Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Nightmare


__ADS_3

Di tempat lain di waktu yang berbeda, terpaut beberapa jam karena Lokasi yang berjauhan .


"By. Aku dengar dari Maxim bahwa anak kita sedang mendekati seorang gadis. Apa hubby tahu hal itu ? " tanya Jenny yang sedang bermanja dengan Johan.


"Emm. " jawab Johan yang masih sibuk mencumbui bagian dada Jenny.


"Iih hubby ini. Aku kalau sedang bertanya itu di jawab dengan benar dong. Bagaimana aku paham kalau hanya di jawab seperti tadi. " ketus Jenny menarik selimut nya sampai ke leher. Johan pun kesal karena Jenny menjauh darinya. Bahkan, menutupi bagian favoritnya dengan selimut tebal. Johan pun memilih bersandar di kepala kasur. Menatap kesal kepada Jenny.


"Kenapa! Ingin protes? Jawab pertanyaan ku dulu. " ucap Jenny tak kalah kesalnya.


"Akan hubby jawab. Tapi, hubby menginginkan yang itu. " jawab Johan dengan senyum licik nya. Menatap ke bagian sensitif Jenny.


"Tidak boleh! Aku lelah karena hubby sudah melakukannya siang tadi. Aku mau istirahat malam ini. " ucap Jenny kembali menaikkan selimut nya ke atas.


"Yaudah, hubby tidak mau menjawabnya. " jawab Johan melirik respon istrinya dengan ekor matanya. Terlihat Jenny menghela napasnya.


Membuat Johan tersenyum penuh kemenangan.


"Baiklah. " jawab Jenny yang membuat Johan tersenyum kemenangan, " kita tidur sekarang. " lanjut Jenny yang langsung berbaring dengan senyuman yang sudah ia tahan agar tidak terdengar oleh Johan. Sedangkan, Johan terlihat memelas. Tidak senang dengan jawaban Jenny. Tapi, bukan Johan namanya jika ia tidak bisa menuntaskan hasratnya. Johan pun tersenyum menyeringai dan menarik selimut Jenny. Seketika tubuh polos Jenny sudah terpajang dengan sempurna di depan Johan.


Johan langsung ******* Jenny dengan rakusnya tanpa menunggu jawaban dari sang istri.


"Hubby. Kalau begitu, jawab dulu pertanyaan ku tadi. " ucap Jenny yang juga tidak terima dengan Kelakuan johan. Johan pun pasrah dan menghentikan kegiatannya sebentar.


"Bagaimana? Apa hubby menyetujui hubungan mereka? " tanya Jenny. Johan pun menganggukkan kepalanya.


"Apa dia cantik? " tanya Jenny lagi. Johan pun kembali menganggukkan kepalanya.


"Iih hubby ini. Jawab dengan benar dong. Mana tahu aku kalau hubby jawabannya kayak gitu. " ucap Jenny mencubit lengan Johan. Kesel sekali dengan jawaban Johan.


"Auu sakit, yank. " ucap Johan mengusap lengannya yang di cubit oleh Jenny tadi.


"Benarkah! Maaf, habisnya hubby ditanya dan jawabannya bikin aku kesal. Sakit banget ya! Padahal aku tidak benar-benar mencubit nya tuh. " ucap Jenny ikut mengusap lengan Johan. Seketika Johan tersenyum licik. Lalu menarik tangan Jenny hingga sang istri tertidur di dadanya.


"Kan! Hubby pasti berbohong tadi. Aku kesal dengan hubby. " mencoba menjauh dari Johan tapi Johan malah mempererat pelukannya.


"Hubby. " panggil Jenny dengan tatapan yang tidak bersahabat lagi. Membuat Johan menyerah.


"Baiklah, baiklah. Gadis itu, namanya Grizella. Anaknya baik, tidak seperti wanita-wanita sebelumnya. Jika tidak, mana mungkin hubby membiarkan Jaxton mendekatinya. Dan juga, cucu-cucu kita juga menyukai gadis itu. " ucap Johan yang seketika membuat senyuman mengembang di wajah Jenny. "Satu lagi, seperti yang kamu tanyakan. Dia adalah wanita cantik seperti dirimu. Tapi, dia tidak sebanding denganmu. Kamu adalah wanita tercantik yang pernah aku temui. Bahkan, sampai sekarang aku tidak pernah bosan denganmu. " ucap Johan mengusap lembut pipi Jenny.


