
Mata Jaxton membulat sempurna. Jantungnya seolah berhenti. Jaxton merosot ke kursinya. Ponsel Mario jatuh ke lantai.
"Hubby. " panggil seorang wanita yang tengah duduk di kursi roda. Jaxton yang sebelumnya melemah langsung berdiri tegak karena mendengar suara sang kekasih hati.
"Sayang! Kenapa kamu seperti ini? " tanya Jaxton mendekati wanita yang ada di kursi roda. Mario yang tahu siapa wanita itu langsung mendekat sebelum Jaxton menggapainya.
"Jangan sentuh istriku. " ucap Mario kesal. Jaxton tentu bingung. Karena yang ia tahu wanita di kursi roda itu adalah istrinya, Grizella.
Jaxton bingung sekali. Yang ia tahu Grizella baik-baik saja. Tidak sakit seperti yang ia lihat sekarang. Lalu, siapa wanita yang ada di depannya sekarang ini.
Issabela. Istrinya Mario. Dialah wanita yang ada di depannya sekarang. Ia paham dengan raut wajah pria itu. Issabela pun bisa melihat cinta di hati Jaxton untuk adik kembarannya itu.
"Sayang. Kenapa kamu datang ke sini? Kan hubby sudah bilang untuk istirahat saja di RS. " ucap Mario berjongkok di depan Issabela. Memegang kedua tangan Issabela.
"Apa-apaan semua ini? Drama apa yang telah kalian lakukan? Jangan buat kesabaranku habis. " ucap Jaxton yang sudah muak melihat kemesraan pasangan di depannya. Terlihat romantis tapi dia tidak suka dengan hal itu.
Mario yang paham pun mencium kening istrinya. Jaxton yang tahu itu Grizella langsung menarik tangan Mario dan memberikan pukulan keras di pipi Mario.
"Hubby. " panggil Issabela khawatir dengan keadaan suaminya. Jaxton yang mendengar Issabela memanggil Mario 'Hubby' tentu marah besar. Karena yang dia tahu Issabela adalah Grizella.
"Beraninya kamu memanggil pria lain hubby. Sebenarnya di sini siapa yang suamimu, huh? Apa kamu mengkhianatiku? Apa kamu sebelumnya sudah menikah dengan bajingan ini. Dan juga menikahiku di belakang pria ini. Jujur Grizella. Jangan buat aku membencimu. Aku paling benci di khianati. " bentak Jaxton kepada Issabela yang ia tahu itu adalah Grizella. Mario yang mendengar istrinya di bentak tentu marah. Dia tidak sadar dialah yang membuat Jaxton seperti sekarang ini.
"Dan sekarang aku tahu kenapa kamu tidak mau berhubungan denganku. Kamu memakai alasan dengan kedatangan tamu bulanan kamu. Dan tidak mau berhubungan denganku karena semua kebohongan ini. Aku membencimu Grizella. Sangat membencimu. " ucap Jaxton yang tidak bisa lagi menahan emosinya. Ingin sekali ia memukul wanita di depannya tapi rasa cintanya yang tulus membuat ia tidak berani melakukannya. Dia terlalu cinta pada wanita di depannya. Jaxton hanya bisa membentuk Issabela yang ia kira Grizella. Mario yang mendengar istrinya di bentak tentu saja marah. Tidak sadar dengan apa yang telah ia lakukan. Ia pun meradang.
Hahahaha. Suara tawa Mario yang membuat Jaxton kesal setengah mati.
"Jadi kamu belum menikmati istrimu. Kasihan sekali sih. Padahal seru loh. Iya kan sayang." ucap Mario meremehkan Jaxton.
"Diam kau. Dan kau. Aku sangat membencimu. Kau wanita hina yang pernah aku temui. " bentak Jaxton kepada Mario dan Issabela secara bersamaan.
"Beraninya kamu membentak istriku. Bahkan menghina istriku." Mario mencoba membalas pukulan Jaxton tapi di tahan oleh Issabela.
"Hentikan, Hubby. Atau kamu tidak boleh dekat-dekat denganku lagi. Aku jaminkan hal itu. " ancam Issabela yang membuat Mario menghentikan langkahnya.
Cih.
Jaxton meludahi lantai di depannya.
__ADS_1
"Maafkan saya, Tuan. Saya tidak bermaksud membuat Tuan seperti ini. " ucap Issabela.
"Jadi kamu mengakui semua ini. Kamu mengkhianatiku. Pernikahan kita baru beberapa hari ini. Dan kamu sudah mengkhianatiku. Kenapa kamu melakukan hal ini. Apa tujuanmu sebenarnya? Bagaimana dengan anak-anak. Apa kamu akan meninggalkan mereka? " tanya Jaxton. Pria itu sudah tidak ada tenaga lagi. Hatinya benar-benar hancur saat ini. Cintanya yang tulus malah di balas oleh pengkhianatan.
"Maaf, Tuan...." ucap Issabela mengantung karena telepon Jaxton berdering. Betapa terkejut dan tidak percaya dirinya bahwa yang menelponnya sekarang adalah istrinya sendiri. Tapi, istrinya sudah berada di depannya sekarang. Dengan tangan gemetar Jaxton menerima panggilan tersebut.
