
Grizella dibuat kagum dengan penyambutan yang dilakukan oleh para pelayan dan pengawal di mansion Jaxton. Ketika masuk gerbang saja mereka sudah disambut oleh beberapa orang yang bertubuh besar dengan pakaian rapinya. Belum bisa menguasai dirinya ketika disambut oleh para pelayan yang di depan pintu. Grizella dibuat lebih terkagum lagi ketika memasuki rumah Jaxton. Grizella lebih terkagum lagi ketika melihat isi di dalamnya.
Grizella mengelengkan kepalanya agar dia tidak terlalu terlena dengan kemewahan yang ada di depannya. Wanita itu mengikuti langkah Jaxton yang menaiki tangga. Grizella berlari sedikit agar bisa mensejajari langkah besar Jaxton. Setelah itu mereka tiba di sebuah kamar yang cukup besar dengan dua buah kasur yang cantik berwarna pink dan ungu muda dan sebuah jendela kaca dengan balkon besar di luarnya. Kamar yang dihiasi oleh animasi-animasi kartun dan princess kerajaan. Sebuah lemari besar yang mungkin diisi baju si kembar ada di sana. Tempat duduk untuk si kembar bersantai juga ada disana dengan bentuk yang sama namun berbeda warna. Didekat balkon ada satu bunga besar yang sedang berbunga.
Grizella menghentikan langkahnya ketika Jaxton berjalan kearahnya. Dilihatnya si kembar sudah tidur di kasur.
"Maaf yah sudah membuatmu direpotkan. " seru Jaxton lembut.
"Tidak apa-apa Tuan. Saya juga senang dengan si kembar. Mereka sangat imut dan mengemaskan. " seru Grizella tersenyum melihat ke arah Chloe dan Zoe.
"Duduklah. " ajak Jaxton di sebuah sofa yang ada di kamar si kembar. Grizella pun duduk di samping Jaxton.
"Maaf Tuan. Kalau saya boleh tahu dimana ibu anak-anak? " tanya Grizella menatap lekat si kembar. Jaxton pun ikut menoleh ke arah si kembar.
"Sebenarnya saya belum menikah Nona. " seru Jaxton. Grizella terkejut dan menoleh ke arah Jaxton. Grizella berpikir kalau si kembar anak di luar nikah Jaxton. Jaxton pun paham dan melambaikan tangannya bermaksud agar Grizella jangan berpikir yang tidak-tidak.
"Aku tidak pernah berhubungan dengan seorang wanita sebelumnya. Mereka adalah keponakan saya. Orang tua mereka meninggal 6 tahun lalu disaat mereka masih bayi. " jelas Jaxton membuat pikiran jelek di kepala Grizella menghilang.
"Kakak saya meninggal karena sebuah kecelakaan. Hanya saya keluarga mereka satu-satunya yang tersisa. Saya pun merawat mereka seperti anak saya sendiri. Saya menyayangi mereka melebihi nyawa saya sendiri. " jelas Jaxton lagi.
"Mereka pasti bahagia mempunyai Daddy seperti Tuan. " seru Grizella tersenyum kepada Jaxton. Jaxton pun membalas senyuman manis Grizella.
"Sayangnya kasih sayang saya masih kurang untuk mereka. " balas Jaxton memelas.
"Kenapa? Saya lihat mereka sangat mencintai Tuan. " seru Grizella bingung.
"Mungkin mereka butuh kasih sayang seorang Mommy di sisi mereka. " seru Jaxton tersenyum getir.
__ADS_1
Grizella pun paham tanpa membalas penjelasan Jaxton. Grizella pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumahnya sendiri.
"Baiklah Tuan. Kalau begitu saya pamit dulu. " seru Grizella yang sudah berdiri dari duduknya. Jaxton pun ikut berdiri namun ketika mereka hendak melangkah tiba-tiba langkahnya terhenti karena Chloe memanggil Mommy nya. Grizella pun menoleh ke arah Chloe. Dia mendekati Chloe.
"Bolehkah saya menemani mereka di sini Tuan." Pinta Grizella yang sudah duduk di samping Chloe. Jaxton pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Grizella melihat Chloe yang terus memanggil Mommy nya. Grizella pun ikut berbaring di samping Chloe dengan tangan menepuk pinggul Chloe pelan-pelan. Jaxton pun memutuskan untuk keluar dari kamar si kembar dan membiarkan Grizella menangani Chloe.
Jaxton memutuskan untuk menyuruh pelayan di rumah menyiapkan makan malam untuk Grizella. Grizella sendiri sedang tengah menenangkan si kembar yang tengah mengigau. Tanpa Grizella sadari dia ikut tertidur di samping Chloe. Jaxton yang ingin memeriksa si kembar melihat sesuatu yang jarang ia lihat seumur hidupnya. Betapa inginnya dia melihat sosok ibu disamping anak-anaknya. Jaxton pun mendekati Grizella. Jaxton pun mengangkat tubuh mungil Grizella di kamarnya yang tidak terlalu jauh dari kamar si kembar. Diletakkannya tubuh mungil Grizella di kasur kingsize nya lalu menarik selimut sampai ke pinggang Grizella. Setelah itu Jaxton duduk di samping kasur menatap wajah sendu Grizella. Setiap garis di wajah Grizella Jaxton tatap.
