Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Grizella's teaching preparation


__ADS_3

Happy Reading readers 🌼🌼🌼


Jangan lupa like dan komentarnya ya🌻🌻🌻


Terima kasih 🌸🌸🌸


β€’β€’β€’β€’


Beberapa hari kemudian.


Luka di tubuh Jaxton sudah mulai baikkan. Jaxton bahkan sudah bisa melakukan aktivitas olahraga paginya seperti biasa karena sebelumnya dilarang oleh gadis tercintanya itu. Siapa lagi kalau bukan karena Grizella.


Beberapa hari ini Jaxton hanya bisa berdiam diri di kamarnya. Dan tiap harinya juga dia selalu di temani oleh gadisnya itu. Hal itu berhasil membuat rasa bosan Jaxton menjauh. Jika tidak dia pasti sudah berkeliaran di luar sana. Mengurus urusan kantor dan hal lain sebagainya.


Jaxton melakukan olahraga di sebuah ruangan khusus untuk melatih ototnya agar kembali kekar dan kuat. Beberapa hari ini karena kehadiran Grizella, dirinya di sibukkan untuk menatap wajah sang kekasih. Dan beralasan memeluk tubuh Grizella karena sakit. Alhasil, Jaxton hanya memeluk tubuh Grizella. Toh , tidak ada yang bisa dia lakukan lagi selain memeluk kekasihnya itu karena Grizella melarangnya keluar rumah dan melakukan kegiatan berat lainnya.



*Ini Jaxton ya. Aduh tampannya babang 😊



Pagi ini Grizella berinisiatif untuk membuatkan sarapan pagi untuk Jaxton karena ini adalah hari terakhirnya tinggal di sana. Dan besok adalah hari ia memulai pekerjaannya sebagai seorang guru di School Internasional.


Grizella membuatkan masakan ala Barat karena lidah Jaxton sudah terbiasa dengan makanan tersebut. Berbeda dengannya yang suka makanan vegetarian seperti sayur-sayuran.


Tiba-tiba Grizella di kagetkan oleh pelukan tangan yang kekar dan juga berkeringat. Grizella pun membalikkan badannya dan langsung mendapatkan kecupan lembut di bibir mungil nya oleh Jaxton.


"Iih. Kamu berkeringat. Lepaskan aku dulu dan mandi sana. " Grizella mendorong tubuh Jaxton. Jaxton pun tersenyum dan malah menarik Grizella kedalam pelukannya. Grizella tidak membalas dan mencoba untuk memberontak. Dan Jaxton malah mempererat pelukannya.


"Meski aku berkeringat tapi kamu suka kan? " tanya Jaxton tersenyum. Masih memeluk Grizella dalam kukungannya.


"Iya, iya. Cepat pergi sana. Aku sudah menyiapkan sarapan. Mari makan bersama. " ucap Grizella yang masih dalam pelukan Jaxton. Gadis itu mendongakkan kepalanya ke atas karena tubuh Jaxton yang terlalu tinggi untuknya. Jaxton pun tersenyum ketika melihat wajah imut Grizella ketika melihat ke arahnya. Gadis itu terlihat sangat mengemaskan untuknya. Jaxton pun mencium bibir Grizella.


"Baiklah. Aku akan segera membersihkan tubuhku. Kamu tunggu aku sebentar. Mari sarapan bersama. " satu kecupan lagi sebelum pergi meninggalkan gadisnya itu.


Grizella tersenyum melihat kekasihnya itu. Mengelengkan kepalanya lalu kembali fokus menata makanan di atas meja.


Tiba-tiba seorang wanita datang dengan nada sinis nya. Siapa lagi kalau bukan Clara. Clara terlihat menyilangkan tangannya di dada lalu berdiri di samping Grizella.


"Cih. Aku baru tahu ternyata ada orang yang tidak tahu malu seperti dirimu. " sindir Clara.

__ADS_1


"Maksudnya apa ya? Siapa yang tidak tahu malu? " Grizella menatap bingung Clara di sampingnya.




"Siapa lagi. Ingatlah, disini bukan tempat untuk menampung orang asing. Kecuali, kamu ingin menjadi pelayan di sini. " ucap Clara menatap Grizella dengan ekor matanya dengan tatapan menyindir.


"Maaf ya, Nona. Saya di sini karena permintaan si pemilik rumah. Jika tidak saya tidak akan berani juga tinggal di sini. " geram Grizella.


"Itu tidak mungkin! Disini masih banyak pelayan yang siap merawat, Tuan. Ini pasti akal - akalan mu saja. Mengoda Tuan dan mencoba mendekatinya. " ucap Clara sinis.


