Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
To the Jaxton company


__ADS_3

...Happy Reading readers 🌼🌼🌼...


...Jangan lupa like dan komentarnya ya🌻🌻🌻...


...Terima kasih atas semua dukungannya 🌸🌸🌸...


...β€’β€’β€’β€’β€’...


"Kamu mau buat aku meninggal karena kehabisan nafas. " ucap Grizella setelah Jaxton melepaskan pagutannya di bibir mungil Grizella. Jaxton pun tersenyum mendengar ucapan istrinya itu.


"Mana ada orang meninggal karena berciuman. Yang ada malah dia bertambah semangat untuk hidup. Sudahlah, katanya mau bersiap-siap. Atau kamu mau tidur lagi denganku. " ucap Jaxton yang mencoba menarik tubuh Grizella lagi tapi dengan cepat Grizella meninggalkan kasur. Atau dia tidak akan turun dari kasurnya. Jaxton pun tersenyum melihat tingkah istri manisnya. Lalu memilih untuk tidur lagi. Bukan tidur ya. Lebih tepatnya menikmati suasana hari ini. Hari ini hidup terasa berbunga-bunga. Karena ketika bangun tidur ia langsung di suguhkan oleh wajah manis sang istri. Membuat paginya terasa cerah meski hari ini mendung.


"Istri manisku benar-benar mengemaskan. Tidak tahu bagaimana jadinya jika aku tidak menikahinya. Sepertinya, urusan kantor akan berjalan lancar nanti tanpa ada sedikit pun celah. " ucap Jaxton. Pria itu pun kembali menutup matanya. Menikmati paginya.


...β€’β€’β€’β€’β€’...


Siang harinya, terlihat Jaxton sedang mengadakan rapat dengan beberapa karyawannya. Albert, tengah membantunya menyiapkan beberapa berkas yang harus di selesaikan hariini.


"Selesaikan dalam minggu ini. Aku ingin berlibur dengan istriku. " ucap Jaxton. Albert pun menoleh ke arah Jaxton.


"Baiklah, Tuan. " jawab Albert. Jaxton pun pergi ke ruangannya. Sungguh melelahkan hari ini. Jaxton pun bersandar di sandaran sofa. Matanya menatap langit-langit ruangannya. Terlihat wajah manis istrinya. Jaxton pun melirik arlojinya.


"Sudah waktunya ia pulang dari sekolah. Apa dia ke sini saja ya, biar aku lebih semangat lagi kerjanya. " ucap Jaxton pada dirinya sendiri. Jaxton pun menelpon Albert dengan telepon kantor.


"Kau jemput istriku di sekolah XX. Antarkan dia ke sini dengan aman. " ucap Jaxton yang di iyakan oleh orang seberang.


Albert terlihat seperti ada hujan turun di tas kepalanya. Sungguh harinya sangat melelahkan hari ini. Belum lagi pekerjaan yang di berikan oleh Jaxton masih awal perjalanan. Jika Jaxton tidak atasannya pasti dia sudah memakik pria itu dengan lantangnya. Huhuhu. Albert menagis dalam diam di ruangannya. Setelah itu, Albert pun pergi ke sekolah yang di tunjuk oleh Jaxton.


Beberapa saat setelah itu, Albert pun sampai di sekolah Grizella mengajar.


Albert langsung menemui pihak sekolah. Meminta persetujuan agar Grizella di izinkan pergi dengannya. Dan karena statusnya sebagai sekretaris keluarga Davinchi. Albert langsung mendapatkan persetujuan langsung dari kepala sekolah.


"Jika Tuan butuh sesuatu jangan sungkan untuk mengatakannya, Tuan. " ucap kepala sekolah.


"Terima kasih, Pak. Saya hanya menjalankan perintah Tuan Davinchi saja. " ucap Albert. Kepala sekolah pun tersenyum penuh rasa segan karena bertemu dengan orang yang juga punya pengaruh di perusahaan Davinchi Group.


"Kalau begitu saya pamit dulu, Tuan. " ucap Albert yang di jawab iya oleh KepSek tersebut.


Di mobil Albert.


"Siapa yang menyuruh kamu datang untuk menjemput saya? " tanya Grizella ketika dirinya sudah duduk di kursi penumpang.


"Saya tidak bisa menjawab pertanyaanmy, Nona. Silahkan tanyakan kepada tuan Jaxton. " jawab Albert yang langsung melajukan mobilnya tanpa mendengarkan lagi ocehan Grizella. Bagaimana tidak kesalnya gadis itu. Di saat lagi seriusnya mengajar anak-anak, tiba-tiba seorang guru piket memanggil Grizella bahwa ada orang yang mencarinya. Grizella akan kesal jika waktu ngajarnya di ganggu orang luar.


Setibanya di kantor Jaxton. Gadis langsung di sambut oleh beberapa orang karyawan yang telah di tugaskan Jaxton untuk mengantarkan Grizella ke ruangannya.


