
Matanya tak berpaling sedikit pun dari ketiga wanita yang ada di dekatnya. Jaxton terus memperhatikan dengan serius apa yang dilakukan oleh ketiga wanita itu.
Grizella terlihat sedang mencari beberapa buku yang juga di butuhkannya. Grizella sedikit berpisah dengan si kembar. Akan tetapi, masih bisa di pantau oleh Jaxton. Saat Grizella sedang mengambil buku di rak buku tiba-tiba seorang datang dan tidak sengaja menabrak rak tersebut. Jaxton yang melihatnya pun terkejut dan hendak menarik Grizella kepelukkannya. Tapi, langkahnya terhenti karena seorang pria datang menolong dan melindungi Grizella di pelukannya terlebih dahulu. Alhasil, punggung pria itu terbentur oleh rak buku tersebut. Grizella terkaget dengan apa yang menimpanya dan ia lebih kaget lagi ketika melihat pria yang memeluknya itu.
Terlihat pria itu meringis. Namun, pria itu tetap diam dan menatap wajah Grizella dengan wajah datarnya.
"Kau baik-baik saja? " tanya pria itu masih dengan wajah datarnya.
"Emm.... " balas Grizella menggantung karena si kembar memanggil Grizella. Grizella pun menoleh ke arah si kembar.
"Mommy tidak apa-apakan? Apa ada yang terluka? " tanya Chloe khawatir.
"Maaf mbak. Anak saya tidak sengaja melakukannya. " ucap Ibu dari anak yang tidak sengaja menabrak rak buku yang terjatuh tadi. Berusaha membela anaknya yang nakal.
"Tidak apa-apa, Nyonya. Saya baik-baik saja, kok. " balas Grizella tersenyum.
Grizella pun melepaskan dirinya dari pelukan pria tadi. Lalu menatap sembari tersenyum kepada si kembar.
"Mommy tidak apa-apa, kok. Lihatlah. " menatap si kembar dengan senyuman di di bibirnya agar tidak membuat Chloe dan Zoe khawatir.
Jaxton yang melihat Grizella di peluk oleh seorang pria membuat dirinya gusar. Jaxton bahkan memarahi dirinya sendiri. Kenapa juga dia tidak cepat menarik Grizella ke dalam pelukannya pikir Jaxton. Mungkin hal ini tidak akan terjadi tambah Jaxton lagi di pikirannya.
Jaxton pun mendekati Grizella. "Kamu tidak apa-apakan? Bagian mana yang terluka. Cepat bilang padaku. " ucap Jaxton yang menghawatirkan keadaan Grizella. Grizella tersentak karena Jaxton memegang kedua bahunya. Memegangnya erat-erat, seolah mencemaskan keadaan Grizella.
"Aku tidak apa-apa, kok. " seru Grizella. Wajahnya memerah karena wajah Jaxton sangat dekat di depannya. Grizella teringat dengan pria yang menyelamatkannya. Grizella pun menoleh ke belakangnya namun tidak melihat lagi pria itu.
Kemana pria tadi? Gumam Grizella dalam hatinya sembari menoleh kiri kanan.
"Kamu cari siapa? " tanya Jaxton.
"Pria yang menyelamatkan ku tadi. " lirih Grizella. Jaxton pun ikut mencarinya.
Di dalam hatinya Jaxton mengerutu kesal. Apa-apaan pria itu! Kemana perginya? Apa dia mau Grizellaku mengingatnya karena telah menyelamatkannya.
Grizella mengernyitkan keningnya melihat Jaxton yang terlihat kesal.
"Kamu kenapa? " tanya Grizella bingung.
"Tidak apa-apa. " balas Jaxton tersadar dan langsung menunjukkan wajah hangatnya. Grizella pun menoleh ke arah si kembar.
__ADS_1
"Yaudah, apa kalian sudah selesai memilihnya? " tanya Grizella.
"Sudah, Mom . " balas Chloe.
