Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Considerate Brother


__ADS_3

Bryan gemetar ketakutan ketika melihat tatapan dingin Jaxton. Terlihat Jaxton mengepalkan tangannya.


"Bukan begitu, Tuan. Ini adalah perjanjian antara 2 keluarga. Saya hanya melakukan apa yang sudah orang tua kami perintahkan. " jelas Bryan.


Huh. Perjanjian apa itu. Apa mereka tidak menyelidiki jodoh yang akan mereka berikan untuk anak mereka.


"Memangnya kapan mereka akan meresmikan hubungan di antara mereka?Β  " tanya Jaxton. Jaxton ingin menyelidiki terlebih dahulu tentang Smith. Agar ia bisa menjauhkan Grizella Dari pria bejad yang bernama Smith tersebut. Sehingga dirinya perlu tahu kapan proses pernikahan Grizella. Dan dirinya akan menggagalkan semua itu.


"Sekitar 6 bulan lagi, Tuan. " jawab Bryan bingung dengan keinginan tahuan Jaxton terhadap pernikahan adiknya, Grizella.


Grizella mendekati 2 pria di depannya. Grizella membawakan kopi handalanya yang sangat di sukai oleh Jaxton. Jaxton bahkan langsung mencicipinya karena sudah merindukan kopi buatan Grizella. Grizella juga membawakan biskuit untuk pelengkap kopinya. Mereka pun berbincang sedikit meski Jaxton hanya membalas dengan seringaian lembut di bibirnya. Grizella yang paham dengan sifat dingin Jaxton hanya bisa tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.


Di taman tempat anak-anak bermain.


"Kakak, biarkan kami memakainya. Kakak mainlah dengan teman kakak juga. Ini adalah permainan kaum kami. Kakak dilarang bergabung. " seru Adellia menatap tajam sepupunya itu.


"Kenapa begitu! Ini adalah daerah aku juga. Berarti, aku boleh masuk dong. Dan kamu tidak bisa melarangku juga. " timpal Jack tidak terima di larang oleh Adellia. Jacky sesekali memandang si kembar dengan ekor matanya.


"Tidak boleh. Ayuk kita masuk kakak twin. " ajak Adellia menarik tangan Chloe dan Zoe masuk ke sebuah ruangan yang tertutup oleh daun hijau yang merambat. Di sana, si kembar terkagum dengan apa yang mereka lihat. Ada sebuah tempat yang seperti area bermain tapi tempat itu terbentuk dengan sendirinya. Seperti pohon yang memiliki ayunan yang terbuat dari rambatan pohon tersebut. Ukurannya tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil. Sehingga, si kembar bisa manaikinya sekaligus.


Adellia membawa Chloe dan Zoe ke sebuah danau buatan yang berukuran 10Γ—15m. Di dalamnya terdapat bunga teratai yang mendominasi warna ungu dan pink. Di dalamnya juga terdapat batu-batu kecil yang tidak akan melukai kaki kecil si kembar. Adellia membawa si kembar duduk di tengah-tengah danau yang terdapat batu besar di sana. Mereka pun memilih untuk duduk di sana sembari memainkan boneka barbie yang mereka pegang. Jacky yang sebelumnya masih berada di luar ruangan itu akhirnya memutuskan untuk masuk juga ke dalam. Dirinya sangat penasaran terhadap apa yang dilakukan oleh para kaum yang berbeda jenis dengannya itu. Jacky membuka pintu masuk dan melihat anak-anak perempuan yang ada di sana. Mereka terlihat serius memainkan boneka barbie mereka. Jacky memilih berdiri di sana dari pada nantinya di usir oleh Adellia.


Jacky bersembunyi di balik pohon besar. Disana ia memperhatikan segala hal yang dilakukan oleh si kembar dan juga Adellia.


"Kenapa kita tidak ajak saja anak laki-laki tadi. Kan kita bisa rame-rame mainnya. " jelas Zoe menatap Adellia. Chloe pun terlihat menganggukkan kepalanya. Setuju dengan pendapat Zoe.

__ADS_1


"Dia bahkan bisa jadi budak kita nantinya. " tambah Chloe yang membuat Zoe dan Adellia tertawa. Jacky yang sedang bersembunyi di balik pohon besar itu mulai mengepalkan tangannya. Merasa di olok-olok oleh para anak perempuan itu. Jacky pun keluar dari persembunyiannya dan menyiram si kembar dan juga Adellia dengan air danau. Mereka pun mulai basah kuyup. Begitu juga dengan mainannya. Adellia yang merupakan anak yang cengeng menangis sejadi-jadinya. Membuat Jacky ketakutan. Pasalnya dia paling benci tangisan Adellia, adik kesayangannya itu. Dia tidak bermaksud membuat Adellia menangis. Dirinya sangat menyayangi adiknya itu. Mana mungkin dia bermaksud membuat Adellia bersedih. Jacky kelagapan. Bingung harus melakukan apa. Si kembar yang paham dengan kepanikan Jacky, dia pun memberikan permennya kepada Jacky agar diberikan kepada Adellia. Jacky pun menatap si kembar dengan wajah yang beribu terima kasih. Jacky pun mendekati Adellia.


"Adel. Adellia sayang. Maafkan kakak. " seru Jacky berdiri di depan Adellia. Adellia tidak mengubrisnya dan memilih memalingkan wajahnya dari Jacky. Adellia kesal dengan Jacky. Jacky pun menyodorkan permen di tangannya kepada Adellia. Seketika tangisan Adellia berganti dengan isakan tangis. Yang berarti, Adellia sudah mulai tenang.


