sampai ke atas. Jaxton tertegun bahkan sampai tersedak ketika melihat leher mulus dan putih milik Grizella. Jaxton pun memutuskan untuk menghentikan mobilnya sebentar lalu menatap ke arah yang berlawanan dari wajah gadis itu.
"Kenapa kita berhenti? Apa ada masalah? " tanya Grizella ketika dia sudah selesai mengikat rambutnya. Rambutnya di ikat ke atas seperti ekor kuda. Beberapa anak rambut membuat kesan imut bagi Jaxton. Apalagi tahi lalat yang ada di ujung bibir Grizella membuat Jaxton menelan ludahnya. Dia ingin menyentuh tahi lalat itu dengan bibirnya. Wajah Jaxton seketika memerah. Dia pun membuka pintu mobil dan keluar dari sana. Dia berusaha mengontrol hasratnya. Jaxton bahkan tidak sempat menjawab pertanyaan Grizella karena hasratnya sudah tak terkendalikan.
Grizella bingung lalu ikut keluar dari mobil. Menghampiri pria itu. Si kembar sendiri sudah terlelap saat dalam perjalanan tadi. Jika mereka masih bangun pasti akan ada hal yang di luar kendali Jaxton terjadi.
"Apa semuanya baik-baik saja? " tanya Grizella memastikan. Grizella menoleh ke arah ban mobil dan dia tidak menemukan kerusakan apapun. Dan dia juga melihat tadi bahwa bensin mobil masih dalam keadaan penuh. Grizella bingung dan mendekati Jaxton.
Jaxton pun menoleh ke arah Grizella. Wajahnya memerah merona. Dia berusaha menghilangkan kegugupannya.
"Yah. Semua baik-baik saja. Aku hanya tersedak saja tadi. " seru Jaxton memberikan senyum canggung nya.
"Lalu, kenapa kamu harus keluar dari mobil! Aku pikir ban mobilnya kempes. " seru Grizella. Jaxton pun tersenyum kikuk dan mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Hehe. Aku hanya mau menghirup udara segar saja di sini. " Serunya menatap pemandangan laut. Yah, saat ini mereka ada di jalan yang berada di tepi pantai. Untung saat itu mereka ada di tepi laut kalau tidak Jaxton pasti gelagapan mencari alasan dia keluar dari mobil. Grizella pun menoleh ke arah yang di tatap oleh Jaxton. Grizella seolah ikut menghirup udara segar di sana. Dia menyilangkan tangannya di dada. Lalu senyuman di bibirnya terbit ketika merasakan kenyamanan. Matanya dia biarkan tertutup agar bisa menikmati kesegaran angin laut. Jaxton menoleh ke sampingnya. Tepatnya ke arah gadis itu. Dia mendekat dan tiba-tiba kecupan lembut singgah di bibir Grizella. Tepat di tempat tahi lalat Grizella. Grizella membuka matanya lebar-lebar. Dia tidak menyangka bahwa Jaxton menciumnya. Bahkan kecupan Jaxton tidak sebentar. Pria itu terus merasai setiap inci bibir Grizella. Grizella tidak percaya lalu mendorong dada Jaxton agar menjauh. Jaxton pun tersadar lalu meminta maaf kepada Grizella.
"Maaf. Aku tidak bisa menahannya. " seru Jaxton penuh rasa bersalah. Grizella sendiri tidak bisa membalas ucapan Jaxton. Dia memilih masuk ke dalam mobil. Kali ini dia tidak duduk di depan. Grizella memilih duduk dengan si kembar di sampingnya. Si kembar yang merasakan kehadiran Grizella mereka pun terbangun.
"Kenapa Mommy duduk di sini ? " tanya Chloe. Karena posisi Grizella tepat di samping Chloe. Zoe pun ikut heran dan menatap ke arah Daddy nya.
__ADS_1
"Kenapa Mommy duduk di belakang, Dad? " tanya Zoe ketika Jaxton sudah masuk ke dalam.
"Tidak apa-apa. Mommy hanya ingin bersama kalian. Tidak apa-apakan? " tanya Grizella. Memberikan senyumannya. Si kembar pun hanya mengkerutkan keningnya. Mereka tidak bisa menolak. Namun, banyak pertanyaan terngiang di kepalanya. Tapi, mereka tidak bisa mengatakannya. Takut akan menimbulkan masalah untuk Daddy nya.
"Tidak apa-apa, Mommy. Dimana pun Mommy duduk kami tidak masalah. Kami menyukainya. " seru Chloe mewakili lalu dia pun memeluk Grizella. Bersandar di dada gadis itu.
