
Pesawat pribadi milik Johan Davinchi sudah mendarat dengan mulus di lapangan pribadi keluarga Davinchi. Lapangan tersebut berletak tidak jauh dari mansion Jaxton Davinchi yang ada di bagian barat.
Si kembar dan Maxim sudah menunggu kedatangan Jenny dan Johan di sana. Sedangkan Jaxton sedang sibuk di kantornya. Tapi, dia sudah berpesan bahwa ia akan langsung pulang bila pekerjaannya selesai.
"Oma kangen kalian, twins. Sini, berikan Oma sebuah pelukan. " seru Jenny berjalan ke arah si kembar.
"Oma, kami juga kangen Oma. " teriak si kembar yang berlari mengejar Jenny. Jenny tersenyum ketika melihat si kembar menghampirinya. Jenny melepaskan tas yang dia pegang dan bersiap-siap untuk memeluk si kembar.
"Aahhh. Sudah 1 bulan berpisah membuat Oma sangat merindukan kalian. Semua ini gara-gara Opa. Opa selalu saja sibuk dengan pekerjaannya. " ucap Jenny menoleh ke arah Johan. Johan hanya tersenyum dan mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Yasudah, sekarang mari kita masuk, Bi. Bibi pasti capek seharian di dalam pesawat. " ucap Maxim. " Ayuk anak-anak, ajak Omanya ke kamar. Dan temani Oma tidur, oke. " lanjut Maxim.
"Siap laksanakan, kapten." Jawab si kembar serentak. Maxim pun tersenyum dan mengusap kedua kepala si kembar. Maxim pun berjalan ke arah pamannya.
"Selamat datang, paman. Bagaimana dengan kabar paman dan Bibi? " tanya Maxim.
Johan pun tersenyum. Dan berjalan menghampiri Maxim. Merangkul bahu Maxim. Dan mereka berjalan beriringan. Menatap 3 wanita di depannya.
"Seperti yang kamu lihat. Kami baik-baik saja. Ngomong-ngomong apakah ada perkembangan baru yang telah kamu temukan di sini? " tanya Johan. Matanya fokus kepada 3 wanita di depannya.
"Seperti yang paman bilang. Gadis itu sangat baik dan juga cantik hatinya. Aku sudah melihatnya sendiri. Dan ya, sepertinya mereka masih belum deket satu sama lain. Perlu adanya bantuan dari kita. " jelas Maxim.
"Emm, apakah kita harus melakukan hal itu. Apa mereka tidak tertarik satu sama lain? " tanya Johan.
"Bukannya begitu, paman. Sepertinya ada orang ketiga yang membuat hubungan mereka biasa-biasa saja. Dan aku punya berita terupdate, bahwasanya orang ketiga itu sudah menjauh dan kita hanya perlu menyatukan Jaxton dan Grizella. Apa paman mau membantuku? " tanya Maxim.
"Emang siapa orang ketiga ini? " tanya Johan.
"Dia adalah calon tunangan Grizella. Tapi, baru-baru ini mereka sudah memutuskan pertunangan mereka. Jadi, kita hanya perlu mencari cara untuk menyatukan Grizella dan Jaxton. " jawab Maxim.
"Kalau begitu, itu masalah yang gampang. Kamu serahkan saja kepada paman. Kamu ingatkan bahwa dua minggu lagi adalah ulang tahun istriku dan saat itu tiba. Mari kita siapkan rencana untuk mereka. Kita buat penyatuan mereka semakin cepat agar gadis itu tidak di ambil oleh orang lain. Lagian, aku juga tidak mau dia diambil oleh orang tua di luar sana. " ucap Johan. Maxim terlihat mengernyitkan keningnya.
__ADS_1
"Emang rencana apa yang telah paman rencanakan? " tanya Maxim. Johan pun tersenyum menyeringai.
"Lihat saja nanti. Kamu hanya perlu mengikuti perintah paman ke depannya. Kalian anak muda terlalu lembek dalam melakukan hal beginian. " ucap Johan. Sedangkan, Maxim terlihat bingung dalam mencerna ucapan pamannya.
Di tempat lain di waktu yang sama. Seila terlihat bersiap-siap untuk pergi ke kantor suaminya. Seila sudah menyiapkan makan siang untuk suaminya. Senyuman di bibirnya tidak pernah pudar. Di perjalanan ke kantor sang suami Seila melihat orang-orang yang sedang berjalan di trotoar jalan. Melihat itu membuat Seila merasa damai. Seperti ada kedamaian di sana.
Beberapa saat setelah itu, Seila sudah berada tepat di depan kantor Edison. Seila langsung masuk ke dalam kantor suaminya tapi dia malah di jegat oleh resepsionis di sana. Membuat Seila bingung, tidak seperti pikir Seila. Namun, karena ini peraturan kantor membuat Seila memaklumkannya.
"Maaf nyonya. Direktur sedang tidak bisa di ganggu saat ini. Mohon atas kerjasamanya. " ucap resepsionis itu.
"Saya tidak akan lama. Setelah mengantarkan makan siang, saya akan langsung balik. Permisi" ucap Seila yang langsung masuk ke dalam tanpa mendengarkan ucapan resepsionis itu.
"Bagaimana ini! Didalam ada wanita itu. Tamatlah riwayatku. " lirih resepsionis itu menatap kepergian Seila.
Setibanya di depan pintu ruangan Edison. Tiba-tiba Seila menghentikan langkahnya. Seila sepertinya mendengar suara tangisan seorang wanita. Seila membuka sedikit pintu ruangan Edison. Mengintip nya dari luar.
