Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Two Boys


__ADS_3

...Happy Reading readers 🌼🌼🌼...


...Jangan lupa like dan komentarnya ya🌻🌻🌻...


...Terima kasih atas semua dukungannya 🌸🌸🌸...


...β€’β€’β€’β€’β€’...


Keesokan harinya. Si kembar di jam istirahatnya memilih jam istirahat di kelas karena tidak mau membuang waktu yang tidak jelas dengan berkeliaran di luar. Menikmati waktu istirahat dengan menyantap bekal yang telah di siapkan oleh Grizella saat mereka akan berangkat tadi pagi.


"Jangan lupa dimakan bekalnya. Jangan di buang, tidak baik. " itulah ucapan Grizella tadi pagi kepada anak kembar itu. Si kembar bahagia mendapatkan perhatian tersebut dari Grizella. Saat mereka TK tidur ada yang seperti itu padanya. Jaxton! Pria itu sibuk dengan urusan pekerjaan. Jaxton hanya bisa mengantarkan dan menasehati si kembar. Semua keperluan mereka akan di siapkan oleh pelayan. Hal itu membuat si kembar kurang perhatian dari mommy mereka. Kehadiran Grizella membawa pengaruh besar bagi si kembar.


Meskipun hanya kata-kata sederhana seperti tadi. Tapi, berhasil membuat hati mereka tersentuh. Lebih tepatnya merindukan hal -hal yang dilakukan Grizella tadi pagi. Yaitu, menasehati mereka, menyiapkan persiapan mereka ke sekolah dan menyiapkan makan siang untuk mereka. Semua itu sudah dari dulu si kembar impikan. Dan hari ini semua impian ituΒ  sudah terwujudkan oleh kehadiran Grizella di dekat mereka.


"Semoga Mommy akan segera menjadi Mommynya kita ya. Aku tidak sabar lagi menunggu hari itu. " ucap Chloe menatap kotak bekal yang telah di siapkan oleh Grizella tadi pagi.


"Aku harap juga begitu. Aduh, aku mau ke toilet. Temani aku dong. " ucap Zoe menarik tangan Chloe dengan tergesa-gesa tanpa memperhatikan langkahnya dan malah menabrak teman sekolahnya.


"Maafkan kami, kak. Kami pergi dulu. " pamit Zoe melihat sekilas seniornya. Lalu menarik tangan Chloe ke toilet. Meninggalkan orang yang telah mereka tabrak. Mereka yang di tabrak mengedipkan matanya berulang kali.


"Bukannya mereka anak-anak yang telah kita tolong kemarin tuh? " tanya Arion yang dadanya di tabrak oleh Zoe.


"Aku rasa begitu. Tapi, yang mana Chloe dan Zoe? Aku tidak tahu. Mereka kembar identik. " ucap Aksa memperhatikan punggung si kembar.


"Aku pun tidak tahu. Sepertinya mereka murid baru di sini. " ucap Arion memperhatikan kelas si kembar. Tiba-tiba segerombolan anak-anak perempuan mengejar mereka. Dengan cepat Arion dan Aksa menjauh dan kabur dari segerombolan anak-anak perempuan tersebut. Mencari tempat aman agar jauh dari fans mereka.


Setelah beberapa saat akhirnya Arion dan Aksa terlepas dari kejaran para fansnya. Mereka menghela napasnya, lega.


"Syukurlah, kak. " ucap Arion mengusap dadanya.


"Oh. Hampir saja kita di serang. " bagus Aksa.


"Akkkhhh. " teriak Zoe dan Chloe bersama. Membuat Arion dan Aksa gelagapan. Melirik kiri dan kanan agar tidak di ketahui oleh para fansnya.

__ADS_1


"Kenapa kakak masuk toilet perempuan? " tanya Zoe, marah.


"Emm. Itu, " ucap Arion gugup melihat Zoe menatap tajam ke arahnya. Arion pun meminta pertolongan kepada Aksa agar di bantu menjawab tapi pria itu bergidik bahu. Bingung juga karena keberadaan si kembar membuat mereka sulit berpikir.


Bel pertanda masuk kelas pun berbunyi. Si kembar pun melangkahkan kakinya dengan sangat kesalnya. Ketika hendak pergi mereka kembali membalikkan badannya.


"Dasar mesum. " ucap si kembar yang membuat bola mata Arion dan Aksa membulat sempurna.


