
Happy Reading readers πΌπΌπΌ
Jangan lupa like dan komentarnya yaπ»π»π»
Terima kasih πΈπΈπΈ
β’β’β’β’
Jenny membawa si kembar ke villa nya yang ada di area pantai. Si kembar terlihat antusias karena ini untuk kedekatan hubungan antara Jaxton dan Grizella juga. 4 hari setelah itu mereka akan kembali pulang karena sudah saatnya sekolah tatap muka.
Si kembar terlihat sedang bermain pasir pantai. Membuat istana pasir. Saat istananya hampir selesai tiba-tiba ada beberapa anak yang nakal mengganggu mereka. Menghancurkan istana yang sudah dari tadi mereka buat.
"Dasar anak perempuan. Mainnya beginian. " ledak anak itu.
Seketika Chloe dan Zoe berang. Mencoba melawan namun si kembar malah di dorong ke tanah.
"Hei! Beraninya cuman sama anak perempuan. Dasar anak cemen. " ledek Zoe. Anak tadi pun kesal dan mencoba memukul Zoe tapi ada seorang anak laki-laki yang datang dari belakang. Menyelamatkan Zoe dari pukulan tersebut.
"Apa begini caramu terhadap perempuan. Pergi sana. Atau kalian berurusan dengan ku. " ucap anak laki-laki tersebut. Zoe pun tertegun melihatnya. Karena berkatnya anak nakal tadi pergi meninggalkan mereka.
"Kalian tidak apa-apakan? " tanya anak-anak laki-laki yang lain.
"Emm. Kami tidak apa-apa. Terima kasih, Kak. " jawab Chloe menundukkan kepalanya.
"Perkenalkan namaku Arion dan ini kakakku Aksa. " ucap anak yang menyelamatkan Zoe tadi sembari memberikan tangannya agar mereka berjabat tangan.
"Aku Zoe dan dia adalah kakakku Chloe. Kami kembar beda 10 menit. " jawab Zoe menerima jabatan tangan Arion.
"Baiklah. Kalau begitu, kami pergi dulu. Pulanglah dan jangan sendirian lagi. " ucap Arion datar.
"Apa kakak tinggal di sekitar sini? " tanya Zoe namun tidak di jawab oleh Arion maupun Aska. Kedua anak laki-laki itu terus berlalu meninggalkan si kembar.
"Ishhh. Aku bertanya malah di cuekin. " kesal Zoe. Chloe pun tersenyum dan menepuk pundak Zoe.
"Yasudah, sekarang kita balik ke villa yuk. Nanti malah di cariin sama Oma. " seru Chloe mengandeng tangan Zoe untuk masuk ke dalam villa. 2 pasang mata memperhatikan mereka dengan senyuman di bibirnya.
"Manis. " gumam mereka serentak. Seketika Arion dan Aksa saling tatap dan tertawa bersama.
"Siapa yang kamu maksud? " tanya Arion.
__ADS_1
"Siapa lagi kalau bukan Zoe. Dan kamu! " Arion penasaran siapa yang di bilang manis oleh Aksa. Aksa pun tersenyum.
"Chloe. Apa kamu memikirkan apa yang aku pikirkan? " tanya Aksa.
"Entahlah. Kita akan balik hari ini. Kita tidak akan bertemu dengan mereka lagi. Jika tuhan berkehendak aku ingin bertemu dengan mereka lagi. " lirih Arion menatap si kembar yang sudah menjauh.
"Emm. Apa kita ketemu saja dengannya. Menyampaikan perpisahan kita hari ini? " tanya Aksa.
"Emm, apa kita ada waktu untuk itu, kak? " tanya Arion.
"Entahlah. Aku harap kita ada waktu. Kalau tidak ya bagaimana lagi. Kita hanya angin lalu bagi mereka. " lirih Aksa menatap kepergian si kembar.
"Yasudah, ayuk kita pergi. Mommy pasti sudah menunggu kita. " ajak Aksa merangkul pundak adiknya itu. Arion pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Melihat ke belakang. Berharap si kembar juga menatapnya tapi nihil. Si kembar malah tidak terlihat lagi. Arion pun menghela napasnya. Apa kita akan bertemu lagi? pikir Aksa dan Arion di dalam hatinya.
Di mansion Jaxton. Grizella terlihat sedang merawat Jaxton. Grizella saat ini sedang menemani Jaxton duduk di kursi taman belakang. Dengan Laptopnya yang ia tarok di atas meja.
"Apa kamu butuh sesuatu? " tanya Grizella. Jaxton pun menoleh ke arah Grizella. Menatap lekat gadis itu.