"Kamu tidak bisa meninggalkan aku seperti ini! Kita sudah bersama selama lebih dari 5 tahun. Kenapa baru sekarang kamu mengatakan perpisahan dariku. Aku tidak terima dengan apa yang telah kamu lakukan padaku dan juga anakku. Kamu tidak boleh melakukan ini kepada kami. Kamu harus bertanggung jawab kepadaku dan juga anakmu. " ucap wanita itu yang membuat Seila terperanjak, tidak percaya dengan apa yang telah ia dengar. Seila menjatuhkan kotak nasi yang ada di tangannya. Membuat Edison dan wanita itu melihat ke sumber suara.
"Sejak kapan kamu ada di sini? Apa kamu mendengar semuanya? " tanya Edison khawatir. Seila pun menatap Edison dan satu tamparan pun melayang di pipi Edison.
"Tega hubby. Tega hubby melakukan ini padaku. Kenapa hubby melakukan ini di belakang ku. Apa salahku padamu, By. Apa aku sudah tidak ada di hati hubby lagi? Apa hubby sudah tidak mencintaiku lagi. " seru Seila memukul kuat dada Edison berkali-kali. Edison tidak peduli meski terus di pukul oleh Seila. Edison menerima semua itu. Hatinya hanya khawatir bila Seilae meninggalkannya.
"Maafkan, hubby. Hubby menyesal melakukan semua ini. Cinta hubby masih sama seperti dulu. Hubby masih sangat mencintaimu, yank. Kamu harus percaya itu. Cinta hubby tidak pernah berkurang sedikit pun. " ucap Edison memeluk erat Seila.
"Hubby bohong. Jika hubby masih mencintaiku. Hubby tidak mungkin mengkhianatiku dari belakang. Bahkan ini lebih dari 5 tahun. Itu bukanlah penyesalan, By. Itu adalah perselingkuhan. Apa aku kurang pandai dalam merawat keluarga yang sudah lama kita bina. Apa aku tidak bisa menjaga suamiku dari wanita lain. Apa aku terlalu bodoh hingga hubby melakukan semua ini di belakangku. " isak Seila yang meronta untuk di lepaskan dari pelukan Edison tapi pria itu malah mempererat pelukannya.
"Tidak, yank. Ini bukanlah salahmu. Ini adalah salah hubby yang mudah tergoda oleh wanita di luar sana. Maafkan hubby. Hubby menyesal telah melakukannya. " ucap Edison yang terus memeluk Seila dengan erat.
"Aku tidak peduli. Aku tidak terima di perlakuan seperti ini oleh hubby. Aku ingin kita bercerai. Aku tidak akan pernah menemui hubby lagi. Kita tidak bisa melakukan hal yang sama seperti dulu lagi. Aku tidak bisa menerima semua kenyataan ini. " ucap Seila di pelukan Edison. Edison terlihat menggelengkan kepalanya.
"Tidak akan. Kamu tetaplah istri hubby. Hubby tidak akan pernah menyetujui perceraian ini. Hubby tidak akan pernah menyetujuinya. " ucap Edison. Seila tidak bisa berbuat apa-apa. Dilihatnya anak kecil di depannya membuat Seila terluka. Menatap wanita cantik di depannya membuat kepercayaan Seila kepada suaminya sirna. Apa hanya karena wanita ini sampai membuat Edison berselingkuh di belakangnya.
__ADS_1
"Tapi aku tidak bisa seperti dulu lagi, By. Hubby juga memiliki keluarga kecil. Aku tidak bisa berada di antara kalian. Aku tidak bisa. Tidak akan bisa By. " ucap Seila.
"Itu tidak benar. Hubby tidak memiliki hubungan dengannya. Dia hanyalah wanita liar yang selalu bergaul dengan pria di luar sana. Hubby hanya punya satu istri yaitu kamu, yank. " ucap Edison menatap lekat wajah Seila.
"Tidak, By. Aku tidak bisa melakukan ini semua. Anak itu butuh sosok ayah di masa depannya. Dan aku masih bisa hidup sendiri tanpa hubby. Aku tidak bisa melakukan ini. " ucap Seila, "Aku juga tidak bisa menerima semua yang telah hubby lakukan selama ini. Harga diriku seolah telah diinjak-injak. Aku tidak bisa melanjutkan hubungan di antara kita lagi. Maafkan aku, By. Kita tidak bisa untuk bersama lagi. " ucap Seila. Karena pelukan Edison terlalu kuat Seila terpaksa menggigit lengan Edison. Membuat Edison melepaskan pelukannya dan Seila mengambil kesempatan untuk lari dari Edison.
"Ahhh. Dengarkan dulu yank. " teriak Edison yang tidak di gubris oleh Seila karena wanita itu sudah jauh melangkah.
"Sialan! Ahhh. " decak Edison yang langsung meninggalkan wanita dan anak-anak tadi.
"Kamu dengar, bersikap Baiklah pada Daddy mu. Mereka adalah ATM kita. Kamu harus berakting sebagus mungkin. Ini adalah awal dari kehidupan baru kita. " ucap wanita tersebut. Namun, anak laki-laki itu menatap iba kepada Seila. Seperti ada rasa bersalah di matanya. Ada rasa ketidaksukaan kepada wanita di sampingnya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
IG : gx_shi7
Terima kasih 😊😊
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙
By : Nadila Sizy
__ADS_1
#Grizella&Jaxton_LFR