"Siapa yang kamu maksud mengoda saya? " tanya Jaxton yang tiba-tiba sudah berada di antara Grizella dan Clara. Clara terlihat cemas karena tidak mengetahui kehadiran Jaxton. Pria itu bahkan sudah berada di samping Grizella. Merangkul pinggang Grizella dengan erat. Tidak ada jarak di antara mereka.


"Apa peringatan kemarin tidak membuatmu jera. Sekarang kamu saya pecat. Dan jangan pernah menampakkan dirimu di depan mata saya lagi. " ucap Jaxton dingin.


"Maafkan saya, Tuan. Jangan pecat saya. Mohon ampuni saya, Tuan. " Clara mencoba mendekat tapi di hentikan oleh teriakan Jaxton.


"Paman Thom. Usir wanita ini. Jangan biarkan dia masuk ke Mansion saya lagi. " teriak Jaxton. Paman Thomas dengan cepat menghampiri Tuannya dan mulai menyeret Clara keluar dari mansion. Bahkan, tidak ada waktu bagi Clara untuk mengemasi barang-barangnya. Karena pelayan yang lain sudah berinisiatif untuk mengumpulkan barang Clara dan melemparkannya ke arah Clara.


Kembali ke Jaxton.


"Manusia kayak dia tidak pantas di kasihani. Sudah di kasih hati malah nambah minta jantung. " geram Jaxton. Grizella pun tersenyum mendengar pengucapan Jaxton. Grizella pun mengusap pelan dada Jaxton.


"Yasudah, kita makan dulu yuk. " Grizella membawa Jaxton duduk di kursi yang ada di depan meja makan. Jaxton pun mulai tenang dan tersenyum kepada Grizella ketika melihat gadisnya itu duduk di sampingnya.


"Besok aku akan mulai mengajar. Jadi, nanti sore aku akan balik ke apartemen. Oh iya, kapan anak-anak balik? Mereka harus sekolah besok loh. " ucap Grizella. Jaxton pun menatap lekat Grizella. Membuat gadis itu bingung.


"Ada apa? " tanya Grizella.


"Tinggallah di sini. Aku tidak ingin jauh-jauh darimu. " ucap Jaxton memelas.


"Tidak bisa. Aku memiliki kesibukan sendiri. Lagian masih banyak yang harus aku urus untuk besok. Jika bukan karena menjagamu aku pasti sedang sibuk di sekolah sekarang untuk mengurus kedatangan siswa baru besok. "Grizella memberikan sarapan ke tangan Jaxton.


"Ayuk makan sarapannya. " ucap Grizella. Jaxton tidak menjawab dan malah menatap wajah Grizella dengan tampang memelasnya.


Grizella pun menghela napasnya.


"Baiklah. Tapi aku akan menanyakan ke Mommymu dulu. Jika aku di izinkan tinggal di sini maka aku akan tetap di sini. " ucap Grizella pada akhirnya. Jaxton pun tersenyum sumringah.


"Makasih ya, Ella sayang. " ucap Jaxton memberikan kecupan lembut di pipi Grizella.

__ADS_1


Deg.


Jantung Grizella berdetak tak beraturan setelah mendengar panggilan sayang dari Jaxton. Bahkan panggilan Jaxton terlihat lebih enak di dengar oleh telinganya. 'ELLA' nama sayangnya Jaxton terhadap Grizella. Membuat pipi Grizella merona.


"Apa kamu sakit? " tanya Jaxton pura-pura khawatir. Jaxton tahu gadisnya saat itu malu dengannya.


"Apaan sih. Aku tidak apa-apa kok. Cepatlah makan sarapannya. Setelah itu aku ingin keluar sebentar. " ucap Grizella.


"Kamu mau kemana? Aku akan menemanimu. " ucap Jaxton.


"Aku ingin membeli perlengkapan untuk ke sekolah besok. Banyak yang harus aku siapkan. " ucap Grizella.


"Yasudah, aku akan siap-siap setelah ini. " ucap Jaxton memakan cepat makanannya.


"Kamu santai saja. Kita masih memiliki banyak waktu untuk itu. " Grizella menghentikan Jaxton yang memakan makanannya dengan cepat.


.


.


.


.


.


Bersambung.


INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME 😊


IG : gx_shi7


Ikuti IG ku yah. Akan ada tampilan visual dari para pameran utama dan pendukung novel ku.


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘


By : Nadila Sizy


#Grizella&Jaxton_LFR

__ADS_1


__ADS_2