"Awas aja kalau hubby berpaling. Aku akan menjadi orang pertama yang duluan meninggalkan hubby. " ucap Jenny membalikkan badannya. Memunggungi Johan. Johan pun tersenyum dan memeluk Jenny dari belakang.


"Hehehe. Apa istriku sedang marah sekarang? " tanya Johan. Jenny hanya diam saja. Tidak berkeinginan untuk menjawab pertanyaan Johan.


"Benaran marah ya. Berbaliklah. Mana bisa hubby bicara tanpa melihat wajah mu, yank.  " ucap Johan. Mencoba membalikkan badan Jenny tapi tangannya malah di tepis oleh Jenny.


Benaran marah. Haih. Aku harus membujuknya kalau begitu. Gumam Johan mengusap wajahnya.


"Auuh. Yank, perutku. Aduh, ada apa dengan perutku ini? " lirih Johan melihat Jenny dengan ekor matanya. Dilihatnya Jenny sedikit terusik dan mencoba mengintip dirinya dari balik selimut. Membuat Johan tersenyum penuh kemenangan.


Hahahaha. Benar-benar mengemaskan istriku ini. Gumam Johan di dalam hatinya.

__ADS_1


"Ada apa dengan hubby? " tanya Jenny masih dengan wajah cuek. Tapi di hatinya ada rasa kecemasan di sana.


"Hubby tidak tahu. Coba kamu cek dulu. " ucap Johan melepaskan giwang bajunya. Dan sekarang, Johan sudah tidak memakai sehelai benang pun di tubuhnya.


"Bagian mana yang sakit? " tanya Jenny meraba bagian tubuh Johan. Johan pun menuntun tangan Jenny ke dadanya. Tepat di bagian hati Johan.


"Bagian ini yang sakit, Yank. " ucap Johan tersenyum. Jenny malu sendiri setelah mendengar ucapan Johan.


"Apaan sih. Nggak lucu tahu. " ucap Jenny memukul dada Johan lalu Jenny langsung menyandarkan kepalanya di dada kekar Johan.


Beberapa saat setelah itu, Johan dan Jenny terlihat bersantai di kasur setelah menjalin cinta kasih yang penuh dengan kenikmatan. Terlihat raut wajah yang sangat kelelahan. Johan pun tersenyum dan mengusap lembut kepala Jenny. Johan menarik selimut sampai ke dada sang istri.


"Sudah berapa umur, hubby. Dari dulu hubby terlihat kuat jika melakukan hal yang begituan. " lirih Jenny yang tengah bersandar di dada Johan.


"Umur tidak akan menjawab semuanya. Cinta hubby lah yang membuat hubby tidak pernah merasakan kelelahan sedikit pun. Meski kita sudah sering melakukan tapi hubby tidak pernah cukup untuk menikmatinya. Hubby sayang dan mencintaimu, istriku, belahan jiwaku. " ucap Johan memberikan kecupan di kening Jenny.


"Sekarang mari kita tidur. Bukankah kamu ingin menemui anak-anak besok. " ucap Johan merosotkan badannya ke bawah dan meletakkan kepala Jenny di lengannya. Memeluk erat sang istri dalam dekapannya.


Di tempat lain di waktu yang berbeda. Di kota A saat ini sudah menunjukkan pukul 1 siang. Terlihat Seila sedang sibuk menjahit sweater dari banang wol.


Seila memilih untuk duduk di kursi taman yang ada di rumahnya. Beberapa pelayan terlihat membantu Seila memilihkan warna yang cocok untuk memadukan sweater yang akan dia buat. Sweater ini akan Seila hadiahkan untuk suaminya yang akan ulang tahun lusa. Edison menyukai warna abu-abu dan army. Seila pun memutuskan untuk memilih dua warna tersebut.


Sweater hampir selesai. Tinggal merapikan bagian lengan yang sedikit kusut dan kurang teratur. Di setiap rajutannya ada senyuman di bibir Seila. Seila ingin memberikan sesuatu yang berguna untuk suaminya itu. Belakangan ini sang suami selalu pulang malam dan Seila tidak mau kalau Edison sampai kedinginan.


Tadi malam Seila mendapati Edison pulang dengan raut wajahnya yang terlihat kesal.


Kejadian tadi malam.