📞 : Sayang. Aku mau kamu singgah di supermarket sebentar ya. Belikan aku pembalut. Stok di rumah sudah habis. " ucap Grizella di seberang sana.
Deg.
Jantung Jaxton berdetak cepat. Ini adalah suara istrinya.
"Sayang. Apa ini benar-benar kamu? " tanya Jaxton tidak percaya. Meragukan suara yang ia dengar di telepon.
📞 : Emang siapa lagi? Kamu lihatlah nama kontaknya, sayang. " balas Grizella. Jaxton pun melihat kontak di ponselnya. Tertulis My Wife dengan tiga tanda hati berwarna merah. Jaxton pun menoleh ke arah orang-orang di depannya sekarang.
📞 : Jangan lupa belikan ya. Atau kamu akan tidur di kamar tamu malam ini. Aku serius loh. " ancam Grizella. Jaxton pun mulai menetralkan emosinya. Dia benar-benar lega sekarang. Tapi, siapa wanita di depannya sekarang. Kenapa dia mirip sekali dengan sosok istri yang ia cintai.
"Iya, sayang. Kalau begitu kamu tunggu di rumah ya. Akan aku belikan saat pulang nanti. Aku mencintaimu, sayang. Istriku tercinta. Tunggu aku di rumah, ya." balas Jaxton dengan wajah yang sudah berseri-seri lagi. Mario yang melihatnya hanya bisa menyeringai, meledek lebih tepatnya.
Panggilan pun berakhir. Jaxton pun melihat ke arah Issabela dan Mario. Mencoba memikirkan lagi semua ucapan Mario saat pertama kali datang ke kantornya.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa wajahmu sangat mirip dengan istriku? Apa yang telah kamu lakukan sebenarnya? " tanya Jaxton kepada Issabela. Issabela pun tersenyum. Memahami kebingungan adik iparnya.
"Sayang. Jangan tersenyum padanya. Aku tidak suka kamu tersenyum untuk laki-laki lain selain diriku. Hanya kepadaku kamu boleh tersenyum. " Mario mendekati istrinya. Menutupi pandangan istrinya.
"Apaan sih, By. Ini semua gara-gara hubby tau. " ucap Issabela mendorong tubuh Mario agar tidak menutupi pandangannya.
"Jadi begini, Tuan bla-bla. " Issabela menjelaskan secara mendetail hubungannya dengan Grizella. Dari hal kecil sampai besarnya.
"Jadi, kenapa baru sekarang kamu mencarinya? " tanya Jaxton. Jaxton pun memilih untuk duduk di sofa yang ada di sana. Mario pun mendorong kursi roda milik istrinya ke arah sofa. Lalu, memindahkan sang istri duduk di sofa. Dia pun duduk di samping istrinya setelah itu.
"Karena keadaan. Keadaan membuat saya tidak bisa menemuinya. Dan saya bahkan baru tahu kembaran saya beberapa tahun yang lalu. Hanya saja keadaan saya tidak memungkinkan untuk saya menjelaskannya. " ucap Issabela. Air matanya tidak terasa jatuh begitu saja. Membasahi pipinya yang mulus.
"Lalu, apa yang bisa saya lakukan untukmu? " tanya Jaxton menyilangkan tangannya di dada.
"Tidak banyak. Saya hanya ingin bertemu dengannya. Ingin hidup bersama. Dan menikmati hari-hari kami berdua yang tidak pernah kami rasakan selama ini. " ucap Issabela.
__ADS_1
"Baiklah. Tapi, minggu depan kami akan honeymoon. Mungkin kamu harus menunggu beberapa minggu lagi. " ucap Jaxton. Issabela pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa, Tuan. Tapi, biarkan kami untuk bertemu saja dulu. " ucap Issabela.
"Sayang. Kamu harus banyak istirahat. Kamu tidak boleh keluar lagi dari RS. " ucap Mario. Jaxton pun memperhatikan kepedulian Mario kepada kembaran istrinya itu. Jaxton pun tersenyum. Tiba-tiba ia ingat awal ia bertemu Mario.
"Jadi, waktu di Mall kamu sudah tahu semuanya? " tanya Jaxton kepada Mario. Mario pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Cih.
Mario hanya tersenyum jahil untuk menanggapinya.
"Karena keadaanmu maka aku akan membawa Grizella untuk menjengukmu. " ucap Jaxton pada akhirnya. Issabela pun tersenyum puas.
"Terima kasih, ya adik ipar. " balas Issabela. Jaxton tidak menjawab. Dia hanya menunjukkan wajah datarnya.
"Apa yang membedakan kamu dengan istriku? " tanya Jaxton.
"Istrimu punya tahi lalat kecil di bawah bibir kanannya. Bukankah itu sangat mengemaskan? " tanya Issabela. Jaxton pun kembali mengingat wajah sang istri.
Benar. Itu sangat mengemaskan. Istriku benar-benar mengemaskan. Gumam Jaxton. Ada senyuman di bibirnya mengingat wajah sang istri. Mario yang melihatnya mencibikkan bibirnya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Oke. Segitu dulu untuk hari ini. Semoga betah dan kasih aku like yang banyak ya.
__ADS_1