Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
School


__ADS_3

Malam hari di kediaman keluarga Jaxton Davinchi...


Di meja makan yang cukup besar dengan ukiran-ukiran yang membuatnya cukup elegan. di padukan dengan warna emas dan perak menambahkan kesan mewah dan dilapisi dengan kaca tebal untuk melidungi ukiran- ukiran yang klise itu. Dengan hidangan yang sangat mengugah selera di atas meja membuat orang yang makan malam di sana menjadi lebih nikmat. Namun, kekurangan seseorang yang sangat mereka butuhkan menjadi makan malam hari ini sedikit berbeda.


" Dad. Kami sudah menemukan Mommy untuk Daddy. Tapi kami masih menyelidiki nya. Kami harap Daddy akan suka dengannya dan kita akan makan malam bersama dengan Mommy nantinya disini. " Chloe menatap makanannya dengan sedikit gumaman yang membuat Jaxton sedikit tersentuh.


" Daddy harap kalian menemukan Mommy yang cantik untuk Daddy. " Jaxton berusaha menghilangkan kesunyian dalam makan malam itu.


" Daddy akan mendapatkan lebih dari itu. Tidak hanya cantik namun hatinya juga akan cantik nantinya. " Zoe menambahkan menatap Jaxton dengan sebuah senyuman di bibirnya. Jaxton pun meletakkan garpu yang dia pegang di piring lalu tangannya berpindah mengusap lembut kepala kedua putrinya kembarnya.


" Cepatlah habiskan makanannya. Besok Daddy akan mengantarkan kalian ke Sekolah baru kalian. Daddy harap kalian akan suka sekolah disana. " Jaxton menatap kedua putrinya kembarnya bergantian.


" Kami akan suka apapun yang Daddy lakukan untuk kami." jawab Zoe bahagia.


" Baguslah. Habis ini kalian masuk ke kamar dan pelajari pelajaran yang kalian dapat di TK. " Kedua putri kembar itupun mangut-mangut.


•••


Pagi harinya. Seorang wanita yang tengah berada di depan cermin, memilih beberapa pakaian formalnya. Sudah hampir setengah jam dia memilih pakaian namun tidak ada yang sepaham dengan seleranya.


" Baiklah. Habis makan siang nanti aku sepertinya harus membeli beberapa setelan baru untuk pergi ke sekolah. Karena kecelakaan kemarin membuat aku tidak sempat untuk berbelanja setelan baru untuk hari ini. " Grizella membayangkan kejadian kemarin yang menimpa Chloe. Dia mengingat dua anak kembar yang membuat hatinya merasa senang.


" Sungguh anak-anak yang mengemaskan. Ibunya pasti bahagia memiliki putri - putri yang cantik dan mengemaskan itu." gumam Grizella.


Di kediaman keluarga Jaxton Davinchi...


" Kapan kalian akan bersiap? Dari tadi terus saja mengganti gaun kalian itu. Ayuklah, sudah dari tadi Daddy melihat kalian memilih gaunnya. " Jaxton mulai gusar melihat kedua putrinya yang tidak pernah selesai memilih setelannya.


" Daddy bersabar dikit lagi yah. Kita harus terlihat cantik dan mengemaskan di sekolah baru nanti. " seru Zoe yang sedang membandingkan dua gaun di tangannya tanpa melihat ke arah Jaxton yang terlihat kesal mendengar jawaban Zoe.


" Daddy akan bersabar untuk kalian tapi mata Daddy udah hampir terbelalak melihat kalian berdua yang terus berganti pakaian. " kesal Jaxton yang duduk di kasur si kembar dengan melipat tangannya di dada. Chloe hanya tersenyum melihat Daddy nya kesal dengan masih memilih gaunnya.


" Ini kami lakukan karena kami akan men.... " Seru Zoe mengantung karena Chloe yang Tiba-tiba menyenggol tangannya.


" Kenapa. Apa yang akan kalian lakukan? " tanya Jaxton menatap curiga terhadap gerak-gerik kedua putri kembarnya.


" Bukan apa-apa Dad. Oh ini dia, aku sudah menemukan gaunnya. " Zoe berusaha mengalihkan perhatian Jaxton.


" Baguslah. Cepat kalian ganti gaun kalian itu. Daddy akan menunggu di bawah. " Jaxton melangkah keluar dengan satu tangannya di masukkan kedalam saku celananya.


Setelah Jaxton pergi dan kembali menutup pintu kedua putri kembar itu menghela napas lega.


" Kamu hampir saja membongkar rahasia kita. Lain kali mulutmu itu harus dipakaikan resleting dan menguncinya. " geram Chloe mencubit tangan Zoe.

__ADS_1


" Maafkan aku. Aku tidak sengaja Chloe. " Zoe menjawabnya dengan penuh penyesalan.


" Untung aku disini. Kalau tidak Daddy pasti tahu rencana kita. " Chloe kembali memilih gaunnya.


•••


Bertuliskan School Internasional. Mobil Alphard berwarna silver berhenti tepat di parkiran School Internasional.


" Ingatlah untuk bersikap baik saat guru menjelaskan nanti. Daddy tidak mau mendengar hal buruk dari guru kalian, Okey. " nasehat Jaxton yang duduk di kursi samping sopir, menghadap kebelakang untuk melihat jawaban kedua putrinya.


