Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Grizella's Plea


__ADS_3

...Happy Reading readers 🌼🌼🌼...


...Jangan lupa like dan komentarnya ya🌻🌻🌻...


...Terima kasih 🌸🌸🌸...


...••••...


Grizella telah memberhentikan mobil Jaxton tepat di halaman mansion. Bola matanya berputar malas ketika melihat Jaxton terus menerus tersenyum menatap ke arahnya. Entah apa yang telah terjadi pada laki-laki ini pikir Grizella. Grizella pun turun dari dalam mobil. Membukakan pintu mobil untuk si kembar.


"Ayuk anak-anak. Masuk ke dalam dan segeralah membersihkan tubuh kalian. " ucap Grizella. Menuntun si kembar ke dalam mansion. Jaxton yang melihatnya pun ikut keluar dari dalam mobil. Grizella yang melihat Jaxton keluar pun membiarkan pria itu sendirian. Grizella pun mengantarkan si kembar  masuk ke dalam sembari mengenggam kedua tangan si kembar. Setibanya di depan kamar si  kembar tiba-tiba tangan Grizella merasa di tarik oleh seseorang. Ya, Jaxton menarik tangan Grizella untuk masuk ke dalam kamarnya. Jaxton langsung mengunci pintu kamarnya. Tersenyum nakal kepada Grizella. Grizella pun mundur kebelakang.


"Apa yang mau kamu lakukan? " tanya Grizella gugup.


"Sayang. Bukannya kamu yang bilang tadi kalau kita bisa berciuman jika kita tidak melakukannya di depan anak-anak. Saat ini mereka ada di kamarnya. Dan tidak akan ada yang menggangu kita berdua kali ini. Lalu, mari kita lanjutkan hal yang sempat tertunda tadi. " ucap Jaxton berjalan mendekati Grizella. Grizella pun mengelengkan kepalanya. Tidak begini maksud ucapannya. Bagaimana bisa pria dewasa ini berpikir sempit seperti itu pikir Grizella. Jaxton pun mulai mendekat. Selangkah lagi tepat berada di depan Grizella.


"Tidak. Bukan seperti itu yang aku maksud. Tolong biarkan aku pergi dari sini. " ucap Grizella sembari mengelengkan kepalanya. Berharap Jaxton membukakan pintu untuknya.


"Kenapa. Kita adalah orang dewasa. Apa salahnya kita melakukan hal itu. Lagian kita adalah pasangan kekasih. Apa kamu tidak menginginkannya! Barang sedikit pun? " tanya Jaxton.


"Aku tahu. Tapi ini bukanlah waktu yang tepat. Ada waktunya kita melakukannya. Aku harap kamu mengerti itu. " ucap Grizella berusaha menjauh. Namun sayang. Grizella sudah membentur tembok di belakangnya. Grizella mulai cemas. Jaxton sudah berada tepat di depannya. Bahkan tidak cukup panjangnya dengan pengaris anak sekolah. Keringat dingin menjalai kening Grizella. Dan Jaxton pun mulai mencium bibir Grizella dengan lembut. Awalnya Grizella menikmatinya akan tetapi dia sadar. Semua ini salah. Bukan waktunya ia melakukan hal jorok ini. Ini tidak bisa di biarkan pikir Grizella. Grizella pun mengigit bibir bawah Jaxton. Hampir Jaxton mengumpat tapi sadar ada Grizella di depannya.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan, sayang? " tanya Jaxton bingung.


"Apa aku begitu rendah bagimu? Apa aku tidak ada apa-apanya di matamu? Kenapa kamu melakukan hal ini padaku? " tanya Grizella melorot kelantai  menekuk kakinya. Membenamkan wajahnya di antara kedua lututnya. Jaxton pun mengelengkan kepalanya. Tidak pernah dia otak Jaxton berpikiran seperti yang Grizella katakan. Jaxton hanya menunjukkan rasa cintanya melalui tindakan nyata. Bukan dengan sebuah kata-kata. Jaxton pun berjongkok di depan Grizella. Memegang kedua bahu Grizella yang bergetar hebat.


"Sayang. Aku tidak pernah berpikir seperti itu. Aku tulus mencintaimu. Aku tidak berani berupaya untuk merendahkanmu. Kamu segala-galanya untukku. Maafkan  aku jika kamu mengira caraku merendahkanmu. Aku tidak pernah sedikitpun berpikir kesana. Aku hanya mau menunjukkan bahwa kamu adalah wanita yang aku cintai. Percayalah, kamulah wanita pertama yang aku sentuh. Untuk yang pertama dan terakhir kalinya hanya kepadamu. " ucap Jaxton membawa Grizella ke dalam pelukannya. Mengusap lembut kepala Grizella. Grizella pun sesenggukan. Jaxton pun mendorong pelan tubuh Grizella agar mereka bertatapan.


"Apa yang kamu ingin aku lakukan? " tanya Jaxton lembut. Grizella pun menatap wajah Jaxton dengan tubuh yang masih berguncang.


"Tolong hargai aku. Aku tidak ingin melakukan hal lebih sebelum kamu menikahiku. Aku ingin kamu menahannya sampai kita sah di mata agama dan hukum. " ucap Grizella. Dimata Grizella masih ada sedikit air mata yang jatuh ke pipinya. Jaxton pun menepis air mata itu. Mencium dengan lembut kedua mata Grizella.


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan. Aku tidak akan melakukannya sampai kita benar-benar di halalkan dalam agama. Apa kamu puas, hem? " tanya Jaxton. Grizella pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Jaxton pun kembali menarik tangan Grizella. Memeluknya dengan erat.


"Baiklah. Aku ingin membersihkan diri. Temuilah anak-anak. Mereka pasti menunggumu untuk di mandikan. " ucap Jaxton lembut sembari mengusap lembut kepala Grizella. Grizella pun berdiri. Jaxton pun ikut berdiri. Jaxton membiarkan Grizella pergi keluar dari kamarnya. Jaxton pun tersenyum ketika melihat Grizella membalikkan badannya. Setelah Grizella pergi ke luar dan pintu tertutup kembali. Jaxton pun memegang junior nya. Mengosok-gosoknya.




Oke! Aku punya permintaan nih. Jika yang like lebih 100 ❤ aku kasih up 3 eps tiap hari. Jika lebih maka aku doble lebih dari 3 eps. Yang setuju harap titip komentarnya ya😊😊😊


.

__ADS_1


.


.


.


.


Bersambung.


...INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME 😊...


IG : gx_shi7


Ikuti IG ku yah. Akan ada tampilan visual dari para pameran utama dan pendukung novel ku.


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘


By : Nadila Sizy

__ADS_1


#Grizella&Jaxton_LFR


__ADS_2