"Sayang! Apa yang terjadi? Kamu tidak apa-apakan? " tanya Seila khawatir. Membantu melepaskan jas Edison dan membawakan tas kerja sang suami. Edison dengan cepat merubah raut wajahnya ketika melihat kekhawatiran di wajah sang istri. Edison menuntun Seila duduk di sofa. Edison mendudukkan Seila duduk di pangkuannya.


Dia pasti kelelahan karena sudah bekerja seharian. Betapa beruntungnya aku memiliki suaminya seperti mu, yank. Gumam Seila. Seila pun mengusap lembut kepala Edison. membalas pelukan Edison.


Beberapa saat setelah itu.


"Kita ke kamar, yuk. " ajak Seila mengusap lembut pipi Edison. Edison pun menatap wajah sang istri.


"Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku. " lirih Edison menatap hangat Seila.


"Untuk apa? Apa yang terjadi? Hubby tidak apa-apakan? " tanya Seila. Edison pun mengelengkan kepalanya.


"Apa ada masalah di kantor? " tanya Seila lagi. Dan Edison hanya mengelengkan kepalanya. Terlihat Seila menghela napasnya.


"Maafkan aku. Maafkan aku, yank. " ucap Edison.


" Hubby tidak punya kesalahan apapun. Untuk apa hubby minta maaf padaku?" ucap Seila. Edison kembali mengelengkan kepalanya.


"Maafkan aku. " ucap Edison lagi. Seila kembali menghela napasnya.


"Baiklah. Lebih baik kita ke kamar. Hubby mau mandi dulu atau mau makan malam. Akan aku siapkan makanannya. " ucap Seila.


"Hubby ingin tidur denganmu, yank. Hubby merindukanmu. " ucap Edison.

__ADS_1


"Baiklah. Sekarang kita ke kamar ya. " ucap Seila bangun dari pangkuan Edison. Menuntun sang suami ke kamar. Setibanya di kamar, Edison langsung membawa Seila tidur di pelukannya. Di peluk erat tubuh sang istri.


Setelah beberapa saat, Edison tertidur di pelukan Seila. Wanita itupun ikut terlelap di samping sang istri.


Tiba-tiba keringat dingin menghampiri tidur Edison.


"Daddy, daddy mau kemana? Jangan tinggalkan aku. Kasihan Mommy, Dad. " ucap seorang anak kecil, sekitar berumur 7 tahun.


"Tidak, kamu bukan anakku. Tidak, tidakkk. " teriak Edison.


"Hubby, bangun By. Hubby kenapa? " tanya Seila membangunkan Edison dari mimpi buruknya. Edison pun membuka matanya dan langsung memeluk erat sang istri.


"Maafkan hubby, yank. Maafkan hubby. Janji jangan pernah tinggalkan hubby apapun yang terjadi kedepannya. " ucap Edison memeluk erat Seila dengan tubuhnya yang gemetaran.


"Aku di sini, By. aku tidak akan kemana-mana. Itu hanya mimpi buruk saja. Minum air ini dulu. " ucap Seila memberikan air putih ke tangan Edison.


Setelah itu, Seila membantu menenangkan Edison. Menyandarkan kepala Edison ke dadanya. Mengusap lembut kepala Edison.


"Tidak apa-apa. Semuanya akan segera berlalu. Aku akan tetap di sini menemani hubby. " lirih Seila menenangkan Edison.


Di dalam hatinya Edison berkata 'Maafkan aku, Seila. Saat ini kamu berkata akan menemani ku. Aku takut jika kamu sudah tahu yang sebenarnya apa kamu akan tetap bersamaku seperti ini? ' Edison mengeratkan pelukannya.


Kembali ke waktu saat ini.


Seila terus memikirkan apa yang telah mengganggu suaminya itu. Apakah Edison ada masalah di kantornya. Apakah masalah terlalu berat pikir Seila.


Aku akan membawakan hubby makan siang. Hubby pasti melupakan waktu makanya. Aku anggap saja ini sebagai kejutan untuk hubby. Gumam Seila.


"Bi. Tolong bantu aku menaruhnya ke dalam kamar. Aku mau mengantarkan makanan untuk hubby. " ucap Seila kepada seorang ART yang sudah cukup usianya.


"Baik, Nyonya. " jawab pelayan itu.


"Terima kasih ya, Bi. " ucap Seila. Pelayan itupun memberi hormat kepada Seila.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙

__ADS_1


By : Nadila Sizy


#Grizella&Jaxton_LFR


__ADS_2