Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
A Nobody


__ADS_3

Di kamarnya si kembar terlihat senang ketika mencoba pakaian yang di pilihkan oleh Grizella siang hari tadi. Mereka mencoba semua barang yang mereka beli. Dan semua itu tidak luput dari perhatian Clara sebagai pelayan pribadi mereka. Wanita itu tengah berdiri dengan posisi yang tidak jauh dari si kembar. Clara terlihat tidak suka dengan apa yang di coba oleh si kembar. Tangannya terus mengepal kuat ketika melihat wajah bahagia si kembar terhadap barang yang di pilihkan oleh Grizella. Setiap si kembar meminta penilaian terhadap apa yang mereka beli Clara selalu bilang tidak cocok dan kurang bagus. Membuat si kembar tidak suka dengan Clara.


"Apa masalahnya. Bukankah ini pas di tubuhku? Dan bahannya juga bagus kok. " seru Chloe dengan nada sedikit meninggi.


"Bukan begitu, Nona. Hanya saja kurang cocok untuk Nona pakai. " seru Clara.


"Dari mananya kurang cocok! " seru Zoe memperhatikan pakaian yang ada di tangannya. "Ini pasti karena kamu tidak tahu Style. " ejek Zoe menatap sinis Clara. Clara hanya diam dan membuang muka ketika melihat wajah senang si kembar.


"Sudahlah, kami tidak butuh penilaian mu lagi. Kami ingin berduaan di sini. " seru Chloe mengusir Clara dengan cara mengibaskan tangannya.


"Tapi, Nona. Saya belum melakukan tugasnya saya hari ini. " seru Clara.


"Itu resiko kamu karena sudah melawan kami. Sekarang keluarlah. Kami hanya ingin berduaan. " seru Zoe menatap dingin ke arah Clara.


"Tapi... " seru Clara mengantung karena si kembar sudah menatap tajam ke arahnya. Clara pun akhirnya keluar dari kamar si kembar. Di luar kamar si kembar Clara terlihat jengkel dengan apa yang telah dilakukan si kembar kepadanya. Dirinya bahkan sudah melakukan hal lebih dari apa yang dilakukan Grizella hari ini. Namun, si kembar tidak melihat semua yang ia lakukan itu. Tapi, kenapa dengan Grizella melakukan hal kecil itu di besar-besarkan oleh si kembar.


Clara tidak terima dengan perlakuan si kembar kepadanya. Namun, dia tidak bisa melakukan apa-apa juga. Akan tetapi, Clara punya rencana tersendiri di pikirannya.


Lihat saja nanti. Tidak akan aku biarkan dia dekat dengan nona - nona. Gumam Clara.


Di kamar si kembar Chloe dan Zoe menatap pintu kamarnya. Lalu mereka pun duduk berdekatan.


"Apa kamu memikirkan hal yang sama seperti ku, Zoe? " tanya Chloe menatap Zoe. Zoe pun menganggukkan kepalanya.


"Kita awasi saja dia. Selagi dia tidak mengganggu rencana kita maka biarkan saja. Dia masih di butuhkan di sini. Aku tidak mau rencana dia hilang begitu saja. Kasihanilah dia. " seru Zoe tersenyum mengejek terhadap nasib Clara.


"Baiklah jika itu keinginanmu. Tapi, kita tidak boleh sampai lengah. Kita tidak tahu apa yang telah dia rencanakan. Jadi, kita tetap perlu waspada terhadapnya. Kamu ingatkan, saat melihat hasil cctv di dapur kemarin. Dia seperti tidak suka dengan mommy. Aku takut dia akan melakukan hal buruk terhadap mommy. " seru Chloe.


"Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah. Selagi mommy berada di sini. Kita harus tetap memantaunya. " seru Zoe.


"Baiklah, oh iya apa yang dilakukan mommy sekarang yah. Apa daddy masih menemani mommy!" Ucap Zoe.


"Entahlah, kita biarkan saja mereka berduaan. Mereka sudah dewasa dan tahu apa yang harus dan tidak harus dilakukan. " seru Chloe.


Di kamar Jaxton, Grizella terlihat mencari sesuatu di sekitarnya membuat Jaxton bingung.

__ADS_1


"Apa yang kamu cari?  " tanya Jaxton ikut melihat sekeliling Grizella. Grizella pun menoleh sebentar ke arah Jaxton.


"Tasku. Apa kamu tahu dimana letaknya ? " tanya Grizella masih sibuk mencari tasnya.


"Oh tasmu. Mungkin ketinggalan di dalam mobil.  Biar aku ambilkan. Kamu tunggu sebentar, yah. " seru Jaxton berdiri dari duduknya dan pergi berlenggang keluar.


Grizella pun menghentikan pencariannya. Grizella memilih untuk bersandar di kepala kasur sembari menunggu Jaxton mengambilkan tasnya. Disaat Grizella sedang mengistirahatkan tubuhnya tiba-tiba pintu kamar Jaxton di buka oleh seseorang.


Kenapa cepat sekali dia balik. Perasaan teras rumahnya jauh sekali dari sini. Siapa itu yang datang? tanya Grizella pada dirinya sendiri.


Ternyata yang datang bukanlah Jaxton. Grizella mengernyitkan keningnya melihat orang yang masuk ke kamar Jaxton. Grizella heran, kenapa orang itu datang kesini pikir Grizella.