"Yaudah, bagaimana kalau sekarang kita ke tempat pakaian sekolah, lagi? " Tanya Grizella. Si kembar pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Grizella pun mengandeng tangan si kembar. Jaxton mengekor di belakang. Kali ini Jaxton terlihat lebih serius memperhatikan. Jaxton tidak mau kejadian yang sama terulang lagi.
Sesampainya di toko seragam sekolah, Grizella langsung memilihkan seragam baru untuk si kembar. Grizella terlihat serius memilihkan bahan yang bagus untuk di pakai oleh anak kembar itu. Grizella mau memilihkan yang terbaik untuk anak-anak manis di sampingnya.
"Nah, cobalah ini dulu. Jika kalian suka maka kita ambil itu. " seru Grizella yang di anggukan oleh si kembar. Si kembar pun pergi berlenggang ke ruang ganti pakaian. Grizella kembali menyibukkan dirinya dengan memilih topi dan dasi untuk si kembar. Jaxton yang melihat itu, dia pun mendekati Grizella.
"Biarkan saja itu dulu. Kamu duduklah sebentar. Pasti kamu sudah capek kan? Apalagi kejadian tadi pasti membuat mu cemas. " seru Jaxton. Grizella pun menoleh ke arah Jaxton dan tersenyum.
"Aku tidak apa-apa, Kok. Kamu kan lihat sendiri tadi. Pria tadi sudah menyelamatkan ku. Tapi...." seru Grizella berhenti sebentar lalu melanjutkan ucapannya. " Tapi aku belum berterima kasih kepadanya. Tadi aku liat dia meringis gitu. Aku menghawatirkan dia. Apa dia baik-baik saja? " lirih Grizella.
Benarkan. Pria itu sengaja pergi agar Grizella ku menghawatirkan nya. Bedebah sialan. Gumam Jaxton di dalam hatinya.
"Mommy. Mommy, bagaimana! Apa ini cocok untuk kami ?" Tanya Zoe antusias. Grizella pun menoleh dan tersenyum.
"Wahhh. Kalian benar-benar gadis manis, mommy. Sini berikan Mommy pelukan. " seru Grizella berjongkok lalu merentangkan kedua tangannya agar di peluk oleh si kembar. Chloe dan Zoe pun berlari ke arah Grizella lalu memeluk gadis itu. Jaxton yang melihatnya pun hanya bisa tersenyum dan melipat tangannya di dada. Jika dia ikut-ikutan, Jaxton takut akan membawa kecangungan antara dirinya dan juga Grizella.
"Cari tahu tentang keluarga itu. " perintah seorang pria yang tidak lain adalah pria yang menyelamatkan Grizella tadi. Menatap dari kejauhan keluarga yang sangat harmonis menurutnya. Siapa lagi kalau bukan melihat kedekatan Grizella dengan si kembar dan juga Jaxton.
"Baiklah, Tuan."jawab asistennya. " Maafkan saya Tuan. Sesuai dengan apa yang sudah kita janjikan sebelumnya. Klien dari Singapura akan datang ke kantor besok. Apa tuan mau saya siapkan tempat dan waktu untuk bertemu ? " saran asisten pria tadi . Pria itu terlihat sibuk dengan ponselnya. Dia pun tersenyum. Dan menganggukkan kepalanya.
"Aturlah segalanya seperti biasa. Jangan sampai klien kita tidak nyaman dengan semua yang telah kita siapkan di sini. " seru pria itu.
"Baiklah, Tuan. " jawab asistennya.
Kembali ke Si kembar.
"Mommy. Kami lapar. Kita makan bareng dulu yuk mom. " ajak Chloe memelas. Grizella pun tersenyum dan mengusap lembut kepala Chloe.
"Baiklah. Kalian mau makan apa siang ini? " tanya Grizella lembut.