"Tuan bisa langsung menyelesaikan pekerjaan .Tuan. Nona ini akan menjadi tugas saya selanjutnya. " ucap salah seorang karyawan wanita.


"Maaf. Tapi aku sudah tahu dimana ruangan bos kalian. Kalian lanjutkan saja pekerjaannya. " ucap Grizella sopan.


"Maaf, Nona. Ini adalah perintah dari presdir. Saya tidak berani melawan. " jawab karyawan itu. Grizella pun mulai jengah dengan semua ini. Dirinya tidak mau hidup seperti ini. Dirinya dari dulu sudah di ajarkan untuk bisa mandiri dan mengurus sendiri semuayang ia lakukan. Tidak pernah terbesit di dalam hatinya hidup seperti sekarang ini. Grizella mau hidup seperti orang biasa pada umumnya.


Sampaiakhirnya mereka sudah berada di depan ruang Jaxton. Tertera di dekat pintu tersebut tulisan ruang CEO. Sungguh, Grizella tidak menyangka bahwa ia akan menjadi istri seorang istri dari CEO. Bahkan, statusnya bukanlah manusia biasa sekarang. Dirinya otomatis memiliki gelar yang tidak tanggung-tanggung juga. Huh. Grizella mendesah dengan takdir yang telah mengubahnya. Dia tidak tahu. Apakah dia harus senang atau malah sebaliknya. Dan karyawan yang mengantar Grizella mendengarkan bahwa Grizella sedang mendesah sekarang.

__ADS_1


"Apa Nona baik-baik saja? " tanya karyawan itu. Grizella pun tersadar.


"Hem, Oh. Aku tidak apa-apa, kok. Makasih ya sudah mengantarku sampai ke sini. Sekarang kembalilah ke pekerjaanmu. " ucap Grizella. Karyawan itu menundukkan kepalanya memberikan hormatnya kepada Grizella. Meninggalkan gadis itu sendiriandi depan pintu. Setelah karyawan itu pergi. Grizella pun mulai memegang knop pintu. Pintu pun terbuka. Dan Grizella langsung di suguhkan dengan kehadiran Jaxton di ujung matanya. Dilihatnya pria itu tengah sibuk dengan berkas-berkas di meja kerjanya.


Tok. Tok. Tok.


Grizella mengetuk pintu ruangan Jaxton agar pria itu tidak terkejut. Jaxton pun mendongakkan kepalanya. Tersenyum setelah mengetahui siapa yang datang.


"Sinilah, sayang. " ucap Jaxton menggerakkan tangannya agar Grizella mendekat. Grizella pun mendekati Jaxton. Berdiri di depan meja Jaxton.


"Lebih dekat lagi. " ucap Jaxton kembali menggerakkan tangannya. Grizella pun berjalan mendekati Jaxton. Sampai akhirnya, Grizella berdiri di samping kursi yang di duduki oleh Jaxton. Jaxton pun mulai menarik tangan Grizella hingga gadis itu terduduk di pangkuannya. Langsung saja Jaxton merangkul pinggang Grizella. Memeluk gadis itu agar memberikan semangat untuk dirinya. Jaxton menyandarkan kepala Grizella di dadanya. Lalu Jaxton mengusap lembut kepala Grizella.


"Aku merindukanmu. " ucap Jaxton setelah wajah mereka bertatapan.


"Baru beberapa jam kita berpisah. Kau bahkan sudah merindukan ku. Bagaimana jika aku sudah tidak ada lagi di.... " ucap Grizella terpotong karena Jaxton langsung mencium bibir jahat Grizella. Beraninya bibirmu bicara seperti itu pikir Jaxton.


"Jangan bicara seperti itu lagi. aku tidak ingin mendengarnya. Aku tidak mau berpisah denganmu. " ucap Jaxton.


"Aku hanya menebak saja. Semua itu pasti akan terjadi. Kita hanya perlu menunggunya saja. " ucap Grizella.


"Pokoknya aku tidak mau kamu berkata seperti itu lagi. Aku tidak bisa jauh-jauh darimu. " ucap Jaxton kembali memeluk erat tubuh kecil Grizella. Grizella pun tersenyum melihat Jaxton yang seperti itu Dan tiba-tiba Grizella teringat kenapa dia di panggil di sini.


"Sudahlah. Kenapa kamu memanggilku ke sini? Aku kesal karena saat aku mengajar tiba-tiba asistenmu datang mengganggu jam pelajaranku. aku tidak suka kegiatan mengajarku di ganggu. " ucap Grizella menyilangkan tangannya di dada.


"Aku merindukanmu. Apa aku butuh alasan lain untuk bersamamu. " ucap Jaxton memberikan kecupan di pipi Grizella. Gemes melihat raut kesal di wajah Grizella.


Grizella membulatkan matanya dengan sempurna. Bagaimana bisa suaminya ini seenaknya saja. Apa dia tidak akan bisa lagi kedepannya jika belajar hanya fokus dengan anak-anak.


