
...Happy Reading readers πΌπΌπΌ...
...Jangan lupa like dan komentarnya yaπ»π»π»...
...Terima kasih atas semua dukungannya πΈπΈπΈ...
...β’β’β’β’β’...
Sudah 3 hari setelah acara lamaran Jaxton kepada Grizella. Jaxton mulai di sibukkan dengan menyiapkan segala sesuatunya yang bersangkutan dengan pernikahannya. Hampir 70% persiapan telah dilakukan oleh Jaxton. Tidak tanggung-tanggung menghabiskan banyak dana untuk itu. Grizella bahkan tidak ambil andil di dalamnya karena Jaxton ingin membuat hari pernikahannya menjadi hari yang tidak dilupakan oleh semua orang.
Grizella hanya di minta pendapat yang mana yang di inginkannya. Di samping itu, Jaxton sudah meyakinkan Grizella agar tidak berburuk sangka kepadanya. Jaxton takut gadisnya itu minder. Dan merasa tidak cocok dengannya. Karena itu, Jaxton selalu meminta pendapat terhadap sang gadis.
"Apa ada lagi, Ella? " tanya Jaxton. Grizella pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Tidak berani juga memberikan pendapat karena menurutnya semuanya sudah sempurna.
Di hati kecilnya. Grizella dulu mempunyai impian mengadakan pernikahan yang biasa-biasa saja. Pernikahan yang sederhana. Tapi, Grizella sadar bahwa calon suaminya adalah orang berpengaruh di negri ini. Dan Grizella yakin. Pernikahan Jaxton pasti akan di nilai oleh orang banyak. Karena itu, Grizella hanya bisa mengiyakan apa yang di tanyakan oleh Jaxton kepadanya.
Jaxton pun menatap Grizella yang termenung. Menyadari gadisnya itu memikirkan sesuatu.
Cup.
Jaxton memberikan kecupan di bibir mungil Grizella.
"Apa kamu tidak senang dengan semua yang aku siapkan ini? " tanya Jaxton menatap hangat sang pujaan hati. Grizella pun tersenyum dan mengelengkan kepalanya.
"Aku senang kok. Makasih ya. " ucap Grizella. Grizella pun mencoba berdiri. Mengalihkan pandangannya agar tidak di tatap terus menerus oleh Jaxton. Grizella takut Jaxton menyadari rasa tidak sukanya terhadap semua yang di siapkan Jaxton untuk pestanya. Jaxton yang melihat Grizella yang hendak berdiri pun menahan tangan sang kekasih. Dan menarik tangan Grizella untuk duduk di pangkuannya.
"Aku tahu, kamu pasti sedang menyembunyikan sesuatu. Katakanlah. Aku akan mendengarkannya.Β " ucap Jaxton melingkarkan tangannya di pinggang Grizella. Memberikan kecupan di dagu gadis itu.
"Aku tidak apa-apa, kok. Aku ke dapur dulu ya. Mau ambil minum. Kamu mau juga nggak. " ucap Grizella mencoba mengalihkan perhatiannya. Jaxton pun menatap tajam sang kekasih. Membuat Grizella takut dan menundukkan kepalanya.
"Jangan buat aku bertanya untuk yang kedua kalinya. Katakanlah, apa yang telah membuat kamu termenung seharian ini. " ucap Jaxton mencoba menetralkan suara seperti biasa. Grizella tidak menjawab. Hanya bungkam sembari mengigit bibir bawahnya.
"Grizella Anatasya Davinchi. " panggil Jaxton yang membuat Grizella mendongakkan kepalanya ke atas. Mengerjapkan matanya karena panggilan Jaxton.
"Salah. Namaku Grizella Anatasya Kusuma. " Grizella membenarkan panggilan Jaxton kepadanya.
"Kamu akan menjadi istriku. Nama belakangmu akan di ganti menjadi Davinchi. " satu kecupan mendarat di bibir mungil Grizella. Grizella pun merona mendengarnya. Tidak percaya saja jika sebentar lagi dia akan menjadi istri seorang keluarga Davinchi. Keluarga yang di segani di negri ini.
__ADS_1
"Apa kamu tidak suka dengan semua yang telah aku siapkan? " tebak Jaxton. Grizella pun mengelengkan kepalanya.
"Bukan begitu. Aku suka kok. " elak Grizella.
"Terus kenapa melamun saja dari tadi, hem? " tanya Jaxton.
"Aku bilang, kalau aku tidak apa-apa. " ucap Grizella.
"Baiklah. Kita batalkan saja semuanya. Aku serahkan semuanya kepadamu. " ucap Jaxton mengambil ponselnya lalu menghubungi Wedding Organizer langganan keluarganya. Grizella pun gelagapan. Lalu mengambil alih ponsel Jaxton yang sudah duluan terhubung dengan orang yang di seberang.