"Duduklah. Aku seperti di temani oleh asisten ku saja. Temani aku di sini. Dan lihat saja aku bekerja dari sini. " Jaxton menarik tangan Grizella untuk duduk di sampingnya. Grizella pun menurut karena Jaxton juga sudah menariknya.
"Apa kamu yakin sudah tidak apa-apa. Bagaimana kalau lukanya kembali terbuka? " tanya Grizella. Jaxton pun tersadar.
"Ehem. Aku tidak apa-apa. Hanya jari ku saja yang bergerak. Bukan lengan ataupun pinggangku. " elak Jaxton. Grizella pun paham dan menganggukkan kepalanya.
Kenapa dia terlihat lebih manis bila sedang tertidur begini. Sangat mengemaskan. Gumam Jaxton tersenyum sembari mengelus wajah Grizella. Jaxton pun tidak melanjutkan pekerjaannya. Jaxton hanya fokus memperhatikan wajah Grizella. Sampai akhirnya Jaxton pun memindahkan Grizella ke kamarnya. Menidurkan Grizella di kasur dengan hati-hati agar gadis itu tidak terbangun dari tidurnya.
"Sepertinya dia sangat kelelahan. Apa aku sudah berlebihan padanya. " lirih Jaxton yang sedang duduk di samping Grizella. Membelai setiap sudut wajah gadis itu. Jaxton menatap lama wajah Grizella sampai akhirnya Jaxton memutuskan untuk duduk di sofa kamarnya. Kembali fokus dengan pekerjaannya.
Beberapa jam setelah itu Grizella pun terbangun dari tidurnya.
"Kenapa aku bisa ada di kamar ini. Bukankah aku sedang berada di taman belakang tadi? Dan siapa yang membawaku ke sini? " tanyaΒ Grizella. Grizella pun mengedarkan pandangannya. Mendapati Jaxton yang sedang fokus dengan pekerjaannya.
"Emm. Itu. Apa kamu yang membawaku ke sini? " tanya Grizella.
"Apa kamu pikir memungkinkan untukku membawamu ke sini? " tanya Jaxton. Grizella pun tersadar.
"Benar juga. Kalau begitu aku pergi dulu. Apa kamu butuh sesuatu. Aku akan keluar sebentar. " ucap Grizella yang sudah turun dari tempat tidur Jaxton.
"Tidak ada. Kamu istirahatlah lagi. Aku ingin melanjutkan pekerjaanku. " jawab Jaxton. Grizella pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Grizella pergi ke dapur. Dirinya sangat haus sekali. Setibanya di dapur Grizella bertemu dengan Clara. Gadis itu membuat Grizella mengurungkan niatnya. Grizella pun kembali ke kamarnya namun dia berpapasan dengan Jaxton yang juga pergi ke dapur.
"Apa yang kamu lakukan? Apa kamu butuh sesuatu? Akan aku ambilkan. " ucap Grizella.
"Aku hanya ingin minum air. Apa yang kamu lakukan di sini? " tanya Jaxton.
"Emm. Aku. Itu ... Tidak ada. Kalau begitu aku akan mengambilkan air untukmu. Setelah ini kamu harus makan obatmu. " ucap Grizella. Grizella pun masuk ke dapur. Langkahnya sempat terhenti karena Clara menatap tidak suka kepada Grizella. Dan Jaxton melihat itu semua. Jaxton pun mengepalkan tangannya, kesal.
Selesai minum obatnya. Jaxton pun meminta kepada Grizella untuk menemaninya menonton film di bioskop mini miliknya.
"Aku tidak menyangka kamu memiliki bioskop mini di sini. " Grizella kagum dengan kemewahan yang di miliki oleh Jaxton. Jaxton hanya tersenyum dan langsung memilihkan film yang akan di tontonnya.
"Apa kamu suka film action? " tanya Jaxton. Grizella pun menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu aku memutar film action saja. tapi tidak apa-apakan? " tanya Jaxton. Grizella pun menganggukkan kepalanya.
"Hei. Bicaralah. Jangan hanya menganggukkan kepala terus. " ucap Jaxton. Grizella pun tersenyum membuat Jaxton tersedak meski dia tidak sedang minum air.
Aahhh. Kenapa dia sangat mengemaskan begini. aku tidak tahan Lihat nya. Gumam Jaxton dalam hatinya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
IG : gx_shi7
Ikuti IG ku yah. Akan ada tampilan visual dari para pameran utama dan pendukung novel ku.
Terima kasih ππ
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan ππ
__ADS_1
By : Nadila Sizy
#Grizella&Jaxton_LFR