"KFC. " jawab Chloe dan Zoe serentak yang berhasil lagi membuat Grizella tersenyum. Jaxton seperti biasa hanya bisa geleng-geleng kepala melihat keponakannya itu. Jaxton kali ini tidak melarang keponakannya untuk makan di KFC tapi untuk lain kali tidak di perbolehkan. Hanya untuk sesekali saja karena si kembar sudah lama juga tidak memakannya.
Mereka pun melangkahkan kakinya ke tempat KFC. Si kembar langsung memesan menu kesukaannya yaitu kentang goreng dan bakso bulat. Tidak lupa goreng paha ayamnya. Si kembar memesan porsi double untuk segala yang mereka pesan.
__ADS_1
"Apa kalian yakin akan menghabiskannya? " tanya Grizella ragu.
"Kamu tenang saja. Mereka memang seperti ini. Tapi, itu hanya untuk kali ini saja. Karena mereka hanya di perbolehkan makan di sini sekali sebulan saja. Untuk itu aku membiarkan mereka memesan semuanya. " jelas Jaxton yang berhasil membuat Grizella tersentuh karena sebagai Daddy, Jaxton sudah melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya. Grizella tidak menyangka bahwa Jaxton begitu memperhatikan kedua keponakannya. Grizella berpikir Jaxton hanya sibuk dengan urusan pekerjaannya dan melupakan keberadaan si kembar. Nyatanya, Jaxton sangat mengutamakan kepentingan keluarganya.
"Maafkan aku sebelumnya. Sebelumnya aku pernah berpikir buruk tentangmu. Tapi, sepertinya pikiran buruk itu telah hilang dengan sendirinya. Semoga kamu selalu seperti ini kepada anak-anak ini. " seru Grizella tersenyum. Mengusap lembut kepala si kembar.
Jaxton tersenyum mendengar ucapan Grizella. "Apa kita sudah semakin dekat sekarang? Apa aku bisa menganggap hubungan kita telah lebih dari sebelumnya. " seru Jaxton menatap lekat wajah gadis di depannya. Grizella tersentak lalu menganggukkan kepalanya. Jaxton pun tersenyum melihatnya. Si kembar yang melihat mereka berdua pun tersenyum puas. Merasa senang usaha mereka kali ini berhasil membuat hubungan Daddy dan Mommynya semakin dekat. Mereka sudah tidak sabar menjadikan Grizella Mommy sah mereka. Dilihatnya Grizella dan Jaxton saling tatapan-tatapan. Chloe dan Zoe pun berdehem yang membuat keduanya canggung sembari mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Beberapa saat setelah itu pesanan si kembar datang. Mereka pun makan dalam diam. Jaxton mengajarkan agar makan tidak boleh bicara. Hormatilah makanan yang kita makan, begitu nasehat Jaxton kepada si kembar.
"Bagaimana setelah ini kita jalan-jalan? " ajak Grizella kepada si kembar setelah selesai dengan makan siangnya. Si kembar pun antusias dan menganggukkan kepalanya, setuju. Grizella pun menoleh ke arah Jaxton. Pria itu ikut menganggukkan kepalanya, setuju.
"Yaudah. Kita pergi sekarang. " seru Grizella setelah melihat Jaxton menyelesaikan pembayaran makan siang mereka.
"Makasih untuk makan siangnya. " seru Grizella kepada Jaxton.
"Tidak apa-apa. Tapi, kapan kamu akan mentraktir ku makanan. Hanya untuk kita berdua saja. " bisik Jaxton di telinga Grizella agar tidak terdengar oleh si kembar. Grizella pun tersenyum malu karena merasa Jaxton telah mengodanya kali ini.
"Kalau ada waktu. Bagaimana kalau lusa. Makan malam di restoran XX. " balas Grizella. Jaxton pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, setuju.
.
.
.
.
.
Bersambung.
IG : gx_shi7
Terima kasih 😊😊
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙
By : Nadila Sizy
__ADS_1
#Grizella&Jaxton_LFR