"Maaf, ada kesalahan. " ucap Grizella kepada nomor di seberang. Jaxton yang melihatnya pun tersenyum. Menyungingkan bibirnya.
"Katakanlah. Apa yang kamu pikirkan? " tanya Jaxton sekali lagi. Grizella pun ragu-ragu ingin mengatakannya dan tiba-tiba si kembar mengetuk pintu kamar Jaxton. Dan langsung menerobos masuk ke dalam. Grizella pun dengan cepat turun dari pangkuan Jaxton. Dan langsung duduk di sofa samping Jaxton.
"Daddy, Daddy. Kapan kita pergi ke butiknya? " tanya Zoe mendekati Jaxton lalu duduk di pangkuan pria itu. Jaxton pun tersenyum lalu melingkarkan tangannya di pinggang Zoe. Sedangkan Chloe baru tiba dan memilih untuk duduk di samping Grizella.
"Mommy kapan datangnya? " tanya Chloe.
"Tadi pagi. Emang kalian dari mana sih? " tanya Grizella mengusap lembut pipi Chloe.
"Oma mengajak kami ke rumah temannya. Katanya mengundang orang. " ucap Chloe dengan polosnya. Grizella pun tersenyum.
"Bagaimana kalau kita buat kue seperti kemarin itu, Mom. " saran Chloe.
"Yaudah, ayuk kita ke dapur. " jawab Grizella. Mereka pun berdiri namun di tahan oleh Jaxton.
"Kalian mau ke mana? " tanya Jaxton. Grizella dan Chloe pun menoleh ke arah Zoe dan Jaxton.
"Kami mau bikin kue. Ayuk, Zoe. " ajak Chloe kepada kembarannya.
"Ayuk. " jawab Zoe. Zoe pun berdiri dan Jaxton pun menyusul di belakangnya.
Setibanya di dapur. Calon keluarga kecil itu terlihat bahagia bersama. Sampai akhirnya ada seseorang yang ikut nimbrung di antara mereka.
"Anak-Anak. Apa kabar? " tanya Bianca. Ya, dia adalah Bianca. Anak dokter dari keluarga Jaxton. Bianca juga teman masa kecil Jaxton yang sudah dari dulu di acuhkan oleh Jaxton. Dari kecil, Bianca selalu nempel seperti perangko kepada Jaxton. Dimana pun Jaxton berada, Bianca selalu menyusulnya. Hal itu, membuat Jaxton punya arti sendiri terhadap Bianca.
"Tante Bianca. Apa kabar? Tadi kami ke rumah tante. Tetapi kami tidak menemukan keberadaan Tante. " ucap Zoe. Bianca pun tersenyum.
__ADS_1
"Biasa sayang. Tante sibuk di RS. Bagaimana kalau Tante ajak kalian jalan-jalan. Mau nggak? " tanya Bianca. Si kembar pun menoleh ke arah Grizella. Lalu, kembali menoleh ke arah Bianca.
"Maaf, Tan. Kami lagi buat kue bersama Mommy dan Daddy. Kapan -kapan ya, Tan. " ucap Zoe. Bianca pun menatap ke arah Grizella. Di balas senyuman oleh Grizella. Berbeda dengan Bianca yang menatap sinis gadis itu.
"Yasudah, mau Tante temani nggak? " tanya Bianca yang ikut masuk ke dapur dan mencoba mengambil alih pekerjaan Grizella. Grizella sampai terdorong ke belakang oleh senggolan tubuh Bianca yang memang lebih tinggi dan besar darinya. Untung ada Jaxton di sana sehingga pria itu menarik tangan Grizella dan membawanya pergi dari sana. Jaxton pun berbisik di telinga si kembar.
"Kita pergi dari sini yuk. Biarkan Tantenya yang buat kuenya. Kita bersenang-senang di taman yuk. " ajak Jaxton. Si kembar tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Calon keluarga kecil itu pun pergi dengan mengendap-endap. Sampai akhirnya mereka sudah tiba di taman dekat mansion Jaxton.
Sedangkan, di tempat Bianca. Wanita itu terlihat mengeluarkan unek-uneknya sembari berdecak pinggang karena sengaja di tinggalkan oleh si kembar dan juga Jaxton.
"Harusnya aku yang bersama Jaxton. Kenapa gadis kampungan itu yang menjadi Nyonya Davinchi. " kesal Bianca. Bianca pun menyambar tasnya lalu pergi meninggalkan mansion Jaxton.
.
.
.
.
.
Bersambung.
...INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME π...
IG : gx_shi7
Ikuti IG ku yah. Akan ada tampilan visual dari para pameran utama dan pendukung novel ku.
Terima kasih ππ
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan ππ
By : Nadila Sizy
__ADS_1
#Grizella&Jaxton_LFR