
"Emm, kami mau istirahat di sini. Karena melihat kalian akhirnya kami memilih untuk bergabung. Kalian tidak apa-apakan kami duduk di sini? " tanya Aksa. Si kembar pun diam. Menurut mereka tidak salah 2 pria itu duduk di sini. Karena tidak mau membuat masalah si kembar pun memutuskan untuk pindah.
"Kalian mau kemana? " tanya Arion melihat Zoe dan Chloe berdiri.
"Kami mau pindah. Kakak silahkan menikmati istirahatnya. " balas Zoe. Si kembar pun pergi meninggalkan Arion dan Aksa yang terdiam karena tidak bisa menjawab ucapan si kembar. Kedua bola mereka berkedip tidak percaya. Baru kali ini mereka tidak di terima kehadirannya. Biasanya mereka akan di serbu oleh gadis cantik yang ingin mengambil perhatiannya. Sungguh mereka salut dengan si kembar.
Si kembar akhirnya memilih menyantap bekalnya di dalam kelas. Karena beberapa menit lagi kelas akan masuk.
Arion dan Aksa pun memutuskan untuk ke kelas mereka. Setibanya di kelas mereka. Wajah mereka terlihat lesu. Hal itu terlihat oleh Ben. Ben pun mendekati pria kembar tak di identik itu. Ben duduk di antara dua pria itu.
"Ada apa dengan kalian? Tidak biasanya seperti ini? " tanya Ben bingung. Biasanya hanya ada wajah jengkel mereka karena habis di kejar oleh anak-anak perempuan yang mengaguminya. Tapi, kali ini Ben melihat wajah lesu kedua pria itu.
Arion dan Aksa pun menatap ke arah Ben. Membuat Ben bergidik bahu. Mengernyitkan keningnya. Tidak biasanya pikir Ben.
"Ada apa dengan kalian sih? Bikin takut gue liatnya? " tanya Ben lagi. Arion dan Aksa pun menghela napasnya.
"Apa wajah tampan kami sudah hilang? Atau mungkin kami tidak menarik lagi. Kenapa mereka tidak pernah menoleh ke arah kami? Atau mungkin saja wajah kami sudah tidak tampan lagi, ya? " tanya Arion. Memegang kedua bahu Ben. Meminta jawaban kepada sahabatnya itu. Tubuh Ben sampai terdorong kebelakang karena Arion mengguncangnya terlalu kuat. Membuat Ben sampai pusing.
"Oke, oke. Tapi, jangan buat aku pusing juga dong. Emang kalian kenapa sih? Ngapain nanya begituan? " tanya Ben ketika sudah lepas dari pegangan Arion. Ben pun memilih untuk duduk di tempat yang berbeda. Ben duduk di depan meja Arikn dan Aksa.
"Zoe kayaknya tidak menyukaiku. " ucap Arion pada akhirnya. Ben pun terlihat mengernyitkan keningnya. Siapa Zoe pikirnya. Ben pun menoleh ke arah Aksa. Dilihatnya pria itu sama dengan Arion. Benar-benar saudara kembar pikir Ben.
Ben pun memperbaiki duduknya. Dia mendekatkan duduknya dengan dua pria di depannya. Menunjukkan tampang penasarannya. Telinganya bersiap-siap mendengar jawaban dari dua pria di depannya.
"Emang siapa yang kalian maksud? Dan siapa itu Zoe? Apa itu nama orang? " tanya Ben. Seketika Arion naik pitam. Bersiap-siap melayangkan tinjuannya kepada Ben. Meradang karena Ben berpikir Zoe adalah nama makhluk lain. Jelas-jelas Zoe itu adalah nama manusia. Emang nama apalagi. Emosi Arion di buatnya.
__ADS_1
"Nama manusia lah. Manusia tercantik di dunia ini. Kamu pikir apaan? " balas Arion kesal. Mencoba menahan kekesalannya dengan menarik nafasnya dalam-dalam. Memalingkan wajahnya dari Ben agar tidak tersulut emosi. Ben yang mendengar jawaban dari Arion, dia pun nyengir kuda. Hehehe.