" Iya Dad. Emang kami senakal itu apa. Kan kami anak yang baik dan rajin membaur sesama manusia. " jawab Chloe tersenyum.


" Emangnya kalian juga berbaur dengan hewan apa? " Jaxton tergelak lalu keluar dari mobilnya. Chloe hanya tersenyum dan mengaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sedangkan Zoe tergelak melihat Chloe lalu ikut keluar menyusul Jaxton.


Jaxton mau memberikan perhatian khusus kepada kedua putrinya. Sebenarnya dia bisa saja menugaskan seseorang tapi dia tidak mau melakukan itu. Bagi Jaxton kebutuhan anaknya adalah prioritas utama yang harus dia lakukan sendiri. Kecuali, jika dia benar-benar tidak bisa menemani mereka. Dan hal itu memang jarang dilakukannya.


Ayah dan kedua putri kembar itu memasuki lorong sekolah. Mereka mencari-cari dimana tempat pendaftaran berlangsung. Setelah beberapa saat akhirnya mereka melihat segerombolan orang-orang tua yang mungkin ikut mendaftarkan anak-anaknya sekolah disana. Ketika Jaxton hendak melangkah tiba-tiba langkahnya terhenti karena seseorang memanggilnya.


" Hallo tuan Jaxton. Senang bisa melihat tuan disini? " sapa Bapak tua berkaca mata rantai. Jaxton pun menoleh ke sumber suara.


" Hallo tuan. Apa tuan kenal saya? " tanya Jaxton datar.


" Tentu saja tuan Jaxton. Anda adalah seorang yang sangat disegani di kota ini. Siapa yang tidak akan kenal dengan tuan. Semua orang di kota ini pasti kenal dengan tuan. " seru orang tua paruh baya itu. Jaxton hanya membalas dengan senyuman terhadap perkataan orang tua itu.


" Iya. Hari ini adalah hari mendaftar mereka disini. " jawab Jaxton tersenyum kepada kedua putrinya.


" Kalau begitu saya akan mengantar tuan dan anak-anak kesana. " Seru Bapak tua itu yang dianggukkan oleh Jaxton.


" Buk Grizella. Apa Ibuk bisa mendaftarkan mereka dulu. " Bapak itu menunjuk kepada Kedua putri kembar itu. Grizella pun menoleh dan melihat kedua putri itu.


" Chloe, Zoe! " seru Grizella terkejut. Grizella pun menghampiri mereka.


" Hallo sayang. Apa kabar kalian? " tanya Grizella berjongkok di depan Chloe dan Zoe.


" Kami baik Bibi. " balas si kembar.


" Buk Grizella kenal mereka? " tanya Bapak itu.


" Iya Pak. Kami tidak sengaja bertemu kemarin. "


" Hallo Nona. " sapa Jaxton tersenyum.


" Hallo tuan. "balas Grizella datar dan kembali menoleh ke si kembar. Terlihat kekecewaan di wajah Jaxton ketika mendengar balasan Grizella.

__ADS_1


" Kalian juga sekolah disini? Emm ... karena Bibi sangat peduli dengan aturan. Apa kalian bisa menunggu sebentar? " tanya Grizella ke si kembar.


" Buk Grizella. Ibuk harus mendahulukan mereka terlebih dahulu. " seru Bapak itu penuh penekanan.


" Tapi Pak... . " seru Grizella mengantung.


" Tidak ada tapi-tapian Buk... ." seru Bapak itu terhenti karena Jaxton menyelanya.


" Biarkan saja Pak. Saya tidak apa-apa menunggu sebentar. " ucap Jaxton tersenyum melihat kedua putrinya dan Grizella bergantian.


" Yaudah, kalau begitu kalian tunggu di sana ya manis. "seru Grizella tersenyum pada si kembar.


" Tapi apa tuan Jaxton tidak apa-apa menunggu lama disini? Pasti Tuan ada kesibukan setelah ini. " Bapak tua itu mengikuti langkah Jaxton yang hendak duduk di kursi tunggu. Jaxton tidak menggubrisnya dan hanya fokus menatap Grizella yang kembali sibuk mengurus pendaftaran para wali murid yang hadir. Dia tersenyum melihat Grizella dari kejauhan.


" Kalian tidak apa-apa menunggu sebentar kan sayang? " tanya Jaxton pada si kembar.


" Tidak apa-apa kok Dad. " jawab si kembar serentak.


" Anak pintar. " seru Jaxton mengusap kepala si kembar dengan lembut. Jaxton pun kembali menoleh pada Grizella tanpa berkedip sedikit pun.


" Tampaknya Daddy mulai tertarik dengannya. " bisik Chloe kepada Zoe


" Iya. Rencana kita pasti akan berhasil. " balas Zoe. Mereka pun memperhatikan Jaxton yang sangat fokus menatap Grizella dari kejauhan.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Hei Readers


Terima kasih karena sudah peduli pada SI KEMBAR MENCARI MOMMY


Ikuti terus setiap partnya dan jangan lupa like dan komentarnya yah. Biar author tambah semangat.


SELAMAT MEMBACA 😊😊

__ADS_1


__ADS_2