"Ayuk kita pergi dari sini. Banyak laki-laki mesum. " ucap Chloe yang membuat laki-laki melongo. Wajah pias penuh penyesalan terlihat pada diri mereka.


"Ini gara-gara kakak. Jika tidak, mereka tidak akan beranggapan aku mesum. " ucap Arion.


"Kenapa aku yang di salahkan! Kita refleks lari kemari karena fans gila itu tidak mengikuti kita sampai ke sini. " jawab Aksa tidak terima di salahkan.


"Aku tidak mau tahu. Nama ku sudah buruk gara-gara lu. " ucap Arion.


"Sudahlah. Kelas kita sudah di mulai. Mending masuk ke dalam kelas dari pada di marahi sama buk guru nanti. " ucap Aksa.


Di tempat si kembar. 2 anak perempuan itu terlihat jengkel. Bagaimana bisa ada anak laki-laki yang mesum di sekolah ini. Katanya tempat ini aman untuk kita. Ini apa! Bagaimana bisa laki-laki masuk ke toilet perempuan.


"Eh itu buk guru. Ayuk Cepatan. " Chloe menarik tangan Zoe agar adiknya itu berlari dan tidak di dahului oleh buk guru.


Di kelas Arion. Anak laki-laki itu terus teringat dengan wajah Zoe yang marah kepadanya. Entah kenapa, wajah Zoe terlihat mengemaskan untuknya. Karena kelamaan melamun membuat Arion mendapatkan panggilan peringatan dari Grizella yang kebetulan mengajar di kelas anak itu.


"Perhatikan Ibu menerangkan. Sesekali pahami materi yang ada di buku itu. Jangan tersenyum tidak jelas. Mau di bawa Sinder? " ucap Grizella yang membuat anak-anak di dalam kelas menertawakan Arion. Arion hanya bisa menatap tajam teman-temannya.


Di kelas Zoe. Anak perempuan itu terlihat serius memperhatikan guru menjelaskan materi yang diberikan. Sesekali ia terlihat berpikir lalu langsung mendapatkan pencerahan karena otaknya yang cerdas.


Saat Buk guru memberikan soal kuis dengan cepat Zoe mengangkat tangannya ke atas. Membuat semua orang yang ada di kelas memperhatikannya.Β 


"Iya. Silahkan, Zoe. Gagal tidak apa-apa. Asalkan kita mau menerima adanya kegagalan itu. " ucap bapak guru.


Zoe pun dengan semangatnya menyelesaikan soal yang di tuliskan oleh guru di papan tulis. Beberapa detik dan Zoe pun menyelesaikannya. Membuat Pak guru bertepuk tangan untuknya.

__ADS_1


"Anak pintar. Lain kali ajari temannya yang kesulitan ya. Bantu Bapak ya. " ucap guru itu penuh kekaguman terhadap Zoe. Zoe pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, Pak guru. " jawab Zoe menundukkan kepalanya. Memberikan hormatnya kepada sosok yang sudah mendidiknya tersebut.


"Anak pintar. " Pak guru mengusap lembut kepala Zoe.


Jam PBM sudah selesai. Bel pulang pun telah berbunyi. Anak-anak pun berhamburan keluar setelah memberikan salam kepada guru mereka. Dengan riang dan gembira anak-anak keluar dari kelasnya. Semua ilmu yang mereka terima mereka sesuaikan dengan diri mereka masing-masing. Ada anak-anak yang acuh dengan kesibukan mereka dari pagi hingga siang ini. Ada anak-anak yang menghafal beberapa pelajaran yang lupa di benak mereka. Ada juga anak-anak yang hanya fokus bermain sana di sekolah bersama teman-temannya. Hal itu biasa terjadi pada anak murid di sekolah dasar. Dan masih banyak lagi anak-anak menggunakan dan mengamalkan ilmu yang mereka terima.


"Huh. Begitu banyak macam anak-anak mengamalkan ilmu yang mereka terima dari kami para gurunya. " lirih Grizella memperhatikan setiap manik anak-anak didiknya. Tapi, ada kelegaan di hatinya karena bisa membagi ilmu yang ia miliki kepada orang lain.


.


.


.


.


.


Bersambung.


...INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME 😊...


IG : gx_shi7


Ikuti IG ku yah. Akan ada tampilan visual dari para pameran utama dan pendukung novel ku.


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘


By : Nadila Sizy

__ADS_1


#Grizella&Jaxton_LFR


__ADS_2