"Karena aku punya kucing dan namanya aku kasih Zoe. Kucingku itu manis tahu. " balas Ben menjauhi Arion agar tidak diberikan bogeman oleh Arion. Arion pun mendengus kesal.
Seketika bayangan Ben berputar. Ingatannya jatuh pada waktu hari yang sudah berlalu. Ingatnya melintas saat si kembar bertemu dengannya waktu di kantin. Yang mana saat itu dua pria di depannya ini terpesona pada si kembar. Bahkan, dua pria di depannya ini mendatangi mereka saat dia dan temannya ada. Meninggalkan dirinya bersama Puja.
"Ahhh, gadis kembar itu. Jadi, salah satu dari mereka namanya Zoe. Lalu, apa masalahnya jika dia tidak menyukaimu? Kamu kan bisa cari gadis lain. Masih banyak gadis yang antri untukmu. " ucap Ben. Arion pun menatap Ben. Terlihat Arion mendesah. Menghela napasnya.
"Zoe gadis yang berbeda. Dia tidak sama dengan gadis lainnya. " balas Arion.
"Benar, Chloe pun sama. Dia tidak sama dengan gadis lain. " timpal Aksa. Ben pun menoleh ke arah Aksa. Ben mengernyitkan keningnya.
"Jadi, kalian berdua menyukai gadis kembar itu. Dan kalian menyukai salah satu dari mereka. Begitu maksud kalian? " tanya Ben. Arion dan Aksa tidak menjawab. Malas meladeni ucapan Ben. Saat hendak berbicara lagi tiba-tiba jam pelajaran di mulai. Mereka pun kembali ke tempat duduk masing-masing.
Di dalam kelasnya. Saat ini si kembar tidak satu kelas. Jadi, Zoe duduk dengan teman-temannya yang lain. Aurin namanya. Gadis dengan rambut ikalnya. Hitam dan lebat pula.
"Kita kerjakan di rumah ku saja. Aku senang jika ada teman yang datang ke rumah. " ucap Zoe. Aurin pun tersenyum mendengarnya.
"Yaudah. Selesai sekolah nanti kita langsung ke rumah kamu. " balas Aurin.
Di kelas Chloe. Gadis itu sedang melakukan pelajaran kelompok. Satu kelompok terdiri dari lima orang. Ada 2 laki-laki dan tiga perempuan termasuk dia. Saat ini Chloe tengah bermusyawarah dalam penyelesaian tugas mingguan. Guru meminta kepada setiap kelompok melakukan penelitian tanah longsor. Mencari penyebab terjadinya longsor. Mereka pun sepakat menelitinya di rumah Chloe. Dan mereka sepakat akan datang ke rumah Chloe setelah jam sekolah selesai.
Beberapa jam setelah itu. Akhirnya jam pelajaran selesai. Si kembar masuk ke dalam mobilnya. Zoe sekalian mengajak Aurin nebeng. Sedangkan temen Chloe pergi dengan mobil temennya.
"Kenalkan, aku Chloe. Kakak Zoe. " sapa Chloe kepada Aurin. Aurin tersenyum dan menerima jabatan tangan Chloe.
__ADS_1
"Aku Aurin. Teman sekelas Zoe. " balas Aurin. Chloe pun tersenyum.
"Rambut kamu cantik ya. Aku suka dengan rambut kamu. " ucap Chloe. Aurin pun tersipu malu.
"Rambut kamu juga cantik kok. Apalagi mata coklatnya. Sangat memikat. " balas Aurin jujur. Kali ini Chloe yang tersipu malu.
"Apaan sih. Makasih ya pujiannya. Oh iya, kamu tinggal di mana? " tanya Chloe.
"Aku tinggal di perumahan mawar. " balas Aurin.
"Berarti dekat sini dong. " balas Chloe. Aurin pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Zoe yang sendiri tadi berada di antara mereka merasa terasingkan. Dirinya seperti tidak di anggap sama sekali. Sampai akhirnya mereka tiba di mansion si kembar.
Si kembar turun dari mobil terlebih dahulu. Di susul oleh Aurin. Teman-teman Chloe berada tepat di belakang mobil si kembar.
"Ayuk kita masuk. " ucap Chloe mempersilahkan teman-temannya masuk ke dalam mansion.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.