
Jaxton membawa Grizella ke dalam mobilnya. Meletakkan gadis itu dengan hati-hati ke dalam mobil. Jaxton mengatur tempat duduk Grizella senyaman mungkin. Gadis itu masih saja memejamkan matanya, belum ada reaksi akan bangun dari pingsannya.
Jaxton sudah beberapa kali membangunkan Grizella dengan menepuk pelan pipinya. Akan tetapi, gadis itu masih saja memejamkan matanya. Jaxton mulai khawatir di buat nya.
Jaxton sudah sampai di mansionnya. Jaxton kembali mengangkat tubuh Grizella. Membawa Grizella ke kamarnya. Si kembar menyusul Jaxton untuk melihat keadaan calon Mommynya. Chloe dan Zoe sudah beberapa kali memanggil Grizella namun tak ada balasan sedikit pun dari gadis itu.
"Bagaimana, Bianca? Dia tidak apa-apakan? Dia baik-baik saja, kan? " tanya Jaxton yang saat ini sedang duduk di samping tempat tidur Grizella dengan terus mengusap kening gadis itu dengan lembut. Bianca yang melihat kepedulian Jaxton terhadap Grizella membuat dirinya tidak suka dengan hal itu.
Bianca melepaskan stetoskop yang yang ia pasang di telinganya. Menjauhkan stetoskop tersebut dari dada Grizella. Bianca pun berdiri di hadapan Jaxton.
"Apa yang terjadi? Kenapa kamu begitu memperhatikannya? " tanya Bianca penuh selidik. Menyilangkan tangannya di dada.
"Apa maksudmu? Kamu tidak perlu mengurusnya. Lakukan saja tugasmu sendiri. " jawab Jaxton melihat sekilas ke arah Bianca lalu menatap Grizella lagi. Tanpa menatap Bianca, Jaxton berkata kepada Thomas, " Pak Thom. Antar Dokter Bianca keluar. Aku akan menemani Grizella. " lanjut Jaxton.
"Kamu.... " ucap Bianca menggantung karena Jaxton memotongnya.
"Terima kasih, Bianca. Kamu bisa keluar jika semuanya sudah selesai. " seru Jaxton yang membuat Bianca tak berkutik. Sebagai wanita yang terhormat Bianca harus mendengarkan perintah Jaxton. Dia mau Jaxton melihat bahwa dirinya adalah wanita yang penurut. Sebagai nona muda dia harus bersikap elegan, sesuai dengan statusnya.
"Baiklah. Tapi, bisakah kita ketemuan lain kali. Mommyku ingin bertemu denganmu katanya. " seru Bianca. Jaxton tidak menoleh ke arah Bianca dan berkata. " Aku tidak janji. Jika aku ada waktu aku akan menemui tante. " balas Jaxton yang membuat Bianca tersenyum puas. Bianca tahu bahwa Jaxton tidak pernah bisa melawan keinginan orang tua Bianca. Bianca tahu bahwa Jaxton sangat menghormati orang yang lebih tua darinya. Apalagi Jaxton tahu bahwa mommy Bianca adalah orang yang baik hati.
"Baiklah, aku akan pergi sekarang. Tapi, apa dia akan tinggal di sini? " tanya Bianca menatap Grizella.
"Sudah ku katakan. Kamu tidak perlu mengurusnya. Aku bisa mengurusnya sendiri. " balas Jaxton datar.
"Baiklah kalau begitu, jika dia sadar berikan dia makanan dan minta dia meminum obatnya. Kamu tidak perlu khawatir. Dia baik-baik saja. Hanya rasa ketakutan yang berlebihan saja. Aku sarankan untuk menjauhkan dia dari rasa takut yang ia alami. Ini akan membantunya untuk tetap tenang. " seru Bianca yang langsung berlenggang keluar.
Di tempat lain di waktu yang sama.
"Bagaimana ini! Grizella sudah tahu semuanya. Apa yang harus kita lakukan? " seru Smith yang mondar-mandir kayak setrikaan di depan Catty.
"Kamu Tenanglah, Smith. Ini bukanlah apa-apa. Malahan, lebih bagus dong. Kita tidak perlu sembunyi-sembunyian lagi jika ingin berduaan. " seru Catty menahan tangan Smith. Membawa pria itu duduk di sebuah kursi yang ada di taman.
"Tapi, jika ini terus terjadi. Maka, pernikahan kami akan batal. Aku tidak ingin ini terjadi sebelum menguasai wanita itu. " seru Smith terlihat khawatir.
"Biar kita pikirkan itu lain kali. Bagaimana kalau kita bersenang-senang saja hari ini. Aku merindukanmu. " goda Catty mengusap dadanya Smith dengan satu tangannya dan satu tangannya lagi menyentuh bagian bawah Smith. Membuat Smith menegang kenikmatan.
"Beraninya kamu main nakal di tempat umum. " seru Smith yang mulai tergoda. Smith pun tersenyum nakal dan berdiri dari duduknya, " ayuk kita ke apartemenmu. " seru Smith. Mengecup bibir Catty lama tanpa memikirkan dimana mereka sekarang.
__ADS_1
Di mansion Jaxton.
"Bagaimana ini? Sudah hampir 1 jam lamanya dia pingsan. Kenapa dia belum sadarkan diri juga! " seru Jaxton yang mulai khawatir lagi. Tangan Jaxton bahkan sudah mulai gemetar ketakutan karena tidak tahu harus berbuat apa lagi.
Si kembar menghampiri Jaxton dan menenangkannya.