"Adik kakak jangan nangis lagi ya. Maafkan kakak. Kakak tidak sengaja melakukannya. " ucap Jacky memeluk Adellia. Si kembar yang melihat perhatian Jacky kepadanya membuat mereka iri. Si kembar pun ikut berpelukan dengan Adellia dan Jacky. Jacky terkejut mendapati pelukan dari belakang oleh si kembar.


Sepertinya aku mendapat adik baru yang bakal menyusahkan nantinya. Gumam Jacky. Jacky membiarkan si kembar memeluknya dan mengusap kepala Adellia yang berada di dadanya.


"Bolehkah kami jadi adik kakak Jack juga. Kami akan menuruti apapun yang kakak bilang. " seru Chloe mewakili. Jacky memutar bola matanya. Sudah menduga ini akan terjadi.


Astaga. Satu saja sudah membuatku pusing. Ini malah di tambah 2 sekaligus. Gumam Jacky dalam hatinya.


"Baiklah. Tapi, kalian tidak boleh membantah atau pun melawan ucapan kakak. " seru Jacky. Jacky pun menatap Adellia. "Seperti dia. " lanjut Jacky melirih. Menatap Adellia dengan ekor matanya. Adellia yang mendengar itu kembali menangis sejadi-jadinya. Membuat Jacky menepuk keningnya dan berusaha lagi untuk menenangkan Adellia.


Di dalam rumah Grizella memutuskan untuk melihat anak-anak. Grizella keluar dari percakapan para pria. Grizella melihat ke taman namun tidak melihat batang hidung anak-anak itu. Grizella pun mengedarkan pandangannya dan berhenti di pohon yang merambat itu. Grizella teringat kalau Adellia suka bermain di sana. Mungkin Adellia mengajak si kembar bermain di sana pikir Grizella. Grizella pun menyusul dan Grizella tersenyum melihat para anak-anak sedang berpelukan. Grizella tidak mendekati mereka. Grizella memilih menjadi penonton setia di sana. Sampai akhirnya Grizella melihat Jacky membuat Adellia menangis. Grizella hanya bisa geleng-geleng kepala karena perilaku anak-anak itu. Dan pada akhirnya Grizella melihat kalau anak-anak itu kembali tenang sendiri. Grizella tersenyum melihat keakraban anak-anak itu. Tanpa Grizella sadari ternyata Jaxton mendekatinya dan berdiri di samping Grizella. Sama-sama menatap anak-anak di depannya.


"Apa yang terjadi? Apa si kembar membuat masalah? " tanya Jaxton menatap curiga terhadap si kembar. Grizella pun memukul lengan Jaxton karena jika memukul bahu Jaxton itu terlalu kejauhan untuk tangan mungil nya.


"Ishhh. Kamu ini. Anak baik begitu mana bisa membuat masalah. Itu hanya masalah anak-anak dan hal itu biasa terjadi. " seru Grizella menatap kesal Jaxton karena sudah menuduh si kembar. Padahal si kembar adalah anak baik-baik. Jaxton yang mendapat pukulan oleh Grizella hanya bisa tersenyum kikuk dan mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Aku kan hanya bertanya saja. Oh iya, apa yang sedang mereka lakukan dan kenapa juga kita berdiri di sini. Mending kita gabung bersama mereka. " seru Jaxton yang hendak menghampiri anak-anak itu. Namun, Grizella menahannya. Grizella menarik tangan Jaxton keluar. Jaxton terkejut ketika Grizella menariknya keluar. Jaxton tersenyum - senyum sendiri ketika gadis di depannya menariknya. Kehangatan tangan Grizella memberikan kenyamanan bagi Jaxton. Sampai akhirnya Grizella mengernyitkan keningnya. Menyadari kesalahannya yang menarik tangan Jaxton. Grizella pun menghadap ke arah Jaxton. Menatap kesal Jaxton dengan menyilangkan tangannya di dada.


"Itu urusan anak-anak. Kita tidak boleh mengganggu mereka. Biarkan mereka bermain bersama dan kita sebagai orang dewasa hanya boleh mengamati dari kejauhan. " seru Grizella geleng-geleng kepala menatap Jaxton yang tidak peka. "Huh, sepertinya kamu harus mencari pasangan agar kamu tahu apa yang harus kamu lakukan kedepannya untuk anak-anak. " lanjut Grizella menatap sedih atas ketidaksiapan Jaxton untuk menjaga anak-anak. Jaxton terkejut dengan ucapan Grizella.


"Apa kamu tidak tahu dengan maksud ucapanmu itu? " tanya Jaxton.

__ADS_1


Grizella mengernyitkan keningnya tidak paham. "Maksudnya. Aku tidak tahu apa? " tanya Grizella bingung. Jaxton pun mendekati Grizella dan berdiri tepat di hadapan Grizella. MembuatΒ  Grizella mundur beberapa langkah. Takut Jaxton melakukan hal buruk kepadanya.


Jaxton tersenyum melihat kegugupan Grizella. Jaxton pun berhenti melangkah. Agar Grizella tidak menjauh. "Baiklah. Sepertinya kamu adalah gadis pertama yang sangat polos aku temukan selama ini. " ucap Jaxton. Grizella mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Jaxton.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan πŸ˜šπŸ˜˜πŸ˜™


By : Nadila Sizy


#Grizella&Jaxton_LFR

__ADS_1


__ADS_2