Keheningan pun terjadi saat dalam perjalanan pulang. Si kembar pun memikirkan siasat bagus untuk Daddy nya. Melakukan hal yang akan dia lakukan kedepannya untuk Daddy mereka. Entah kenapa kali ini mereka tidak mau Daddy mereka dalam posisi terancam. Mereka harus membuat posisi Daddy nya aman. Sampai akhirnya Jaxton sudah memarkirkan mobilnya di depan apartemen Grizella. Disaat Grizella hendak turun si kembar pun mengikuti Grizella.
"Loh, kenapa kalian ikut turun juga? " tanya Grizella kepada Chloe dan Zoe. Si kembar pun mengeluarkan jurus jitunya. Yang membuat gadis itu menghela napas. Bagaimana tidak, Chloe dan Zoe memasang wajah kucingnya denah air mata di buat-buat. Dengan tangan mereka memegang ujung tangan Grizella. Jaxton yang melihat itu membuat dirinya tersenyum bangga dengan kedua putrinya. Seolah berkata 'Kalian memang keponakan ku yang mengemaskan. '
"Yaudah, apa kalian mau masuk dengan Mommy? " tanya Grizella memastikan. Chloe dan Zoe tersenyum. Menganggukkan kepalanya. Dengan wajah yang sudah di setelah seceria mungkin. Namun, tatapan Grizella berhenti kearah Jaxton. Grizella masih belum bisa mengendalikan dirinya. Dia tidak marah. Hanya saja saat itu Jaxton tiba-tiba memberinya kecupan di bibir. Yang mana itu adalah ciuman pertamanya. Bahkan dia belum pernah berciuman dengan tunangannya Smith. Dia kesal dengan semua itu.
Waktu pun berlalu. Saat ini si kembar dan Jaxton sudah berada di mansion mereka. Saat ini Jaxton merasa sangat bahagia. Bagaimana tidak. Karena semua ini berkat Grizella. Dia sangat bahagia bahwa Grizella tidak marah kepadanya. Jaxton merasa tenang saat ketakutan jika gadis itu membencinya karena sudah berani menciumnya.
Jaxton pun menoleh ke arah si kembar. "Apa yang kalian bawa itu? " tanya Jaxton. Jaxton melihat bungkusan yang seperti kotak kubus yang di tutup dengan kain sutra berwarna peach.
"Ini punya kami dari Mommy. Daddy tidak boleh menyentuhnya. " seru si kembar. Jaxton pun mengernyitkan keningnya.
"Baiklah. Tapi Daddy hanya boleh memakannya sedikit. Karena ini dari Mommy untuk kita. " seru si kembar. Jaxton pun tersenyum. Si kembar pun pergi ke dapur dan meminta pelayan di sana untuk meletakkan bawaannya ke dalam mesin pendingin.
"Yaudah, kalian mandi dulu. Lihatlah, tubuh kalian sangat kotor dan ... " menggantung ucapannya. " dan sangat bau. Uekkkk. " seru Jaxton pura-pura mual menghirup bau si kembar. Si kembar menaikkan satu ujung bibirnya. Menatap tajam Jaxton. Mereka kesal dengan Daddy mereka.
"Huh. Menyebalkan. " ucap si kembar yang langsung pergi ke kamarnya. Jaxton pun tersenyum dan dia pun juga masuk ke kamarnya sendiri.
Setelah membersihkan tubuhnya. Si kembar memilih pergi keluar dari kamar mereka. Dilihatnya Jaxton sudah duduk di depan ruang keluarga dengan satu tangannya memegang ponsel. Mereka menghampiri Jaxton dan duduk di pangkuan Jaxton. Bahkan rasa kesalnya pada Jaxton sudah hilang begitu saja. Semua itu terjadi karena mereka sangat menyayangi Daddy nya itu.
"Apa Daddy rindu mommy? " tanya Chloe. Chloe melihat ke arah ponsel Jaxton. Jaxton pun menganggukkan kepalanya dengan mengerucutkan bibirnya. Wajahnya di setel sesedih mungkin agar si kembar membantunya untuk menghubungi Grizella.
__ADS_1
"Ikut kami. Daddy pasti akan senang setelah itu. "
Si kembar membawa Jaxton ke dapur. Jaxton mengernyitkan keningnya.
"Kenapa membawa Daddy kesini? " tanya Jaxton bingung.
"Megan(nama pelayan di sana), tolong ambilkan barang kami yang tadi. " seru Chloe yang sudah duduk di meja makan. Zoe hanya tersenyum. Dan Jaxton di buat kebingungan. Namun, dia ikut duduk di kursinya.
"Ini! " seru Jaxton bingung. Si kembar hanya tersenyum untuk menanggapi kebingungan Jaxton.
.
.
.
.
.
Bersambung.
IG : gx_shi7
Terima kasih 😊😊
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙
__ADS_1
By : Nadila Sizy
#Grizella&Jaxton_LFR