"Daddy tenang saja. Bukannya bibi Bianca sudah bilang itu hal biasa. Mommy akan segera bangun. Daddy tidak perlu khawatir lagi. " ucap Chloe memegang tangan Jaxton. Jaxton pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Tapi, kekhawatiran masih menguasai alam pikirannya. Jaxton2 akan terus merasa khawatir jika belum melihat Grizella membuka matanya.
"Dad, Daddy. Mommy sudah bangun. " panggil Zoe yang sedang duduk di samping Grizella. Jaxton pun menoleh ke arah Grizella dan menghampirinya ketika melihat mata Grizella sedikit terbuka.
Jaxton menunggu mata Grizella terbuka. Ada senyuman di bibirnya melihat gadis itu tidak menutup matanya lagi. Jaxton menghampiri Grizella dan ikut duduk di samping Grizella.
"Apa kamu butuh sesuatu? Apa ada yang tidak enakan? " tanya Jaxton duduk di pinggang tempat tidur.
Grizella menatap Jaxton. Dilihatnya Jaxton yang terlihat khawatir. Grizella pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"A--ir. " seru Grizella. Jaxton paham lalu mengambil air putih yang ada di nakas. Jaxton membantu posisi tidur Grizella agar gadis itu bisa meminum air minumnya.
"Apa kamu butuh sesuatu lagi? " Tanya Jaxton setelah Grizella meminum air putihnya. Grizella pun mengelengkan kepalanya. Jaxton pun menoleh ke pintu kamar yang mana Paman Thomas berdiri di sana.
"Paman. Bawakan makanan ke sini dan obat yang sudah di tebus tadi. " perintah Jaxton.
Jaxton pun kembali menoleh ke arah Grizella.
"Apa kamu selalu seperti ini? Apa ada suatu kejadian sebelumnya hingga kamu seperti sekarang ini? " tanya Jaxton menatap lekat Grizella.
"Tidak apa-apa. Ini hanya phobia ku saja. Aku sudah terbiasa, kok. " jawab Grizella tersenyum. Jaxton pun menatap ragu Grizella.
"Itu-- sebelumnya aku minta maaf karena sudah marah-marah tak menentu tadi. " seru Jaxton yang tidak berani menatap wajah Grizella. Grizella tersenyum mendengar permintaan maaf Jaxton.
Wajah Latin ini bisa minta maaf juga. Aku pikir dia akan malu untuk mengatakan kata itu. Gumam Grizella dalam hatinya.
"Aku tidak apa-apa, kok. Kamu tidak perlu merasa bersalah terhadapku. Justru aku berterima kasih kepadamu. " tersenyum kepada Jaxton, " Makasih ya karena kamu sudah menyelamatkanku tadi. " seru Grizella.
"Kamu tidak perlu sungkan. Aku tulus membantumu. " balas Jaxton.
Paman Thomas datang membawa makanan dengan dengan beberapa pelayan lainnya.
__ADS_1
"Makanannya sudah siap, Tuan. " seru Paman Thomas. Jaxton pun meminta pelayan meletakkan makanannya di sebuah meja yang ada di kamarnya. Pelayan itu menurut kecuali Clara yang terlihat jengkel melihat Grizella tidur di kamar Jaxton. Tempat yang diinginkannya untuk tidur di sana sejak lama dulu.
"Kamu makanlah dulu. Habis itu minum obatnya. " seru Jaxton membantu Grizella bangun. Jaxton mengendong Grizella ke tempat makanan di letakkan.
"Aku bisa jalan sendiri. " ucap Grizella ketika Jaxton mengendongnya. Grizella menatap malu ke arah si kembar yang senyum-senyum sendiri.
"Tidak apa-apa. Lagian kamu juga sudah dalam gendongan ku. " seru Jaxton tersenyum.
"Tapi di sini ada anak-anak. " seru Grizella.
"Tidak apa-apa, Mom. Kita tahu Mommy butuh perhatian lebih dari Daddy. Kita tidak apa-apa, kok. " jawab Zoe tersenyum kepada Grizella.
Kenapa aku merasa mereka sengaja melakukannya. Apa mereka benar-benar anak kecil pada umumnya? Gumam Grizella dalam hatinya. Grizella hanya bisa tersenyum sembari melingkarkan tangannya di leher Jaxton. Jaxton pun tersenyum dan melanjutkan apa yang akan ia lakukan.
"Pegang erat-erat. Nanti kamu jatuh pula. " seru Jaxton yang mengendong erat tubuh Grizella. Grizella tidak bisa menolak dan mengikuti perintah Jaxton. Grizella melingkarkan tangannya di leher Jaxton. Lalu membenamkan wajahnya di dada Jaxton. Membuat Jaxton kembali tersenyum. Jaxton pun menoleh ke arah si kembar dan memberi isyarat agar si kembar keluar. Si kembar pun menjawab dengan menyatukan jari telunjuk dan jempolnya. Berkata dalam diam 'Oke, Dad. ' begitulah kira-kira.
Anak pintar. Tahu benar permintaan Daddynya. Gumam Jaxton.
"Kita akan keluar dulu, Mom. Kita mau memeriksa belanjaan tadi. " seru Zoe yang turun dari tempat tidur Jaxton. Si kembar pun tersenyum dan keluar dari kamar Jaxton. Menyisakan Jaxton dan Grizella di kamar berduaan sedangkan paman Thomas dan lainnya menunggu di luar kamar.
.
.
.
.
.
Bersambung.
IG : gx_shi7
Terima kasih 😊😊
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙
__ADS_1
By : Nadila Sizy
#Grizella&Jaxton_LFR