"Apa kamu senang di bawa oleh tuan kesini! Harusnya itu kamu sadar kalau kamu bukan siapa-siapa. Kamu hanya orang asing dan tidak seharusnya berada di dalam kamar ini. Kamar yang akan di tempati oleh calon nyonya kami kedepannya. Apalagi ini adalah kamar tuan. Jika kamu punya malu seharusnya kamu sudah pergi dari sini sebelum tuan datang dan menjagamu lagi seperti tadi. Apa kamu tahu bahwa kamu hanya menyusahkan kami semua yang ada di sini. Kami di sini digaji hanya untuk melayani tuan dan para nona kami. Tidak melayani orang asing dengan gratis. Kamu tahu itu. Jika kamu ingin kami layani maka gajilah kami di sini. " seru Clara dengan angkuhnya sembari menyilangkan tangannya di dada.


"Tuan akan datang sebentar lagi. Kamu seharusnya segera pergi dari sini dan jangan pernah menyusahkan kami lagi. Setidaknya kamu mengerti hal itu. Jika kamu sudah paham maka setelah tuan datang enyahlah dari sini. Kami tidak sudi melayani orang asing. " lanjut Clara, setelah itu ia pun berlenggang keluar.


Beberapa saat setelah kepergian Clara.


Jaxton datang membawakan tas milik Grizella. Jaxton datang dengan senyuman di bibirnya. Saat Jaxton hendak masuk ke kamarnya dia melihat Grizella yang sudah bersiap-siap akan pergi. Terlihat dari Grizella yang sudah berada di depan pintu. Jaxton pun menghampiri Grizella.


Grizella pun menoleh ke arah Jaxton.


"Aku akan pulang sekarang. Aku ada urusan yang harus aku selesaikan hari ini. Si kembar pasti akan paham dengan situasi. Mereka sudah besar untuk paham dengan ini semua. " seru Grizella datar. Grizella pun mengambil tasnya yang ada di tangan Jaxton.


"Terima kasih karena sudah merawatku. Jika aku ada waktu aku akan berusaha menebus kebaikanmu selama ini. " lanjut Grizella yang langsung memutar tubuhnya dan berlenggang keluar. Namun, tiba-tiba Jaxton menangkap tangan Grizella.


"Apa yang terjadi? Kenapa kamu mendadak ingin pulang! Bukannya kamu sudah memutuskan untuk istirahat di sini. " seru Jaxton bingung.


"Tidak apa-apa. Aku hanya punya urusan yang harus aku selesaikan hari ini. Mengenai masalah siang tadi, aku harap kamu tidak ikut campur. Aku akan menyelesaikan bersama keluarga ku. Aku tidak ingin orang luar ikut campur dalam urusanku. " seru Grizella yang langsung pergi setelah memberi salam kepada Jaxton. Jaxton tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dirinya tidak punya alasan agar Grizella tetap tinggal di mansionnya. Jaxton pun kembali memanggil gadis itu.


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan. Tapi, biarkan aku mengantarmu. Aku tidak akan menerima penolakan. " seru Jaxton menatap tegas kepada Grizella. Grizella tidak menjawab.


"Diam mu aku anggap sebagai persetujuanmu. Kalau begitu, aku akan mengambil kunci mobil dulu di kamar. Kamu tunggu lah di sini sebentar.  " seru Jaxton yang langsung masuk ke kamarnya dan mengambil kunci mobilnya yang ia letakkan di atas nakas kamarnya.


"Ayuk. Kamu masih butuh istirahat khusus. Jadi, aku akan datang sore nanti ke apartemenmu. " seru Jaxton yang merupakan sebuah pernyataan yang tidak bisa di bantah oleh Grizella.

__ADS_1


"Aku akan menyuruh temanku untuk menemaniku. Kamu tidak perlu datang untuk menjenguk ku. " balas Grizella.


"Aku tidak meminta pendapatmu. Ini sudah menjadi keputusanku sendiri. " seru Jaxton.


"Kamu tidak bisa seenaknya di rumah orang. Aku tidak mengizinkanmu untuk datang. " seru Grizella.


"Kalau begitu aku akan membeli gedung kecil itu. Itu bukan masalah besar untukku. " jawab Jaxton dengan sombongnya. Grizella menoleh ke arah Jaxton. Menatap tidak suka kepada Jaxton. Namun, Jaxton hanya membalasnya dengan senyuman di bibirnya. "Kenapa! Aku punya uang dan aku berhak menggunakannya sesuai keinginanku. Jika kamu tidak ingin aku melakukannya maka biarkan aku datang nanti. Aku hanya ingin memastikan keadaanmu saja. " lanjut Jaxton menatap memelas ke arah Grizella. Grizella tidak menjawab dan memilih untuk berlenggang keluar.


Di dalam mobil Grizella hanya diam saja. Menatap ke arah jendela mobil. Menikmati pemandangan jalanan yang padat. Jaxton sesekali menoleh ke arahnya. Menerka-nerka apa yang membuat Grizella merubah pemikirannya.


Setibanya di apartemen Grizella. Jaxton langsung membukakan pintu mobil untuk Grizella. Jaxton turun terlebih dahulu agar dia bisa membukakan pintu mobil untuk Grizella. Grizella hanya diam saat Jaxton membukakan pintu mobil untuknya.


"Aku akan mengantarmu sampai ke dalam. " seru Jaxton. Grizella pun menoleh sebentar dan tidak menjawab ucapan Jaxton.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙


By : Nadila Sizy


#Grizella&Jaxton_LFR

__ADS_1


__ADS_2