"Bagaimana jika kamu jadi asistenku saja. Biar aku bisa melihatmu seharian. " ucap Jaxton. Grizella pun membalikkan badannya ke arah Jaxton. Terlihat pancaran tidak suka di wajah Grizella.


"Apa kamu akan melarang aku menjadi guru? Apa kamu akan mengurungku dan tidak akan membiarkan aku bebas di luar seperti biasanya? " tanya Grizella.


"Jika kamu setuju maka aku akan melakukannya. " ucap Jaxton yang berhasil membuat telinga Grizella berasap. Kesal dengan suaminya tersebut.


"Aku tidak mau memakai alasan ini. Tapi, aku sangat menyesali pernikahan yang telah kita lakukan. Harusnya aku berpikir dua kali untuk menerima lamaranmu kemarin. Aku sungguh menyesali semua yang telah aku lakukan. " ucap Grizella yang langsung pergi meninggalkan ruangan Jaxton. Jaxton pun mengelengkan kepalanya.


"Sayang. Aku tidak bermaksud seperti itu. " ucap Jaxton ketika berhasil mencegah Grizella keluar dari ruangannya. Memeluk gadis itu dari belakang.


"Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku janji, ini adalah yang pertama dan terakhir mengajakmu ke sini. Lain kali aku akan memastikan jam mengajarmu selesai baru aku bawa kamu ke sini. Maafkan aku ya, hem. " ucap Jaxton mencuri ciuman di leher Grizella.


"Kita bahkan baru menikah tadi malam. Masa kamu sudah menyesal duluan. Kita bahkan belum melakukan hal itu. Jangan marah ya. Aku tidak akan melakukan kesalahan lagi. aku janji. Tapi, jika kamu sudah tidak ada jadwal mengajar kamu mau datang ke sini ya. Mau ya? " tanya Jaxton membalikkan badan istrinya agar menghadap ke arahnya. Grizella pun luluh. Tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Jaxton pun tersenyum dan kembali mencium bibir kecil istrinya. Saat lagi bergairahnya. Tiba-tiba pintu di ketuk. Grizella pun gelagapan. Membuat Jaxton gemes dengannya.


"Duduklah di sini. Jangan ke sekolah lagi. Lagian kamu sudah di sini juga. Sesekali izin kan tidak apa-apa. " ucap Jaxton menuntun istrinya untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


"Masuk. " ucap Jaxton setelah mereka berdua duduk di sofa.


Seorang karyawan wanita pun masuk. Dan melihat keberadaan Grizella di samping Jaxton. Dia memberi hormat kepada Grizella dan Jaxton. Lalu memberitahukan maksud kedatangan dia ke sini.


"Maaf, Pak. Tuan Mario Still mengundang makan malam dengan Bapak. Apa Bapak ada waktu? " tanya asisten yang bernama Julia.


"Saya tidak bisa. Malam hari adalah waktu saya bersama keluarga. Suruh dia mencari waktu lain. " jawab Jaxton dengan matanya masih tertuju kepada sang istri.


"Baiklah, Pak. Kalau begitu saya pamit dulu. " ucap Julia.

__ADS_1


"Hem. " ucap Jaxton.


"Kamu apaan sih. Orang yang mengajak bicara ada di depan. Tapi matamu ke arahku. " ucap Grizella tidak habis pikir dengan tingkah suaminya kepada bawahannya. Jaxton pun tersenyum melihat tingkah mengemaskan istrinya tersebut.


"Apa masih lama? Aku sudah tidak sabar melakukannya. " Jaxton mengalihkan pembicaraan. Tidak mau mendengar ocehan istrinya. Jika tidak, dia tidak akan bisa menahan hasratnya lebih lama lagi.


"Aku baru dapat kemarin. Masih lama agar kita bisa melakukannya. " ucap Grizella yang membuat Jaxton lemas. Jaxton pun menyandarkan kepalanya di bahu Grizella. Melingkarkan tangannya di pinggang gadis itu.


"Kenapa tuhan menyiksaku seperti ini. Ini sangat menyakitkan. Apa kamu tidak ada cara untuk mengobatinya? " tanya Jaxton mendongakkan kepalanya ke arah wajah Grizella. Grizella pun tersenyum sembari mengelengkan kepalanya.


"Huh. Kalau begitu biarkan aku bermain dengan tubuhmu. Setidaknya aku bisa bermain dengan yang lain. " ucap Jaxton. Jaxton pun mulai tersenyum nakal. Mengendong tubuh kecil Grizella ala Bridal Style. Dan mereka masuk ke sebuah ruangan yang memiliki kasur di dalamnya.


"Aku akan memuaskanmu. Maka nikmatilah. " ucap Jaxton yang mulai mengerayang tubuh sang istri.













Oke. Part ini Uni banyakkin. Semoga rindu kalian dengan Grizella dan juga Jaxton terobati ya.


Jangan lupa tekan jempolnya ya. Agar Uni bisa beli kuota untuk Update nih novel.


TERIMA KASIH


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2