"Apa aku jatuh hati padanya. Tapi aku sudah berjanji kepada mereka bahwa aku akan menerima setiap wanita yang mereka pilihkan. Aku takut jika bukan kamu yang mereka pilih untuk aku jadikan mate. Aku berharap kamulah yang mereka inginkan untuk menjadi Mommy nya. Aku harap itu akan segera terjadi. " seru Jaxton menatap lekat wajah Grizella. Jaxton pun meninggalkan kecupan di pipi wanita itu lalu pergi ke kamar si kembar.
Dilihatnya si kembar kembali tertidur dengan pulas. Jaxton pun memutuskan untuk membersihkan dirinya di kamar yang bukan di tidurnya Grizella karena hari sudah semakin sore. Ketika selesai mandi dan bersiap-siap dengan pakaian santainya Jaxton pun berniat membangunkan si kembar. Dilihatnya si kembar sudah bangun dari tidurnya dan sedang asik bermain bersama-sama. Jaxton pun mendekati mereka.
"Kenapa malah main-main. Sekarang bersihkan diri kalian. " seru Jaxton yang duduk di samping Zoe.
"Daddy. Apa Bibi itu sudah pergi? " tanya Zoe memegang tangan kanan Jaxton. Jaxton pun tersenyum dan mengusap kepalanya.
"Baiklah Dad." seru mereka yang langsung pergi ke kamar mandi yang ada di kamarnya.
Jaxton pun mengikuti langkah kedua putrinya dengan matanya sampai akhirnya si kembar menutup pintu kamar mandi. Setelah itu dia keluar dan pergi ke kamarnya sendiri untuk melihat keadaan Grizella. Dilihatnya wanita itu masih tertidur dengan pulas. Entah apa yang membuat wanita itu tidur dengan nyenyaknya padahal ini bukanlah rumahnya. Seolah dia tinggal di rumah sendiri. Jaxton pun membiarkan Grizella tidur dan menunggu si kembar selesai mandi.
Setelah beberapa saat akhirnya si kembar menyusul ke kamar Jaxton. Dilihatnya Jaxton tengah duduk di sofa yang ada di kamarnya. Si kembar pun mendekatinya.
"Dad. Apa kami boleh membangunkan Bibi? " tanya Si kembar. Jaxton pun menganggukkan kepalanya.
"Tunggu sebentar. Biarkan Daddy keluar dulu baru kalian bangunkan. Nanti setelah dia bangun panggil Daddy yah, okey. " bisik Jaxton yang sudah berdiri dari duduknya. Si kembar pun menganggukkan kepalanya dan menunggu Jaxton keluar dari kamarnya sendiri. Setelah aman si kembar pun mendekati Grizella yang tertidur.
"Bi. Bangun Bi. Kita makan malam yuk. " ajak si kembar menggoyangkan tubuh Grizella pelan-pelan. Jaxton sendiri masih memegang handle pintu dari luar dan mendengar obrolan si kembar. Grizella pun membuka matanya dan melihat si kembar yang sudah duduk di sampingnya. Grizella pun duduk dan bersandar di kepala kasur.
__ADS_1
"Kenapa Bibi ada disini? Bukankah Bibi ada di kamar kalian? " tanya Grizella bingung. Si kembar hanya mengangkat bahunya tidak tahu dan tersenyum melihat wajah bingung Grizella.
"Kami akan memanggil Daddy dulu. Dan Bibi tanyakan langsung pada Daddy. " seru Chloe. Grizella pun membiarkannya.
"Daddy. Daddy. Dad. " teriak Sisi kembar membuat Grizella menutup kupingnya karena teriakan si kembar. Jaxton yang saat itu masih di luar menunggu sebentar dirinya diluar agar tidak terlalu jelas jika dirinya menunggu di luar kamarnya. Setelah cukup lama Jaxton pun mendorong handle pintu dan masuk ke kamarnya.
"Iya! Kenapa sayang? " tanya Jaxton pura-pura.
"Bibi sudah bangun. Apa yang harus kita lakukan sekarang. " seru si kembar. Jaxton pun tersenyum melihat kedua putrinya.
"Maaf Nona sudah membuatmu terjebak di sini. Kalau Nona mau bersih-bersih silahkan saja pakai kamar mandi di sana. " Menunjuk sebuah ruangan yang ada di kamarnya. " Pakailah kamar mandinya. Karena kita tidak merencanakan kedatangan Nona jadi saya hanya bisa memesankan beberapa gaun yang mungkin cocok untukmu. " jelas Jaxton yang sudah duduk di kursinya bersantai.
"Tidak apa-apa Tuan. Justru saya yang berterima kasih karena sudah merepotkan. " jelas Grizella canggung.
"Baiklah. Oke anak-anak kita biarkan Bibi siap-siap dulu yah. Ayuk kita keluar. " ajak Jaxton pada si kembar. " Oh iya. Gaunnya ada di lemari sana. " Jaxton menunjuk lemari besar yang ada di kamar itu.
"Baiklah. Terima kasih Tuan. " Grizella membungkukkan badannya memberi hormat dan berterima kasih. Jaxton pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Jaxton dan si kembar pun keluar kamar dan memberikan waktu untuk Grizella bersih-bersih.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.